NovelToon NovelToon
Aku Bukan Milik Langit

Aku Bukan Milik Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:980
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di dunia yang tunduk pada Mandat Langit, kultivasi bukan sekadar kekuatan, melainkan belenggu. Setiap embusan qi dikenakan pajak oleh langit, dan mereka yang membangkang akan dikutuk dalam kehancuran. Di tengah tatanan tiran ini, hiduplah Li Shen, seorang yatim piatu fana dengan meridian cacat yang dianggap sampah oleh dunia.

Namun, penolakannya terhadap anugerah langit justru menarik perhatian Dewa Xuan Taiyi.

Selama seratus tahun, Li Shen ditempa dalam isolasi dimensi Taixu Shengjing, mengasah Kehendak Murni yang tidak mampu diintervensi oleh dewa mana pun. Ia bangkit kembali bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Penolak Takdir.

Perjalanan panjangnya di mulai dari Perkumpulan Tanpa Mandat, sebuah gerakan revolusi rakyat kecil Lianzhou yang muak dengan penindasan langit. Bersama Yan Shuhua (Hua'er), gadis pembunuh bayaran yang setia, dan Ru Jiaying, penjinak binatang roh misterius, Li Shen memulai perang mustahil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Tanpa Bendera, Tanpa Sumpah

Li Shen masuk ke ruangan utama Selendang Merah ketika malam hampir terkikis oleh waktu. Asap dupa bergerak meliuk-liuk, membuat hawa di sana terasa berat dan tenang sekaligus. Sedangkan para wanita penghibur dan pelayan tidak nampak sejauh mata memandang. 

Madam Luo duduk di bantal berlapis kain merah. Rambutnya masih tersanggul rapi, meski gurat lelah terlihat jelas di sudut matanya. Di hadapannya terhidang teh yang sudah dingin.

Hua’er berdiri di sisi kiri ruangan, bersandar tembok sambil bersedekap. Begitu melihat Li Shen melangkah masuk, alisnya langsung mengernyit. Aura membunuh keluar begitu bebasnya.

“Dari mana saja kau?” tanya Hua’er tanpa basa-basi. “Aku menunggumu di titik pertemuan.”

Li Shen berhenti sejenak. “Ada urusan yang tak bisa kutunda.”

Hua’er memicingkan mata, jelas tidak puas. “Urusan atau orang? Kau bilang tak akan lama.” 

“Cukup,” sela Madam Luo sembari mengangkat tangan. “Duduklah, Li Shen.”

Li Shen melangkah maju dan duduk bersila di hadapan Madam Luo. Tatapannya tenang, tapi pikirannya masih tertinggal di gudang belakang. Pada pemabuk gila itu.

“Kau menemukan sesuatu malam ini,” ujar Madam Luo, penuh otoritas. “Bukan sekadar kematian sang pengawas.”

Li Shen mengangguk. “Ada orang lain. Seorang pemabuk. Namanya Luo Pang.”

Hua’er menoleh cepat. “Pemabuk?”

“Dia melihat sebagian misi,” lanjut Li Shen. “Tapi menurutku dia bukanlah ancaman. Dia memiliki informasi yang melampaui statusnya sebagai gelandangan.”

Madam Luo tersenyum tipis. “Hongluo selalu berbisik pada orang yang dianggap tak penting.” Ia menghela napas panjang, lalu menyesap teh meski sudah dingin. “Aku sudah mendengar tentang Zhao Tianlong dari berbagai arah. Tapi informasi yang hidup, yang berbau keringat dan ketakutan, itu jarang.”

Hua’er melipat tangan. “Kalau begitu kenapa tidak langsung mempertemukan Shen dengan mereka.” 

Li Shen menoleh. “Mereka?” 

“Perkumpulan itu,” kata Hua’er. “Orang-orang yang menyebut diri mereka Perkumpulan Tanpa Mandat.”

Madam Luo tertawa kecil, seperti desahan lelah. “Justru karena itu.” Ia menatap Li Shen lurus-lurus. “Kau tahu apa yang terjadi di dalam perkumpulan pemberontak yang melambangi diri mereka dengan Bunga Malam Hitam?” 

Li Shen tidak menjawab.

“Keserakahan,” lanjut Madam Luo. “Balas dendam pribadi. Kepemimpinan yang rapuh. Banyak dari mereka ingin menggulingkan Tianyuan hanya untuk duduk di kursi yang sama. Tidak lebih bersih. Tidak lebih adil.”

Hua’er memiringkan kepalanya kala mendengarkan setiap ucapan Madam Luo, lantaran kembali mencurigai Li Shen akibat kejadian di misi barusan. 

“Aku tidak akan menyerahkanmu pada kekacauan seperti itu,” pungkas Madam Luo. “Tidak sekarang.”

Li Shen mengangkat kepala. Melirik ke Hua’er sekali sebelum wanita itu membuang tatapannya jauh-jauh. “Lalu apa yang Madam inginkan dariku?” 

Madam Luo mencondongkan tubuh. Suaranya merendah. “Aku ingin kau bergerak sendiri. Tanpa bendera. Tanpa sumpah. Tanpa diketahui siapa pun.” 

Hua’er terkejut. “Seperti aku?” 

Madam Luo mengangguk. “Persis.” Ia menatap mereka bergantian. “Jaringan itu sudah terlalu bocor. Terlalu banyak telinga. Tapi seseorang yang bergerak sendirian, dengan kekuatan dan kehendak yang jelas, bisa menembus tempat yang tak bisa dijangkau kelompok mana pun.”

Li Shen menimbang kata-kata itu. “Madam percaya padaku?”

“Aku percaya pada arah langkahmu,” jawaban Madam Luo, yang membuat wanita berbau racun pahit memutar bola matanya. “Bukan pada niat suci. Tapi pada keteguhan.”

Percakapan itu berlanjut lama. Mereka membahas nama-nama pengawas, jalur suplai Tianyuan, titik lemah di Jing’an dan Lianzhou. Malam semakin menipis. Udara berubah dingin. Di luar, ayam jantan pertama berkokok di kejauhan. 

Madam Luo menguap, menutup mulutnya dengan kipas. “Cukup untuk malam ini. Kalian berdua istirahatlah.”

Hua’er membungkuk hormat. “Aku akan menyiapkan kamar untuk Madam.”

Li Shen berdiri. “Terima kasih.”

Di kamar, Li Shen duduk di tepi kasur. Kepalanya dipenuhi pikiran yang belum juga reda.

Taixu Shengjing.

Perjalanan di langit itu bukan ilusi. Seratus tahun penuh siksaan ia jalani di sana. Waktu berjalan tanpa henti, tanpa kematian sebagai pelarian. Setiap kegagalan dibayar dengan rasa sakit yang nyata, cukup untuk menghancurkan jiwa manusia biasa berkali-kali. 

Pedang Langit terletak di sampingnya. Bilahnya bergetar pelan, seolah merespons pikirannya.

“Kekuatan ini… Kehendak Murni… bahkan Pedang Langit ini… aku belum bisa mengeluarkan potensi maksimalnya seperti waktu di Taixu Shengjing.”

Meski ia sanggup membantai pengawal tingkat rendah, Zhao Tianlong adalah tembok yang berbeda. Pria itu bukan sekadar birokrat, dia adalah pilar kekuatan Tianyuan. Li Shen sadar betul jika kekuatannya saat ini belum cukup untuk meruntuhkan tatanan yang telah berakar selama tiga abad. 

Tujuannya tetap sama sejak awal. Membebaskan wilayah ini dari penjajahan Tianyuan. Menghancurkan sistem mandat yang menindas. Tapi langkahnya terasa terlalu lambat. 

Saat kesadarannya perlahan meredup dalam kantuk, realitas di sekelilingnya memudar.

Ia kembali berdiri di kehampaan Taixu. Kabut kelabu menggantung statis di atas platform batu yang mengambang. Sosok Xuan Taiyi muncul dari ketiadaan, sebuah proyeksi tanpa emosi.

“Engkau memilih jalur yang terjal, Penolak Langit,” suara Xuan Taiyi menggema.

Li Shen tidak terkejut. “Aku tahu.”

“Kekuatanmu yang berasal dari Kehendak Murni saat ini setara dengan kultivator tingkat 5 Pemadat Inti tahap akhir,” Xuan Taiyi menjelaskan. “Teruslah menempa diri hingga mencapai Pembentuk Jiwa, di mana rohmu sendiri akan menjadi bilah pedang. Setelahnya, di tingkat 7 sebagai Penguasa Domain, kau akan mampu mendikte ruang di sekitarmu. Seperti itu… sampai engkau terpuaskan berada di tingkat empat belas.” 

Xuan Taiyi memberi jeda sebelum melanjutkan. “Namun ingat, jalur ini menuntut harga yang mutlak. Tak ada reinkarnasi bagi mereka yang menolak Mandat Langit. Jika kau mati, jiwamu akan lenyap sepenuhnya dari keabadian.”

Li Shen menatapnya lurus. “Aku memang tidak pernah menginginkannya.”

Sudut bibir Xuan Taiyi terangkat sedikit. 

Kehampaan pun bergetar. Suara ribut mendadak menerobos kesadarannya. Teriakan, benturan, langkah kaki dari bawah losmen. 

Mata Li Shen terbuka. Ia langsung duduk, meraih Pedang Langit. Sesuatu sedang terjadi. Serangan?

 

 

 

 

1
yuzuuu ✌
bau2 istri MC 🤭
yuzuuu ✌
lanjut lanjutt lanjut thor..... suka bngtt 😍
MuhFaza
lanjutt
yuzuuu ✌
wkakaka mampus
yuzuuu ✌
bakal se op apa beliau2 ini 👀
MuhFaza
baguss
MuhFaza
tpikal novel zero to hero
yuzuuu ✌
wakakak 🤣👍
yuzuuu ✌
meskipun menolak pemberian langit tapi nggak mulai dari nol yh,. si Xuan yg kasi secara cuma2 atw karena li Shen membunuh bayangan2 di taixu jadi naik tingkat?
yuzuuu ✌
apakah nanti jadi jodohnya huaer? 👀🤭
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
yuzuuu ✌
🤣/Sob/
yuzuuu ✌
jarang nemu novel yang pembukaannya rapi begini thor. semangat 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
yuzuuu ✌
suka tipe MC sampah begini di awalnya. tinggal jejak dulu thor, lanjutkan 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!