NovelToon NovelToon
A Penliba

A Penliba

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:104
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Lo tuh ngeselin!" bisik Giselle di telinga Libra.

"Udah tau." Selalu, jawaban Libra semakin membuat Giselle kesal. Gadis itu cemberut sepanjang pelajaran dimulai. Padahal hari masih pagi, tetapi dia sudah dibuat emosi oleh pemuda yang sayangnya adalah sahabatnya sendiri.

Libra tau Giselle sedang marah padanya. Namun, pemuda itu malah tersenyum geli sembari menopang dagunya menatap gadis yang sedang mengerucutkan bibirnya itu.

***

Sebuah kisah tentang dua remaja yang sedang berjuang untuk menemukan tujuan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 - Sahabat Zone

"Morning everyone," sapa Libra ketika memasuki kelas XI IPS 2. Pemuda itu berjalan menuju tempat duduknya yang berada di pojok belakang.

"Semangat banget kayaknya," celetuk Farhan. Ia sedikit heran melihat senyuman Libra yang begitu lebar.

"Lagi falling in love mungkin," sahut Danu.

"Sama siapa coba?" Farhan menoleh menatap Danu dengan alis terangkat.

"Giselle, lah. Siapa lagi?" ujar Danu sembari mengangkat bahunya dengan santai.

"Berisik lo pada," jawab Libra sembari meletakkan tasnya di atas meja.

Giselle belum tiba. Gadis itu biasanya datang beberapa menit sebelum bel berbunyi.

"Eh, tapi serius deh, Lib. Lo sebenernya suka gak sih sama Giselle?" tanya Farhan dengan penasaran. Ia bahkan sudah duduk menghadap ke belakang. Siap menyimak jawaban Libra. Danu pun ikut-ikutan menggeser kursinya mendekat. Seolah pembahasan ini sangat menarik untuk didengarkan.

"Pertanyaan macam apa itu? Gue sama Giselle itu sahabatan dari kecil. Dari bayi malah. Gue sama dia udah kayak saudara," jelas Libra dengan yakin. Sejauh ini, pemuda itu tidak terlalu memikirkan tentang percintaan. Entahlah, untuk saat ini dia belum ingin memiliki pacar. Mungkin dengan kehadiran sosok Giselle di sampingnya sudah cukup untuk mewarnai hari-hari Libra.

"Halah, gak mungkin," bantah Danu.

"Bener, tuh. Pasti salah satu di antara kalian ada yang punya rasa." Farhan mengangguk-angguk yakin dengan pendapatnya kali ini.

"Terserah kalian, deh. Intinya gue sayang banget sama tu anak," ucap Libra.

"Kalau Giselle tiba-tiba punya pacar gimana, Lib?" Pertanyaan Farhan kali ini tidak dijawab langsung oleh Libra. Pemuda itu mengerutkan keningnya seolah tengah berpikir. Harusnya pertanyaan ini sangat mudah dijawab, tetapi entah kenapa lidah Libra terasa kelu.

"Ya, nggak papa, kan?" jawab Libra. Nadanya sedikit ragu seolah sedang bertanya apakah ia benar baik-baik saja.

"Yakin?" tanya Danu.

"Iya, yang penting dia masih selalu sama gue."

"Tapi kalau dia punya cowok, gak bisa selalu sama lo dong. Dunia dia pasti udah beda. Apalagi kalau cowoknya Giselle cemburuan dan gak suka kalau Giselle deket-deket sama lo. Mau gak mau pasti Giselle bakalan menjauh," ujar Farhan. Pemuda itu sedikit merasa gemas dengan pemikiran Libra.

"Enggak, lah. Gue tetep sahabatnya dan gak akan ada yang berubah dari kita," kekeh Libra dengan yakin. Wajahnya mulai gusar.

"Lo gak boleh egois, Lib. Kalau dia punya pacar nanti, dia pasti lebih mentingin pacarnya. Dan lo harus siap." Farhan menepuk pundak Libra untuk memberinya semangat.

Ketika Danu ingin mengatakan sesuatu, muncul Giselle dari arah pintu.

"Wih, lagi pada gosipin apa?" tanya Giselle dengan semangat. Ia lalu duduk di samping Libra. Senyumnya seperti biasa terlihat sangat cerah.

"Lagi bahas orang yang kejebak sahabat zone," jawab Danu sembari terkekeh. Ia kembali duduk di tempatnya. Di susul Farhan yang kembali menghadap ke depan. Namun, sebelum itu, ia menatap Libra dengan alis terangkat. Mengisyaratkan Libra untuk memikirkan baik-baik obrolan mereka sebelumnya.

Libra hanya menghela napas. Obrolan mereka sebelumnya sedikit mengusik pikirannya.

"Liba kenapa?" tanya Giselle. Ia melihat Libra yang sepertinya sedang banyak pikiran.

"Enggak, kok. Gue kangen main bareng deh, Pen." Libra mengacak-acak rambut Giselle pelan. Anehnya kali ini Giselle hanya tersenyum. Sama sekali tidak merasa kesal.

"Sama, kangen juga. Pengen es krim yang ada di deket taman." Wajah Giselle mulai cemberut, sedangkan Libra sedang merapikan rambut Giselle yang sebelumnya ia acak-acak.

"Pulang sekolah mau ke taman?" tanya Libra.

"Pengen, tapi gimana caranya?"

Libra berpikir sejenak. Ia selalu ingin menculik Giselle ketika pulang sekolah. Sudah terlalu lama rasanya mereka tidak menghabiskan waktu berdua.

"Minta izin ke Kak Abram aja. Kak Abram suruh bilang ke ibu lo kalau kalian mau belajar bareng di luar. Refresing gitu biar ga belajar di rumah terus, pasti sumpek, kan?" saran Libra.

Giselle tersenyum lebar, ia tentu setuju dengan ide Libra. "Tapi kalau Kak Abram gak mau gimana?"

"Pasti mau. Dia tuh sayang banget sama lo, Pen. Pasti gak tega juga ngeliat lo stres belajar mulu di rumah. Yakin gue." Libra menatap Giselle dengan yakin.

"Oke, deh. Nanti gue coba bilang ke Kak Abram."

...***...

20 Januari 2026

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!