" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11
" ayo kita berfoto" ajak Haruka
" tidak mau" tolak Naoki cepat.
Haruka menoleh menatap pacarnya itu. ah iya! Dia lupa Naoki kan sedang marah.
" kamu masih marah?" tanya Haruka
" tidak!" jawab Naoki tanpa mau menatap Haruka.
Cup!
Sebuah kecupan singkat mendarat di pipi Naoki. Terkejut? tentu saja. Naoki refleks menoleh dan menatap Haruka yang tersenyum manis padanya.
" aku minta maaf, aku tidak bermaksud__"
" sttt...!" potong Naoki meletakkan jari telunjuk di bibir Haruka. lalu dia menunjukkan bibir nya " cium disini, aku tidak akan marah lagi pada mu" ujar Naoki.
Haruka memutar mata nya. Bisa bisanya Naoki mencari kesempatan di dalam kesempitan. Ternyata Naoki ini pintar juga.
" kamu ini ngelunjak ya" ujar Haruka
" tidak mau? Ya sudah!" ujar Naoki kembali ngambek.
Haruka lagi lagi merasa gemas. Perlahan tapi pasti, dia mendekatkan wajahnya ke arah Naoki " lihat sini " pinta Haruka.
" tidak mau!" tolak Naoki. Naoki memalingkan wajahnya dan melihat kedua tangan nya di depan dada. Dia benar benar mirip seperti anak kecil yang sedang marah membuat Haruka benar benar gemas.
Haruka menyentuh dagu Naoki lalu menariknya ke arah nya. Dan detik berikutnya, bibir mereka saling bertemu dan tatapan mereka saling beradu.
Ini pertama kali, pertama kali bagi Haruka mencoba nya secara langsung. Biasanya dia hanya melihatnya di video saja.
Naoki tersenyum tipis sebelum mengerakkan bibirnya memberikan lumatan lembut yang berhasil membuat Haruka terbang.
Haruka memejamkan matanya, dia menikmati ciuman mereka sambil berusaha mengingat tutorial ciuman yang sudah pernah dia nonton dulu.
Mpphhh
Lenguh Haruka pelan. Haruka mulai membalas ciuman itu. ciuman yang dalam yang melibatkan lidah keduanya. bahkan kini tangan Naoki tidak tinggal diam. satu tangan nya berada pada pinggang Haruka dan satu lagi pada gunung kembarnya.
Di atas batu, di depan air terjun, dengan suasana sejuk dan menenangkan. Mereka sama sama melepaskan ciuman pertama mereka.
" haah! Haah!"
ciuman di lepas, mereka menyatukan kening keduanya dengan nafas yang memburu dan dada yang naik turun.
" ternyata seperti ini rasanya berciuman?" ujar Haruka menatap Naoki.
Ternyata ciuman itu memang seenak ini ya? manis dan menyenangkan. Pantas saja banyak orang yang candu bahkan Haruka saja ingin mengulang nya lagi.
" maksud mu?" tanya Naoki tidak paham.
Haruka berbicara seolah olah dia belum pernah ciuman. padahal Naoki sendiri tahu jika Haruka sudah menikah. Masak belum pernah ciuman kan? Apa daiky tipe orang yang tidak suka ciuman bibir?
" ini pertama kali bagi ku" jawab Haruka jujur.
Haruka duduk menghadap air terjun sambil memangku kedua tangan nya yang saling terpaut.
" kamu belum pernah melakukannya dengan kak daiky?" tanya Naoki memastikan.
" belum, dan mungkin tidak akan pernah " jawab Haruka lesu" kamu mungkin akan terkejut mendengarnya, tapi selama menikah 2 tahun aku dan Naoki belum pernah melakukan hubungan suami istri "
Naoki terkejut tentunya. 2 tahun menikah belum melakukan hubungan suami istri? apa yang di pikirkan oleh kembarannya itu sampai dia tidak tergoda dengan tubuh Haruka yang sempurna ini?
" kamu yang menolak nya atau...."
" daiky yang tidak mau, dia tidak tertarik dengan tubuh ku" jawab Haruka.
Naoki tidak mampu berkata kata. Ko bisa? padahal tubuh Haruka sangat profesional sangat menggoda untuk di cicipi. bisa bisanya daiky mengabaikan nya.
Naoki meraih tangan Haruka menggenggam nya dengan lembut. Entah lah, rasanya dia bahagia saja mendengar fakta ini.
" jangan takut sayang, sekarang ada aku. Jika kamu membutuhkan sesuatu katakan saja pada ku" ujar Naoki.
Haruka menatap Naoki dalam. lalu dia tersenyum tipis" terimakasih " ujarnya" tapi... Apakah boleh kita melakukannya lagi?" tanya Haruka ragu ragu karena malu.
Naoki tersenyum lalu detik berikutnya dia segera menyambar bibir haruka. Keduanya kembali berciuman, namun kali ini ciuman nya lebih panas karena Haruka jadi lebih berani dari pada yang tadi.
Naoki dan Haruka bergegas pulang setelah menghabiskan beberapa jam di danau. tidak ada yang mereka lakukan selain menikmati pemandangan, mengambil foto dan video ciuman. Setelah itu mereka segera pulang.
Begitu tiba di rumah keduanya masuk sambil bergandengan tangan. keduanya tampak sangat bahagia, senyuman tidak pernah luntur di bibir keduanya.
*Deg*!
Refleks keduanya melepaskan genggaman tangan mereka saat hampir tiba di ruang tamu dan melihat daiky yang sedang duduk bersama haru.
Ternyata benar dugaan Haruka. Daiky tidak akan peduli padanya, daiky malah akan merasa bebas dan bisa membawa selingkuhan nya kesini. Haruka jadi berfikir, apa semalam mereka tidur di kamar milik Haruka dan daiky?
daiky menatap dingin pada Haruka yang baru pulang bersama Naoki. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, hanya tetapan dingin.
" hy Naoki, Haruka. Baru pulang ya?" sapa haru yang sedang merangkul manja lengan daiky. .
" duluan ya kak ipar" pamit Naoki pada Haruka.
Naoki pergi begitu saja tanpa menghiraukan haru dan daiky. Haruka ikut pergi tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
" pulanglah" ujar daiky pada haru.
" tidak mau honey, aku masih mau disini bersama mu" ujar haru merengek manja.
Haru ini memang tipe wanita yang tidak tahu malu. Bisa bisanya dia bermesraan dengan suami orang di rumah istri sahnya. Kurang ajar bukan?
" pulang!" ujar daiky dengan tegas dan tajam.
Terpaksa, Haruka menurut. Dia melepaskan rangkulannya dengan wajah masam. namun sebelum pergi dia menyempatkan diri untuk mencium daiky.
" aku pulang dulu ya honey! Bye" pamit haru lalu segera pergi.
daiky menghela nafas kasar. Dia menatap tangga menuju lantai 2. Pergi dari kemaren dan baru pulang siang ini? Kemana saja dia pergi? Dan mereka pergi bersama?
" *secepat itu mereka akrab? padahal setahu ku Haruka bukan tipe orang yang mudah akrab" batin daiky heran*.
Daiky berdiri dari posisi duduknya lalu berjalan menuju lantai 2 dan masuk ke Kamarnya. begitu masuk dia dapat melihat Haruka yang sedang sibuk dengan laptopnya duduk di atas ranjang.
Haruka melirik daiky sekilas lalu kembali fokus pada pekerjaan nya " kau yang mengantikan sprei?" tanya Haruka
" bukan" jawab daiky singkat.
Sebenarnya daiky ingin tahu dan ingin bertanya kemana saja Haruka pergi Sampai lupa pulang. namun dia tidak berani bertanya karena gengsi. Selama ini dia memang tidak pernah peduli kemana Haruka pergi. apa lagi Haruka adalah tipe orang yang tidak suka keluar rumah.
Haruka tidak bertanya lagi. Dia berfikir mungkin daiky sengaja meminta hana untuk mengantikan sprei karena semalam dia dan haru baru saja melakukan hal itu.