NovelToon NovelToon
The Legend Of Xuan

The Legend Of Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Novel

Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 Keturunan Kaisar Iblis

"Mereka semua sudah datang!" gumam Zhang Xue.

"Tidak usah pedulikan mereka. Kalau mau cari masalah nanti malam saja!" Erlang Xuan menjentikkan jarinya, lalu sebuah portal muncul di depannya. Portal teleportasi, ini pertama kalinya ia menggunakan teknik itu. Sama seperti formasi, teknik itu pun diberikan oleh ibunya.

"Sepertinya aku melihat Putri Zhang dan si buta itu!" Pangeran Ling mengerutkan keningnya karena bingung.

"Kamu benar, aku pun melihat mereka!" Pangeran Han menimpali, sementara Pangeran Zhu tak mengatakan apa-apa.

"Zhu Feng, menurutmu mereka punya hubungan apa?" Han Xiong, pangeran Han bertanya dengan nada serius.

"Paling hubungan terlarang!" Zhu Feng menjawab dengan wajah datar tanpa ekspresi.

"Mungkin mereka sudah menikah!" Pangeran Ling Bai menimpali.

"Hubungan mereka tidak penting!" Zhu Feng meninggalkan keduanya. Ia ke paviliun yang sudah disediakan oleh Kekaisaran Zhang.

...****************...

Erlang Xuan duduk bersila di lantai. Di depannya, inti logam melayang dan terus berputar. Inti elemen tersebut mengeluarkan benang transparan dan ukurannya terus menyusut.

"Jamuan istana akan diadakan sebentar lagi!" Zhang Xue panik. Pasalnya jika terlambat, sudah pasti Tetua Istana akan tersinggung.

"Tujuh orang tua itu mudah tersinggung. Kuharap Xuan Ge menyelesaikan penyerapan itu secepatnya," gumamnya.

Waktu berlalu, dan saat matahari hampir terbenam, inti logam berubah menjadi debu. Bukan hanya itu, kultivasi Erlang Xuan meningkat ke ranah kaisar tahap 5.

"Sebentar lagi jamuan akan dimulai. Kita tidak boleh terlambat!" ucap Zhang Xue.

"Benar juga!" Erlang Xuan beranjak. Karena waktu semakin menipis, ia membuka portal. Tepat saat jamuan gerbang istana akan ditutup, keduanya tiba di istana. Kedatangan mereka disambut dengan tatapan tidak suka oleh Zhang Hao dan keenam Tetua istana lainnya.

"Kenapa anak Pel@c*r itu harus diundang?" tanya Tetua keenam.

"Ibu Suri yang mengundang mereka!" Satu-satunya Tetua perempuan menimpali.

"Sekumpulan orang tua yang tak sadar diri!" Erlang Xuan bergumam. Seandainya bukan karena Ibu Suri, mungkin ketujuh Tetua istana sudah dikerjainnya habis-habisan.

"Kukira kalian tidak datang!" ucap Ibu Suri.

"Mohon maaf, Yang Mulia, mengapa Anda mengundang putri seorang wanita penghibur?" tanya Zhang Hao.

"Bukan urusan kalian!" Mata Ibu Suri memancarkan kilatan amarah. Sebagai Permaisuri Zhang generasi sebelumnya, ia tahu betul isi pikiran para Tetua Istana. Bahkan Kaisar sebelumnya pun dibunuh oleh mereka. Alasannya karena Kaisar sebelumnya tidak menuruti kemauan para Tetua itu.

"Yang Mulia, sudah waktunya menunjuk seorang Kaisar Muda." Tetua Istana Ketujuh berbicara. Diantara para Tetua, mungkin dialah satu-satunya orang yang menyadari keanehan Kaisar Zhang. Maka dari itu ia menyarankan agar mengangkat Kaisar Muda. Bukan hanya itu, seorang kandidat sudah disiapkan sejak lama.

"Aku tahu, dan aku sendiri sudah menyiapkan calon Kaisar!"

Pernyataan Ibu Suri membuat ketujuh Tetua tidak senang. Mereka menunjuk Zhang Qiang, seorang jenius yang mudah di kendalikan. Selain jenius pemuda itu juga seorang alkemis.

"Yang Mulia, kami memilih Zhang Qiang!" Zhang Hao mencoba menekan sang Ibu Suri. Sayangnya cara itu sia-sia saja.

Sejak anaknya naik tahta, ia sudah memilih satu dari sekian banyak cucunya dan menjadikannya seorang penerus. Pilihannya jatuh ke Feng Huang, cucunya yang berusia 17 tahun. Selain jenius muda, Feng Huang juga seorang alkemis bintang 3, dan tentunya pilihannya tidak akan salah.

"Tidak ada yang boleh protes!" ucap Ibu Suri.

"Sudah tua, bukannya beristirahat atau tutup usia, malah mengurus istana!" ucap Zhang Xue.

"Kau!" Ketujuh Tetua istana marah. Meraka menahan diri karena status Zhang Xue yang merupakan Putri Kaisar.

"Kamu bukan siapa-siapa!" Zhang Hao menghalangi Erlang Xuan. Di detik berikutnya, pria tua itu dibuat mundur beberapa meter.

"Tetua, jangan menghalangiku. Kalau tidak, aku pastikan penyakitmu kumat!" Ia menggunakan jarum akupuntur untuk menakuti Tetua Zhang. Cara itu terbukti cukup ampuh. Tetua Zhang Hao terlihat ketakutan dan berkeringat dingin.

"Tetua penakut!" Erlang Xuan memasuki area jamuan. Di sana, tiga pangeran, Ling Bai, Zhu Feng, dan Han Xiong menghadangnya. Tiga pangeran mahkota itu menatapnya dengan tatapan tajam.

"Hei, sampah, jauhi Zhang Xue!" Feng Zhu menatapnya dengan tajam. Dengan sekali jentikan jari, jarum tipis langsung mengenai mata sang pangeran mahkota kekaisaran Feng.

"Arrkhhh" Ia berteriak kesakitan. Teriakannya menarik perhatian Ratu Zhu yang sedang mengobrol dengan Selir Zhi.

"Anakku!" Ratu Zhu berlari dan menghampiri anaknya. Meski teriakan Zhu Feng tak terdengar lagi, matanya buta permanen.

"Aku bisa membuatmu cacat seumur hidup. Jadi, jangan pernah menggangguku!" Erlang Xuan berjalan melewati ibu dan anak itu. Ia sama sekali tidak peduli siapa yang dibuat yang buta. Satu-satunya yang mungkin dipedulikan adalah siapa yang cari masalah lebih dulu.

"Kurang ajar!"

Ratu Zhu menunjukkan kekuatan api yang sangat hebat. Para tamu yang hadir menjauh, sementara Erlang Xuan berdiri di tempat sambil tersenyum sinis. Sebagai pemilik energi yin, tentu saja api itu tidak akan melukainya.

"Ratu Zhu, tarik kembali apimu!" pintanya. Bukan karena takut, melainkan tidak ingin menyerap api phoenix milik sang Ratu. Sayangnya pihak lawan mengira bahwa dia takut. Karena itu, api phoenix yang dikeluarkannya semakin besar dan bertambah kuat.

"Aku sudah menyuruhmu, tapi tidak kamu dengarkan!"

Wuuuussss

Api phoenix perlahan diserap oleh sesuatu. Bukan hanya yang dikeluarkan oleh sang Ratu, bahkan inti api phoenix yang tertanam di dantiannya pun ikut terserap. Kejadian aneh itu membuat sang Ratu melotot tak percaya.

"Sudah kubilang tarik apimu, tapi tidak kamu dengarkan!" Api phoenix diserap semuanya. Meski tidak sekuat api milik adiknya, tapi setidaknya di dalamnya tersimpan darah leluhur phoenix.

"Ukkkhuuk!"

Ratu Zhu batuk darah. Dalam sekejap, kultivasinya turun dari ranah leluhur hingga ke ranah raja. Karena hal itu, para pengawalnya muncul dan memasang pelindung berlapis.

"Zhu Feng, mulai hari ini, kamulah penguasa Zhu Que!"

Meski masih hidup, Ratu Zhu menyerahkan tampuk kekuasaan ke putranya. Bukan hanya itu, ia juga menyembuhkan mata putranya dan membangkitkan darah phoenix yang tertidur.

"Darah dibalas dengan darah!" ucap Ratu Zhu sebelum menghilang. Ia mengorbankan dirinya untuk meningkatan kultivasi Zhu Feng. Meski tidak menerobos ranah dewa, setidaknya kultivasinya setara dengan kultivasi ketiga Kaisar lain.

"Tempat ini akan kuhancurkan!" Zhu Feng keluar dari pelindung. Semua orang yang ada di sana ditatapnya dengan tajam. Diantara semua orang yang hadir, yang paling ia benci hanya satu orang.

"Apa? Mau bertarung?" tanya Erlang Xuan dengan nada menantang.

"Hari ini kamu selamat, tapi tidak di hari lain!" katanya.

"Sayang sekali aku tidak mau mengampunimu!" Ia menunjuk Zhu Feng. Di detik berikutnya, Qi yang sangat kuat melesat dari ujung telunjuknya.

Baaammm

Zhu Feng terpental dan memuntahkan darah segar. Ranah leluhur sama sekali tidak bisa menyelamatkannya. Bahkan kelima pelindungnya pun tidak sempat bereaksi.

"Anak iblis, beraninya kau!" Salah satu pelindung menyerang, tapi dia pun dilempar seperti bola.

"Karena kalian memanggilku anak iblis, akan kutunjukkan sesuatu kepada kalian!"

Tiga formasi bintang muncul di hadapannya. Masing-masing dari tiga formasi itu adalah formasi bintang darah, bintang bumi, dan bintang langit. Hanya keturunan Kaisar Iblis yang dapat menggunakan formasi itu.

"Keturunan Kaisar Iblis!" Semua orang berseru.

"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Zhu Feng.

"Memberimu pelajaran terakhir!" jawab Erlang Xuan.

1
Nanik S
Erlang Xuan... mereka pantas dikasih pelajaran
Nanik S
Kenapa ada empat Kaisar
Bucek John
harta menang perang gak diambil sia sia terutama senjata n cincin ruang yg ber8ssi jarta buat sdn masa depan kultovator berpetualang.. hampar .. gak mengigit..!!!
Pena_Novel: Authornya lupa 😁😁
total 1 replies
Nanik S
Banyak sekali Anak Selir
Nanik S
Giiiilaaaa
Nanik S
Lanjutkan 💪💪💪
Nanik S
Siapa yang menyegel Zhang Xue
Nanik S
NEXT
Nanik S
Kaisar Jahat maaah anak sendiri dikurung
Nanik S
Bagus sekali ceritanya
Nanik S
Zhang Xue... ternyata Anak Kaisar
Nanik S
Erlang Xuan akhirnya menikah juga
Nanik S
Kenapa ceritanya seperti ini Tor
Nanik S
Siapa yang melindungi jiwanya
Nanik S
Kok masih punya adik kecil
Nanik S
Balas dendam yang sesuai
Nanik S
apakah Xuan akan bertemu Adiknya
Mika Dion
ternyata dibalik sikapnya ada kejadian yg memilukan...
Davide David
up
Mika Dion
Thor gambaran keluarganya terlalu sadis...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!