Survive Game adalah permainan dimana semua pemain nya harus bertahan hidup hingga dia menjadi orang terakhir, para pemain di bolehkan saling membunuh ataupun kerja sama. Dan siapapun yang berhasil bertahan sampai akhir, akan mendapatkan hadiah berubah hal untuk meminta satu permintaan apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rider1049v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Phase 2.
Di suatu dunia, terlihat seorang laki-laki berambut biru dan memakai jubah putih sedang berdiri menatap ke langit, dari belakang, Sky dan Asaki datang ke arah nya.
"Yo, apa yang kau lakukan?" tanya Sky.
"Aku sedang memikirkan sesuatu." jawab nya. "Bagaimana supaya dunia impian kita bisa tercapai."
Sky memukul pundak nya dengan pelan dan tersenyum bersemangat.
"Kau selalu memikirkan hal yang tidak perlu, sudah kubilang kan? Bahwa aku yang akan menciptakan nya untuk semua orang." kata Sky sambil tersenyum lebar.
Laki-laki itu menatap Sky dan tersenyum lembut.
"Sky, Asaki, menurut kalian apa itu kekuatan?" tanya nya.
Sky dan Asaki berhenti sejenak, sedikit terkejut dengan pertanyaan itu. "Ada apa tiba-tiba? Tidak seperti diri mu yang biasanya." kata Sky.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin tau isi pikiran kalian." jawab laki-laki itu.
Sky menatap ke arah langit, seakan mencari jawaban yang tepat. Asaki yang berdiri diam di sampingnya, hanya tersenyum tipis, matanya menyiratkan pemikiran yang dalam.
"Kekuatan, ya?" gumam Sky pelan sambil menggaruk kepalanya. "Menurutku, kekuatan itu... Kemampuan untuk melindungi orang-orang yang kau cintai. Itu yang paling penting."
Laki-laki itu tersenyum tipis, lalu menatap Asaki. "Bagaimana denganmu, Asaki?"
Asaki menghela napas panjang sebelum menjawab, "Kekuatan? Bagi sebagian orang, kekuatan adalah kemampuan untuk mengendalikan, mempengaruhi, bahkan menghancurkan. Tapi bagiku... Kekuatan adalah kebebasan. Kebebasan untuk memilih jalan hidupmu, tanpa terikat oleh apa pun."
Mendengar jawaban itu, laki-laki tersebut terdiam sejenak, kemudian berbalik menatap lagi langit.
"Kalian memiliki jawaban yang sangat indah," kata laki-laki itu.
"Bagaimana dengan mu, bagi mu apa itu kekuatan?" tanya Sky.
"Bagi ku, kekuatan itu......... Hanyalah sebuah kutukan." jawab laki-laki itu. "Semakin kau kuat maka kau akan semakin di manfaatkan, baik itu oleh orang lain ataupun diri mu sendiri," lanjut nya.
Mereka terdiam tanpa berkata-kata, angin kemudian berhembus kencang.
"........"
Laki-laki itu berbicara tapi karena angin berhembus terlalu kuat, tidak ada yang mendengar kata anak laki-laki itu.
Kembali ke masa ini.
Saat ini Sky, Yintia, Asaki, dan Taro sedang berkumpul di sebuah ruangan yang mirip dengan tempat karokean tapi lebih kecil lagi, Sky dan Yintia duduk berdampingan dan saling membuang muka, sementara Asaki dan Taro duduk berdampingan dan bingung dengan apa yang terjadi.
"Kenapa kau ada disini?" tanya Sky ke Yintia dengan sinis.
"Harusnya itu pertanyaan ku, dasar maniak kekuatan!" balas Yintia.
"Apa yang barusan kau bilang?" tanya Sky dengan kelas.
Mereka berdua saling menatap dengan kesal, Asaki menghela nafas panjang.
"Haaa...... Kalian ini, ini bukan waktunya bermesraan." kata Asaki.
"Kami tidak bermesraan!" teriak mereka berdua secara bersamaan.
"Lihat? Kalian kompak." kata Asaki.
"Kami tidak kompak!" teriak mereka secara bersamaan lagi.
Sky dan Yintia kembali saling menatap dengan kesal, mereka kemudian saling membuang muka.
Di tempat lain, terlihat Amara dan Yuri sedang duduk bersebelahan, di depan mereka ada putri Nocturne dan Chaelye yang juga duduk bersebelahan.
"Biar ku beritahu, aku tidak ada niat berteman ataupun dekat dengan kalian berdua, jadi jangan sok akrab dengan ku." kata Amara dengan tegas.
Yuri menguap dan tidur di paha Amara, Amara terkejut dan membiarkan Yuri tidur di paha nya, putri Nocturne yang mendengar perkataan Amara merasa sedikit kesal.
"Sadari posisi mu gadis kecil, yang ada di hadapan mu saat ini adalah seorang ratu dari Kerajaan, jaga nada bicara mu." balas putri Nocturne dengan tatapan tajam.
Amara tersenyum sombong. "Lalu kenapa?" tanya Amara. "Aku merupakan putri dari raja dan ratu, jadi posisi kita saat ini tidak beda jauh...."
"Kau benar-benar cari gara-gara gadis kecil." kata putri Nocturne.
"Dasar vampire." balas Amara dengan tatapan tajam.
Mereka berdua memancarkan niat membunuh yang kuat, Chaelye duduk dengan gelisah dan ketakutan, bahkan terlihat hampir menangis, karena niat membunuh yang di pancarkan Amara dan putri Nocturne sangat kuat.
"Asaki." gumam Chaelye.
Yuri bangun dan menguap kembali.
"Tenang saja, jika sesuatu yang buruk muncul maka Sela akan menangani nya." kata Yuri.
TV layar lebar di ruangan itu tiba-tiba menyala, hal itu mencarikan suasana menyeramkan di ruangan itu, TV di ruangan Taro dan yang lain juga menyala, Sela muncul seperti biasa.
"Selamat datang para pemain, di phase 2!!!" teriak Sela sambil menggunakan konfeti. "Di phase 2 ini, kalian akan di bawa ke sebuah kota terbengkalai yang sangat besar, dan di sana tugas kalian adalah mengumpulkan medali ini!" Sela menunjukkan sebuah medali kecil berwarna perak kebiruan dengan tulisan CSG di kedua sisi nya. "Cara mendapatkan mendali ini sangat mudah, kalian hanya perlu masuk ke beberapa bangunan dan mengandalkan keberuntungan kalian," kata Sela.
"Cukup mudah." kata Taro.
"Atau.... Kalian bisa merebutnya secara paksa dari orang lain," kata Sela dengan senyuman licik nya.
"Apa maksud nya itu?" tanya putri Nocturne.
"Dengan kata lain, kalian di izinkan untuk saling membunuh satu sama lain." jawab Sela dengan senyuman bersemangat nya.
Semuanya terkejut dengan perkataan Sela, mereka terdiam dan tidak bisa berkata-kata.
"Jika kalian sudah mengumpulkan 5 medali, maka kalian bisa kembali ke tempat ini dan masuk ke phase 3, kalau begitu selamat berjuang."
TV itu mati dan ruangan mereka mulai bergerak secara tiba-tiba, semuanya terkejut saat ruangan mereka mulai bergerak maju dengan tiba-tiba, Yintia ter mundur ke belakang karena tidak siap dan hampir membentur dinding di belakang nya, tapi untung saja Sky menangkapnya, mereka berdua saling bertatap untuk beberapa saat.
Kemudian Yintia memukul wajah Sky dengan kuat, Sky berteriak kesakitan dan terjatuh ke belakang.
"Jangan sentuh aku dasar maniak kekuatan!!" kata Yintia dengan kesal.
"Dasar tidak tau Terima kasih." balas Sky.
Yintia membuang muka nya dengan cemberut, tapi Asaki melihat bahwa telinga Yintia memerah, Asaki hanya tersenyum tipis dan diam.