NovelToon NovelToon
Kultivator Tinta Surgawi

Kultivator Tinta Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Epik Petualangan / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

"Langit adalah kertas, darah adalah tinta, dan kehendakku adalah kuasnya."
Yuen Guiren hanyalah seorang pemuda buta dari desa kecil, tak berarti bagaikan semut di mata para kultivator abadi. Namun, ketika tragedi merenggut segalanya dan memaksanya untuk melindungi satu-satunya keluarga yang tersisa yaitu adiknya, semut itu berubah menjadi monster pembasmi kemungkaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Sirkulasi Tinta Sembilan Pusaran

Lantai kayu di ruang dalam Paviliun Awan Hijau terasa dingin dan keras di bawah kaki Guiren. Ruangan itu tidak memiliki jendela, hanya diterangi oleh satu batang lilin yang aromanya membuat saraf-sarafnya terjaga. Di depannya, Nyonya Zhu duduk dengan punggung tegak, bayangannya memanjang di dinding seperti sosok raksasa yang sedang mengawasi mangsa.

"Dunia ini tidak peduli seberapa besar bakatmu jika kau tidak memiliki wadah untuk menyimpannya," Nyonya Zhu membuka suara, nadanya sedingin embun pagi. "Kuas yang kau pegang semalam hampir membunuhmu karena kau tidak memiliki akar. Kau hanya seekor serangga yang mencoba meminum air laut."

Guiren meletakkan tangan di atas lututnya, mencoba mengatur napas. "Lalu, bagaimana cara saya membangun akar itu?"

"Sirkulasi Tinta Sembilan Pusaran," jawab Nyonya Zhu. "Jangan bayangkan Qi sebagai udara atau cahaya seperti yang dilakukan para penganut Tao bodoh itu. Bagimu, Qi adalah cairan. Ia adalah zat yang kental, berat, dan harus diputar."

Nyonya Zhu memberikan instruksi singkat, pola pernapasan yang tidak biasa, di mana udara harus ditahan di titik-titik tertentu dalam tubuh sebelum dipaksa mengalir turun.

Guiren memejamkan matanya, mengaktifkan Visi Qi pada dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat dunia luar, melainkan jaringan meridian di dalam tubuhnya sendiri. Jaringan itu tampak seperti saluran-saluran kering yang retak, haus akan kehidupan.

Ia mulai menarik napas.

Tarikan pertama terasa seperti menelan pasir panas. Sesuai instruksi, ia menggiring energi dari udara menuju ulu hati, lalu memaksanya berputar. Satu pusaran terbentuk, kecil dan tidak stabil. Namun, saat ia mencoba membentuk pusaran kedua di bawah pusaran pertama, rasa perih mulai menjalar.

"Jangan berhenti," suara Nyonya Zhu terdengar seperti cambuk di telinganya. "Jika kau berhenti sekarang, pusaran itu akan pecah dan merobek lambungmu."

Guiren menggertakkan gigi hingga sendi rahangnya sakit. Ia terus memutar energi itu. Pusaran ketiga, keempat, hingga kelima. Keringat mulai membasahi dahi dan punggungnya. Pada pusaran ketujuh, ia merasakan sesuatu yang aneh di bawah pusar, pusat gravitasinya.

Biasanya, seorang kultivator akan merasakan bola energi yang hangat dan bercahaya terbentuk di sana. Namun, Guiren merasakan sesuatu yang berbeda. Ruang di dalam perutnya seolah meresap ke dalam, mendingin, dan menggelap.

Ia terus memutar sembilan pusaran itu hingga mereka menyatu menjadi satu pusaran besar yang melahap dirinya sendiri.

Satu denyutan tajam membuat Guiren terbungkuk. Ia merasakan sensasi berat yang luar biasa, seolah-olah ia baru saja menelan sebongkah logam cair. Dalam penglihatan batinnya, apa yang seharusnya menjadi bola cahaya kini berubah bentuk. Ruang itu meluas, dinding-dinding energinya mengeras dan menghitam, membentuk sebuah ceruk oval yang dalam.

Itu bukan bola Qi. Itu adalah wadah tinta, sebuah yan-tai dari energi murni yang tersembunyi di dalam dagingnya.

Tinta hitam atau Qi yang telah ia murnikan mulai menetes ke dasar wadah itu. Setetes demi setetes, setiap tetesan membawa rasa lelah yang luar biasa, seolah-olah ia baru saja berlari menanjak tebing selama berhari-hari.

"Cukup," kata Nyonya Zhu.

Guiren tersungkur ke depan, kedua tangannya menahan berat tubuhnya di atas lantai. Napasnya tersengal-sengal. Rasa sakit di meridiannya perlahan mereda, menyisakan rasa pegal yang dalam. Namun, di pusat tubuhnya, ia merasakan beban baru itu tetap ada. Dingin dan tenang.

"Dantianmu... tidak lazim," Nyonya Zhu melangkah mendekat, matanya menatap tajam ke arah perut Guiren seolah bisa menembus kulitnya. "Sebuah wadah tinta. Kau tidak akan pernah bisa menyimpan energi sebanyak kultivator biasa, namun apa yang kau simpan di sana akan jauh lebih pekat dan mematikan."

Guiren mencoba duduk kembali, meski kepalanya masih berdenyut. "Apakah ini... sudah selesai?"

"Ini baru permulaan dari Pengumpulan Qi. Kau baru saja menggali lubang, sekarang kau harus belajar bagaimana mengisinya tanpa membuat tubuhmu hancur," Nyonya Zhu kembali ke kursinya, wajahnya tidak menunjukkan kepuasan sedikit pun. "Tinta yang kau kumpulkan hari ini hanya cukup untuk satu goresan kuas yang benar. Jika kau ingin melindungi adikmu, kau harus belajar menderita lebih dari ini."

Guiren meraba perutnya. Ia bisa merasakannya, sebuah ruang sunyi yang siap menampung seluruh kepahitan dan duka yang ia miliki. Ia tidak merasa kuat, ia merasa seperti sebuah bejana kosong yang baru saja dibakar di dalam tanur.

Ia teringat Xiaolian yang menunggunya dengan harapan kecil. Jalur ini tidak memiliki jalan kembali. Ia tidak lagi melukis takdir dengan tangan yang gemetar, ia mulai membangun takdir itu dari dalam darahnya sendiri.

"Istirahatlah," perintah Nyonya Zhu bernada dingin. "Besok, kau akan belajar bagaimana cara menuangkan isi wadah itu ke dunia nyata. Dan aku berharap kau tidak mati saat melakukannya."

Guiren bangkit dengan susah payah, mengambil tongkatnya, dan melangkah keluar ke udara malam Qing-He yang dingin. Wadah di dalam dirinya terasa berat, sebuah jangkar hitam yang akan menyeretnya masuk lebih dalam ke dunia yang penuh darah ini.

1
anggita
mampir ng👍like+iklan☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!