NovelToon NovelToon
Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arum Mustika Ratu menikah bukan karena cinta, melainkan demi melunasi hutang budi.
Reghan Argantara, pewaris kaya yang dulu sempurna, kini duduk di kursi roda dan dicap impoten setelah kecelakaan. Baginya, Arum hanyalah wanita yang menjual diri demi uang. Bagi Arum, pernikahan ini adalah jalan untuk menebus masa lalu.

Reghan punya masa lalu yang buruk tentang cinta, akankah, dia bisa bertahan bersama Arum untuk menemukan cinta yang baru? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08. Semua orang punya tujuan masing masing

Sore itu, langit Surabaya mulai berubah jingga keemasan. Bayangan panjang pepohonan jatuh di halaman belakang rumah keluarga Argantara, tempat taman mawar putih tumbuh subur di antara batu bata dan jalur setapak yang berliku.

Taman itu dulunya dirancang khusus oleh Reghan sendiri, tempat yang dulu ia rawat bersama Alena, sebelum semuanya hancur. Setelah kecelakaan itu, tak ada seorang pun yang diizinkan menyentuhnya lagi. Namun sore ini, taman yang biasanya sunyi menjadi saksi amarah yang mendidih.

Alena baru saja melangkah keluar dari ruang tamu ketika sebuah tangan kuat menariknya kasar dari belakang. Tubuhnya terhuyung, hampir kehilangan keseimbangan sebelum diseret ke arah taman yang sepi itu.

“Elion!” serunya tertahan, suaranya bergetar di antara terkejut dan takut. “Lepas! Apa yang kau...”

“Diam!” bentak Elion, suaranya berat dan tajam. Tatapannya menyala seperti bara yang tak bisa padam. Dia terus menyeret Alena hingga ke tengah taman, di mana mawar-mawar putih hampir layu diterpa angin sore. Jemarinya mencengkeram lengan Alena begitu kuat hingga kulit wanita itu memucat.

“Apa kau pikir aku tidak melihat bagaimana kau menatapnya?” desis Elion, napasnya berat. “Kau pikir aku buta, Alena?”

Wajah Alena menegang. “Kau salah paham, aku hanya...”

“Cukup!” potong Elion, suaranya menggelegar di antara desiran angin. “Aku tahu cara kau memandang, Reghan!” katanya penuh amarah, matanya membara. “Dia lumpuh, Alena! Dia bahkan tak bisa menyentuhmu lagi ... tapi kau masih berani menatapnya seperti itu? Kau berharap dia akan bergairah? Itu tidak akan pernah terjadi lagi, Alena!”

Cengkramannya semakin keras, membuat Alena meringis.

“Elion, sakit ... lepaskan!” suaranya pecah, tapi Elion tidak peduli. Ia menatapnya lama, seolah ingin membakar wajah wanita itu dengan pandangan matanya sendiri.

“Kau main-main denganku, ya?” gumamnya, rendah tapi tajam seperti pisau yang menempel di kulit. “Kau pikir aku ini sekadar pengganti? Kau lupa siapa yang memberimu tempat di rumah ini? Aku bisa membuatmu menyesal jika terus mempermainkan aku, Alena.”

Alena menggigit bibirnya, menahan sakit dan harga diri yang tercabik. Dengan sisa tenaga, ia menghempas tangan Elion dari lengannya, membuat pria itu mundur satu langkah.

“Jangan sentuh aku seperti itu lagi,” katanya dingin, napasnya memburu. “Aku tidak main-main, Elion. Tapi jika kau terus memperlakukanku seperti sampah, mungkin aku akan benar-benar kembali pada Reghan.”

Tatapan Elion menajam. Ada kebencian dan ketakutan di sana, takut kehilangan, tapi juga takut kalah dari bayangan abadi bernama Reghan Argantara. Dia menatap mawar putih di belakang Alena, mawar yang tampak seolah menyaksikan pertengkaran itu dengan diam yang mengancam.

“Kau berani mengulang masa lalu itu, Alena?”

“Tidak,” jawab Alena lirih, matanya menatap lurus ke mata Elion. “Tapi mungkin masa lalu itu belum benar-benar selesai.”

Udara di antara mereka membeku. Elion mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, namun sebelum kata berikutnya terucap, langkah pelayan terdengar mendekat dari arah rumah.

“Tuan Elion, Tuan Argantara memanggil Anda ke ruang kerja,” ucap pelayan itu hati-hati, menunduk dalam. Elion menatap Alena sekali lagi, tatapan tajam, menyimpan ancaman tanpa kata.

“Jangan coba-coba ulangi itu lagi,” desisnya pelan, sebelum melangkah pergi meninggalkan taman. Alena berdiri mematung di antara hamparan mawar putih yang bergoyang diterpa angin. Sinar mataharinya yang terakhir menyoroti wajahnya yang memucat. Ia menatap bunga-bunga itu dalam diam, lalu tersenyum samar, getir, dan penuh rahasia.

Saat malam tiba, suasana di rumah besar keluarga Argantara terasa dingin dan sunyi. Lampu-lampu di koridor meredup, menyisakan bayangan panjang di sepanjang dinding marmer yang dingin. Hanya cahaya samar dari kamar Reghan yang masih menyala. Alena berdiri di depan pintu kamar itu, mengetuk perlahan.

“Reghan … aku masuk, ya.”

Tak ada jawaban, hanya bunyi lembut alat pernapasan otomatis dan deru napas berat dari dalam. Dia membuka pintu pelan, aroma obat dan balsem khas fisioterapi memenuhi ruangan itu. Di meja kerja, Reghan duduk di kursi rodanya, matanya menatap kosong ke arah jendela terbuka, tempat angin malam berembus membawa hawa lembap hujan sore tadi.

“Aku bawa sop ayam dari Tante Maya,” ucap Alena lirih sambil berjalan pelan mendekat. “Katanya, ini buatan khusus … untuk bantu pemulihanmu.”

Reghan hanya menoleh sekilas, tanpa ekspresi. “Aku tidak lapar.”

Nada suaranya datar, tapi tegas. Namun, Alena tetap melangkah, meletakkan mangkuk sop itu di atas meja kecil di sampingnya. “Reghan, tolong makan sedikit saja,” katanya, suaranya lembut, hampir seperti berbisik. “Kalau kamu tidak mau demi dirimu, makanlah … demi orang-orang yang masih peduli.”

Reghan menatapnya lama, pandangan itu tajam, tapi lelah.

“Orang-orang yang peduli?” gumamnya, dingin. “Lucu, mereka baru peduli setelah aku tidak bisa berjalan.”

Alena menelan ludah, matanya berkaca. “Aku … aku tidak tahu semua ini akan terjadi, Reghan.”

“Tidak tahu?” Reghan mendengus pelan, menunduk menatap sop yang masih mengepul. “Atau pura-pura tidak tahu?”

Sunyi beberapa detik. Lalu, tanpa berkata lagi, ia mengambil sendok itu dan mulai makan perlahan, sendok demi sendok, dengan wajah datar. Alena menatapnya, seolah ingin menebus dosa masa lalu yang bahkan tak bisa dihapus dengan permintaan maaf. Tepat saat itu, pintu kamar terbuka sedikit.

Arum berdiri di sana. Di tangannya, sebuah nampan dengan mangkuk sop yang sama. Uapnya masih hangat, namun langkahnya terhenti begitu melihat Alena berdiri di dekat Reghan, dan pria itu memakan sop dari tangan Alena tanpa keberatan sedikit pun.

Dada Arum terasa sesak. Ia menggenggam nampan itu kuat-kuat, ujung logamnya bergetar di jari-jarinya. Ia menatap sebentar ke arah Reghan, lalu menunduk, melangkah mundur perlahan tanpa suara.

Di koridor gelap itu, Maya berdiri tak jauh dari pintu kamar, menyaksikan semuanya dari balik dinding. Senyum miring perlahan merekah di bibirnya. Tatapan matanya menyala licik.

“Bagus…” gumamnya pelan. “Biarkan semuanya berjalan seperti ini.”

Dia tahu Arum adalah ancaman. Gadis itu punya sesuatu yang bisa membuat Reghan berubah. Dan Maya tidak akan membiarkan itu terjadi. Jika Arum harus tersingkir dari rumah ini maka malam ini adalah awal dari rencana panjangnya.

1
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Hallo kakak2 , mampir juga ya di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Hai kakak2 , jangan lupa mampir di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Mamah Dini11
bkn nya si wiratma ayahnya si reghan
Mamah Dini11
iya jdi alur itu2 aja tntang hati. si atum, apa kbr dgn kehidupan si maya skarang wanita serakah itu apa udh bertobat
Mamah Dini11
kalau arum lama membuka hatinya ,dn banyak takut ,gk akan selesai2 ceritanya.
Mamah Dini11
betul kak aku setuju 👍 author terlalu melindungi orang2 gk waras itu, dn sampai detik ini juga tak ter bongkar ke salahan si licik alena ,dia hidupnya aman2 aja , gk adil sebnarnya buat arum
Mamah Dini11
takut nya mlh ada kekacauan oma nanti ada banyak biang kerok di sana moga aja aman2 saja ,tdk ada untuk arum berpikir terus , gk selesai2 nanti banyak mikir mh, kadang suka bosan yg baca juga , maaf ya rum,,, emang iya 🤭😄😄😄😄
Mamah Dini11
sampai kapan rum hatimu terbuka lebar dn menerima takdirmu kembali , jgn sia2 kan lbh lama lagi ke hangatan itu kmu terlalu lelap tdrny dn banyak mikirnya ,kalau berpikir dn berandai2 terus kapan bahagianya , dn oma hartati sebenarnya bersama siapa sekarang
Mamah Dini11
bknnya udh revan juga suka manggil reghan papa , udh di jelasin lgi sm gavin. cu man mungkin blm terbiasa ,jgn cepet tersinggung reghan 3 tahun bkn waktu sebentar , kmu harus lbh mengerti dn tepati semua ucapanmu dan janji2mu kalau semuanya ingin baik2. dn TDK berantakan lgi, semoga hidup kalian damai tenang NYaman dn cepat saling memaafkan .
Mamah Dini11
dasar perempuan murahan blm di beri karma sm author nya Makanya ttep nganggu , kapan thor si alena dapat azabnya kok lama , gk seperti arum lama menderitanya ,nah so Alena kapan gk adil rasanya .
Mamah Dini11
katanya pagi2 tapii berubah jadi angin sore ,, mana yg bener Thor kadang suka lieur
Mamah Dini11
lagian arum blm tentu mau pula ng me RUMAH ITU , RUMAH ITU Saksi terlukanya hat I seorrang arum yg di siksa dgn gk pd pun ya hati , Kalau arum mau blk lgi berrarti luka lama nya pasti kambuh lgi bayangan dia di seret paksa di ikat di Tiang lalu di cambuk tanpa am pun , apakah arum lakan lupa itu semua, ten. tuuu tiiiiidaaaaak
Mamah Dini11
mulai encer otaknya so OMA duly mungkin msh kntal blm mencair
Mamah Dini11
nenek peot itu juga kenapa baru peuduli sekarang , 3 tahun di mana anda NY on ya peot
Mamah Dini11
orang jahat dn licik di piara di mana letaknya kluarga terhormat itu perbuatan si alena saja kalian di biarkan saja sampai saat ini msh aman2 saja tuh manusia busuk mlh bisa hidup mewah bergeling harta , sedangkan yg benar yg baik kalian siksa tanpa peduli semuanya ter masuk si suami dn si peot. hartati yg katanya sayang sm arum , dasar kalian semuanya juga manusia berbulu domba. yg salah dipiara yg benar di biarkan terluka dn terlunta2 bertahun2 .mana ke adilan nya buat arum. gk ada , tapiii ingat karma pasti menjemputmu alena tunggu pd waktunya.
Mamah Dini11
orkay bodoh semua. , reghan juga gk berusaha cari tau kebenaran nya teteo aja diam , ya gk marah gimana si arum yg membuat dia terluka sampai. sekarang hidupnya tenang2 wae su alena yg menjebak arum di biarkan aja begitu nyaman hiupnya , nyaman dari perbuatan liciknya., itu gk adil buat arum. harusnya si alena di masukan ke jeruji besi atau dia harus membayar dgn karmanya
Mamah Dini11
apakah segala ucapanmu. benar tuan reghan , biasanya cuma ucapan di mulut saja kebenaran ny bertolak belakang. semoga yg ini benar2 dari hatimu yg paling dlm. karna iti arum sulit. percaya pdmu
Mamah Dini11
udh biasa di novel mh si pemeran arum di buat ke susahan terus moga cepet nemukan pedonornya.
Mamah Dini11
sudah benar2 menjauh tpiii sepertinya takdir berkata lain, tpii moga aja arum gk pergi ke rumah itu lgi , rumah neraka yg arum hindari , jgn kau injakan kakimu di rumah yg membuat kmu trauma sampai skarang moga ajak ktemu suami plin plan nya di RS aja
Mamah Dini11
perasaan apa2 hjn emang musimhjn ya waktu itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!