sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.
wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra
Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.
Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
selesai
Hari ini terasa lebih ringan, kemarin aku berbicara dengan Naina membuatku paham. Dia sangat berarti untukku. Tak seharusnya aku lepaskan dengan bebas. Aku takut kehilangannya bukan berarti aku takut menggapai tangannya untuk ku genggam. Aku hanya perlu menggemnya perlahan dengan lembut.
"La, kamu selalu melamun" Alga berbicara padaku sambil mengelus tanganku.
Saat ini aku berasa dalam kafe langganan seperti biasa. Aku duduk berhadapan dengannya. suasana hening menenangkanku. Alga menatapku dengan hangat.
"jangan kebanyakan melamun La. Aku di sini tak ada fungsi jika benang kusut dalam kepalamu tak pernah kamu bagi. " ucap Alga kembali membuatku tersenyum ke arahnya. Aku memandang matanya yang begitu indah. Dia hadir dengan ketulusan. Bukan hadir hanya sekedar mampir yang akan berlalu meninggalkan kekecewaan.
"Al kamu tahu? bahwa benang kusut yang kucoba benarkan sendiri adalah kamu? " tanyaku masih dengan memandang serius.
"mengapa? " tanyanya sambil menggenggam tanganku dengan lembut di atas meja situ.
"Aku yang berpikir bahwa kebahagianku adalah kamu. Dan aku yang takut kebahagiaanku akan hilang. " jawabanku dengan tenang.
Alga membuang nafas kasar bingung dengan arah ucapanku.
" aku akan selalu mengusahakan untuk tetap ada si dekatmu La. Aku tak bisa janji tapi aku akan berjuang sebisaku. " ucapannya menenangkanku membuatku sedikit lega.
Aku hanya hidup dengan ketakutanku tanpa mau mengerti setiap keadaan. Tapi hari ini Alga menjelaskan bahwa kita tak bisa mengatakan sembarang janji hanya untuk penghibur. Tapi kita harus pastikan sesuatu itu akan menjadi kebahagiaan yang tak pernah di pikirkan.
Aku memandang bola matanya yang terlihat begitu indah. Seperti memancarkan aura yang tak bisa aku jelaskan
"I Love You More, Ailavati khansa Maharani. kamu akan menjadi satu satunya perempuan yang namanya aku kunci rapat.
"I Love You too Alga Mahensa Putra." kataku sambil tersenyum lebar ke arahnya.
Bukan sebuah kata, tapi pengakuan ku mampu membuatnya terdiam. Senyumnya yang tersembunyi kini terlihat begitu indah.
"Alga Mahensa, maaf aku bukan wanita yang sempurna. Aku terlalu takut mengakui bahwa perasaan ini sama. " ucapku kemudian dengan menyembunyikan semburat merah karena tatapannya.
Sekarang hatiku lebih tenang, keputusanku membawaku dalam ketenangan. Perasaan yang ku simpan rapat kini bisa aku ungkapkan.
"terimakasih Naina, dengan berbicara denganmu aku menjadi paham. Aku berani mengambil keputusan yang sangat indah ini. Darimu aku belajar bahwa hati adalah sumber paling jujur yang aku dapatkan." ucapku dalam batin.
Hariku kini terasa indah, dia masih sama walaupun dalam genggamanku. Dia tak pernah berubah, cintanya memang untukku.
Keberanianmu membawaku kesini, seperti dahulu. Dia selalu memilih laut menjadi tempat tujuannya. Ombak yang berdesis seperti melambaikan tangannya untukku dan Alga. Aku berlari dengan menariknya ke tepi pantai yang sangat indah.
"Disini kebahagianku dahulu saat bersamamu. Awal aku berani menentukan perasaanku. Bahwa aku berani menjatuhkan hatiku padamu untuk pertama kali" ucapku padanya yang tersenyum memandangku. Aku tersenyum ke arahnya seperti biasanya.
"Dan disinilah harapanku untuk menjadi milikmu. Terima kasih sudah menjadi bagian terindah dalam hidupku. Di saat aku mulai hancur kamu hadir. Kehadiranmu membuatku ingin hidup lebih lama" jawab Alga yang membuat kupu kupu dalam perutku berterbangan.
"terimakasih Al, kamu telah memilihku untuk menjadi kekasihmu. Kehadiranmu membawa sisi hidupku yang telah kayu kembali bermekaran." Aku berkata dan terus berlari menghindarinya untuk menyembunyikan semburat merah di pipi yang lagi lagi kembali ada.
"Tuhan inilah akhir dari perjuanganku untuk menemukan seseorang yang bisa menemaniku dan menyayangiku. Terimakasih Tuhan aku di ijinkan untuk merasakan kebahagiaan ini" batinku.
Sebuah titik hidup yang membuatku merasa di bawah kini aku telah menemukan penghubung jalanku menuju rasa bahagia yang seharusnya aku rasakan.
Inilah akhir kisahku bersamanya, kami bahagia bersama dengan saling genggam tanpa rasa takut.
END......
...****************...