Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Meysi yang tidak tauh malu.
“Ini vila megah! Tuan Kevin Sanjaya adalah pemilik vila megah itu!”
Seluruh tim penjualan langsung gempar!
Para eksekutif senior bagian penjualan serta manajer umum wanita yang masih muda berhamburan keluar dari kantor mereka.
Semua ini terjadi karena status luar biasa vila megah tersebut!
Vila-vila di Perusahaan Properti Gunung Tianlu melambangkan kesuksesan dan prestise. Bukan sembarang orang mampu membelinya. Setiap vila biasa saja sudah bernilai miliaran!
Sedangkan vila megah, adalah mahkota dari seluruh kompleks. Dan memiliki harga fantastis, ratusan miliaran!
Jika beberapa Miliar diibaratkan sebagai sebuah bukit kecil, maka ratusan miliar adalah gunung raksasa!
Lebih dari itu, vila megah tersebut baru saja dilelang beberapa hari lalu. Biasanya, proses pengurusan sertifikat membutuhkan waktu setidaknya setengah bulan. Namun sekarang, Kevin Sanjaya sudah menggenggamnya di tangannya!
Apa artinya ini?
Artinya, Kevin Sanjaya bukan hanya kaya, tetapi juga memiliki koneksi yang sangat kuat!
“Cepat! Dia adalah tamu VIP tertinggi kita!”
Manajer umum wanita muda itu begitu bersemangat hingga langsung memberi perintah sendiri.
“Segera siapkan teh untuk Tuan Kevin Sanjaya, dan bawakan pendingin udara portabel!”
Para sales wanita yang cantik-cantik sama sekali tidak memedulikan Meysi dan Stevanus beserta rombongannya.
Mereka semua mengerubungi Kevin Sanjaya, masing-masing berusaha meninggalkan kesan terbaik!
Jika Kevin Sanjaya menyukai salah satu dari mereka, maka hidup wanita itu akan langsung mencapai puncaknya!
Bahkan jika tidak menikah, hanya menjadi pacarnya saja sudah seperti mimpi!
Pria tampan yang sanggup menghabiskan ratusan miliar untuk vila dan mengendarai Bugatti bernilai miliaran jelas bukan tipe orang yang pelit!
Mustahil!
“Tuan Kevin, Anda benar-benar rendah hati. Bolehkah kita saling bertukar Whatsapp?” ujar seorang sales wanita sambil tersenyum manis dan sedikit membungkuk.
“Kak Kev, kapan Anda senggang? Aku ingin mengajakmu makan malam,” sahut yang lain, sengaja mengangkat sedikit roknya hingga stokingnya terlihat.
“Tuan Kevin, saya ingin menjadi tangan kanan Anda!” seru beberapa sales pria, tidak mau kalah heboh.
Dalam sekejap, seluruh perhatian tertuju pada Kevin Sanjaya.
“Aku benar-benar bisa merasakan kehangatan sambutan kalian,” ujar Kevin sambil tersenyum lebar, membuat pipi para sales wanita memerah.
Sementara itu, Meysi dan Stevanus yang menyaksikan semua ini tampak pucat pasi.
“Meysi, Stevanus, kenapa tiba-tiba kalian diam?”
Dikelilingi manajer dan para sales cantik, Kevin dengan santai menandatangani bukti serah terima.
“Siapa tadi yang bilang aku ini orang miskin?”
Tawa langsung menggema di seluruh ruangan.
Jika Kevin Sanjaya dianggap miskin, maka semua orang di tempat itu pantas mengemis di jalanan!
Dan Meysi beserta rombongannya?
Mereka bahkan lebih menyedihkan lagi!
Wajah mereka langsung memerah karena malu.
Meysi khususnya bukan hanya dipermalukan, tetapi juga diliputi penyesalan mendalam.
Seharusnya, semua yang dimiliki Kevin Sanjaya sekarang… bisa menjadi miliknya!
Namun kini, ia hanya bisa menonton Kevin menikmati hidupnya yang bebas dan penuh kemewahan.
“Kita pergi saja!” ujar Stevanus dengan wajah kelam, merasa benar-benar kehilangan harga diri.
“Kita tidak bisa pergi!”
Meysi tiba-tiba mengangkat kepalanya, lalu menatap Kevin Sanjaya dengan tatapan tajam.
“Kevin Sanjaya! Aku sudah bersamamu lebih dari setengah tahun. Kamu telah menyia-nyiakan masa mudaku, dan kamu harus memberi kompensasi!”
Ia menunjuk Bugatti Veyron yang terparkir megah di depan pintu.
“Mobil itu sekarang milikku! Dan aku juga menginginkan setengah dari vila megah yang baru saja kamu beli!”
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁