NovelToon NovelToon
Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rose_Dreamers

Dear Viona,

Terima kasih, karena telah memberikan warna-warni kehidupan disisa waktuku.
Terima kasih, karena telah mencintaiku dengan tulus.
Mencintaimu adalah hal terindah yang pernah kurasakan.
Bersamamu, kurasakan seperti seorang yang paling sempurna. Memiliki segalanya, dirimu dan cintamu.

Berjanjilah, untuk tidak menangisi kepergianku!

Karena aku selalu ada didekatmu, menjagamu, memelukmu, lewat penglihatan yang kutitipkan padamu.

I Love You, Sasha....

Salam,

Galang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Dreamers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

VhieDjar 17

Flashback on

"Kamu dapat kalung ini dari mana?" tanya Fajar padaku.

Aku sengaja menjatuhkan kalung itu di hadapan Fajar saat aku mengambil ponsel dalam tasku.

Aku berpikir sejenak merangkai kata apa agar membuat pria dihadapanku percaya padaku.

"Ini pemberian dari seseorang," aku menjawab pertanyaannya dengan hati-hati. Kemudian aku mengambil kembali kalung itu dari tangannya dan memasukannya kembali kedalam tas.

Aku melihat Fajar terkejut karena melihat kalung miliknya berada padaku.

"Siap yang memberikannya padamu?" ucap Fajar lirih, aku tak tahu kenapa dia tak sebahagia seperti yang ku pikirkan. Harusnya dia bahagia bukan karena sudah menemukan orang yang dicarinya.

"Dari seseorang... Kalung ini sangat berarti bagiku." ucap ku setenang mungkin berharap dia tak curiga padaku.

Aku bisa melihat perubahan ekspresi wajahnya. Dia masih Shok mendengar penjelasan dariku. Fajar menatapku tajam dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Jadi, kamu... Kamu pemilik akun Lovhie?" tanyanya lagi padaku dengan nada berat. Aku menganggukan kepalaku yakin.

"Iya, kok kamu tau?" ucapku pura-pura tidak mengetahui apa pun.

"Aku ini Djar, dan kalung yang ada di kamu itu adalah kalung dariku." ucap Fajar sambil menatapku dengan tatapan yang masih sulit ku artikan.

Tak ada ekspresi bahagia yang ditunjukannya, pemuda itu tetap memperlihatkan wajah datarnya.

"Jadi kamu orang yang selama ini aku cari?" ucapku masih dengan kebohonganku. Fajar hanya mengangguk mengiyakan pertanyaanku.

Aku tau dia masih belum percaya sepenuhnya padaku, tapi setidaknya dia sudah mengetahui bahwa Aku lah orang yang Ia cari. Aku berharap setelah ini Fajar berhenti mendekati Viona.

Hening beberapa saat, tak ada obrolan apapun diantara kami. Dia terus saja menatapku dengan tatapan seolah mencari tau sesuatu dariku.

"Aku tak menyangka kalau kamu yang selama ini ku cari..." ucapku memulai percakapan mencairkan keheningan diantara kami.

"Hemmm," Fajar hanya berdehem saja dengan mata yang tak pernah berhenti menatapku. Entah apa yang sedang pria itu pikirkan.

"Jadi sekarang bagaimana?" ucapku lirih, tentu saja aku masih merasa cemas. Bagaimana tidak, aku tahu dia tak menginginkanku sebelumnya. Aku berharap kalung itu bisa membantuku mendapatkan tempat dihatinya.

"Bagaimana?" cicitnya,

"Bagaimana kelanjutan hubungan kita? Nyatanya perasaan kamu padaku tak sama bukan?" ucapku padanya lirih.

"Iya... Jujur saja aku masih syok dengan kenyataan ini..." ucapnya sama lirih.

Demi apa pun jantungku terasa sesak dan sakit mendengarnya. Aku tahu cinta dan keyakinannya begitu kuat kepada pemilik kalung itu. Tapi aku pun tak bisa begitu saja melepasnya setelah melangkah sejauh ini.

Aku ambil kalung itu dari dalam tas, lalu aku berikan lagi kepadanya.

"Kalung ini milik mu, aku tak bisa menyimpannya lagi..." aku menyerahkan kalung itu padanya, pria itu tak bicara sepatah kata pun padaku. Fajar terus menatap kalung itu ditangannya.

Aku pun pergi meninggalkannya yang masih terdiam menatap kalung bertulisan VhieDjar itu. Aku pergi dengan rasa sesak didadaku, aku berharap setelah ini Fajar akan memutuskan untuk melanjutkan hubungan denganku.

***

"Fajar... Kamu di sini?" ucap Intan saat melihat keberadaan Fajar dirumahnya sedang berbicara dengan orang tuanya.

Intan menundukkan kepalanya, Ia takut kebohongan yang sudah Ia rancang diketahui Fajar secepat ini. Pikirannya merambat kemana-mana.

"Kenapa berdiri saja disana, kamu gak pegel, sayang?" suara Mamanya membuyarkan lamunan Intan.

Perlahan Intan mendekat kearah Fajar, kemudian Ikut bergabung bersama kedua orang tuanya dan juga Fajar.

"Nak Fajar ingin membicarakan sesuatu sama kamu." ucap mamanya Intan seraya mengusap lembut puncak kepala Intan.

Intan membalikan kepalanya menatap Fajar sesaat.

"Ya sudah, Mama sama Papa ke kamar dulu ya. Kalian ngobrol aja berdua..." Mama dan papanya Intan pun pergi meninggalkan putrinya bersama Fajar, memberikan ruang bagi mereka untuk berbicara.

Hening beberapa saat.

"Aku kesini mau minta maaf sama kamu..." Intan mengernyitkan alisnya menatap Fajar sendu.

"Minta maaf untuk apa?" ucap Intan lirih.

Fajar menatap Intan memperlihatkan senyum tulus dibibirnya. Intan terpaku melihat kejadian langka baginya. Gadis itu mengernyitkan alisnya, tak mengerti maksud dari senyum yang diperlihatkan Fajar padanya.

"Maaf karena aku meragukanmu, aku hanya sedikit Shok mengetahui kebenaran ini..." ucap Fajar, Intan tak bergeming mendengar perkataan Fajar. Demi apa pun, Intan merasa bahagia saat ini. Walau kebahagiaan itu harus Ia dapatkan dari sebuah kebohongan, Intan tak peduli lagi.

Intan menatap manik mata Fajar, mencari kebohongan disana. Bersyukur, Intan tak menemukan keraguan dimata Fajar. Perlahan kedua sudut bibir Intan terangkat memperlihatkan sebuah senyuman.

"Kamu mau kan maafin aku?" ucap Fajar beberapa saat kemudian setelah mereka lama saling menatap satu sama lain. Tanpa keraguan Intan mengangguk mengiyakan permintaan maaf Fajar.

Fajar merasa sedikit lega setelah meminta maaf kepada Intan. Hatinya memang belum sepenuhnya percaya dengan semua ini. Namun pikirannya menepis keraguan dalam hatinya.

"Fajar..."

"Bole aku minta sesuatu?" ucap Intan setelah beberapa saat mereka terdiam hanyut dalam pikiran mereka.

Fajar mengernyitkan alisnya menatap Intan, "Apa?" ucapnya lirih.

Intan terdiam beberapa saat menatap Fajar gugup seraya menggigit bibir bawahnya.

"Sekarang kita sudah bertemu..." ucap Intan ragu, Ia menjeda sesaat ucapannya, "Aku mau, mulai sekarang kamu berhenti chat ke aku via email, dan aku mau, kamu jangan buka lagi akun kamu yang sekarang..."

Fajar menatap Intan tak mengerti dengan maksud dari perkataan yang diucapkan Intan baru saja.

Seolah faham dengan tatapan mata Fajar padanya, Intan dengan cepat melanjutkan perkataannya.

"Aku gak suka liat fans kamu banyak, aku cemburu tau..." Intan berpura-pura sedang kesal kepada Fajar.

"Tapikan aku gak pernah balas mereka selama ini..." ucap Fajar masih ingin mempertahankan akun sosial medianya, karena disana banyak menyimpan kenangan tentangnya dan Intan, bukan Intan tapi Viona. Hanya saja saat ini yang Fajar tahu gadis itu adalah Intan.

"Pokoknya kamu gak boleh buka akun kamu lagi mulai sekarang titik." Intan tetap kekeh meminta Fajar agar berhenti membuka akun beserta emailnya. Tentu saja ini semua karena Intan tidak ingin kebohongannya akan terbongkar lebih cepat.

"Iya,, iya... Aku gak akan buka akun dan chat kamu lewat email lagi... Jangan cemberut gitu dong..." ucap Fajar, Ia menepis jauh-jauh keraguan dalam hatinya.

"Janji?" Intan menunjukan jari kelingkingnya didepan Fajar.

"Iya, janji..." ucap Fajar. Ia menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Intan untuk berjanji.

"Makasih..." Intan berhambur kedalam pelukan Fajar. Sementara Fajar Ia merasa ragu untuk membalas pelukan Intan, namun Ia juga tidak bisa menolak dan membiarkan Intan memeluknya.

"Maafin aku sudah bohongin kamu, tapi cuma ini satu-satunya cara agar kamu bisa menerima ku." gumam Intan dalam hatinya.

***

Hai sahabat VhieDjar 😍

Terimakasih sudah mampir dan baca cerita VhieDjar 😍😘

Jangan lupa kasih jejak ya, bantu Vote, Like and Coment 😊

Salam,

VhieDjar 😘😘😘

1
Agna
baru mampir
Nining Msb
pasti Fajar donk
Nining Msb
sedih bgeeet
Nining Msb
kasihan Fajar g prn ngerasain bahagia am Viona
Nining Msb
andaikn it galang pasti langsung nyosor cium bibir
Nining Msb
nyesek bget
Nining Msb
cintax Galang g tulus d brengi dgn nafsu
Nining Msb
kesssssseeeeeelllll.....
Nining Msb
ktax g suka tpi mau aj d cium. kesel ak
Nining Msb
Galang main cium aj deh, bkin kesel aj
Nining Msb
thanks Arka
Jenni Manullang
keren
Fa Rel
biarin salah swndiri fajar bodohhh mending ma galang lah
Fa Rel
rasain lu galang bego sih jd orang
Ervina Sitompul
ga nyambung ni cerita. dari td aku perhatiin ceritanya banyak yg di skip.. 😤
Amanda Amanda
ada lanjutannya GK kalau ada lanjut part 2 🙏 biar seru
Reni Mine
sediiihhh..nangis bombay..😭😭😭😭
Gina Savitri
kayanya sakit jantung galang, klo iya kenapa ngopi kan nggak boleh..
Gina Savitri
Fajar baik galang juga baik
tapi galang sedikit obsesi sama viona alias shasha..bukan karna galang cinta..karna klo dia cinta pasti akan bertanya gimana perasaan wanitanya..bukan dengan egoisnya bilang nggak mau di tinggalin dan nggak membiarkan wanitanya memilih siapa yang sebenarnya ada di hati wanitanya..
Gina Savitri
Rasain tuh intan nanggung malu seumur hidup karna jahat merebut tempat sahabat sendiri dengan sebuah kebohongan 😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!