NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:54.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBENARAN

"Satu tahun lagi, hanya satu tahun lagi untuk mereka tumbuh," gumam Nyonya Kimberly, suaranya kini terdengar parau dan penuh penderitaan.

"Bertahanlah, Lucas, jangan biarkan sihir hitam itu memakan jiwamu sebelum istrimu datang menjemputmu," lanjut Nyonya Kimberly, setetes airmata nya jatuh dari pelupuk mata nya.

Mendengar nama Lucas disebut dengan begitu jelas, jantung Leo berdegup kencang.

Pria kecil itu ingin sekali berlari keluar dan bertanya di mana ayahnya berada, namun pegangan Lucian di bahunya semakin menguat, menahannya tetap di tempat.

"Diam Leo," cegah Lucian.

"Tapi kak, aku harus bertanya dimana Ayah sekarang," ucap Leo, dengan mata berkaca-kaca.

Tiba-tiba, Nyonya Kimberly terdiam, telinganya sedikit bergerak, persis seperti yang sering dilakukan Lucian.

Dengan gerakan waspada, Nyonya Kimberly menoleh perlahan ke arah pilar tempat kedua cucunya bersembunyi.

"Siapa di sana?" tanya Nyonya Kimberly, suaranya kembali dingin dan berwibawa.

Lucian tahu mereka tidak bisa bersembunyi lagi, dengan ketenangan yang luar biasa, dia keluar dari balik pilar sambil menggandeng tangan Leo yang masih tampak linglung.

"Kami hanya haus, Nenek," ucap Lucian datar.

Mata kecil yang sangat mirip dengan Duke Lucas itu menatap langsung ke mata Nyonya Kimberly, mencoba mencari sisa-sisa cahaya keemasan yang ia lihat tadi, namun mata neneknya sudah kembali menjadi cokelat tua yang teduh.

Nyonya Kimberly menatap kedua cucunya dengan pandangan menyelidik, dia tahu Lucian terlalu pintar untuk sekadar mencari air di tengah malam, dia juga bisa mencium aroma sisa-sisa adrenalin dan rasa ingin tahu yang meluap dari tubuh kedua bocah itu.

"Haus di jam seperti ini?" Nyonya Kimberly berjalan mendekat, jubah tidurnya terseret di lantai porselen.

Nyonya Kimberly berlutut di depan mereka, membelai pipi Leo yang terasa panas.

"Kalian mendengar sesuatu?" tanya Nyonya Kimberly lembut, namun penuh penekanan.

Leo hampir saja membuka suara, namun Lucian mendahuluinya.

"Kami mendengar suara angin yang kencang di luar jendela, Nenek, suaranya seperti orang yang sedang memanggil nama kami," jawab Lucian, meyakinkan.

Nyonya Kimberly tertegun, dia tahu itu bukan sekadar angin, itu adalah panggilan darah Lucas, di tengah sisa-sisa kesadarannya, sedang memanggil belahan jiwanya.

"Kembalilah ke kamar kalian," perintah Nyonya Kimberly, kali ini dengan nada yang tidak bisa dibantah.

"Dan jangan pernah keluar dari kamar setelah tengah malam, ada hal-hal di kediaman ini yang belum saatnya kalian lihat," lanjut Nyonya Kimberly.

Sementara itu, di kamar utama, Jasmine terbangun dengan napas tersengal, dia menyentuh dadanya yang terasa sesak, mimpi itu datang lagi, mimpi tentang seorang pria yang meronta di balik jeruji besi, memanggil namanya dengan suara yang nyaris hilang.

Jasmine menoleh ke samping dan menyadari bahwa kedua putranya tidak ada di tempat tidur.

"Lucian? Leo?" panggil Jasmine, panik.

Kepanikan langsung menjalar di sekujur tubuhnya.

Jasmine segera bangkit dan berlari menuju pintu kamar, tapi saat dia membukanya, dia berpapasan dengan Lucian dan Leo yang baru saja digiring kembali oleh Nyonya Kimberly.

"Ibu!"

Teriak Leo langsung berlari memeluk kaki Jasmine.

"Ada apa ini, Ibu?" tanya Jasmine pada Nyonya Kimberly, matanya menatap tajam mencari penjelasan.

"Anak-anakmu sedang berjalan-jalan di tengah malam, Jasmine, mungkin mereka mengigau karena terlalu banyak mendengar ceritamu tentang Lucas," jawab Nyonya Kimberly dengan tenang, seolah tidak terjadi apa-apa di depan cermin tadi.

"Lucian, apa yang terjadi?" tanya Jasmine berlutut di depan Lucian, memegang bahu putranya.

Lucian menatap ibunya lama, dia melihat gurat kesedihan dan kelelahan di wajah Jasmine, untuk pertama kalinya, si kecil Lucian memutuskan untuk menyimpan sebuah rahasia dari ibunya, karena dia tahu, jika dia menceritakan apa yang dia dan Leo dengar tadi, pasti ibunya akan hancur oleh harapan yang belum pasti.

"Kami hanya ingin mencari udara segar, Ibu. Maafkan kami," jawab Lucian berbohong.

"Jangan pernah pergi tanpa memberitahu Ibu lagi, Ibu tidak bisa kehilangan kalian juga, cukup Ayah kalian yang meninggal kan Ibu..." ucap Jasmine menarik kedua putranya ke dalam pelukan.

Nyonya Kimberly hanya berdiri diam memperhatikan mereka. Di dalam hatinya, ia merasa bangga sekaligus pedih. Cucu-cucunya tumbuh terlalu cepat, dan kekuatan yang mengalir di dalam darah mereka mulai menuntut untuk diakui.

"Masuklah ke dalam, Jasmine, istirahatlah, karena besok akan menjadi hari yang panjang," ucap Nyonya Kimberly sebelum berbalik dan pergi menuju kamarnya sendiri.

Jasmine dan kedua Putranya masih berdiri di sana.

"Ibu..."

Panggil Leo dengan mata berkaca-kaca.

"Kenapa Hem?" tanya Jasmine, berlarut di depan Putra nya.

"Sayang, apa kalian sedang tidak menyembunyikan sesuatu dari ibu kan?" tanya Jasmine, melihat kedua Putra nya.

Lucian memalingkan wajahnya, tidak mau menatap ibu nya, karena dia tidak akan tega melihat wajah sendu ibu nya.

Leo tidak menjawab, pria kecil itu memeluk Jasmine, menyembunyikan wajah nya di ceruk leher ibu nya, dengan isak tangis yang tidak bisa di tahan lagi.

Perkataan Nenek nya tadi terus terngiang-ngiang di otak kecil nya, dimana ternyata Ayah nya masih hidup.

"Leo sayang, kenapa Nak?" tanya Jasmine, khawatir.

Leo hanya menggeleng kan kepala nya, dan semakin mengeratkan pelukannya.

Melihat Putra bungsu nya seperti itu, Jasmine memutus untuk membawa anak-anaknya kembali masuk ke dalam kamar nya.

"Ayo masuk, jangan takut, ada ibu di sini," ucap Jasmine, menggendong Leo, dan menuntun Lucian.

Jasmine membaringkan anak-anak nya, di atas ranjang, menyelimuti mereka.

"Tidur lagi ya, ini masih malam," ucap Jasmine, dengan lembut mengusap kepala anak-anak nya.

Leo masih sedikit sesenggukan di dalam tidur nya, sementara Lucian, dia lebih tenang.

Setelah anak-anak kembali tertidur, Jasmine tidak bisa memejamkan mata.

Jasmine beranjak, dan duduk di kursi dekat jendela, menatap hutan salju yang gelap.

"Ada yang tidak beres," gumam Jasmine

Jasmine teringat kembali pada Lucian yang berkata mendengar detak jantung Nyonya Kimberly dari kejauhan.

Jasmine kemudian teringat pada lencana perak Lucas yang dia simpan di bawah bantal. Ia mengambil lencana itu, dan secara tidak sengaja, ujung lencana yang tajam menggores ibu jarinya.

Tes

Setetes darah Jasmine jatuh mengenai lencana perak itu.

Tiba-tiba, lencana itu terasa sangat panas di tangannya, warna peraknya yang kusam mendadak berpendar dengan cahaya biru pucat yang samar.

Jasmine terkesiap, lencana ini tidak pernah bereaksi seperti ini sebelumnya.

"Lucas... apa kau sedang mencoba memberitahuku sesuatu?" bisik Jasmine dengan air mata yang mulai mengalir.

Di tempat yang sangat jauh, di dalam sel gelapnya, Duke Lucas tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar, dia merasakan denyutan di dadanya, denyutan yang berasal dari lencana miliknya.

1
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
Tiara Bella
Daebak semoga Lucas berhasil ya dan berkumpul dngn keluarga nya kembali amiin....
kaylla salsabella
ya Alloh ikut deg" an
kaylla salsabella
Lucian, Steven, mark
kaylla salsabella
ayo Lucian kau pasti bisa
Tiara Bella
berasa lg nnton film gk sh....campur degdegan.....
renjani
lucas hayo berjuang😍😍 cinta dan mutiaramu menunggumu..hayo lucas semangat💪💪💪
renjani
Thor jgn buat was2 donk..lucas pasti bebaskan..mine hayu semangat..💪
renjani
ga bisa berhenti baca..lanjut thor👍💪
Chika Aulia
semoga kalian bisa bersatu/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
renjani
tegang..seru..luar biasa..👍👍 seakan ikut hanyut dalam cerita..👍👍 tks thor👍
Leni Ani
lanjut💪💪💪💪💪👍
Ayu Oktaviani
sungguh 😭😭 semoga aja Lucas bisa mengatasinya tanpa ada yg kurang,semoga bisa berkumpul, twins ayo bantu ayahmu dgn darah murni kalian. di tunggu up selanjutnya thor. makasih udah up banyak ,tp aplh dy driku in ttp merasa kurang🤭🙏 soal nya lagi seru² nya di gantung😭 hrs nggu bsk lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!