NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Mafia

Dinikahi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Irma

Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.

Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.

Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Selama hampir dua Minggu, Andreas masih saja koma dan tak kunjung siuman. Padahal dokter Nicky sudah berusaha keras melakukan yang terbaik untuk kesembuhannya. Namun, Tuhan belum memberikan tanda-tanda akan kesembuhannya.

Seperti biasa pagi-pagi buta Sophia sudah berada di kamar tamu untuk melihat kondisi Andreas. Dia tak henti-hentinya mendoakan kesembuhan Andreas. Bagaimanapun Andreas tetaplah suaminya dan sudah disahkan oleh hukum dan negara.

"Selamat pagi, semoga pagi ini kamu tetap kuat. Bagaimana menurutmu? apa aku terlihat cantik pagi ini?. Astaga maaf aku sedikit narsis akhir-akhir ini, soalnya kamu tak kunjung bangun. Padahal aku sudah tidak sabar mengajaknya berdebat." ucap Sophia tersenyum sambil menyentuh jemari tangan Andreas.

Sophia menjalankan perannya sebagai istri dan seorang ibu dengan baik dan berbagai tugas serta tanggung jawab dipikulnya dengan sabar dan ikhlas selama menjalaninya.

Apalagi kondisi putranya semakin hari mengalami kemajuan karena pengobatan mahal sedang dijalaninya.

Ditengah keasyikannya menceritakan kesehariannya kepada Andreas. Sophia sama sekali tidak menyadari bahwa pagi ini Kenzo bangun lebih awal dari nya, hanya saja anak laki-laki itu kembali berpura-pura tidur sejak tadi setelah dirinya selesai bersiap.

Kini Kenzo sudah berdiri di depan pintu kamar tamu dengan kening berkerut, terakhir kali dia melihat ibu sambungnya masuk ke dalam kamar tamu. Entah apa yang dilakukannya di kamar tamu, sudah dua kali anak laki-laki itu mendapati ibu sambungnya masuk ke kamar tamu.

"Apa yang mommy lakukan di kamar tamu ya?" tanya Kenzo pada dirinya sendiri. Hingga sebuah ide bermunculan di kepalanya.

"Sebaiknya aku masuk saja, siapa tahu mommy sedang membersihkan kamar tamu " gumam Kenzo dengan pikirannya, lalu mengulurkan tangannya untuk membuka handle pintu kamar tamu.

"Waduh, pintunya terkunci. Sepertinya mommy sengaja menguncinya dari dalam. Sebaiknya aku cari cari agar bisa masuk ke dalam." ucap Kenzo dengan pikirannya. Dia pun bergegas kembali ke kamarnya untuk mengambil sesuatu yang bisa digunakan untuk membuka pintu kamar tamu.

Bukan Kenzo namanya kalau dia tidak memiliki berbagai ide yang bisa dia gunakan untuk memecahkan masalahnya. Setelah menemukan apa yang dicarinya, Kenzo bergegas melangkah menuju kamar tamu.

Anak laki-laki itu semakin penasaran apa yang dilakukan ibu sambungnya selama dua hari ini di kamar tamu. Bukan tanpa sebab, anak balita itu memiliki rasa keingintahuan yang begitu besar.

Sementara itu Sophia baru saja selesai mengurus Andreas, kini dia sedang duduk di kursi samping tempat tidur sambil memegang sebuah buku gambar milik Kenzo. Dia sengaja ingin menunjukkan hasil gambar Kenzo kepada Andreas.

"Tuan Andreas, ini hasil gambar Kenzo, bagaimana menurutmu?. Kalau menurut ku Putramu sangat berbakat dalam hal menggambar." ucap Sophia tersenyum sambil membuka lembaran demi lembaran buku gambar tersebut agar Andreas dapat melihatnya, walaupun itu hal yang tidak mungkin pasalnya pria itu sedang koma.

"Satu lagi, aku juga mau menunjukkan hasil gambar putraku. Kalau Noah hobinya memang menggambar, selama di rawat di rumah sakit dia ingin terus menggambar anggota keluarganya. Aku sengaja membeli buku gambar yang banyak untuknya dan sekarang aku membawa salah satu buku gambarnya yang sudah dipenuhi hasil gambarnya." ucap Sophia dan kembali menunjukkan hasil gambar putranya persis yang dilakukannya tadi. Bahkan kini sudut matanya sudah berair, karena kembali teringat kisah pilu bersama putranya.

"Semoga kamu senang melihat hasil gambar anak-anak." ucap Sophia tanpa sadar mengatakan anak-anak, bisa dikatakan untuk pertama kalinya dirinya mengatakan anak-anak di depan Andreas.

Di luar dugaan, tiba-tiba saja pintu kamar tamu terbuka lebar dan menampilkan sosok Kenzo berdiri di ambang pintu dengan mata membulat sempurna.

"Mommy!"

"Kenzo!" ucap keduanya serentak.

Kenzo lalu menutup kembali pintu, setelah itu dia berlari kecil menghampiri ibu sambungnya dengan antusias. Langkah Kenzo terhenti saat semakin dekat dari arah tempat tidur dan alangkah terkejutnya ia melihat sosok yang terbaring di atas tempat tidur dengan begitu banyak alat bantu ditubuhnya.

"Daddy!. Apa yang terjadi kepada Daddy!" ucap Kenzo dengan mata berkaca-kaca, hingga tiba-tiba saja air matanya langsung menetes dengan sendirinya melihat ayahnya terbaring di atas tempat tidur dengan mata tertutup.

Sophia hanya mampu menutup mulutnya dan tidak bisa berkata-kata, dia langsung menarik tubuh Kenzo masuk ke dalam pelukannya.

"Mommy..hiks... hiks... hiks, Daddy kenapa?" ucap Kenzo terisak dalam pelukan ibunya.

Sophia hanya mampu menangis dan tak sanggup menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Kenzo.

Kemudian Kenzo melepaskan pelukan ibunya lalu mendekat kearah ayahnya. Anak laki-laki itu kembali menangis di hadapan ayahnya. Perlahan jemari tangan mungilnya menyentuh jemari tangan ayahnya.

"Daddy, bangun, jangan tinggalkan Kenzo." ucap Kenzo berderai air mata. Namun ayahnya sama sekali tidak berbicara maupun bergerak.

Kenzo semakin mengencangkan tangisnya, perlahan anak laki-laki itu menjatuhkan kepalanya di atas tangan ayahnya, seolah tahu apa yang sedang terjadi kepada ayahnya. Lalu dia pun menangis sejadi-jadinya meminta ayahnya untuk bangun.

Sophia yang melihatnya ikut menangis, inilah yang dikhawatirkan nya selama ini. Bagaimana jika akhirnya Kenzo mengetahui kondisi ayahnya.

"Kenzo akui selama ini Kenzo anak yang nakal, tapi Kenzo sangat sayang sama Daddy. Kenzo janji, kalau Daddy bangun, Kenzo akan jadi anak yang penurut." ucap Kenzo terisak-isak memeluk tangan ayahnya yang diselimuti kesedihan.

Sophia hanya mampu mengelus punggung mungil anak sambungnya itu dengan penuh kasih sayang.

"Daddy kamu pasti sembuh nak" lirih Sophia sambil meneteskan air matanya.

"Huaaa...Daddy..hiks...hiks...ayo...bangun Daddy....hiks....hiks... Kenzo sangat rindu sama Daddy...hiks..hiks."

Sementara Andreas yang terbaring lemah di atas tempat tidur juga tampak meneteskan air mata, seolah kesedihan yang dialami oleh anak dan istrinya mampu dirasakannya.

Hingga tiba-tiba salah satu jemari tangan Andreas dalam genggaman putranya bergerak. Entah itu keajaiban dari Tuhan, yang jelasnya Kenzo sampai terkejut merasakan jemari tangan ayahnya bergerak.

"Mommy, jemari tangan Daddy bergerak." ucap Kenzo antusias sambil membulatkan kedua matanya merasakan jemari tangan ayahnya bergerak dalam genggamannya.

"Apa! biar mommy periksa." ucap Sophia terkejut dan perlahan menyentuh cepat jemari tangan Andreas. Semoga keajaiban Tuhan benar-benar terjadi pada Andreas.

"Mommy harus segera menelpon dokter Nicky." ucap Sophia gelagapan sambil mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya.

Tak berselang lama kemudian dokter Nicky dan dua perawat wanita tiba di kediaman Andreas, mereka pun bergegas masuk ke dalam kamar tamu di kawal oleh Daniel dan Mr Ben.

Kemudian Dokter Nicky meminta semua orang untuk keluar dari ruangan tersebut, karena dokter Nicky akan memeriksa kondisi Andreas yang mulai mengalami peningkatan pasca mengalami koma selama hampir dua Minggu. Hal itu sebagai tanda-tanda pasien akan segera siuman.

Sophia segera membawa Kenzo keluar dari kamar tersebut dengan perasaan campur aduk. Semoga saja Andreas segera siuman, pikirnya.

"Mommy, apakah Daddy akan segera bangun?" tanya Kenzo sambil menghapus air matanya.

"Iya nak, selama kita terus berdoa kepada Tuhan, pasti ada secercah harapan agar Daddy mu segera sembuh." ucap Sophia dengan mata berkaca-kaca sambil memeluk tubuh Kenzo.

"Kalau begitu, Kenzo mau berdoa kepada Tuhan agar Daddy cepat sembuh." ucap Kenzo dengan antusiasnya dan Sophia hanya mampu mengangguk menanggapi ucapannya.

Sophia, Kenzo, Daniel dan Mr Ben hanya mampu menunggu di luar, dimana dokter Nicky sedang memeriksa kondisi Andreas. Mereka semua berharap Andreas segera siuman.

1
ardiana dili
lanjut
Mita
lanjut thor
indahlee
lanjutttt
lala
lanjut up
lala
ditunggu bucin nya andres
Ade
next
Mita
lanjut thor
Wulan Sari
ceritanya is the best banget semoga menjadi keluarga yang bahagia salam sukses selalu ya Thor semangat 💪👍 trimakasih 🙂❤️🙏
ardiana dili
lanjut
mama
gengsi mu stinggi langit Andres,yg ngerawat km selama ini tu istri km..bukan kaki tangan km..baik2 deh sm istri🤣
Mita
lanjut thor
lala
lanjut up
ardiana dili
lanjut
Valen Angelina
pasti klo Uda bangun jadi bucin sama Sovia 🤭
Ade: nahhh betul
total 2 replies
ardiana dili
lanjut
lala
lanjut up up up
lala
like
indahlee
lanjutttt
Mita
lanjut thor
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!