NovelToon NovelToon
AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Roh Supernatural / Pelakor jahat / Saling selingkuh / Romansa pedesaan
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.

Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).

Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pangggilan

"Ra...ma...," suara panggilan berat dan mendayu kembali terdengar begitu nyaring, lalu memaksa Rama membuka matanya.

Saat ia mengerjap, terlihat suasana begitu sunyi, sepi dan juga hening.

Ia melirik ke arah Misnah yang sedang berbaring dan tertidur dengan pulas, maklum saja, wanita itu baru saja mendonorkan darahnya, dan mengurus semua keperluannya dengan seorang diri, sehingga ia kelelahan.

"Ra...ma," panggilan itu kembali terdengar dengan sangat nyaring, kali ini begitu lembut.

Rama mengerjapkannya sekali lagi, dan terlihat seorang wanita muda yang cantik jelita dengan selendang berwarna merah tergantung dilehernya.

Senyumnya mengembang, dan bibirnya merah merekah terpoles oleh lipstik.

Ia mengulurkan tangannya, dan perlahan suara tabuhan gamelan terdengar riuh dengan alunan yang begitu merdu.

Rama seperti terpanggil. Ia beranjak bangkit dari tidurnya, lalu menyambut tangan sang wanita, dan turun dari ranjang.

Wanita muda nan cantik, yang memiliki pesona nan menggoda, berjalan melenggok dengan menggerakkan pinggulnya.

Rama melepaskan semua alat tranfusi darah serta infus ditangannya, lalu mengikuti wanita nan cantik dengan sanggul diatas kepalanya dan terdapat kembang melati sebagai penghiasnya.

Tiba-tiba saja, pemain gamelan sudah berada dilorong rumah sakit, berdiri menatapnya dengan wajah dingin, lalu bergerak pergi meninggalkan ruangan, dan berjalan sembari terus menabuh alat musik tersebut.

Rama mengikutinya, ia terus berjalan dari arah belakang. Saat melintas, sesekali ia berpapasan dengan para perawat dan juga bidan yang sibuk ke ruangan pasien, tetapi tampaknya mereka sangat cuek dan acuh padanya.

Semakin lama, Rama berjalan semakin jauh, hingga akhirnya ia tiba didesanya, bahkan perjalanan itu terlalu jauh, sebab membutuhkan waktu sekitar satu jam dari rumahnya menuju ke rumah sakit, entah bagaimana ia bisa cepat tiba sana.

Pria itu berjalan menyusuri perkebunan kelapa sawit yang gelap, bahkan kehadirannya tidak terdeteksi oleh security yang sedang berjaga di pos.

Ia berjalan dengan luka bekas jarum infus dan jarum tranfusi darah yang membuat darahnya berceceran sepanjang jalan.

Ia terus berjalan menuju pematang sawah , dan lagi-lagi suasana begitu sangat sunyi dan sepi, tak ada siapapun yang dilihatnya. Hanya saja para penabuh gamelan yang terus bekerja tanpa lelah.

Hingga saatnya ia melihat sang wanita cantik yang merupakan penari ronggeng sedang berjalan menuju sebuah kerumunan yang tiba-tiba saja ada didepan dimatanya.

Wanita cantik itu mulai menggerakkan tubuhnya dengan gerakan yang sangat liar, membuat para penontonnya bersorak riang dan bersiul dengan melihat gerakan sang wanita yang dapat membangkitkan gairah siapa saja yang melihatnya.

Semakin lama, suasana semakin tak terkendali, para pria berebut memberikan saweran dan juga ingin dilayani oleh sang Nyai.

Hal itu memancing Rama untuk ikut masuk ke dalam arena tari yang sedang berlangsung.

Ia kemudian ikut menari bersama sang Nyai. Saat mata mereka beradu, keduanya saling mengulas senyum, dan sang Nyai menyarungkan selendang merahnya ke leher Rama, lalu mereka menari dengan lincah, semakin lama, tubuh mereka semakin rapat, dan keluar dari arena.

Mereka terus saja menari tanpa henti hingga keduanya terjatu diatas sebuah ranjang yang sangat empuk.

Braaaak

Tubuh keduanya saling tindih, dan membuat Rama merasakan sesuatu yang bergejolak, dan tanpa sadar, keduanya berpacu dalam kemesraan.

Sebuah ruangan yang tampak terang dengan lampu remang-remang, dan dinding yang terbuat dari anyaman bambu, menghiasi kamar yang sedang mereka tempati saat ini.

Hingga sesaat, terdengar sebuah langkah yang menggunakan sepatu mahal pada masanya.

Rama menoleh ke arah belakang, ingin melihat siapa yang datang dan masuk ke dalam kamar yang saat ini mereka pakai untuk memadu kasih.

"Hah! Meneer?" ucapnya dengan nada terkejut.

Tanpa bicara, sosok pria Belanda itu mengangkat tangannya dengan sebuah senjata api yang digenggamnya.

Perlahan ia menarik pelatuknya, lalu dengan cepat melepaskan rembakan dan tepat dibagian kepala Rama.

Dooooooor

Sebuah peluru bersarang dikepalanya, tepat dengab suara letusan yang terdengar nyaring.

Rama membolakan kedua matanya, ia ternganga, lalu tubuhnya tak lagi dapat menopang, dan ambruk diatas sang Nyai yang saat ini berada dibawahnya.

Braaaaak

Tubuhnya memeluk wanita tersebut dengan kondisi berlumuran darah.

Suasana perlahan sunyi, sepi, dan suara gamelan tak lagi terdengar, hanya serangga malam yang mengantarkan melody indah.

****

Seorang perawat berjalan dengan tatapan heran melihat ke atas ranjang milik Rama yang kosong. Ia mengusap kedua matanya berulang kali, memastikan jika apa yang dilihatnya hanyalah ilusi belaka.

Akan tetapi, botol infus dan juga kantong darah masih tersangkut ditiang berbahan besi tersebut.

"Kok bisa hilang?" gumamnya dengan bingung, sedangkan Misnah masih terbaring diatas ranjang rumah sakit.

"Bu, Bu, bangun, Bu." sang perawat mencoba mengguncang pundak Misnah. Ia ingin mempertanyakan kemana pasien mereka, jika sedang kekamar mandi, maka tidak mungkin dengan alat infus dan kantong darah yang dilepas.

Misnah mengerjapkan kedua matanya. Lalu melihat sang perawat wanita yang berdiri didepannya.

"Ya, ada apa?" tanyanya dengan suara serak. Lalu mengusap kedua matanya yang masih terasa mengantuk.

"Anak ibu kemana?" tanya Perawat dengan sangat hati-hati.

"Hah!" Misnah tersentak kaget, lalu menoleh ke arah ranjang, dan mendapati puteranya sudah tidak ada.

Ia celingukan kesana kemari mencari keberadaan Rama. Masih dengan kondisi nyawa belum ngumpul, ia turun dari atas ranjang pasien yang dipakainya untuk tidur, lalu mencari ke kamar mandi, tetapi sat ia membukanya, terlihat kosong.

"Kemana? Malam tadi dia masih ada, sebelum saya tertidur pulas," jawab Misnah kebingungan.

Mereka semua terlihat bingung, dan mencoba berfikir jernih."Kita cek CCTV," ucap perawat yang langsung tersadar.

Dengan langkah yang tergesa-gesa, ia menuju layar televisi LED yang terpampang dengan sangat besar didinding rumah sakit dan terletak didepan ruang pendaftaran.

Misnah ikut mengekorinya, dan ia meminta operator untuk melihat jejak rekamanan malam tadi.

"Jam berapa ibu tinggalkan pasien tidur?" tanya perawat itu pada Misnah.

"Sekitar pukul 11 malam lewat," jawabnya, mencoba mengingat peristiwa malam tadi.

"Tolong lihat rekamannya saat dari pukul 11 malam," pinta perawat tersebut.

Sang operator menganggukkan kepalanya, lalu memeriksa rekaman yang diminta.

Sesaat hanya tampak biasa saja, tetapi ketika waktu memperlihatkan pukul dua belas malam, tiba-tiba saja keanehan terjadi.

Sebuah kepulan asap hitam terlihat bergelung didepan tubuh Rama, laku seperti menutupnya, dan tampak pergerakan pasien membuka alat jarum infus dan tranfusi darah dengan gerakan kasar.

Perlahan Rama yang tertutup asap hitam bergerak turun dari ranjang, dan berjakan keluar melalui lorong rumah sakit.

"Astaghfirullah apa yang terjadi dengan puteraku?" ucap Misnah dengan wajah bingung, sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut sakit.

Hingga mereka melihat pergerakan Rama yang cukup cepat meninggalkan rumah sakit.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahhhh di kencingi kok bisa
2 kali malah

kek mana membyangkan nya ya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wis klo deterjen sudah beraksi semua bersih seketika

tp bahanya ya ttp ada mkne bersih2 harus pilih2 dlu ya jgn asal2 nnti blik ke badan sndri repot 😝
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lho lho lho
jdi uang itu ahhh kapok mu kapan
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
waduh ini peperangan baru di mulai
kira2 akan kah terlepas dr jerat nyai rongeng si kiara itu g ya ahhh bengek deh
Desyi Alawiyah
Siapa wanita itu? Ada masalah apa sama Kiara... 😪😪😪
Nurr Tika
ki wage bukan lawanya
Arinda Fira
Dari selingkuh jadi pembunuh
Arinda Fira
astaga rama, dapat yang setia malah cari barang murah
🌹Widian,🧕🧕🌹
gimana buat menghindari dari peletnya Kiara, kan kasihan pak kades jadi begitu ?
FiaNasa
kau ini fitnah saja Lo tin,,kan jadi Ken tempeleng si Wegom alias Wewe gombel🤣🤣sabar ya wegom🤣
Titik wildan
belum ada yg bisa menghentikan nyi ronggeng,yg di kira akan bantuin kiara ternyata belum nongol lagi,malah jauh
Nurr Tika
lanjut thor
FiaNasa
pasti Reno nasibnya sama kek Rama,,itu dipanggil NYI ronggeng buat dibunuh lalu mayatnya ditaruh di bekas galian kubur itu
FiaNasa
itu rudalnya si Reno mau lepas landas beidah😄😄😄
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaha kadi kok g bisa lihat trus piye
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ahhh trus piye jal
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahh reno meningal lagi knp malh smkin bnyk korbanya ini mah lrbih dr gila
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahhhh pie sih mlh dadi kebalik
Tini Nurhenti
/Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
Desyi Alawiyah
Hadeehhh Jhon-Jhon... ☺☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!