NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Cerai / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:193.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Musik lembut mulai terdengar dari speaker kecil di pojok ruang tengah. Lagu romantis lawas yang dulu sering diputar Zhea dan Zavier saat awal pernikahan mereka.

Lampu ruangan diredupkan sedikit, menyisakan cahaya hangat dari lilin dan lampu gantung kristal di atas meja makan yang sengaja dipindahkan ke ruang tengah.

Zhea berdiri perlahan dari kursinya, menatap suaminya dengan senyum manis. "Mas ..." panggilnya lembut, "Mau berdansa sebentar sama aku?"

Semua orang di ruangan spontan menoleh.

Arin menutup mulutnya, terkejut sekaligus tersenyum gemas. "Wah, romantis banget, Kak Zhea!"

Rindu menepuk tangan suaminya pelan karena kini sudah tak menggendong Zheza. Cucunya itu sudah tidur di kamar atas, ditemani Bi Acih. "Lihat tuh, Pa. Mereka masih kayak pengantin baru."

Zavier sempat tampak canggung, tapi Zhea sudah lebih dulu mengulurkan tangannya. Tatapannya lembut ... terlalu lembut sampai Zavier merasa bersalah menolaknya. Ia pun berdiri, meraih tangan Zhea.

Musik berganti menjadi lagu yang lebih pelan.

Zhea melingkarkan tangannya di leher Zavier, sementara tangan lelaki itu bertumpu di pinggang istrinya. Mereka mulai bergoyang perlahan mengikuti irama.

"Sudah lama kita nggak begini, ya ..." bisik Zhea pelan.

Zavier menatap wajahnya, mencoba tersenyum. "Iya ... kamu masih ingat lagunya."

Zhea mengangguk. "Aku ingat semua, Mas. Semua hal kecil tentang kita." Kata-katanya terdengar manis, tapi di balik sorot matanya, ada luka yang dalam dan tekad yang dingin.

Dari ujung ruangan, Elara hanya bisa memandangi mereka. Tangannya menggenggam erat gelas berisi jus jeruk, sampai buku jarinya memutih. Di matanya, terlihat bara cemburu yang nyaris tak bisa ia sembunyikan.

Setiap kali Zhea menyandarkan kepalanya di dada Zavier, dada Elara terasa sesak ... seolah setiap langkah dansa itu menusuk hatinya satu per satu.

Arin bersorak kecil, "Aduh, gemes banget! Kak Zhea, Kak Zavi, nanti ajarin aku ilmu-ilmu tentang menjaga keromantisan dan keharmonisan keluarga ya!"

Zhea tertawa kecil ... senyum yang nyaris sempurna, meski matanya tetap menatap dalam ke arah Zavier. "Boleh banget, Rin," ujarnya pelan. "Tapi belajar dulu satu hal penting: jangan pernah lepaskan tangan orang yang kamu sayang ... selama dia masih setia menggenggam tanganmu."

Zavier tersentak halus. Ia tak tahu apakah kalimat itu sekadar petuah romantis ... atau sebuah peringatan tersembunyi.

Musik perlahan mereda.

Zhea menatap suaminya sekali lagi ... tatapan yang tenang tapi menyimpan badai. Kemudian ia berbalik ke arah semua orang, tersenyum hangat.

"Terima kasih sudah menyemarakan malam ini," katanya. "Tapi ... masih ada satu kejutan terakhir."

Rindu dan Arin saling berpandangan penuh antusias.

"Elara, kamu juga jangan ke mana-mana, ya. Jangan dulu pulang," ucap Zhea lembut sambil melirik sekilas ke arahnya. "Aku punya hadiah spesial untuk suamiku, dan kamu harus melihatnya juga."

Elara menegang di tempat. Bukan kaget, lebih ke terbakar api cemburu.

Zavier tersenyum tipis, bangga sekaligus lega. Istrinya ternyata masih percaya kepadanya.

Dan malam yang tadinya tampak romantis ... kini siap berubah menjadi panggung kebenaran.

Musik dansa perlahan menghilang, berganti dengan hening yang lembut.

Zhea perlahan melepaskan pelukan dari Zavier, menatap wajah suaminya dengan senyum yang tak terbaca di antara manis dan misterius.

"Mas ..." ucapnya lembut, "Aku mau ngajak kalian semua menonton sebentar."

Rindu menatap penasaran. "Menonton apa nih?"

Zhea tersenyum hangat. "Menonton video pernikahanku dulu dan Mas Zavier, Ma. Itung-itung mengenang masa lalu. Tapi dalam video itu ... ada hadiah besar untuk Mas Zavi."

Ucapan itu membuat Arin dan kedua orang tuanya bersorak heboh dan bertepuk tangan.

"Cie-ciee ... romantisnya pengantin yang udah lima tahun berumah tangga!" seru Arin.

"Aduh ... kayaknya kita bakal punya cucu lagi nih, Pa?" timpal Rindu sambil mengedipkan mata ke suaminya.

Soni mengangguk dan mengangkat jempol tangannya, bahagia.

"Kalian memang akan punya cucu baru, tapi bukan dari rahimnya Zhea. Melainkan dari rahimku!" Elara membatin murka. Sungguh dia muak melihat kemesraan antara Zavier dan Zhea. "Dasar wanita bodoh, gendut dan menyebalkan! Kau tidak tahu saja kalau suamimu sudah dari satu tahun yang lalu menjalin hubungan denganku. Dia tidak puas denganmu, Zhea. Kau terlalu monoton! Terlalu kaku dan membosankan! Tapi denganku ... dia bahagia dan sangat puas. Baginya, aku adalah wanita terhebat yang bisa memuaskannya di ranjang!" Suara batin Elara menggebu-gebu, membandingkan dirinya dan juga Zhea yang menurutnya kalah jauh dari kepiawaiannya memuaskan Zavier.

Zhea kembali menatap semua yang ada di ruangan itu. "Yuk, semuanya kita duduk di sofa!" Nada suaranya terdengar biasa saja, bahkan penuh cinta.

Ketika semuanya sudah duduk di sofa ruang tengah, Zhea mulai menyalakan televisi yang sudah dihubungkan ke laptop pribadinya.

Layar hitam itu berubah biru dan mulai muncul video pernikahannya dan Zavier.

Arin yang paling semangat. "Wah, video pernikahan ini aku ingat banget waktu itu aku masih SMA. Kak Zhea cantik banget pakai kebaya putihnya."

Rindu menimpali dengan tawa kecil. "Iya, iya. Mama sampai nangis waktu itu."

Elara, di sisi lain, hanya diam. Wajahnya sedikit tegang, tapi ia berusaha tersenyum palsu.

"Mas ..." Zhea berdiri sejenak sambil menatap Zavier, "Selamat ulang tahun, ya. Ini adalah kado spesial dariku sekaligus pengingat perjalanan cinta kita yang penuh dengan kehangatan, kasih sayang dan juga kejujuran."

Zavier mengangguk, tersenyum hangat. "Terima kasih, sayang," katanya bangga tanpa rasa curiga sedikit pun.

Ia pun fokus melihat ke layar lagi.

Zhea berjalan di pelaminan, Zavier menatapnya penuh cinta, semua keluarga bertepuk tangan.

Rindu dan Soni tersenyum haru.

"Aduh, lihat deh, Pa ... masih kayak kemarin aja. Padahal itu udah lima tahun yang lalu," ujar Rindu menitikkan air mata.

Arin menahan senyum bahagia. "Duh, romantis banget."

Zhea menatap layar itu sebentar, lalu berbalik perlahan, menatap ke arah Zavier dan Elara. Batinnya menggebu-gebu. "Sebentar lagi, Zhea. Kuatkan hatimu!"

Gambar di layar masih menampilkan adegan bahagia pernikahannya dan Zavier ... tawa, bunga, doa, pelukan keluarga. Semua tampak hangat.

Namun, tak lama kemudian, layar tiba-tiba bergetar. Gambar berganti.

Suara musik romantis dari video pernikahan berhenti.

Tergantikan oleh suara napas tergesa, desahan, peraduan kulit dan kulit diiringi percakapan samar antara pria dan wanita.

Semua mata langsung menatap ke layar.

Rindu sempat mengerutkan kening, memekik. "Eh ... ini kenapa, sayang?"

Zhea hanya diam di tempatnya. Wajahnya tenang ... terlalu tenang.

Matanya menatap layar tanpa berkedip.

Lalu sedetik kemudian, tampaklah dua tubuh tanpa sehelai benang di dalam kantor saling melilit di atas sofa.

"Lebih hebat aku atau istrimu, Zavier?"

"Tentu saja kamu, Elara sayang."

Lalu adegan berganti, Elara menungging dan Zavier menggempurnya dari belakang.

"Lebih dalam Zavier! Tusuk aku sampai meledak!"

"Tentu Ela. Ahh ... terimalah ini, sayang."

Video berganti lagi, lagi dan lagi dengan adegan yang lebih liar, panas dan jelas.

"ZAVIER! APA-APAAN INI?!" Soni melemparkan piring ke bawah kaki Zavier sambil menatap nyalang ke arah putra sulungnya yang duduk membeku bak patung batu.

1
Naufal hanifah
ceritanya bagus
Ama Apr: Makasih Kk🫰
total 1 replies
Ariany Sudjana
Verlita bodoh, kenapa percaya sekali dengan mulut Sambas, tanpa mencari kebenarannya dulu? dan langsung buat keributan di rumah orang, dasar keluarga ga tahu diri
Ama Apr: Sayang keluarga, ceunah🫢
total 1 replies
awesome moment
bar2 tulen. cerminan arapat di negara konoha yg padiman. arogan..bar2. egois. smg mrk smua slamat. niel.yg dtg kah?
Ama Apr: huhu bner bgt kk, marak y aparatur ngr yg kyk begitu
tp tidak semua, mash banyak yg baik juga. Semoga Nathan
total 1 replies
@Mita🥰
bang Nathan
Ama Apr: Wkwk🫰
total 1 replies
Sunaryati
Lamaran ditolak, keluar sifat arogansinya satu keluarga sama tidak punya etika somoga ada yang merekam dan menfiralkan.
Ama Apr: Amiin🫰
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
semoga Koko Dateng ya
Queenfans Angelfans: gk sabar nunggu lanjutannya
total 2 replies
Queenfans Angelfans
double dong
Ama Apr: ke heula kk😅
total 1 replies
Sunaryati
Elara kamu itu cuma dimanfaatkan Revan dia juga balas dendam padamu, maka Revan mungkin menjebakmu agar masuk ke persngkapnya. Revan tidak bodok dia akan menyelidiki alasan kau dipenjara. Dan tahu tindakan untukmu Ellara, waah sudah gatal ingin digaruk batang tebu. 🤣🤣🤣
Ama Apr: huhu kita tunggu kk
total 1 replies
Sunaryati
Verlita dan orang tua Sambas,. datang dengan marah
awesome moment
lha sll bgitu
Debby
🥰
Ama Apr: 🫰 makasih kk
total 1 replies
👣Sandaria🦋
kirain Zavier akan mengatakan "i love you Zhea! i love you Elara juga"😂😂
Ama Apr: Wakwakwak ... IF kali ah🤣
total 1 replies
👣Sandaria🦋
ayo tendang lagi perkutut si bajiingan ini, Zhea! biar remuk sampai telur telur nya!🤣
Ama Apr: Haha pecah deh
total 1 replies
👣Sandaria🦋
keren. bagian menendang burung ini yg aku tunggu-tunggu banget, Thor👍😂
Ama Apr: Haha puas y kk
total 1 replies
👣Sandaria🦋
waduh. nonton bokepp bareng keluarga ini mah🤦🤧
Ama Apr: Jijay wkwk
total 1 replies
Sunaryati
Emak Amiini doamu Nak Zhea
Ama Apr: Makasih emak🫰
total 1 replies
awesome moment
emg dlu g y?
awesome moment
koq lucu kata2 akhirnya. hrusnya...utk dan dri zhea. bukan zavier. zavier kn yg membuang zhea dan zheza demi si toilet umum. koq mencintai dan melepaskan. protes!!! zavier sdh berkhianat dan membuang zhea dan zheza. dia sdh tdk mencintai mrk meski mrk msh peduli sm zavier. biarlah niel yg menyembuhkan luka 2 perempuan hebat tu. sdh dikhianati, dibuang tp msh peduli. msh memahami. niel, smg kamu tepat janji. hrus!! tepat janji. g kebayang hebohnya klo...niel tau tari dan rafly saling tertarik
Ama Apr: 🫰🫰🫰amiin
total 1 replies
Sunaryati
Semoga bahagia
Ama Apr: amiin🫰
total 1 replies
Siti Naimah
elara..kamu kok gak insyaf2 sih..
gak ada tobat2nya .kok makin menjadi jadi.gak merasa bersalah..
harus pake apa supaya kamu bisa sadar diri?
Ama Apr: Harus digeprek dulu kyknya kk🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!