NovelToon NovelToon
Luka Dalam Hidupku

Luka Dalam Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Lari Saat Hamil / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

alia, gadis malang. kehidupannya yang menyakitkan setelah ibu tiri menjualnya, hamil tanpa suami di sisinya, kehilangan satu-satunya keluarga yang dimilikinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua.

"Tak bisakah sekali saja dalam hidupmu kau masak dengan benar?" Maki nurmala, ibu tiri alia tangannya sudah terangkat tinggi ingin menarik rambut alia,

Reflek alia mengangkat kedua tangan melindungi kepalanya,

 "mengapa hidupmu hanya menyusahkan saja, pergi dari sini, aku muak melihatmu!"nurmala wanita kejam yang alia panggil mama itu mengusir alia dari hadapannya. Alia masih berdiri tertunduk, ia ingin mengingatkan ibu tirinya itu tentang jadwal berobat ayahnya bulan ini, melihat perintahnya tak di gubris, nurmala menoleh, menatap alia dengan tatapan tajam,

"Ada apa?"

"Besok jadwal papa berobat ma.." sahut alia pelan, suaranya bergetar,

"Kalau kau punya uang, kau bawalah papamu berobat, aku sedang tak punya uang saat ini"

 jawaban singkat ibu tirinya yang terdengar acuh tak acuh, membuat hati alia mencelos sedih dan marah, tatapan matanya terlihat penuh amarah, ingin rasanya ia berteriak, uang hasil dari menjual dirinya 2 minggu yang lalu tak dapatkah disisihkan sebahagian untuk papanya, alia masih berdiri di sisi ibu tirinya yang sedang makan siang, menyadari alia masih berdiri di sampingnya, sendok makan yang sedang di pegangnya dilempar ke arah gadis itu yang tidak mengelak, alia tidak bergeming sama sekali, sendok itu mengenai pelipisnya, darah segar mengalir dari luka yang tercipta, namun ia tetap berdiri menatap nurmala dengan tatapan memohon. Nurmala kelihatan mulai naik pitam, matanya menatap nyalang ke arah alia.

"kau pikir, aku dan sahira bekerja untuk menghasilkan uang yang dapat kau hambur-hamburkan untuk papa lumpuhmu itu?, tidak mengusir papamu dan kau dari rumah ini saja seharusnya kau sudah merasa beruntung"

"Rumah ini milik papa" ujar alia tenang, hatinya mulai terpancing emosi,

"Apa..?" Tanya nurmala melotot marah melihat alia yang menantangnya, tawa sumbang terdengar dari bibir merahnya

"hahahah, kau pikir rumah ini masih milik papamu?, hahahah, alia..alia, dasar gadis bodoh, rumah ini sudah milik bank sejak setahun yang lalu"

 Alia terperanjat mendengar ucapan ibu tirinya " apa maksud mama?" Tanyanya gencar, kakinya melangkah mendekati wanita kejam itu,

"Papamu memiliki hutang bank yang aku tak sanggup membayarnya, dan rumah ini menjadi jaminannya" jawab nurmala dengan santainya, ia mengunyah lagi makanannya yang sempat terhenti karena alia,

"Ma..." panggil alia menyentuh lengan nurmala yang dengan cepat di tepis wanita kejam itu,

"Aku tidak punya uang, begitu juga sahira, kami tak punya uang untuk mengobati papamu, pikirkan saja sendiri bagaiamana caranya kau mengobati laki-laki lumpuh tidak berguna itu"

 Jemari alia mengepal, hatinya benar-benar sakit mendengar ucapan dan hinaan ibu tirinya itu, suaranya terdengar bergetar,

"Bagaimana dengan uang yang mama terima dari langit?"

Nurmala menoleh terkejut, matanya membola menatap alia lama, pendengarannya seakan tak meyakini apa yang di dengarnya barusan.

"Apa katamu?" Wanita itu berdiri menghampiri alia yang masih menatap nanar kearahnya,

"Coba ulangi pertanyaanmu" perintahnya dengan sorot mata kejam, tanpa alia sadari tangan nurmala sudah menjambak rambutnya, kepala alia tersentak ke belakang, alia menjerit, rasa terkejut lebih menguasainya daripada rasa sakitnya,

"Apa hakmu meminta uang yang bukan milikmu, langit mengirim uang untukku bukan untuk papamu, lantas kenapa kau dengan percaya diri merasa kalau kau memiliki hak di uang itu" jambakan di rambutnya terasa semakin sakit,

 Alia memegang tangan ibu tirinya, "apakah menurut mama aku tidak tahu untuk apa uang yang mama terima dari laki-laki jahanam itu"

 pertanyaan alia di jawab dengan hentakan keras di kepalanya, ia berdiri dengan sedikit pusing, namun tidak cukup sampai di situ, nurmala wanita kejam itu menampar alia yang masih berdiri labil.

Tamparan yang cukup keras itu membuat alia terhuyung-huyung, ia meraba pipinya yang panas, matanya berkunang-kunang, namun alia tetap bertahan, dengan berat hati ia menjatuhkan diri bersimpuh di kaki ibu tirinya itu,

"Ma..kumohon sekali ini saja, tolonglah papa ma.."

Wanita kejam itu berdiri angkuh dengan tangannya yang bersidekap, dengan kasar ia menarik kakinya yang berada dalam pelukan alia. Air mata meleleh menganak sungai di pipi alia, pipi dan kepalanya sangat sakit, namun hatinya jauh lebih sakit.

Alia masih bersimpuh di lantai dingin dapurnya, ia teringat bahwa ayahnya belum makan siang, dengan mengusap air matanya, alia menyiapkan makan siang untuk ayahnya.

Alia membuka pintu kamar papanya perlahan, terlihat tubuh tua ayahnya yang kurus tergeletak pasrah di ranjang dengan kasur tipis itu. Alia mendekat membangunkan ayahnya untuk makan siang, ia terkesiap panggilannya tidak mendapat sahutan dari ayahnya, alia meletakkan piring yang ada di tangannya, ia meraih tangan ayahnya yang terasa dingin, alia mulai panik, suaranya mulai terdengar keras memanggil dan menguncang tubuh tua pak gani.

"pa...papa, tidak...papaa" alia menangis sejadi-jadinya, meraung-raung mengguncang tubuh ayahnya dengan kuat, berharap ayahnya bangun dan menjawab panggilannya.

 Namun panggilan itu tidak pernah terjawab lagi, pak gani meninggal dunia dengan cara yang menyedihkan, meninggalkan alia putri semata wayangnya.

"Papa, jangan tinggalin adek, papa bawa adek juga papa" tangisan alia terdengar sangat menyayat hati, beberapa pelayat ikut menangis mendengar tangisan alia.

 Gadis malang itu masih bersimpuh di sisi tubuh ayahnya yang sudah dikafani, ia masih memeluk tubuh kaku ayahnya dengan erat.

 "kalau papa pergi, untuk apa adek hidup pa? bawa adek pa.."

Seorang wanita tua memeluk tubuh alia, membisikkan kata-kata penyemangat untuknya, namun alia tetap menangis pilu di sisi jasad ayahnya yang telah terbujur kaku.

"Sudahlah nak, ikhlaskan kepergian ayahmu, jangan tangisi lagi kasihan ayahmu" bisik wanita tua itu, tangannya mengelus-elus kepala alia lembut.

Di sebelah kiri jasad pak danu terlihat nurmala dan sahira yang terdiam dengan wajah yang dibuat-buat sesedih mungkin, namun para tetangga sepertinya sudah tahu bagaimana sifat asli mereka sehingga terlihat tak ada satupun tetangga yang simpati melihat kesedihan palsu mereka itu.

"Nek..papaku meninggalkan aku sendirian, lantas apa gunanya aku hidup di dunia ini nek?" Raungan alia masih terdengar begitu memilukan, " yang aku miliki hanyalah papa, apalah artinya hidupku sekarang"

"Sabar nak, sabar.." bujuk wanita tua itu lembut, tangannya masih juga mengelus kepala alia yang masih bersimpuh memeluk erat kaki ayahnya,

"Kalau kamu belum bisa ikhlas, bagaimana ayahmu bisa pergi dengan tenang, ikhlaskan lah papamu nak, dan mari kita salatkan beliau"

 alia mendongak, menatap ke sekeliling ruangan, matanya memperhatikan semua yang hadir seakan menunggu dia melepaskan ayahnya, beberapa pria tua terlihat menganggukkan kepala tanda simpati kepada alia.

 Perlahan alia melepaskan pelukannya pada jasad papanya yang sudah di kafani dengan baik menunggu di salatkan.

Alia mengusap air mata yang masih meleleh di pipinya, ia beringsut membiarkan beberapa pria dewasa mengangkat tubuh papanya menghadap kan ke arah kiblat.

 Alia bangkit dari duduk, ia ingin ikut menyalatkan papanya untuk yang terakhir kali, matanya yang sembab di basuhnya dengan air wudhu yang sudah lebih dari dua minggu tak pernah ia sentuh lagi.

Rasa marah pada takdir tuhan yang kejam kepadanya membuat alia sudah  2 minggu lebih tidak salat. Namun hari ini alia memutuskan untuk melakukannya untuk papa, ia masih marah, malah semakin marah akan takdir yang benar-benar sangat kejam mencundangi hidupnya.

 Hidupnya yang benar-benar malang, seakan-akan belumlah sempurna sebelum takdir merenggut satu-satunya orang yang alia punya, disini ia berdiri, di belakang jasad papanya yang sedang di salatkan.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!