NovelToon NovelToon
Merayu Grand Duke Paling Kejam

Merayu Grand Duke Paling Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Kultivator setengah abadi Yan Biluo harus hidup sebagai Beatrice Nuo Vassal, karakter kecil dalam novel erotika yang seharusnya mati di awal cerita. Karena hal ini, ia pun merayu tunangan lisannya—Estevan De Carlitos, Grand Duke paling kejam dalam cerita tersebut.

Tujuannya sederhana—memperbaiki plot yang berantakan sambil terus merayu tunangannya yang tampan. Namun semuanya berubah saat tokoh utama antagonis tiba-tiba saja meninggal. Sejak itu, fragmen ingatan asing dan mimpi-mimpi gelap mulai menghantuinya tanpa henti.

Beatrice mengira tidur dengan tunangan tampannya sudah cukup untuk menikmati hidup sampai akhir cerita. Namun ia malah terseret dalam emosi, ingatan, dan trauma dari pemilik tubuh aslinya.

Apakah dunia ini benar-benar hanya novel?

Atau sebenarnya ia sedang menghidupi tragedi yang pernah dialami oleh karakter yang ia gantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh Cinta?

"Besok siang kakak tertuamu datang untuk menjemputmu pulang. Aku ingin memiliki banyak waktu bersama denganmu malam ini," jelas Estevan dengan suara lembut namun penuh makna. Dia mencium beberapa helai rambut Beatrice. Sorot mata keemasannya penuh dengan hasrat yang tak bisa diabaikan oleh gadis itu.

"Ayo duduklah di atasku," lanjutnya, nada suaranya semakin menggoda namun tetap penuh kehangatan.

"... Apa?" Beatrice merasa ada yang salah dengan pendengarannya.

"Duduklah di atasku. Kali ini, aku ingin melihatmu di atasku."

Beatrice menggelengkan kepala tanpa ragu. "Aku tidak mau. Aku malu untuk melakukannya."

"Kenapa malu? Kita sudah saling melihat tubuh masing-masing, bukan?" Estevan tersenyum, matanya tetap menatap Beatrice, kali ini tatapannya terlihat nakal. "Jadi tidak perlu malu."

Beatrice masih menggelengkan kepala, memegang selimut erat-erat. "Pokoknya aku tidak mau!"

"Tidak, sayangku, kita harus mencobanya malam ini. Aku ingin tahu rasanya."

Sebelum Beatrice menolaknya lagi, Estevan sudah membuat Beatrice duduk di atasnya. Pria itu duduk setengah bersandar ke bantal-bantal empuk di belakangnya. "Ini yang terakhir, aku berjanji."

Beatrice merasa malu saat berhadapan dengannya dengan cara seperti ini. "Evan, bisakah kita tidak melakukannya? Aku benar-benar ingin tidur."

Estevan mengelus rambutnya, kali ini terlihat seperti iblis yang sedang merayu mangsanya. "Aku hanya ingin bersamamu, Bee. Jadi lakukanlah sekali lagi di atasku, sayangku ...."

Dengan bimbingan gila Estevan, Beatrice mencoba untuk menyesuaikan diri dan melakukan apa yang diinginkannya. Awalnya terasa canggung dan sulit, namun naluri langsung mengambil alih. Kabut panas dan suara-suara ambigu kembali menyebar, menemani kegelapan malam di kamar yang diterangi oleh cahaya temaram lentera.

Ketika keduanya mencapai puncak dengan perasaan luar biasa, Beatrice akhirnya tertidur di atas tubuh Estevan yang masih merasakan sisa-sisa pelepasan.

"Evan~" gumam gadis itu yang terengah-engah sebelum napasnya menjadi teratur.

Estevan menatap wajah Beatrice yang tertidur lelap lalu ia mencium keningnya. "Aku ingin kamu tahu, Bee, bahwa aku takkan pernah membiarkanmu pergi," bisiknya pelan. "Tidak akan pernah."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beatrice terbangun pada siang hari. Semalam, Estevan membawanya kembali ke kamar tamu dengan sangat hati-hati, membersihkan tubuhnya dengan lembut dan memakaikan piyama pada tubuhnya yang lelah.

Saat Erica masuk siang ini, semuanya tampak biasa saja. "Nona, Anda sudah bangun? Butler Kelwin bilang Anda terlalu lelah kemarin karena berkuda. Jadi, saya tidak membangunkan Anda."

Beatrice mengangguk sambil merenggangkan tubuhnya yang masih sedikit kaku. "Tidak apa-apa. Aku memang lelah ..." Matanya terpejam sejenak, mengingat betapa lelahnya tubuhnya semalam setelah banyak 'olahraga' yang menguras tenaga.

Erica dengan cekatan meletakkan segelas susu hangat di atas meja nakas, memperhatikannya dengan cermat. "Nona, tuan muda tertua akan datang menjemput kita sebentar lagi. Anda harus bersiap-siap."

Beatrice mengangguk. "Baiklah, aku tahu. Aku akan mandi dulu. Kamu kemasi barang-barang kita." Tanpa menunggu lebih lama, dia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.

......................

Satu jam kemudian, kereta kuda bertuliskan lambang Duke Vassal meluncur masuk ke halaman Istana Adipati Agung. Angelo keluar dari kereta kuda dengan ekspresi datar dan tenang. Meski Butler Kelwin menyambutnya di aula depan dengan ramah, dia hanya membalas dengan senyuman sopan.

Baru ketika matanya menangkap sosok Estevan yang berjalan mendekat, ekspresinya sedikit berubah. Pria itu mengenakan setelan formal, seolah tengah bersiap untuk tugas penting.

"Kamu sudah datang. Mau duduk dulu dan minum teh?" Estevan menyapanya lebih dulu, suaranya hangat.

Angelo tersenyum, meski jelas tidak ramah. "Tidak, terima kasih, Grand Duke. Saya hanya ingin menjemput Bee dan pulang."

"Dia masih di lantai atas," jawab Estevan.

Angelo menatapnya tajam. "Anda tidak melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dengan adik saya, kan?" tanyanya, langsung.

Estevan terkekeh, meski sedikit tersinggung. "Oh? Apa maksudmu, Tuan Muda Angelo?"

"Saya hanya tahu, kelinci yang datang ke sarang serigala pasti akan jadi santapan. Begitu, Yang Mulia Grand Duke?"

Estevan menyandarkan tubuhnya ke daun pintu, tersenyum santai. "Begitu, ya. Tapi beruntungnya Bee bukan kelinci. Dia lebih mirip rubah kecil."

"Rubah ... kecil ..." Angelo semakin terlihat tidak senang.

Butler Kelwin hanya bisa gelisah, melihat bergantian di antara keduanya. Tampaknya ada percikan api yang melintas antara Estevan dan Angelo. Namun, untungnya, itu tidak berlangsung lama. Beatrice turun dengan langkah ceria dari anak tangga, memanggil kakaknya dengan suara riang.

"Saudara! Kamu akhirnya di sini!"

Segera, permusuhan di sekitar Angelo memudar. Dia tersenyum lembut, meski tetap terkesan sedikit tegang. "Ayo, kita pulang."

Beatrice melangkah cepat dan memeluknya. "Kakak, aku rindu ibu dan ayah."

"Kalau begitu, ayo pulang sekarang. Ibu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu."

"Apakah koki rumah membuat ayam goreng?"

"... Ya, tentu."

Mengapa kamu suka sekali ayam goreng yang tidak sehat dan penuh lemak itu? Pikir Angelo.

Beatrice melirik Estevan dan mengucapkan beberapa patah kata, sebelum akhirnya berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Melihat kereta kuda Duke Vassal meninggalkan halaman besar Istana Adipati Agung, wajah Estevan berubah serius. Suasana di sekelilingnya langsung terasa lebih dingin, seolah aura tubuhnya bisa membekukan siapa pun.

"Yang Mulia Grand Duke tampaknya sangat mencintai Lady Tricia," kata Butler Kelwin mencoba mencairkan ketegangan.

"Jatuh cinta?" Estevan terkejut mendengar kata itu.

"Ya. Anda tidak bermaksud hanya mencintai tubuh Lady Tricia tanpa hati, kan?"

Estevan terdiam, menundukkan kepala sedikit. "Tentu saja aku ... mencintainya."

Butler Kelwin tersenyum tipis. "Apakah Yang Mulia Grand Duke tahu seperti apa rasanya jatuh cinta?"

"Mengapa kamu banyak bertanya?" Suara Estevan mulai terdengar tidak sabar.

Butler Kelwin hanya tersenyum lebih lebar. "Jika Anda benar-benar jatuh cinta, Anda akan selalu memikirkan Lady Tricia. Kapan pun, di mana pun. Dia akan selalu ada dalam pikiran Anda. Itulah jatuh cinta."

Estevan terdiam, matanya mulai tampak lebih dalam, seolah merenung.

Butler Kelwin menghela napas panjang. "Saya berharap Anda dan Lady Tricia segera menikah. Istana ini akan ramai dengan anak-anak. Saya sudah tua, berharap bisa melihat beberapa anak berlarian di halaman."

Estevan mengangkat alisnya, agak terkejut. "Masih jauh untuk memikirkan itu. Surat dari ibu kota seharusnya datang bersamaan dengan rombongan putra mahkota."

Estevan memeriksa waktu, memikirkan perjalanan yang sedang menanti. Dia tahu, surat dari ibu kota pasti akan tiba bersama Julio De Carlitos, putra mahkota Kekaisaran Carlos.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa hari kemudian, Beatrice yang menikmati waktu tenangnya untuk menyusun rencana memperbaiki plot novel yang kacau, tiba-tiba saja kedatangan Alicia.

Baru saja Beatrice berpikir untuk membantu Alicia menangani Paula agar bisa bersama Charls, ternyata pihak lain datang dengan tujuan yang sama.

"Kamu bilang ingin membuat mereka tidur bersama dan dipergoki banyak orang?" Beatrice menatap Alicia dengan kagum. "Kenapa kita bisa berpikiran sama? Aku bahkan tidak tahu kamu datang lebih dulu untuk rencana ini."

Alicia mendengus malu. "Aku tidak mau terus-terusan merepotkanmu, Bee. Jadi, aku dan kakakku yang merancang rencana ini."

"Kakakmu yang serius itu yang mencetuskan ide ini juga?" Beatrice sedikit terkejut.

"Ya, dia yang meyakinkanku untuk melakukannya."

"Wah, kakakmu ternyata jago soal beginian, ya?" Beatrice menyeringai.

"Aku tahu kamu juga berpikiran begitu," jawab Alicia dengan senyuman penuh arti.

Keduanya saling tersenyum, lalu melanjutkan obrolan ringan sambil minum teh dan menikmati camilan siang.

"Grand Duke tidak datang akhir-akhir ini?" Alicia bertanya.

"Dia sibuk. Perburuan musim semi sudah dekat. Dia harus memastikan perbatasan aman sebelum perburuan musim semi dimulai. Drex dan monster-monster kecil lainnya mungkin masih diam-diam menyelinap ke perbatasan ," jawab Beatrice setelah membaca surat dari Estevan yang baru saja ia terima beberapa saat sebelumnya.

1
sambua
ya ampun 😂😂
sambua
mungkinkah mereka berdua itu??
sambua
masa' gitu ajah paula meninggoy nya thor😂
Sonya Kapahang
Ya ampun ini si Erica bener² cocok bgt klo disuruh nyari informasi gosip.. udh mcm admin akun lambe²an 🤣🤣🤣🤣🤣
Sonya Kapahang
asli, ga elit bgt Putra Mahkota calon Kaisar tidur sm cewek di semak².. Mana ngaku lagi ke Estevan 🤣🤣🤣🤣🤣
sambua
pdhl udh 2bab tapi knp berasa kurang yaa😭/Facepalm/
Author Risa Jey: Namanya juga baca 😄. Padahal seribu kata lebih per bab nya /Smile/
total 1 replies
sambua
astaga Alicia 🫣😂😂
sambua
duh ya ampun kyak ga ada tempat yg lebih estetik apa ya julio tpi krn keadaan gpp lah ya/Facepalm//Facepalm/
Author Risa Jey: Di hutan gak ada tempat yang bagus selain rumput dan pohon/Sweat/. Ini gak kayak di komik-komik yang bisa nyari gua? ehem! /Hammer/
total 1 replies
sambua
untung aja putra mahkota bisa membuat tuh ulet Keket tak bergerak
Author Risa Jey: entar juga meninggoy ... /Grievance/
total 1 replies
sambua
cih menjijikkan sekali nih org
sambua
astaga nih manusia satu bisa2 nya mau perkaos putra mahkota 😤😂
Dian WRP
bagus
Author Risa Jey: Terima kasih sudah memberikan penilaian, sayang ... selamat membaca 🤭
total 1 replies
sambua
paula kah itu? atau suster2 itu? entah lah
sambua: kak othoorr main nya tebak2an mulu😂
total 2 replies
sambua
mau ngakak tapi gmn ya,,,masa putra mahkota diperkosa astaga /Silent//Facepalm/
Author Risa Jey: Putra mahkota juga manusia /Hey/
total 1 replies
sambua
semoga putra mahkota bsa sampai atas dg selamat ya
sambua
😂😂😂😂
sambua
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sambua
bener2 yaa si Evan maniak sekali Klo udah soal urusan asik2🫣😂😂😂
sambua
nubuat apa thoor?
Author Risa Jey: nubuat artinya ramalan /Smile/
total 1 replies
sambua
kalo putra mahkota udh ngerasain rasa nya knpa di kasih tau lagi Evan 🤣🤣
Author Risa Jey: Siapa tahu rasanya beda, kan?😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!