NovelToon NovelToon
Milik Sang Ketos Dingin

Milik Sang Ketos Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: kasychan_A.S

Bagi Aluna, Arlan adalah musibah berjalan. Ketua OSIS yang kaku, sok suci, dan hobi memberinya hukuman hanya karena masalah sepele.

​Aluna bersumpah tidak akan pernah mau berurusan dengan cowok itu seumur hidupnya. Namun, takdir punya selera humor yang buruk.

​Hanya karena gerendel pintu toilet sekolah yang macet dan sebuah aksi penyelamatan yang salah waktu, Aluna dan Arlan terjebak dalam satu bilik yang sama selama tiga puluh menit. Sialnya, mereka tidak ditemukan oleh teman-temannya, melainkan oleh Bu Lastri guru BK paling kejam seantero sekolah.

​Tuduhan melakukan hal tidak pantas langsung meledak. Penjelasan mereka dianggap bualan. Dan yang lebih gila lagi, kedua orang tua mereka yang ternyata sahabat lama memutuskan bahwa satu-satunya cara menutupi skandal ini adalah dengan pernikahan.

follow IG author:qilla_kasychan
semoga kalian suka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasychan_A.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Di stan batagor, Aluna masih ngedumel sambil menusuk batagornya sadis seolah-olah itu adalah pipi Arlan.

​"Al, pelan-pelan makannya. Batagornya nggak salah apa-apa, jangan disiksa gitu," tegur Sesya sambil menyeruput es jeruknya.

"Gue kesel, Sya! Lo liat nggak tadi? Dia ngelewatin gue kayak gue ini setan penunggu kantin! Padahal tadi pagi dia baru aja..." Aluna hampir keceplosan soal insiden jambret, tapi dia buru-buru menutup mulut. Gengsi dong kalau ketahuan ditolongin si Robot.

​"Baru aja apa? Cieee, ada rahasia ya?" goda Belva sambil menaik-turunkan alisnya.

​"Kepo! Udah ah, gue mau balik kelas. Mood gue beneran rusak!"

​Pas Aluna mau berdiri, tiba-tiba Barra lewat di belakangnya sambil bawa dua mangkuk mi ayam. Karena disenggol anak kelas sepuluh yang lari-larian, kuah mi ayamnya hampir tumpah ke arah Aluna.

​"Woi, Robot KW! Hati-hati dong!" teriak Aluna refleks.

​Barra berhenti, menatap Aluna dengan tampang watados (wajah tanpa dosa). "Eits, santai neng geulis. Lagian manggil gue Robot KW, emang Robot aslinya siapa? Arlan? Berarti gue lebih keren dong, ada embel-embel KW Super."

​"KW busuk!" balas Aluna pedas.

​"Galak amat. Pantesan Arlan betah ngasih lo hukuman, hobi lo mancing emosi sih," Barra terkekeh, lalu melengos pergi bergabung ke meja Arlan.

Setelah perdebatan batagor di kantin, Aluna kembali ke kelas dengan langkah gontai. Pelajaran kedua adalah Sejarah musuh terbesar Aluna selain Arlan. Suara Pak Bambang yang mendayu-dayu menjelaskan perang dunia terdengar seperti lagu pengantar tidur.

​"Sya... pinjem bahu dong. Gue udah nggak kuat," bisik Aluna sambil menyandarkan kepalanya ke meja.

​"Jangan tidur, Al! Pak Bambang lagi liatin ke arah sini!" Sesya menyikut lengan Aluna pelan.

​"Bodo amat... gue mimpiin si Robot diculik alien aja rasanya lebih seru daripada dengerin tahun-tahun perang ini," gumam Aluna dengan mata yang sudah setengah tertutup.

Pelajaran Sejarah masih berlangsung. Aluna sudah pasrah, kepalanya tertelungkup di atas meja, mencoba mencari posisi nyaman biar nggak ketahuan Pak Bambang.

​Tok tok tok.

​Pintu terbuka. Arlan masuk dengan langkah tenang. Nggak ada tatapan meremehkan, nggak ada drama pulpen jatuh. Dia cuma berjalan ke meja guru, menyerahkan map berisi agenda OSIS.

​"Ini surat untuk kegiatan minggu depan, Pak," ucap Arlan dengan nada bicara yang sopan namun formal.

​Begitu selesai, dia berbalik untuk keluar. Saat melewati meja Aluna, langkahnya berhenti sejenak. Arlan cuma melirik sekilas ke arah Aluna yang lagi pura-pura tidur, lalu dia mengetuk meja Aluna pelan hanya dua kali tanpa suara.

Setelah itu, dia jalan terus keluar kelas. Aluna cuma bisa bengong. "Dih, apa sih? Sok peduli banget," gumam Aluna pelan, tapi jantungnya sempat telolet dikit gara-gara dikagetin tiba-tiba.

Kring-kring-kring

Akhirnya bel pulang berbunyi, Aluna langsung berlari menuju parkiran sekolah tepat dimana motornya maticnya di parkir.

Di rumah Aluna

Sesampainya di rumah, Aluna langsung memarkirkan motornya, dan langsung masuk ke dalam.

"Princes pulang" teriak Aluna yang membuat ruangan itu bergeming.Aluna langsung melempar tasnya ke atas sofa tanpa peduli kalau letaknya jadi berantakan.

​Kepalanya benar-benar terasa mutar sekarang. Kombinasi antara cuaca panas, suara Pak Bambang yang mendayu-dayu, dan gangguan dari si Robot Arlan sukses membuat energi Aluna berada di titik nol.

​"Aluna! Suara kamu itu kayak toa masjid, ya! Kebiasaan!" seru Mama dari arah dapur sambil membawa spatula. Mama menghampiri Aluna, menatap putrinya itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Cepat mandi, terus dandan yang cantik. Inget kan? Jam tujuh kita berangkat makan malam sama sahabat Papa."

Aluna mengerang frustrasi, ia langsung menenggelamkan wajahnya di bantal sofa. "Aduh, Ma... Aluna pusing banget. Beneran deh, kayaknya Aluna kena gejala kurang piknik stadium lanjut. Bisa nggak sih makan malamnya dibatalkan aja?"

​"Nggak ada tapi-tapian, Al. Papa kamu sudah pesan tempat. Ini acara penting, jangan bikin Papa malu di depan sahabatnya," sahut Mama tak acuh sambil kembali ke dapur untuk menyelesaikan urusannya.

​Aluna memutar bola matanya jengah. Sahabat Papa? Palingan anaknya kaku kayak kanebo kering, batinnya dongkol. Dengan langkah gontai dan kepala yang terasa semakin berdenyut, ia naik ke lantai dua.

​Di dalam kamarnya, sebuah dress berwarna soft pink sudah tergeletak rapi di atas kasur hasil pilihan Mama yang sebenarnya bukan selera Aluna banget. Aluna menatap dress itu dengan tatapan musuh bebuyutan. Baru saja ia hendak melepas seragamnya, rasa pening di kepalanya mendadak semakin menjadi-jadi. Pandangannya agak berkunang-kunang, dan suhu tubuhnya mulai terasa naik.

​"Aduh, kok... beneran pusing ya?" gumam Aluna sambil memegangi kepalanya yang terasa berputar. Ia mencoba duduk di pinggir kasur, tapi badannya terasa lemas sekali. Sepertinya efek kejar-kejaran dengan jambret tadi pagi dan stres di sekolah benar-benar menagih haknya sekarang.

Sementara itu, di sebuah kafe bernama The Last Bean...

​Arlan baru saja sampai dengan motor Ninjanya. Ia tidak langsung pulang karena mendapat pesan darurat dari grup karyawan kafenya. Begitu masuk ke area dapur kafe, ia langsung disambut oleh Doni, salah satu barista senior di sana, yang tampak sangat panik.

​"Mas Arlan! Untung Mas cepet dateng! Ini pipa air di dapur bocor parah, rembesannya udah hampir kena panel listrik mesin kopi utama. Kalau nggak dibenerin sore ini, kabel-kabelnya bisa korslet total!" seru Doni sambil sibuk menyeka lantai yang banjir.

​Arlan menghela napas panjang, ia melepas jas sekolahnya dan menggulung lengan kemeja putihnya hingga siku. "Udah panggil teknisi?"

​"Udah, Mas, tapi baru bisa dateng dua jam lagi. Saya takut airnya makin meluap ke ruang depan," jelas Doni dengan nada cemas.

Arlan melirik ponselnya yang bergetar di atas meja bar. Nama Ayah tertera di sana. Ia tahu pasti ini soal makan malam yang dibicarakan tadi pagi. Tatapan Arlan beralih ke genangan air di kafenya, lalu ia mematikan ponselnya tanpa ragu.

​"Biar saya yang cek panelnya dulu," gumam Arlan datar. Ia lebih memilih berkutat dengan kunci inggris dan pipa bocor daripada harus duduk formal menggunakan kemeja batik demi menemui anak sahabat ayahnya yang sama sekali tidak ia kenal.

1
Suo
CIEEE KEINGAT ALUNAA/Grin/
Suo
Fix Aluna sih
Kim Umai
sehabis acara, datang lah pegal² 🤣
Ria Irawati
nanggung lun.. gk usah pulang sampai besok 🤭
Panda%Sya🐼
Aduh-aduh dingin-dingin ternyata peduli ya 🤭🤏
j_ryuka
lalat aja kepeleset apalagi hatinya kakak😭
j_ryuka
gue Tabok juga mulut Lo
Blueberry Solenne
Wkwkwk gila aja ngepel lg. 4. mau sekolah apa jadi OB di suruh ngepel mulu
Blueberry Solenne
Uhuk uhuk cie cie ada yang lagi sating tuhhh, udah pacaran aja kalian
pojok_kulon
Apa sekolahnya akan fokus, apa mereka nggak takut anaknya jadi nggak semangat untuk sekolah laki
pojok_kulon
wah jangan jangan Arlan tuh
Kim Umai
ada aja gebrakan nya tiap hari 🤣
Blueberry Solenne
asiik, serahkan smuanya sama Arkan ketimbang kecoa doang wkwkwk
Blueberry Solenne: Arlan, typo😭😭😭
total 1 replies
Blueberry Solenne
Ett dah udah kek bocil, eh emang bocil ya🤭
Suo
wahh jadi aluna berharap nya lain nih/CoolGuy/
Panda%Sya🐼
Enggak usah marah. Toh si Arlan bukan pacar kamu /Facepalm/
j_ryuka
akhirnya cieeee cieeeee
j_ryuka
hey awas aja kau lyra
Hafidz Nellvers
edyan bisa sama gitu 😱
Hafidz Nellvers
keren orang tuanya 🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!