NovelToon NovelToon
Kontrak Kerja Dengan Mantan

Kontrak Kerja Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Kantor / Pernikahan Kilat / CEO / Nikah Kontrak / Playboy
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ririn tidak menyangka, nasibnya akan seperti ini. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Seluruh kekayaan Orang tuanya di curi Akuntan keluarganya, dan Akuntan itu kabur keluar negri.
Rumahnya di sita karena harus membayar hutang, dan sekarang Ririn harus tinggal di rumah Sahabat Anggie.
Anggie menawarkan pekerjaan kepada Ririn sebagai Disagner di perusahan IT ternama, tanpa Ririn tau ternyata perusahan IT itu milik mantan pacarnya Baskara, yang punya dendam kesumat sama Ririn.
Apa yang akan terjadi dengan Ririn akan kah dia bertahan dengan pekerjaannya karena kebutuhan, Atau kah dia akan menemukan cinta yang lama yang sempat terputus karena salah paham

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Ada Yang Berubah

Tidak banyak yang berubah setelah kemarin mereka menikah, tidak ada bulan madu, tidak ada cuti panjang.

Pekerjaan tetap menumpuk, rapat tetap berjalan, dan Baskara seperti yang sudah-sudah masih saja gila kerja.

Pagi itu Ririn sedang fokus di depan layar komputernya ketika Dewi tiba-tiba menyandarkan tubuh di sisi mejanya.

“Rin,” panggil Dewi dengan senyum usil.

“Gimana tadi malam?”

Ririn tersentak tangannya yang sedang mengetik langsung berhenti.

“Kak Dewi,” Ririn menarik napas, wajahnya sedikit menegang Ririn menggeleng pelan.

“Eh, Kita pulang ke Apartemen masing-masing tadi malam,”

Dewi membelalakkan mata menatap Ririn tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.

“Hah? Kalian belum?”

Dewi menggantungkan kalimatnya, lalu mendecak pelan. “Ya ampun.”

“Aku langsung tidur, Kak,” jawab Ririn jujur. “Dia juga kayanya kecapekan.”

“Lho, emangnya kalian nggak ambil cuti?”

Ririn kembali menggeleng, kali ini dengan senyum tipis yang terasa pasrah.

“Katanya lagi banyak kerjaan.”

Dewi menghela napas panjang, lalu menatap Ririn dari atas ke bawah.

“Rin, kalau bos kamu dingin, kamu aja yang maju.”

“Hah? Apaan sih, Kak Dewi,” protes Ririn refleks.

Dewi terkekeh.

“Coba bayangin deh, Badannya bagus, mukanya cakep ganteng begitu.”

“Kak!” wajah Ririn langsung memerah.

“Emang kamu nggak kepengen?”

Nada Dewi sengaja dipelankan, makin menggoda.

“Kak Dewi,” Ririn menunduk, salah tingkah.

“Serius ya,” lanjut Dewi. “Yang naksir bos itu banyak. Kamu ingat gadis, nomor satu, dua, tiga mereka berani gas bahkan di ruang kerja bos,”

“KAK DEWI!”

Wajah Ririn benar-benar merah sekarang Dewi tertawa puas.

“Ini yang udah sah malah pasif banget.”

Ririn terdiam beberapa detik.

“Aku, aku nggak tau harus ngapain.”

Dewi menepuk pundaknya pelan.

“Rin, yang mau sama Baskara itu banyak. Jangan kelamaan bingung.”

Ucapan itu menancap di kepala Ririn,.dia teringat sekilas perempuan-perempuan cantik, percaya diri, dengan tubuh menarik yang sering muncul di sekitar Baskara.

Ririn cepat-cepat menggeleng, seolah menolak pikiran itu, tak lama, Dewi kembali ke mejanya tapi pikiran Ririn terlanjur terusik.

Malam itu mereka pulang bersama, seperti hari-hari sebelum menikah tidak ada perubahan mencolok.

“Kita makan di restoran biasa ya, Rin,” kata Baskara sambil menyetir, Ririn menatapnya sekilas.

Kenapa rasanya nggak ada yang berubah bahkan panggilan itu pun masih sama.

“Oh, baik Pak,” jawab Ririn spontan.

Kini giliran Baskara yang melirik, dia sedikit terkejut ternyata Ririn masih bersikap formal masih menganggapnya atasan.

“Hm,” Baskara berdehem pelan.

Sepanjang makan malam, suasana terasa aneh. Setelah menikah, mereka justru terasa lebih canggung dari sebelumnya.

Beberapa saat kemudian, Baskara membuka suara.

“Rin, kapan mau pindahin barang-barang kamu?”

Ririn terdiam sejenak memikirkan pertanyaan Baskara.

“Secepatnya, Pak,” jawab Ririn. “Tapi kayaknya nggak bisa semua.”

“Kenapa? Barang kamu juga nggak banyak, kan?”

Ririn meringis kecil.

“Ehm, lemari Bapak aja udah penuh.”

Baskara terdiam, memikirkan hal sesederhana itu dengan sangat serius.

Faktanya, bahkan di malam pernikahan mereka pun, masing-masing tetap tidur di apartemen sendiri.

Mobil berhenti, Baskara mematikan mesin, lalu berkata santai,

“Kamu tidur di apartemen saya ya.”

Ririn tersedak dia menahan nafasnya sejenak, jantungnya langsung berdetak lebih cepat.

“Bagaimana, Pak?” Ririn tampak gugup menanyakan ulang maksud dari ucapan Baskara.

“Kamu tidur di apartemen saya.”

Ririn menelan ludah.

“Pak,”

“Nggak usah sok kaget,” potong Baskara. “Kita pernah tidur bersama sebelumnya.”

“Eh, Pak, hati-hati,” Ririn buru-buru membela diri.

“Waktu itu kita nggak ngapa-ngapain.”

“Ya, apa bedanya?”

“Bedanya jelas,” sahut Ririn cepat.

“Waktu itu Bapak yang mohon-mohon supaya saya nggak pulang.”

Baskara melirik, sudut bibirnya terangkat.

“Tapi kamu nurut.”

“Ya karena,”

Baskara tersenyum kecil, menatap Ririn lebih lama.

“Rin, kita udah nikah. Kamu itu sekarang milik saya.”

“Iya, juga sih,” jawab Ririn refleks.

Kening Baskara berkerut.

“Sampai kapan kamu mau seformal ini sama saya?”

“Hah?” Ririn terkejut dia menunduk, jari-jarinya saling meremas.

“Maaf, Pak kebiasaan,"

“Kamu bisa panggil saya Mas,” lanjut Baskara, nadanya kini lebih ringan.

“Atau Sayang. Atau suami ku, tinggal pilih.”

Baskara berdehem, menunggu.

Ririn terdiam beberapa detik.

“Saya, masih bingung, Pak.”

“Pak lagi.”

“Eh…” Ririn menarik napas.

“Sayang…”

Baskara tersenyum kecil, lalu memalingkan wajah, mencoba terlihat biasa saja meski jelas senang.

“Tapi di kantor,” tambah Ririn cepat, “saya tetap panggil Bapak ya.”

“Iya, Sayang,” jawab Baskara santai. “Terserah kamu.”

Ririn tersipu panggilan itu masih terasa asing terdengar aneh, canggung tapi entah kenapa, membuat mereka tersipu.

Dan untuk pertama kalinya sejak menikah, ada sesuatu yang benar-benar terasa berubah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!