NovelToon NovelToon
Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Romantis
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: viole

Nama Cahaya Mirwa Pelangi, biasa dipanggil Pelangi usia 20 tahun, seorang gadis yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja, hidupnya nampak aneh karena dihadapkan oleh tuan muda yang kaya raya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viole, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Keesokan harinya jam 07.00 pagi

Pagi-pagi sekali Zarow berangkat ke kantor hari ini karena sekitar jam 08.30 akan ada rapat dengan klien penting dari luar kota, hari ini ia tak boleh terlambat & harus sampai di kantor dengan tepat waktu, sehingga ia tak sempat ikut sarapan pagi bersama keluarganya.

Dirogohnya saku kantong jasnya & diambilnya sebuah ponsel dengan merek tertentu yang layarnya masih terkunci dengan pola & tak kunjung bisa ia buka untuk melihat isi ponsel tersebut.

Ponsel tersebut milik Pelangi, tadinya ia tak bermaksud untuk membawa ponsel tersebut pulang kerumahnya ia hanya tak suka melihat Pelangi sibuk dengan ponselnya saat berada di rumah sakit kemarin sore, alih-alih mengambil untuk sementara tetapi malah terbawa sampai kerumahnya saat ia pulang.

Zarow memutar-mutar ponsel milik Pelangi & sedikit berpikir bagaimana cara membuka pola yang ada dilayar tersebut, mulai ada rasa penasaran di pikirannya dengan isi ponsel milik Pelangi.

" pak kira-kira bapak tau gimana cara buka pola hp tanpa harus menghilangkan data yang ada di hp gak? " tanyanya kepada pak Handoko.

Pak Handoko melihat kearah tuan muda Zarow yang saat ini tengah memegang sebuah ponsel yang ia tahu bahwa ponsel tersebut bukan milik tuannya.

" saya punya kenalan sih tuan yang ahli tentang itu " kata pak Handoko.

Ia mulai membenarkan duduknya & melihat kearah pak Handoko, sebagai orang kepercayaan pak Handoko memang sangat bisa di andalkan.

Zarow kemudian melihat kearah ponsel milik Pelangi & sedikit berpikir apakah ia harus melihat isi ponsel tersebut atau tidak, sambil berpikir ia terus melihat kearah ponsel Pelangi yang semalam sangat mengganggunya karena terus berbunyi.

Mengingat semalam banyak pesan WhatsApp yang masuk di ponsel milik Pelangi yang benar-benar membuatnya penasaran karena ia tak bisa melihat siapa pengirim pesan tersebut & apa isi dari pesannya, akhirnya ia berpikiran ingin membuka pola tersebut meskipun harus membayar dengan bayaran yang mahal.

" bapak bisa bawa orang itu kekantor siang ini gak?, habis rapat saya selesai " tanya Zarow lagi.

" bisa tuan " jawab pak Handoko.

Siapapun akan mudah ia bawa jika ia menyebut nama tuan muda Zarow, apalagi jika harus membawa ke kantor tuan muda Zarow, bagi pak Handoko itu merupakan perkara yang mudah & tidak sama sekali sulit.

Mengingat tuan muda Zarow sangat terkenal & tak ada seorang pun orang yang tak mengenalnya di kota ini, ia hanya perlu menjemput orang tersebut lalu membawanya ke kantor tuan mudanya siang nanti.

" ok, tolong jangan sampe telat ya pak, saya tunggu bapak bawa orang yang bapak bilang tadi " kata Zarow

" siap tuan " singkat pak Handoko.

Ia tersenyum sambil memasukan ponsel tersebut kembali ke saku jasnya kembali. Setelah beberapa puluh menit akhirnya mobil sampai juga di depan gedung kantornya, Zarow segera keluar dari kantornya menuju pintu masuk.

Para karyawan berdiri sambil tersenyum & menyapa dirinya, ia terus berjalan sambil memanggutkan kepalanya membalas sapaan para karyawannya tanpa senyuman. Ia tak biasa tersenyum dengan karyawannya apalagi dengan karyawan wanitanya.

Baginya ramah dengan memperlihatkan senyum pada karyawannya hanya akan membuat karyawannya jadi agak sedikit ngelunjak & tak ajan menghargai dirinya sebagai atasan.

Setelah berada di lantai atas ia segera berjalan masuk menuju ruangannya & duduk menghadap mejanya sambil memeriksa berkas yang berisikan materi rapat nanti.

Di baliknya satu persatu lembaran demi lembaran kertas tersebut & di bacanya dengan seksama, ia tak melewatkan satu katapun untuk menyimak hal-hal yang akan dibahas nanti.

Tok....tok...

Mendengar suara pintu ruangannya di ketuk matanya menjadi terfokus kearah sana, dari suaranya ia yakin jika yang berada dibalik pintu ruangannya saat ini adalah pak Amar yang tak lain adalah sekertaris nya, ia menutup kembali berkas yang berada di hadapannya & mempersilahkan pak Amar untuk masuk.

" masuk "

Setelah mendengar suara tuan muda Zarow yang telah mengizinkan ia untuk masuk kedalam ruangannya pak Amar segera masuk & menutup pintu ruangan tersebut kembali, ia berjalan menuju dekat arah meja tuan muda Zarow & berdiri tepat di sudut meja.

" permisi pak, maaf mengganggu, tamu kita sudah datang pak " kata pak amar menyampaikan berita.

" ok, bawa langsung ke ruang rapat aja ya pak, nanti saya susul " jawab Zarow memberi perintah.

" baik pak, kalau begitu saya permisi dulu " pamit pak Amar.

Zarow hanya menganggukkan kepalanya tanda iya, pak Amar pun pergi keluar dari ruangannya sambil menutup pintu kembali. Setelah pak Amar pergi ia pun segera berdiri untuk merapikan jas serta dasi yang ia kenakan sambil melangkah kearah luar juga.

Saat berada di ruang rapat ia langsung menyalami beberapa klien pentingnya sebelum memulai rapat yang akan segera diselenggarakan saat ini sambil tersenyum, bahunya ditepuk-tepuk oleh rekan-rekannya saat ini.

Mengingat usianya yang baru 25 tahun & bisa memimpin beberapa perusahaan dengan baik, ia cukup disegani oleh sesama rekan pengusahanya, kinerjanya tak dapat diragukan lagi bahkan ia cukup selektif dalam memilah rekan untuk diajak bekerja sama.

" karena sudah berkumpul semua para rekan-rekan, sepertinya rapat sudah bisa kita mulai pak Zarow " kata pak Edi.

Pak Edi Guntoro adalah salah satu pemilik perusahaan yang cukup terkenal juga di bagian barat, di usianya yang sudah menginjak kepala 4 ia belum juga pensiun karena sampai sekarang anak-anaknya belum ada yang bisa diandalkan untuk mengurus perusahaannya.

" ok kalau begitu kita mulai saja rapat pagi ini " kata Zarow yang memulai rapat.

Materi pembahasan rapat pun segera dibagikan oleh pak Amar sebagai sekertaris nya, Zarow hanya duduk sambil memperhatikan pak Amar yang membagikan materi kepada beberapa kolega pebisnis nya hari ini.

Pak Edi Guntoro tersenyum melihat pak Amar sekertaris tuan muda Zarow yang saat ini sedang membagikan materi pembahasan rapat pagi ini, ia sangat heran dengan Zarow yang masih tetap memakai pak Amar sebagai sekertaris nya padahal dimana-mana perusahaan memiliki sekertaris yang cantik & muda.

Berbeda dengan Zarow yang sampai saat ini masih terus mempertahankan pak Amar sebagai sekertaris nya setelah menggantikan posisi ayahnya untuk memimpin perusahaannya.

" jadi rapat hari ini khusus kita adakan untuk membahas tentang pengembangan proyek perusahaan kita bersama yang ada disebelah selatan, saya rasa semua sudah tau kan?" kata Zarow memberi jeda sebelum melanjutkan pembicaraan rapatnya.

" mohon di perhatikan di situ di selembaran yang baru saja dibagikan oleh pak Amar sudah tertulis saat ini sudah berapa puluh persen proyek tersebut berjalan & disitu juga jelas tertera apa saja kendala selama proyek berjalan " jelasnya lagi melanjutkan kata-katanya.

Zarow panjang lebar menjelaskan tentang proyek kerja sama tiga perusahaan yang saat ini telah membuka lapangan kerja baru di bidang industri minyak & sudah berjalan beberapa puluh persen.

Perusahaan tersebut lumayan berkembang pesat tetapi ada beberapa kendala yang menyebabkan perusahaan tersebut sedikit ada masalah, rencananya perusahaan baru tersebut akan di kembangkan lebih luas lagi.

Tetapi beberapa orang kampung yang tinggal di sekitaran proyek tersebut menuntut untuk meminta ganti rugi yang lebih besar dari jumlah yang sudah di tentukan & tak sesuai dengan rincian pengeluaran.

Sebagai seorang pebisnis, bernegosiasi adalah keahliannya hanya saja ini menyangkut demo beberapa masyarakat sekitar yang mengakibatkan beberapa alat harus macet.

Setelah satu jam mengadakan rapat & mendapatkan kesepakatan akhirnya rapat pun selesai & segera di tutup, Zarow menyalami kembali para rekan bisnisnya & berjalan kearah luar bersama-sama.

Setelah mengantarkan para rekan bisnisnya menaiki pintu lift untuk menuju arah bawah, ia segera kembali lagi ke ruangannya. Dilihatnya jam yang berada ditangannya, ia segera menekan tombol telpon yang ada di hadapannya untuk menyambungkan langsung ke sekertarisnya.

Tut...tut...

" hallo pak Amar tolong bapak hubungi bagian sekuriti, suruh sampaikan ke pak Handoko untuk segera menjemput orang yang kami bicarakan di dalam mobil tadi " perintahnya to the poin.

" baik pak " jawab pak Amar singkat.

Zarow segera meletakan kembali gagang telponnya, kemudian di ambilnya kembali ponsel milik pelangi yang berada di saku jasnya & diletakkan ponsel tersebut di atas meja kerjanya.

Ia melipat tangannya di atas meja & meletakan kepalanya di atas lipatan tangannya memperhatikan ponsel milik Pelangi yang baginya harganya tak seberapa bila dibandingkan dengan Ponsel miliknya.

Tok...tok....

Ia mulai membenarkan duduknya mendengar suara ketukan pintunya, Zarow mengambil kembali ponsel milik Pelangi & ia letakan kembali ke saku jasnya.

" masuk " singkatnya.

Pintu ruangannya pun terbuka, sudah ada pak Handoko masuk bersama dengan seorang pemuda, pemuda tersebut membawa sebuah kotak yang tantu saja isinya adalah alat-alat yang akan ia gunakan untuk membuka pola ponsel Pelangi. Zarow segera berdiri menghampiri pemuda tersebut yang sepertinya usianya sepantaran dengannya.

" silahkan duduk " Zarow yang mempersilahkan pemuda tersebut untuk duduk di sofa ruangannya.

Ia mulai membuka kancing jas yang ia kenakan & duduk di hadapan tamu yang dibawa oleh pak Handoko, ia masih memperhatikan pemuda tersebut yang saat ini masih melepaskan tas ransel yang ia kenakan.

" tuan ini orang yang saya bicarakan tadi di mobil, namanya Satria " kata pak Handoko yang mulai memperkenalkan Satria.

Zarow menautkan kedua tangannya jadi satu & mengangguk kearah Satria, jika di lihat dari penampilannya pemuda yang ada dihadapannya tak terlihat sejenius yang ia pikirkan karena ia belum melihat bagaiman kinerja pemuda tersebut.

" kalo begitu boleh saya lihat mana hp yang mau di buka polanya pak " kata Satria tak ingin mengulur waktu karena masih banyak pekerjaan yang menunggunya.

Satria mau tak mau harus ikut pak Handoko pergi ke perusahan terbesar di kotanya karena bosnya sangat membutuhkan dirinya untuk membuka pola ponsel miliknya, awalnya ia sangat heran mengapa seorang yang sangat terkenal pandai bisa lupa dengan pola ponsel miliknya sendiri.

Ia mengeluarkan ponsel milik Pelangi dari saku jasnya & diberikannya kepada Satria, pemuda tersebut menerima ponsel yang ia sodorkan & membolak balikan ponsel tersebut sambil menggelengkan kepalanya, Zarow hanya terus memperhatikan apa yang akan dilakukan pemuda tersebut.

Setelah menerima ponsel yang diberikan oleh tuan muda Zarow ia hanya tersenyum & menggelengkan kepalanya, ternyata ponsel yang akan ia buka polanya saat ini bukan ponsel milik tuan muda Zarow, ia juga masih penasaran sebenarnya ponsel milik siapa yang saat ini ia pegang.

" kira-kira bisa gak Sat masuk ke menu tanpa menghilangkan data-data yang ada di dalamnya? " tanya pak Handoko yang mulai membuka suara mewakili tuan muda Zarow yang saat ini hanya diam memperhatikan.

Satria menoleh kearah pak Handoko yang sedang bertanya padanya, perkara mudah baginya untuk membuka pola pada ponsel tersebut tanpa harus menghilangkan data-data yang ada di dalamnya, hanya saja ia berpikir ia juga tak boleh sembarangan membuka kunci layar ponsel orang lain yang tak jelas asal usulnya.

" bisa pak, tapi mohon maaf sebelum saya buka, saya mohon ijin dulu kejelasannya ini ponsel siapa? " tanyanya terus terang.

Zarow menatap kearah Satria sambil menggelengkan kepalanya merasa pertanyaan satria sangat mengganggu privasinya, meskipun begitu ia tetap harus tau apa isi dari ponsel milik Pelangi.

" itu hp calon istri gue, jadi gue pingin liat apa isi hpnya " jawab Zarow sekenanya.

Satria terkejut mendengar jawaban dari Zarow, tanpa menunggu lama ia mulai mengutak-ngatik ponsel tersebut agar polanya segera bisa di buka & ia bisa segera pulang tanpa terkena sedikit masalah oleh tuan muda Zarow.

Setelah beberapa menit akhirnya pola ponsel tersebut terbuka juga, saat pola ponsel tersebut terbuka terlihat foto seorang gadis muda berjilbab yang jadi wallpaper di menunya, ia cukup terkejut karena gadis tersebut adalah gadis yang sangat ia kenal.

Melihat foto yang berada di ponsel tersebut Satria yakin jika ponsel tersebut milik Pelangi yang tak lain adalah mantan pacaranya beberapa tahun lalu sebelum akhirnya Pelangi berhijrah & tak pernah lagi mau berpacaran.

Sampai saat ini ia tak pernah lagi bertemu dengan Pelangi, kabar terakhir yang ia dengar beberapa tahun belakangan Pelangi telah tergabung menjadi Satuan Polisi Pamong Praja.

Satria benar-benar tak menyangka lama tak mendengar kabar Pelangi, justru saat ini gadis yang pernah ia cinta telah menjadi calon istri seorang konglomerat terkaya di kotanya.

" em ini pak sudah bisa di buka " Satria menyerahkan ponsel tersebut kepada tuan muda Zarow.

Zarow menerima ponsel tersebut kembali, ia mulai mengutak-ngatik ponsel milik pelangi, dilihatnya satu persatu pesan masuk dari Aldo serta pesan masuk dari Doni & beberapa pesan masuk lainnya.

" ternyata gak ada yang spesial di hpnya, cuma pesan-pesan perhatian biasa " kata Zarow dalam hati.

Setelah puas dengan ponsel milik pelangi ia berpikir jika lebih baik ponsel milik Pelangi di reset ulang agar semua nomer yang ada di ponselnya akan hilang & ponsel tersebut kembali seperti pengaturan awal kembali.

" tolong di reset aja hp ini " kata Zarow memberikan ponsel itu kembali, " oh iya, lo bisa bikin hp itu tersambung sama hp gue gak? " tanyanya lagi.

" maksudnya? " tanya Satria

" gue cuman pengen tau siapa-siapa yang nelpon atau kirim pesan ke hp calon istri gue aja sih sebenernya " jawab Zarow berbohong.

Satria hanya menganggukkan kepalanya, ia berpikir jika Zarow tak mengenal baik bagaimana Pelangi, gadis yang pernah menemani hari-harinya tersebut adalah tipe gadis yang setia.

" oh maksudnya pak Zarow pingin nyadap hp ini? " kata Satria sambil menunjukan ponsel milik Pelangi.

Zarow hanya mengangguk, ia ingin tahu siapa saja kah yang berhubungan baik dengan Pelangi lewat ponselnya, ia tak akan membiarkan siapapun bisa mendekati Pelangi selain dirinya.

1
Jumadin Adin
ku pikir sdh end krn lama pake banget
Wahyu Dili P. Purniyawati
Luar biasa
Miranda Diponegoro
tolong lanjut donl
Miranda Diponegoro
lanjut
Nuranie Bageur
lankiut
Nuranie Bageur
lanjuut
Nuranie Bageur
menarik bagusss lanjuuuut upnya yng banyak
Nuranie Bageur
lanjuut
Yaris
ya Allah akhirnya ada lanjutanya kirai dah nggak lanjut
othor boleh nanya gak sihh... othor orang kalimantan ya?
maaf ya thor bukan nya sok sok an gitu.. tapi lebih baik kalau nya yg muda itu gak usah pake bahasa elu gue ke yang lebih tua.. ya gak nape² juga sih ya pake elu gue.. tapi rasa gimana gitu ya.. maaf ya thorrrr maafffff🙏🙏
langsung ke inget si rumana ehhhh.. kalo gitu visual zarow nya bang roby aja dehh (tukang bubur naik haji) 😅
Irni Yusnita
bagus 👍
Syahrizal Bento
m
Hartini Bayu Pratama
lanjut thor
Hartini Bayu Pratama
Luar biasa
✨Nak Rank Malayu✨
tetap semangat kak,d tunggu kelanjutannya💪🏻💪🏻
Adriana Gitsa
tetap semangat nulis ya Thor 💪🤗
Dwi Purwati
lanjut kak....
Asyatun 1
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!