NovelToon NovelToon
Jodohku Suami Kakak Ku

Jodohku Suami Kakak Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang
Popularitas:442
Nilai: 5
Nama Author: Yora Yul Martika

Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

" kapan aku minta permata dan mutiara ya mas?" Bingung Kiara

"Barusan , di waktu pempers ....."

" Ya Allah mas, itu kan cuma becanda kali, tapi kalau mau niat ngasih ke istri ngak usah bilang bilang juga kali, langsung kasih aja, mau kasih emas permata keg, mau kasih bunga kek, atau rumah baru" ucap Kiara melirik Bryan yang sedang berdiri kaku di samping Kiara .

Drenngg drenngg Kiara baru tersadar ada satu kata yang membuat Bryan terdiam kaku, kata istri ya. Semenjak menikah hanya sekali ini aja Kiara kecoplosan menyebut kata istri dari bibirnya

" Maaf , aku hanya bercanda mas " Kiara nyengir

Tok

Tok

Tok

' masuk "

" Maaf pak, buk, tuan Bram dan yang lain nya sudah menunggu di meja makan " ucap buk Sumi mengabari mereka

" Mama dan papa " tanya ulang Bryan

" Iya pak, tidak hanya tuan dan nyonya Astrid,tapi mas Bara juga ada di bawah " bik Sumi menjelaskan dengan rinci

" Baiklah kami akan ke bawah " ujar Bryan , tidak lama setelah itu bik Sumi pergi duluan ke bawah

" Ekhm kamu senang ya " tanya Bryan kepada Kiara yang akan menggendong Alana

" Senang kok mas, karena ...."

' karena ada Bara? " Potong Bryan

" Ha' Bara? Ya itu juga lah mas , karena sekarang kan kita makan malam keluarga besar jadinya, aku tentu bahagia dan senang karena ada mama dan papa aku disini " ujar Kiara menjelaskan

" Bilang saja kamu kesenangan Karana Bara " Bryan seperti tidak terima dengan jawaban Kiara dan entah kenapa ekspresi nya menunjukkan muka masam

" Hmmm iya kan aku ngak bilang ngak bahagia Lo mas. Ada nya Bara disini adik nya kamu jika bikin aku bahagia, lagi pula Bara anak baik, nyambung ngobrol dan sopan " Kiara berkata jujur. Tidak ada yang salah dengan ucapan yang terlontar dari mulut kiara tapi entah kenapa mendengar hal tersebut ada yang memuncak dan mengondk di dalam hati Bryan.

" Ya ya ya kalian memang cocok " ujar Bryan melangkah kan kaki nya ke luar kamar , Kiara yang melihat hal aneh tersebut hanya bengong  dengan Bryan yang tiba tiba berubah sikap dan mood

" Apa kau tidak akan keluar? Atau menunggu Bara untuk menjemput mu?" Ujar Bryan berhenti tepat di luar pintu

" Iya , ahh tidak ahhh maksud aku iya aku akan keluar dan tidak perlu Bara menjemput kami" karena Kiara sangat malas untuk berdebat dan memperpanjang Masalah lebih baik melangkah kan kaki keluar

Teng pintu lift terbuka mereka keluar dan berjalan menuju meja makan

" Lama amat sih Kaka ipar , aku udah kelaparan lo" Teriak bara yang telah duduk di kursi makan

" Iya maaf semua, tadi Kiara memijit kaki aku dulu, karena terpeleset tadi pah" ujar Bryan melihat ke arah papa mertua nya

Kiara yang bingung akan ucapan Bryan langsung menanggapi " ha' Kapan aku me....."

" Iya aku terpeleset tadi saat melihat ikan di kolam bersama papa, jadi kaki yang kamu pijit tadi karena terpeleset" ujar Bryan memotong bicaranya Kiara dengan cepat

" Wahhh tapi ngak apa kan bry? Harusnya tadi kamu ngak udah masuk kolam ikan nya Bru , kan jadi sakit ' ujar Roy yang melihat Bryan terpeleset di kolam ikan tadi

" Ngak apa kok pah, udah baikan karena udah di pijet Kiara " Bara yang melihat sesuatu yang aneh, dan mencium kebohongan dan sandiwara dang Kaka hanya senyum senyum geli saja

" Aku aku mas sangat jago akting, Reza Rahadian kalah pokoknya " bisik Bara tepat di telinga Bryan yang duduk di sebelah nya

Bryan tidak menyahuti hal tersebut, karena Bryan tahu bagaimana adiknya. Jika di respon bisa bisa Bryan ketahuan bohong

"Cieee yang udah pijit pijitan ini ye" bisik Bara tepat di tengah tengah Bryan dan Kiara tentu saja mereka mendengar hal tersebut.

" Alana , keponakan om yang cantik persis seperti mama Kiara , lagi apa itu? Habis bangun tidur ya " ujar bara kepada Alana yang di atas stroller di tengah tengah Bryan dan Kiara

" Oke om makan dulu ya, nanti kita main lagi, oke " ujar Bara berdiri yang tadi nya menunduk karena mengobrol dengan bayi Alana

" Akhirnya kita makan bersama juga " ucap mama Ajeng

" Iya buk, tadi saat Bara bilang jika pak Roy dan buk Ajeng datang kami buru buru ke sini, karena Uda masak banyak ya udah semuanya di bungkus dan di bawa ke mari ' ujar Astrid kepada Ajeng

" Hahaha iya buk Astrid, terimakasih Lo udah repot-repot karena kami " ucap mama Ajeng

" Repot apa nya toh buk, kita ini besanan jadi....'

" Saya takut kalau ngobrol nya ngak di hentikan sekarang, ini makan malam ngak akan mulai mulai Lo pak Bram ' ujar Roy menyela

" Itu yang saya takutkan pak Roy " mendengar ucapan para bapak bapak semua yang disana hanya tertawa dan memulai makan malam keluarga dengan sesekali Di selingi oleh canda tawa

Setelah selesai makan malam semua keluarga berkumpul di ruangan keluarga. Mereka mengobrol dan bercanda bersama hingga sampai ke pembahasan resepsi pernikahan Bryan dan Kiara

" Jadi tiga Minggu lagi ya buk Astrid " ulang buk Ajeng yang sudah menyiapkan tanggal resepsi ke dua anak anak Mereka

" Betul buk Ajeng " jawab buk Astrid, sedangkan Bryan maupun Kiara hanya diam membisu tidak bisa menolak atau berkomentar banyak . Di sela obrolan bik Sumi datang dengan langka terburu terburu

" Maaf pak buk , ada tamu " lapor buk Sumi kepada Mereka semua nya

" Siapa bik?' tanya Astrid

" Itu buk kalau ngak salah dia teman nya nyonya Kinan dulu " karena Tika juga pernah menemani Kinan dulu ke kediaman utama Bryan di waktu mereka berpacaran

" Tika?" Tebak Bryan Karana setahu Bryan hanya Tika teman yang paling dekat dengan Kinan itu pun sebelum mereka menikah

" Suruh masuk aja kalau gitu bik" ucap buk Ajeng karena mendengar teman dari anak nya Kinan tentu yang ada di hati buk ajeng adalah teman nya tersebut ingin mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang di tinggalkan

"Baik b....."

" Selamat malam Bryannnn daannn semuanya" sebelum buk Sumi menjawab Tika malah nyelonong masuk ke dalam

" Maaf saya ngak tau kalau lagi rame dan ternyata om Tante juga ada di sini , tadi bibik nya lama kali jadi saya inisiatif masuk aja " ujar Tika melihat mama dan papa Bryan beserta Kiara

" Hati hati Ki, bibir pelakor tuh" gumam Bara sambil berjalan di samping Kiara

" Mbak Tika ya?" Tanya Kiara yang masih mengingat teman Kaka nya satu satu tersebut, beberapa kali Tika pernah ke Bandung untuk menemani Kinan

"Iya, Kiara udah dewasa dan sekarang sudah cantik sekali" ujar Tika tanpa tahu jika sekarang perempuan yang ia puji tersebut adalah istri dari lelaki yang dari dulu dia Incar

" Tante om" Tika menyalami semua orang tua di sana

" Saya turut berdukacita ya Tante om, atas meninggalnya Kinan, sungguh saya tidak menyangka Kinan pergi secepat ini" ujar Tika, entah dia pura pura bersedih dan bahagia di dalam hatinya hanya tuhan dan dia yang tahu kebenaran tersebut

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!