Namaku Tiara Putri Mahesa, aku menikah dengan seorang Pria bernama Rio Anggara. Seorang pemuda sukses berjabatan Manager di Perusahaan Besar, dia sangat mencintaiku. Namun sikap dan sifatnya lambat laun berubah, dia menafkahiku dengan tidak layak, bahkan kerab tidak memberiku nafkah. Padahal Tugas Seorang Suami memberi Nafkah Lahir dan Batin Terhadap Istrinya. Tak jarang aku pun bagai seorang pengemis yang harus berkali kali mengiba meminta hakku. Namun kesabaranku seolah di injak injak dengan perbuatannya di belakangku, lelah dengan kesabaran yang tak pernah di hargai. Akhirnya aku Berontak dan Mundur.
Bagaimana kelanjutan kisahku? Yuk baca kisahku
Happy Reading❤️🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cillato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Keluarga Rio
Sebelum menuju ruangannya, Rio melangkah menuju Ruangan dimana Tiara berada.
Dia masih penasaran mengapa selama ini, Tiara menyembunyikan identitasnya tersebut.
"Tiara..". Panggil Rio
Dari kejauhan Tiara terlihat berhenti sebentar tanpa menoleh ke arah sumber suara yang tadi memanggilnya.
Dengan cepat Tiara berjalan, namun Langkahnya kalah dengan Rio yang tengah berlari menuju arahnya.
Rio mencekal pergelangan tangan Tiara, dengan sekuat tenaga Tiara menghempaskan cekalan tersebut.
"Aww.. Lepaskan mas, mau apalagi kamu?". Ujar Tiara meringis kesakitan pada pergelangan tangannya yang nampak memerah.
"Tiara, mas hanya ingin tanya, kenapa selama menikah kamu menyembunyikan ini dari mas? Kenapa kamu tidak memberitahu mas kalau..". Belum sempat Rio meneruskan perkataannya, Tiara sudah mendahului memotongnya
"Kalau aku Pewaris Perusahaan Mahesa, itukan yang ingin kamu katakan mas. Memangnya kenapa kalau aku pewaris dari perusahaan ini mas. Apa mas menyesal kita telah berpisah, jadi mas tidak bisa menjadi pemimpin perusahaan ini kan?". Ujar Tiara tersenyum remeh kearah Rio, dia bisa menebak isi otak dari mantan suaminya itu.
"Bu...bu..bukan begitu maksud mas Ra". Ujar Rio gugup
"Terus apa maksudmu?".
"Begini Ra, jika kamu memberitahukan mas kan. Kamu gk usah capek capek bekerja seperti ini, kamu bisa duduk santai di rumah tanpa lelah bekerja". Ujar Rio dengan rayuan mautnya seraya tersenyum manis agar Tiara meleleh kepadanya.
"Ciihh.. maaf mas, aku sedang sibuk. Aku pamit dulu"
Tiara yang sudah mengetahui arah perkataan Rio, lebih memilih mengakhiri obrolan tersebut ketimbang meladeninya.
"Tunggu Ra, kamu kenapa jadi sombong begini sih. Mana Tiara yang lugu dan bersikap lemah lembut. Mentang mentang sekarang kamu jadi pewaris perusahaan ini, jadi kamu sangat sombong, ciihh dasar wanita serakah".
Hah apa yang di katakan Rio? Tiara wanita serakah? Dari segimanaya Tiara serakah? Rio saja tak pernah menafkahi Tiara dengan benar, bahkan kerab tak memberinya nafkah. Lalu di bilang sekarang, ckckckck kurasa Rio sedang mabuk makanya halu.
Tiara memutar bola matanya dengan malas, melihat sikap Rio yang lama kelamaan membuatnya jengah dan muak. Kenapa dia bisa menikah dengan orang seperti Rio ini.
Tanpa menjawab perkataan Rio, Tiara bergegas melangkah dengan sedikit berlari menjauh dari Rio. Tiara malas sekali meladeni manusia satu itu.
"Sialan, apa yang harus aku lakukan sekarang. Apalagi aku sudah mentalak 3 Tiara". Ujar Rio seraya meninju ninju tembok melampiaskan kekesalannya.
Rio kesal mengapa dari dulu Tiara tidak memberitahukan ini, mengapa baru sekarang saat sudah berpisah dari Rio.
Setelah pulang dari kantor tujuan Rio hanyalah satu, ke rumah ibunya.
"Bu, bu ibu.." teriak Rio masuk tanpa mengucapkan salam
Dilihatnya Risa sedang bermain di depan Tv, hingga akhirnya Manda datang dengan mulut mengomel.
"Kamu ini ada apa sih yo, mbak sampek kebangun denger kamu teriak teriak begini". Ujar Manda kesal, akibat tidurnya terganggu. Padahal hari sudah maghrib, Manda malah enak enakan masih tertidur.
"Ibu mana mbak?". Tanya Rio kepada Manda
"Ada apa sih yo kamu teriak teriak manggil ibu? Ibu lagi BAB di kamar mandi jadi terganggu gara gara kamu". Kesal Bu Ningsih, merasa acara ritualnya terganggu.
"Bu, ada yang mau Rio sampaikan bu. Ini sangat penting, jika ibu dan mbak manda tahu pasti akan syok mendengarnya".
"Ada hal penting apa sih?". Tanya Manda penasaran
"Iya, cepat katakan sepenting apa?". Bu Ningsih Menimpali
"Jadi begini Tiara ternyata..". Ucap Rio terpotong
"Tiara apa? Tiara cewek yang gk jelas asal usulnya kan". Ucap Bu Ningsih langsung memotong perkataan Rio
"Bukan bu". Rio menggeleng memberikan jawaban
"Lalu apa yo, cepat beritahu jangan bertele tele". Ucap manda kesal karena dia merasa penasaran dengan Tiara
"Tiara Ternyata Pewaris Perusahaan Mahesa, perusahaan tempat Rio bekerja".
"Apa?????". Ucap Bu Ningsih dan Manda bersamaan
Mereka kaget mendengar hal penting yang disampaikan oleh Rio, hingga mulut mereka menganga sangking syoknya.
"Apa kamu serius yo?, Kamu jangan bercanda deh. Mana mungkin cewek gk jelas itu seorang pewaris perusahaan besar. Gk masuk akal banget deh.". Ujar Manda tak percaya
"Iya yo, kamu jangan membohongi ibu ya. Gk mungkin Tiara si miskin itu punya perusahaan".
"Benar Bu, Rio gk bohong memang benar. Ternyata CEO perusahaan itu adalah kakak kandung Tiara, yang berarti dulu kakak iparku. Malahan dia yang memberitahu seluruh karyawan kantor tentang siapa Tiara. Tapi Tunggu sebentar, Rio akan tunjukan videonya". Ujar Rio seraya mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan videonya kepada ibu dan kakaknya.
Mereka berdua tampak sangat syok setelah melihat video tersebut, video dimana CEO perusahaan itu mengakui Tiara adalah adik kandungnya dan pewaris Perusahaan.
Mereka duduk dengan gusar, apalagi Bu Ningsih, dia nampak berfikir dengan keras
"Duhh bagaimana ini yo, ternyata Tiara adalah seorang pewaris perusahaan besar itu". Ungkap Bu Ningsih dengan cemas
"Kamu jadi suaminya selama ini, kenapa tidak mengetahui bahwa Tiara itu seorang pewaris". Ujar Manda melihat kearah Rio yang tertunduk lesu
"Aku sendiri juga tidak tahu mbak, memang dulu Tiara pernah bercerita jika dia memiliki seorang kakak laki laki. Tapi kata Tiara kakak laki lakinya tidak merestui hubungan kami, jadi saat Tiara hendak mengajakku bertemu dengan kakaknya, aku menolaknya karena tidak ingin kakaknya itu melarang hubungan kami. Dan ternyata kakaknya Tiara itu adalah seorang CEO pada perusahaan Mahesa". Ujar Rio menyugar rambutnya dengan acak, Rio terlihat frustasi mendengar fakta yang abru terungkap
"Iiisss... Kamu kenapa bodoh sekali sih yo, kalau seperti ini gimana. Harusnya kamu enak dong jika masih bersama Tiara, kamu yang akan jadi pemimpin perusahaan itu. Dan kita akan jadi konglomerat". Ucap Manda, matanya berbinar membayangkan jika adiknya memimpin perusahaan tersebut, pasti hidupnya juga akan bergelimang harta.
"Benar kata mbakmu itu yo, Bujuk Tiara agar kalian tidak jadi berpisah. Ibu sudah tidak sabar menjadi orang kaya yo, kembalilah bersama Tiara yo". Ucap Ningsih kepada Rio
"Tapi bu bagaimana dengan Mawar yang kini tengah hamil anak Rio?". Ucap Rio
"Udahlah, itu masalah gampang. Yang terpenting sekarang bujuk Tiara untuk Rujuk denganmu, kalau kalian sudah bersama baru deh nikahi Mawar. Gimana ide ibu? Apa kamu tidak mau menjadi pemimpin perusahaan besar itu?". Ucap Bu Ningsih sambil tersenyum membayangkan jika dirinya kaya, pasti bisa membeli emas, dan barang barang mewah lainnya. Bu Ningsih sudah tidak sabar menantikan hal itu.
"Bagaimana Rio bisa rujuk dengan Tiara bu, sedangkan Rio sudah mentalak Tiara dengan Talak 3". Rio menunduk lesu, di menyesali perlakuannya dengan gegabah menalak istrinya tersebut dengan talak 3.
"Iss Benar juga apa katamu yo, begini aja yang terpenting bujuk Tiara dulu agar kalian berdua tidak jadi berpisah. Soal masalah itu, kita bisa mengurusnya nanti". Ujar Bu Ningsih
"Baiklah bu, Pasti Tiara mau kembali dengan Rio. Kan ibu tahu sendiri jika Tiara cinta mati sama Rio, bahkan rela meninggalkan kakaknya dulu hanya demi menikah dengan Rio". Ucap Rio dengan Percaya Dirinya, bahwa Tiara pasti akan kembali lagi bersamanya. Setelah itu dia yang akan memimpin perusahaan Mahesa.
Ketiga orang itu nampak senyum senyum, sedang mengkhayal pada fikiran masing masing.
Betapa gilanya keluarga ini, kemarin kemarin Tiara dihina di caci maki, bahkan di perlakukan dengan tidak baik. Sekarang, setelah tahu Tiara siapa yang sebenarnya, malah ingin menjadikan Tiara bagian dari keluarganya lagi.
usulnya