*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
...
...
Malam yang panas berganti dengan Pagi yang cerah, meski AC Dinyalakan tidak bisa mendinginkan suasana yang panas semalam.
Pukul 7.23 pemandangan pertama leon liat saat membuka mata,. Dia kesiangan tubuhnya agak pegal dan capek Leon memutuskan untuk libur hari ini. Dia merenggangkan otot nya dan mencoba mengumpulkan nyawa. Tapi yang aneh tangannya menyentuh sesuatu yang kenyal Kenyal dan benar saja Leon melihat sang istri dengan tubuh telanjang yang hanya ditutupi selimut masih tidur pulas membelakangi nya.
Leon memegang kepalanya yang terasa pusing, kemudian ingatan semalam berputar di kepalanya.
Leon ingat saat Adeline memohon untuk melepaskan nya tetap saja dia memaksa merenggut sesuatu itu dengan tidak lembutnya, Leon merasa kasihan pada istrinya itu.
Ditatapnya mata sembab sang istri, mungkin semalaman dia menangis sampai tertidur. Adeline bangun ketika tidur nya terusik akibat Leon yang bergerak-gerak.
"Maafkan aku.." kata pertama yang keluar begitu saja saat menyadari sang istri telah bangun
"Buat.." jawab Adeline dingin
"Jangan marah ya.. ayo kita buka lembaran baru.." Leon mencoba membujuk Adeline untuk memaafkannya lagian mereka itu suami istri kan?
"Hmpp.." harus kah Adeline senang atau sedih sebenarnya sejak awal menikah kata kata itu yang ingin di dengar
"Sepertinya aku terpengaruh obat semalam." Ucap Leon membela diri
"Maaf aku terlalu kasar. Pasti itu sakit.." Leon meminta maaf atas perlakuan yang kurang ajar itu.
Adeline hanya diam, wanita itu lebih memilih memejamkan mata nya kembali, dia lelah hatinya masih sakit.
***
Hari ini liyan memilih untuk berlibur menghabiskan masa masa pengantin baru yang membagong kan yang tidak ada romantis'nya
Ingatannya pun menerawang adegan semalam, senyum liar terukir diwajah pria itu, bagai mana tidak dia tengah memikirkan balas dendam kepada sang istri yang telah menabok wajah tampannya yang sudah babak belur.
Adegan romantis nya semalam di balas dengan amukan bar bar si kucing liar. Alih alih mendapat jatah yang ada malah menambah ngilu di pipinya.
Perut liyan mulai terasa lapar ketika aroma wangi masakan menusuk kedalam lubang hidungnya, kakinya melangkah menuju asal aroma itu dan menyaksikan pemandangan yang sepertinya setiap pagi akan ia lihat. "Ternyata menikah tidak buruk juga" senyumannya mengembang melihat sang istri yang tengah sibuk menata makanan di meja.
"Wow, apa ini?? kelihatannya lezat?" Tanya liyan menunjuk makanan yang ada di depannya
"Ini tuh Scrambled egg fried rice, cobain deh" ucap zheya sambil menyodorkan segelas susu di samping liyan
Liyan meneguk air putih dulu lalu menyendok sesuap dan menikmatinya, liyan terlihat seperti ragu ragu dan mencoba sesuap lagi
"Gimana.?" Tanya zheya yang penasaran dengan tanggapan liyan
"Hmmmp.. ini enakk" ucap liyan lalu menghabiskan sarapannya hingga tandas dan piring pun sampe bersih begitulah saking enaknya masakan nya
Sedangkan zheya masih sibuk dengan aktivitas makannya yang fokus, bukannya beranjak dari meja makan liyan lebih betah memandang perempuan yang sekarang sudah menjabat sebagai istri nya.
"Ada yang aneh..?'' tiba tiba celetukan zheya membuat fokus atensinya berubah
" Tidak" ucap liyan singkat
"Apa yang kamu liat sampe kayak bengong gitu.?" Tanya zheya dengan nada ketus
"Kamu pintar masak juga ya..?" Celetukan liyan yang berhasil membuat mata zheya mengalih ke arah nya
"Karena aku sudah terbiasa memasak" jawab nya singkat
"Bisa dong masuk master chef kkhkhkh" kekehan liyan seperti ngeledek
"Iya mau nih, tapi daging kamu yang aku jadiin bahannya mau.?" Timpal zheya memutar bola matanya dengan malas.
***
"Woyy,, keluar ga lu!!" Teriak perempuan sambil mengetuk ngetuk pintu mobil sports berwarna hitam
Tuk tuk tuk tuk
"Aishh sialan pake acara nabrak lagi nih mobil. Ga tau apa gua lagi buru buru" umpat Kai yang melangkah turun dari mobil
"Iya mbak" ucap Kai , niat nya mau minta maaf ehh tau nya si cewek malah nyabet duluan
"Bukannya minta maaf gaya belaga angkuh gitu.!" Ucap wanita itu terlihat
"Tadinya saya mau minta maaf loh, tapi kamu nyerocos aja dasar wanita.." timpalnya yang mulai kesal karena kelakuan cewek aneh itu
"Bawa mobil jangan kencang kencang, yang punya jalan bukan nenek moyang elu ?" Ucap perempuan itu, gimana ga marah Semua bahan belanjaan yang segar bercecer dimana mana gara gara cowok songong yang hampir nabraknya. untung saja cowok itu ngerem mendadak kalo tidak udah beda alam dia
"Ya salah elu juga lah yang jalan ga pake mata!" ucap kai sinis
"Lu yaa.. bener bener!!" Cewek itu makin kesal
KAI mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya agar masalah ini cepat berlalu, boss nya tiba tiba saja telepon dan membuat kai berakhir seperti ini
"segini cukup buat ganti rugi belanjaan elu.?" Niat nya baik agar masalah cepat selesai eh tau nya perempuan itu tambah ngamuk
"Bukan nya minta maaf malah belagu, lu pikir semua duit bisa nyelesain masalah. Hah??" Perempuan itu ga habis pikir bisa bisanya bertemu laki laki seperti ini
"Ya terserah elu aja dah, lagian kita sama sama salah ngapain gua yang harus minta maaf?? Yang penting gua udah bayar ganti rugi lu." KAI yang sudah habis kesabaran masuk kedalam mobil dan meninggalkan perempuan itu begitu saja.
Sesampainya di kantor kai Tampa permisi langsung menghempaskan pantatnya Tampa menunggu persetujuan sang atasan.
"Kenapa lu?" Khen yang heran dengan kelakuan KAI yang tidak biasa nya
"Apess gua" umpat Kai lalu menoleh kearah khen dan liyan
"Apes kenapa lu" tanya khen
"Gua ga sengaja hampir nabrak cewek gila di jalan," adunya
"pufff.. hahahhah" tawa liyan dan khen seketika menggema mendengar penuturan kau
"Lah malah ketawa si bangkee.." umpat Kai pada temannya yang ga ada akhlak untung atasan kalo ga udah jadi manusia geprek sekarang
" Emang gimana ceritanya.?" Tanya liyan yang masih dimode bahagia di atas penderitaan teman
"Tadi tuh gua angkat telepon lu, nah pas mau matiin gua hampir nabrak untung gua rem dadakan kalo ga udah di penjara gua." Tutur KAI yang menjabarkan kejadian awal musibah dirinya terjadi
"Makanya lain kali hati hati jangan ngebut." Nasehat liyan karena hapal kelakuan temannya itu
"Padahal gua kecepatan sedang loh" sewot kai yang di tuduh ngebut sama pak boss nya itu
"Jadi gimana nih keadaan cewek gila yang lu tabrak?" Tanya khen takutnya cewek gila itu jantungan dan pingsan di jalan terus si KAI di adili warga d
"Ya gpp lah, dia ga ketabrak tapi barang belanjaannya pada tumpah, heran cewek jaman sekarang masih aja belanjaan banyak sok sok an bawa sendiri dan berakhir ga liat jalan." Umpat kai