NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Satu jam yang lalu.

Napas Zavier masih belum sepenuhnya stabil ketika ia terduduk di tepi ranjang. Keringat di pelipisnya belum benar-benar kering, namun pikirannya sudah melayang ke arah lain ... ke rumah, ke ibunya, ke keluarga besarnya yang masih berkumpul untuk tahlilan ayahnya.

Elara, yang masih bersandar di bantal sambil menarik selimut ke dadanya, menatapnya dengan senyum puas. "Kenapa kamu kok bengong begitu?" godanya sambil mencolek bahu Zavier.

Zavier menoleh, tatapannya serius namun tetap lembut. "Ela ... aku mau kamu ikut ke rumah." Nada suaranya tenang, tapi tegas, seperti seseorang yang sudah membuat keputusan besar.

Elara langsung terpaku. Senyum kecil itu melebar pelan, hampir gemetar karena terlalu bahagia. "Ke rumahmu? Maksudnya ... ke rumah orang tuamu?" suaranya naik setengah oktaf.

"Iya." Zavier mengangguk pelan. "Mereka semua sedang berkumpul. Sekalian aku kenalin kamu dan mengatakan rencana pernikahan kita. Aku nggak mau hubungan kita sembunyi-sembunyi lagi."

Elara menutup mulutnya dengan telapak tangan, mata berkaca-kaca. Ia beringsut mendekat, memeluk Zavier dari belakang. "Kamu serius? Kamu mau mengenalkanku sekarang? Ke seluruh keluarga besarmu?"

"Ya." Zavier menepiskan sisa keraguannya. "Aku serius Ela. Aku ingin mereka tahu. Kamu adalah calon istriku, masa depanku."

Elara hampir tak bisa menahan tawanya ... tawa bahagia, sekaligus perasaan menang. Seluruh tubuhnya seperti dialiri listrik euforia. "Babe ... aku senang banget. Akhirnya," bisiknya sambil mencium bahu Zavier. "Aku diakui juga. Aku bukan simpananmu lagi."

Zavier membalas pelukannya sebentar, lalu bangkit berdiri, mulai merapikan pakaian. "Kita mandi dulu, setelah itu kita siap-siap, ya. Aku mau semuanya jelas hari ini."

Elara menyibak selimut dengan cepat, bergegas mengambil gaun yang tercecer di lantai. "Iya, sayang. Ayo kita mandi bareng!"

Mereka berdua melangkah bersama masuk ke kamar mandi.

Zavier mengganti bajunya yang tadi dengan baju ganti yang ia simpan di apartemen Elara.

Sedangkan Elara berdandan dengan semangat yang bahkan tidak ia miliki saat menghadiri gala terbesar sekali pun.

Setiap kali melihat refleksinya di cermin, ia tersenyum. Senyum kemenangan. "Bayangin aja," gumamnya pelan, "Hari ini, aku akan masuk ke rumah keluarga Dinata ... sebagai calon istri Zavier."

Zavier menatapnya dari balik pintu kamar, tidak menyanggah ... tidak membenarkan, tapi juga tidak membantah. Ia hanya diam, tetapi diam yang menunjukkan ia tidak menolak bayangan itu.

Dan bagi Elara, itu lebih dari cukup.

"Yuk," ujar Zavier akhirnya.

Elara mengangguk mantap.

Mereka berjalan keluar bersama, tangan Zavier sempat meraih punggung Elara, menuntunnya.

Sementara Elara, dengan langkah ringan dan dada berdebar, hanya bisa memikirkan satu hal:

Hari ini, ia akan memasuki wilayah yang selama ini hanya berani ia impikan ... rumah besar keluarga Dinata.

Dan ia akan membuat semua orang tahu, Zavier memilihnya dibanding istri sahnya: Zhea.

Mobil melaju tenang di jalanan siang yang agak redup. Suara mesin halus, hampir tenggelam oleh dentuman pelan musik dari radio.

Zavier menyetir dengan wajah datar seperti biasa ... tenang, dingin, fokus. Namun suasana di kursi penumpang sama sekali berbeda.

Elara tak bisa diam.

Ia duduk sambil memeluk tas kecilnya, senyum terukir terus-menerus di bibirnya. Sesekali ia menatap Zavier dengan tatapan penuh rasa memiliki, tapi lebih sering ia menatap keluar jendela, menikmati pantulan dirinya sendiri di kaca.

"Babe ... aku masih nggak percaya kamu ngajak aku ke rumahmu." Suaranya lembut, manja, tetapi mengandung kebanggaan yang tidak bisa ia sembunyikan.

Zavier hanya mengangguk, matanya tetap fokus ke jalan. "Aku cuma melakukan apa yang harus aku lakukan."

Itu cukup membuat dada Elara memanas oleh rasa puas. Ia menyentuh dadanya sendiri, seperti ingin memastikan bahwa kebahagiaan itu nyata.

Dalam hati, ia bersorak.

"Zhea pasti makin hancur kalau tahu ini.

Istri sah? Gelar itu cuma tempelan sekarang. Yang dipilih Zavier ... yang ia bawa pulang hari ini ... itu adalah aku. Elara Putri."

Ia menatap tangan Zavier di setir ... tangan yang tadi mencengkeram pinggangnya begitu kuat. Lalu ia tersenyum lagi, senyum yang lebih dalam, lebih licin. "Kayaknya aku harus berterima kasih sama Tuhan," gumamnya sambil tertawa kecil. "Akhirnya, aku bisa mengalahkan dia."

Zavier melirik singkat. "Ngapain ngomong gitu?"

Elara menggeleng cepat, pura-pura polos. "Nggak. Aku cuma ... bersyukur."

Bersyukur karena akhirnya Zhea tidak lagi menjadi hambatan.

Bersyukur karena lelaki yang ia rebut sudah semakin jauh dari istri dan anaknya.

Bersyukur karena hari ini, Zavier sendiri yang membawa dirinya masuk ke pusat keluarga Dinata.

Elara menyandarkan kepala ke kursi, menatap langit lewat kaca mobil. "Babe ... kamu tahu nggak, aku selalu percaya ... kemenangan itu harus diperjuangkan. Dan ... sepertinya hari ini aku menang." Nada suaranya bukan lagi manja. Ada ketenangan, ada keangkuhan yang tidak ia tutupi.

Zavier kembali menatap jalan. Ia tidak menanggapi, tapi rahang yang mengeras menunjukkan bahwa kata-kata Elara tidak sepenuhnya ia sukai ... atau mungkin ia sedang memikirkan konsekuensinya.

Tapi Elara terlalu tenggelam dalam euforianya untuk menyadari itu.

Ia memejamkan mata dengan senyum kecil. "Maaf, Zhea. Pertarungan ini sudah selesai. Dan yang keluar sebagai pemenang ... adalah aku."

Mobil terus melaju ke arah rumah besar keluarga Dinata, membawa dua orang dengan motivasi yang berbeda ...

satu ingin kejelasan, dan satu lagi merasa telah menaklukkan segalanya.

_____

"ZAVIER!" Tubuh Rindu yang tadinya lemah, tiba-tiba berubah penuh tenaga.

Wanita berambut pendek itu melepaskan diri dari pelukan Zhea. Berdiri seketika, lalu berlari menghampiri Zavier dan menampar pipi putra sulungnya itu sambil berteriak dengan suara menggema. "PEMBUNUH! KENAPA KAU TEGA MEMBUNUH PAPAMU SENDIRI?!"

Zavier terhenyak, Elara pun demikian.

Seluruh tubuh Zavier mendadak gemetar, napasnya tertahan. Mata terbelalak lebar. "A-Apa y-yang M-Mama katakan? Ak-ak--" Sebelum perkataan terputus-putus itu lengkap, satu tamparan kembali bersarang di pipi Zavier.

"Jangan mengelak kau iblis! Aku sudah tahu semuanya! Aku sudah melihat buktinya!" Rindu berteriak nyaring tepat di wajah Zavier yang terhuyung satu langkah ke belakang.

Rindu maju cepat, memukuli tubuh Zavier. "Iblis! Monster! Pembunuh! Aku menyesal telah melahirkanmu ke dunia! Aku tak sudi punya anak kriminal seperti kamu! Mati kau! Mati! Mati!"

Sandi maju, dan menahan Rindu yang nyaris hilang kendali karena terus memukuli, menendang, menjambak hingga meludahi wajah Zavier. "Rindu. Cukup! Cukup ..."

"Lepaskan aku, Mas! Akan kudorong anak itu sampai mati! Sama seperti apa yang dia lakukan pada suamiku!" Tubuh Rindu melemah, sesenggukkan di dalam rengkuhan Sandi.

"Zavier ... kenapa kamu membunuh Papa?!" Giliran Arin yang berlari maju, namun keburu ditahan oleh kedua kakak sepupunya, Wili dan Wildan. "Lepasin aku! Lepasin aku, Bang! Aku mau mencekik lelaki iblis itu! Gara-gara dia Papa tiada ..."

"M-Mas ... ss-sebenarnya ini ada apa?" Elara yang sedari tadi mematung, kini mulai menghampiri Zavier yang berpegangan ke kusen pintu.

"Mengakulah Zavier. Kami semua sudah melihat rekaman dari kamera tersembunyi yang dipasang Zhea di ruanganmu. Semua sangat jelas. Kau bertengkar dengan adikku, lalu kau mendorongnya hingga dia jatuh tersungkur membentur meja dan jatuh ke lantai." Sandi mengambil laptop dan memutar lagi video itu.

Zavier membatu, tubuhnya mendadak kaku. Jantung di dalam rongga dadanya serasa dicabut secara paksa.

1
Ragil Saputri
penyesalan emang selalu terlambat datangnya, moga zavier bener" berubah, setelah kehilangan semua yg dia sayangi.. itulah cerita kehidupan seorang zavier
growtopia agamen cool
tapi suka ceritanya
Ama Apr: makasih kk🫰
total 1 replies
growtopia agamen cool
serem ya pembalasannya, nggak tega, walau elara jahat
Ama Apr: iya kk🥲
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Ama Apr: siapl
total 1 replies
Yuningsih Nining
si elara keluar dari prodeo ketemu singa maung yang lebih mengerikan
Ama Apr: hooh kk🥲
total 1 replies
Yuningsih Nining
2-2 nya sama² punya misi pembalasan dendam, yng sangat Ngeri nya Elena jadi korban yampun revan jahat nya gak ktulungan ini
Ama Apr: kk nya tuh yg jahat🥲
total 1 replies
Les Tary
Revan dibikin kena karma juga Thor dia ga pandang bulu wanita baik baik juga dijual sampai tragis
Ama Apr: iya kk, nanti pasti ada hukumannya
total 1 replies
Yuningsih Nining
terNyata si Revan dgn segala niat terselubungbbuat si elara Ngeriii adek si elara Elena dia korbanin
Revan psikopat
Ama Apr: iya kk
total 1 replies
nunik rahyuni
mala klo org luar ni banyak yg g sunat ...byuhhhhhhh tropett nya berliku liku ela🤣🤣🤣
Ama Apr: haha, emang bener berliku2 kk? 🤭
total 1 replies
nunik rahyuni
melihat org nya model spt itu.bagaimana terus trompet nya thoooooor
modyar kowe ela entek sesak jebol dpt nya model galon air/Toasted/
nunik rahyuni: jgn di bayangkan made in afrika bikin hanccur gua besarang..klo made in indonesia sdh sesuai ukuranya🤣🤣🤣
total 2 replies
zahrahaifa
so' nolak lu lacur... waktu msh dipenjara bukannye lu udeh gatel pengen barang elu dimasukin karna ga puas pke tangan... iye kan.... skrng udeh ada yg super big malah takut
Ama Apr: munafik dia🥲
total 1 replies
Endang Mulyawati
Alhamdulillah taro hamil
Ama Apr: iya🫰 kk
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
sukurin, jangan ad yg menolong, itu balasan unt elara yg sdh merusak smua kebahagiaan anak kecil yg msh butuh kasih sayang ayahnya, siksa lebih lagi van, bikin cerita yg lbh psiko lg thor unt perempuan licik, jahat, bengis dan tak tau dr spt elara it thor, hrsnya ibuknya jg dijadikan placur
Ama Apr: hehe, ditunggu sj kk, ada kejutan lagi kok🤭
total 1 replies
Eka Novariani
setuju
Ama Apr: sipp🫰🫰
total 1 replies
nunik rahyuni
mudah mudahan lekas taubat dan ada yg menolong entahnorg afrika itu kah yg mau membeli dan memelihara untuk pribadi..itu lebih baik dr pd di tangan revan
Ama Apr: aduh kk, ngakak wae komennya. jalan kali ah berliku🤣
total 5 replies
Eka Novariani
sedih banget masa lalu Revan... sekarang terima lah nasibmu Elara hanya Tuhan yang bisa menolongmu..
Ama Apr: huhu iya
total 1 replies
Lee Mbaa Young
elara blm nyadar ya pdhl karma nya smp adiknya jd korban.
Ama Apr: iya, biasalah mantan lakor satu ini agak2 nggak nyadar diri
total 1 replies
Les Tary
Revan bener" kejam sakit hatinya sama elara...elena ga tahu apa" ikut dijual
Ama Apr: begitulah kk🥲
total 1 replies
Lisna Saris
mending elena di matikan saja deh Thor bukan benci tapa nda tega anak gadis baik baik yg berjuang menyelamatkan hidupnya dari kerakusan orang tuanya malah menderita menerima Karama yg bukan dari dosa yg dia lakukan,dan maga Revan dapat karma yg lebih pedih karena telah menghancurkan banyak anak gadis orang,
growtopia agamen cool: iy jgn sadis sama elena thor
total 6 replies
Queenfans Angelfans
malas baca kalo soal ttg elara sama si revan ini
Queenfans Angelfans: bacanya ada rasa gk teganya aku Thor meski sejahat apapun org itu
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!