Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
" jika ingin marah lakukan saja , tapi sungguh saya tidak memiliki hubungan apa pun dengan Tika " ujar Bryan kepada Kiara yang sedang memberi susu kepada Alana
" Bukannya mas ingin ke kantor, lalu kenapa ada disini" jawab Kiara melirik Bryan yang berdiri di depan pintu kamar utama
" CK perempuan selalu begini, jika marah atau kesal luapkan saja biar saya tenang untuk ke kantor " Bryan menggeleng kepada melihat reaksi Kiara yang biasa saja setelah ucapan yang di lontarkan oleh Tika tadi sesaat setelah sarapan
" Apa wajah saya terlihat lagi marah atau kesal? Saya tidak marah atau pun kesal kepada mbak Tika. Saya tidak peduli apa pun yang di lontarkan oleh mbak Tika yang terpenting bagi saya adalah keluarga saya, penilaian dan kepercayaan mereka itu yang nomor satu yang lain nya mah masa bodoh " ujar Kiara setelah meletakkan alana di atas ranjang
" Baiklah saya akan kentor sekarang" ucap Bryan yang masih berdiri di depan pintu seperti sedang menunggu respon nya Kiara
" Baiklah mas, hati hati " ucap Kiara melihat arah Bryan
' apa dia tidak peka ? Saya berdiri disini menunggu salam dari nya. Apa dia memang tidak peka atau tidak tahu tugas seorang istri Tersebut" Bryan berbicara di dalam hati , berharap di salami Kiara
" Kenapa masih bengong berdiri disini mas? Apa ada yang kelupaan atau ada yang mau di ambil" ujar Kiara kepada Bryan
" Tidak ada , saya pergi dulu " di jawab dengan anggukan oleh Kiara
" Oke saya pergi" ulang Bryan kembali
" Iya silakan pergi mas, hati hati " ujar Kiara bingung melihat Bryan
" Kenapa ayah mu jadi aneh begitu ya nak, apa tadi dia bingung karena kata kata yang keluar dari mulut nya Tika ahh entahlah " ujar Kiara setelah Bryan berlalu dari kamar
Kiara memejamkan mata nya yang masih mengantuk karena terbangun tengah malam tadi . Tidak ingin mengingat namun setiap inci kejadian barusan yang terjadi justru semakin berputar putar di kepala Kiara . Mulai dari Tika datang
" Hallo semua nya , wahh kenapa selalu bertepatan begini ya di setiap aku datang semua pada berkumpul, pasti Kinan bahagia kalau dia masih ada bersama kita " ujar Tika sesaat setelah sampai di dalam rumah Bryan Kiara. Seperti memiliki wajah tebal dan tidak tahu malu Tika datang seperti tidak ada kejadian apa apa kemarin bersama Bryan yang di saksikan oleh Kiara .
Kiara yang mendengar celotehan Tika hanya diam tidak ingin ikut ke dalam sandiwara yang ingin di buat oleh Tika.
" Tika , kami sedang sarapan jika tidak keberatan kamu bisa tunggu di ruang tamu jika ingin di sampaikan" ujar Bara karena sudah tahu kejadian kemarin dari Kiara tentunya. Lagi pula Bara memang tidak menyukai Tika
" Memang nya ngak boleh ya aku ikut nyimbrung sarapan , dulu aku dan Kinan malah hampir tiap pagi sarapan bareng " ujar Tika melihat ke arah buk Ajeng dan Astrid
Semenjak pertama Kali bertemu dengan Tika Ajeng dan Astrid memang sudah tidak menyukai Tika apa lagi dia dengan terang terangan tidak menyetujui pernikahan Bryan dan Kiara dengan alasan terlalu cepat melupakan Kinan .
" Tentu boleh , silakan bergabung, lagi pula dulu kamu adalah teman nya Kinan " ujar Ajeng kepada Tika
" Makasih Tante " ujar Tika menduduki bokong nya di kursi yang kosong sebelah Kiara
' aku memang tidak menyukai Tika, tapi tidak mungkin secara terang terangan menolak kejadian nya disini, karena bagaimana pun dulu Kinan dan Tika bersahabat ' ujar Ajeng di dalam hati
" Lohh mas Bryan piring nya masih kosong ya, mau sarapan apa mas, sini aku ambilkan" dengan cekatan tangan Tika meraih piring kosong di depan Bryan melewati Kiara .
Semua orang memandang hal tersebut, Kiara hanya tersenyum manis melihat hal tersebut. " Mas Bryan pasti sarapan nasi goreng kan , pakai telor mata sapi " ujar Tika mengambil nasi dan telor dengan senyuman
Di saat Tika akan meletakkan piring di depan Bryan " ini mas silakan di makan" namun piring itu kini berada tangan Kiara
" Terimakasih telah repot repot mbak Tika " takkk kini piring berisi nasi goreng dan telur tersebut sudah ada di depan Kiara
" Loh loh kok malah kamu ambil Ki, kamu kan bisa ambil sendiri CK " ujar Tika kesal kepada Kiara
" Iya gimana ya mbak , mas Bryan udah ngak makan nasi alias makan berat berat lagi kalau sarapan , emang nanti kalau mas Bryan pingsan karena sakit perut mbak Tika mau di salah kan, ngak kan? Ya udah nasi goreng nya untuk aku aja, karena aku emang udah lapar banget " jawab Kiara menyuap nasi goreng yang ada di piring nya
" Oooo dari kapan kebiasaan mas Bryan berubah ya? Ya udah sekarang mas Bryan mau sarapan apa? Roti ya , oke....."
" Tidak perlu mbak, apa mbak lupa? Ada aku disini istri sah nya mas Bryan , biar aku yang menyiapkan semua kebutuhan dan keperluan suami aku " ucap Kiara memandang tajam ke arah Tika
' ini ini baru anak saya ' senyum Ajeng mengembang
" Wah wah wah keren Kaka ipar gue, main sikat aja kalau ada ulat bulu yang lagi cari korban " ujar Bara sambil memasukan roti ke mulutnya
" Ulat bulu?" Ujar Ajeng dan Astrid bersama an
" Hehhehe iya ulat bulu kepala hitam " ujar Bara santai
" Ekhm Bara lanjutkan makan mu " ujar Bram yang tidak menyukai keributan di meja makan
" Oke pah"
" Nah mas Bryan itu Suka makan roti , rotinya harus tebal Empat sekaligus" Bryan hanya Mangut melihat lirikan tajam Kiara
' awas aja aku kerjain kamu ya mas, enak ya di apelin pagi pagi sama ulat bulu ' ujar Kiara di dalam hati
" Kasih selai coklat sebanyak mungkin " Kiara mengambil selai coklat yang banyak hingga roti itu sekarang tebal
" Itu ngak kebanyakan ki? Kasian nanti Bryan sakit gigi " ujar Ajeng kepada anak nya
" Ngak kok mah, memang seperti ini biasanya, kalau sakit gigi tinggal copotin aja tu gigi, iya kan mas " ujar Kiara kepada Bryan dengan mata yang menyipit
" Iya ma, iya , aku suka coklat" ujar Bryan yang tidak menyelah ucapan Kiara karena malas terjadinya pertengkaran di meja makan lagi pula melihat kilat di mata Kiara membuat siapa pun suami nya menjadi takut
" Suami takut istri juga tu Bryan " bisik Bryan kepada bara dan terdengar oleh Roy yang hanya tertawa senyum
" Lalu di tambah selai strawberry hmmmm rotinya udah cabi dengan rasa coklat strawberry tinggal di makan " Kiara meletakkan roti yaang menebal karena selain tersebut di atas piring Bryan
" Ngeri juga Bryan habisin coklat satu botol setiap sarapan " ujar Astrid yang hanya tersenyum karena anak nya berhasil di kerjai oleh Kiara
" Kasihan kamu ya mas, semenjak Kinan meninggal, pola hidup kamu jadi tidak sehat. Apa Kiara tidak bisa mengurus kamu?" Celetuk Tika yang membuat semua orang memandang ke arah nya
" Siapa bilang, ini memang kesukaan saya " Bryan memakan roti yang ada di depan nya
" Jangan di paksakan mas , aku tahu kamu ngak sanggup melakukan semua ini. Sekarang tepat di depan keluarga kamu dan di keluarga istri kamu aku ingin mengajukan sesuatu yang membuat kamu mas Bryan akan bersyukur atas hal itu karena kamu tidak akan mengalami hal ini lagi "
" Apa maksud kamu Tika " ujar Astrid kepada Tika
" Tante dan semuanya aku mengajukan diri untuk menjadi istri keduanya mas Bryan karena aku sangat mencintai mas Bryan sepenuh hati dari dulu" dreeenggggg semua orang di meja makan shock dan terkejut tanpa terkecuali
Bara, Bryan dan Kiara memang tahu jika Tika menginginkan hal tersebut tapi mereka bertiga tidak menyangka jika Tika senekad dan segila ini menyatakan semua itu di depan kedua keluarga besar tersebut
" Apa kamu gila Tika " ujar Bryan kepada Tika
" Iya aku gila mas, karena kamu aku tergila-gila " ujar Tika dengan suara keras
" Tante Astrid tolong terima aku menjadi istri kedua mas Bryan , aku janji akan menjadi istri terbaik dan sempurna untuk nya Tante , aku mencintai Bryan dari dulu hingga sekarang " sekarang Tika malah merengek kepada Astrid
" Bagaimana kamu bisa menjadi terbaik, sekarang saja kamu sedang menjadi perempuan tidak baik . Tidak ada wanita baik yang menginginkan suami perempuan lain " jawab Astrid kepada Tika
" Tapi tolong beri aku kesempatan Tante "
" Namun disini tidak ada ajang percobaan Tika, tidak ada ajang kesempatan. Lagi pula jika kamu merasa mampu menjadi yang terbaik pergilah cari lelaki lain yang bukan suami orang " ujar Astrid menasehati Tika
" Tapi aku tidak ingin yang lain , yang aku inginkan Bryan tant"
" Tika , sudah lah lupakan saya ,itu hanyalah obsesi mu semata itu bukan cinta . Kamu hanya merasa bersaing dengan kinan dan sekarang kamu merasa semakin kalah Karena pernikahan saya dengan Kiara , begitu kan?" Cerca Bryan kemudian
" Tidak tidak itu tidak lah benar , aku aku sungguh mencintai Bryan , mas Bryan aku mencintai kamu dengan tulus "
" Security" teriak Bara
" Seret perempuan ini keluar, dan jangan biarkan dia menginjakkan kaki di kediaman saya lagi " ujar Bryan setelah security datang
" Tidak tidak saya mencintai mu " teriak Tika
" Mari keluar buk, sebelum kami mengunakan cara kasar " ujar salah satu security
" Saya bersumpah akan menghancurkan keluarga ini terutama kamu Kiara , kalian semuanya mempermalukan saya , saya akan melakukan hal yang lebih dari ini " teriakan Tika tepat di pintu Tinggi kediaman tersebut
" Hhuuekk huuekk" tangisan Alana membuyarkan lamunan Kiara kepada kejadian barusan