NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14 jejak logam di kota awan putih

​Gema langkah kaki Zhao Chong yang melarikan diri masih menyisakan keheningan yang dalam di gerbang bawah Puncak Qingyun. Su Lang berdiri tegak, merasakan aliran energi Tingkat 4 yang berputar di dalam nadinya. Nadi Naga yang baru saja terbangun tidak hanya mengubah ekosistem gunung, tetapi juga mengubah struktur energi di dalam tubuhnya menjadi lebih murni dan padat.

​Namun, Su Lang tahu bahwa mengusir kelompok kecil dari Balai Tujuh Bintang hanyalah menunda badai yang lebih besar.

​"Sistem," panggil Su Lang dalam benak saat ia berjalan mendaki kembali ke aula. "Tampilkan menu pembangunan fasilitas. Aku butuh sesuatu untuk mengamankan tempat ini saat aku pergi."

​[Ding!]

[Poin Dedikasi Tersedia: 40]

[Rekomendasi Pembangunan:]

​Gerbang Penjaga Batu Giok (15 Poin): Meningkatkan pertahanan fisik gerbang utama.

​Formasi Pengalihan Persepsi (20 Poin): Membuat sekte tampak seperti hutan biasa bagi orang di luar Tingkat 6.

​Paviliun Penempaan Dasar (10 Poin): Mengoptimalkan penggunaan Fragmen Kuali untuk produksi massal senjata.

​"Beli Formasi Pengalihan Persepsi dan Paviliun Penempaan," perintah Su Lang tanpa ragu.

​Seketika, seluruh gunung bergetar halus. Kabut yang menyelimuti sekte berubah warna menjadi perak transparan sebelum menghilang dari pandangan mata telanjang. Dari luar, Puncak Qingyun kini tampak seperti puncak gunung berbatu yang sunyi dan tidak menarik, menyembunyikan kemegahan aula dan Menara Pengumpul Qi di baliknya.

​Di sisi lain kompleks, sebuah bangunan kayu yang kokoh dengan cerobong asap tinggi muncul secara ajaib di samping perpustakaan.

​"Dengan ini, setidaknya aku tidak perlu khawatir ada lalat yang mengganggu adik-adikku," gumam Su Lang.

​Malam harinya, di bawah cahaya lampu minyak di Aula Utama, Su Lang mengumpulkan ketiga anggota keluarganya.

​"Aku akan turun gunung besok," kata Su Lang tenang, namun kalimat itu membuat Xiao Me berhenti mengunyah buahnya.

​"Guru mau pergi ke mana? Apakah karena orang-orang jahat tadi?" tanya Xiao Me dengan nada khawatir.

​Su Lang menggeleng dan mengusap kepala gadis itu. "Bukan. Aku perlu mencari beberapa bahan langka untuk memperkuat sekte kita, dan aku merasakan ada sesuatu yang memanggilku di Kota Awan Putih."

​Ia mengeluarkan Fragmen Kuali Penempa Surga. Logam hitam itu kini tidak lagi diam; ia bergetar secara periodik, menunjuk ke arah tenggara. Su Lang yakin, fragmen kedua berada di sana.

​Lin Yue, yang sudah lebih segar setelah membantu proses terobosan Su Lang, menatap gurunya dengan tatapan dalam. "Kota Awan Putih adalah pusat perdagangan terbesar di wilayah ini. Balai Tujuh Bintang memiliki pengaruh kuat di sana. Guru harus berhati-hati."

​"Aku tahu," Su Lang mengangguk. Ia mengeluarkan dua botol kecil berisi cairan bening—hasil pemurnian Nadi Naga. "Li Yun, Lin Yue. Selama aku pergi, kalian berdua bertanggung jawab atas sekte. Gunakan cairan ini jika kalian merasa energi kalian buntu. Dan ingat, jangan pernah keluar dari batas formasi kabut."

​Li Yun berdiri dan memberi hormat dengan tegas. "Saya akan menjaga sekte dengan nyawa saya, Guru!"

​Lin Yue hanya mengangguk pelan, namun matanya memancarkan janji yang sama. Baginya, Puncak Qingyun adalah satu-satunya tempat di mana ia merasa menjadi manusia, bukan sekadar alat atau pelayan.

​Keesokan paginya, Su Lang berangkat. Ia tidak lagi mengenakan jubah abu-abu kusamnya. Ia kini mengenakan jubah kultivator berwarna biru tua dengan sulaman awan perak di pinggirannya—pakaian yang ia dapatkan dari sistem sebagai bonus pembangunan fasilitas.

​Perjalanan menuju Kota Awan Putih memakan waktu dua hari dengan berjalan kaki. Namun, dengan Langkah Bayangan Awan yang sudah mencapai tahap sempurna, Su Lang hanya membutuhkan waktu setengah hari.

​Kota Awan Putih adalah kota yang megah. Temboknya terbuat dari batu granit putih setinggi sepuluh meter, dengan ribuan orang mengalir masuk dan keluar dari gerbangnya. Bau rempah-rempah, suara teriakan pedagang, dan dentingan senjata menjadi musik latar saat Su Lang melangkah masuk.

​Getaran di sakunya menguat.

​"Sistem, bisakah kau mempersempit lokasinya?"

​[Mendeteksi resonansi di area Pasar Gelap/Lelang Kota Awan Putih. Jarak: 800 meter.]

​Su Lang mengikuti petunjuk tersebut hingga sampai di depan sebuah bangunan megah dengan papan nama emas: Rumah Lelang Paviliun Langit.

​"Maaf, Tuan. Anda butuh undangan atau bukti kekayaan untuk masuk," kata seorang penjaga di pintu, menatap Su Lang dengan mata menilai. Meski jubah Su Lang tampak bagus, auranya yang tertutup membuatnya tampak seperti kultivator pengembara biasa.

​Su Lang tidak marah. Ia hanya mengeluarkan sebutir Batu Roh Menengah—salah satu harta yang ia murnikan menggunakan fragmen kuali semalam. Batu itu berkilau dengan cahaya murni yang jauh melampaui batu roh rendah biasa.

​Mata penjaga itu hampir keluar dari kelopaknya. "Batu Roh Menengah?! Mohon maaf atas kelancangan saya, Tuan! Silakan masuk ke ruang VIP!"

​Su Lang dibawa ke sebuah ruangan pribadi di lantai dua yang menghadap langsung ke panggung lelang. Di sana, ia bisa melihat kerumunan di bawah yang sibuk berbisik tentang barang-barang yang akan dipamerkan.

​"Barang pertama hari ini," teriak juru lelang, seorang wanita cantik dengan suara yang memikat. "Sebuah logam misterius yang ditemukan di reruntuhan kuno. Tidak bisa dilelehkan, tidak bisa dihancurkan, namun memancarkan aura kuno yang kuat!"

​Seorang pelayan membawa nampan berisi sebuah benda yang ditutupi kain merah. Saat kain itu dibuka, jantung Su Lang berdegup kencang.

​Itu adalah fragmen logam hitam. Bentuknya melengkung, seolah-olah merupakan bagian dari dinding sebuah kuali.

​"Harga pembukaan: 100 Batu Roh Rendah!"

​"150!" teriak seseorang di lantai bawah.

​"200!" sahut yang lain.

​Su Lang memperhatikan dari balik tirai VIP. Ia tidak terburu-buru. Namun, ia menyadari sesuatu yang menarik. Di ruang VIP di seberangnya, ia melihat lambang Balai Tujuh Bintang.

​"300 Batu Roh!" Suara seorang pemuda terdengar dari ruangan Balai Tujuh Bintang. Itu adalah Zhao Chong, namun kali ini ia didampingi oleh seorang pria yang lebih tua dengan kumis tipis dan mata yang tajam seperti elang.

​Su Lang menyipitkan mata. Itu pasti salah satu Tetua mereka.

​"500 Batu Roh Rendah," suara Su Lang terdengar tenang namun bergema di seluruh aula lelang melalui alat pengeras suara di ruang VIP-nya.

​Seluruh aula menjadi sunyi. 500 batu roh untuk sepotong logam "sampah" yang tidak bisa diolah adalah harga yang gila.

​Zhao Chong di seberang sana tampak geram. Ia mencoba melihat siapa orang di balik tirai VIP Su Lang, namun formasi ruangan mencegahnya.

​"600!" teriak Zhao Chong.

​"1.000 Batu Roh Rendah," sahut Su Lang tanpa jeda.

​Juru lelang sampai harus memegang meja untuk menstabilkan dirinya. "1.000 batu roh... ada yang lebih tinggi?"

​Tetua di samping Zhao Chong memegang tangan pemuda itu, mengisyaratkan untuk berhenti. "Logam itu tidak berguna bagi kita jika kita tidak tahu cara menggunakannya. Jangan membuang sumber daya untuk ego, Zhao Chong. Kita butuh dana untuk misi di Puncak Qingyun nanti."

​Su Lang mendengar percakapan mereka berkat indera spiritualnya yang tajam. Ia tersenyum dingin. Mereka ingin menggunakan uang itu untuk menyerang rumahnya sendiri?

​"1.000 batu roh, sekali... dua kali... tiga kali! Terjual kepada Tuan di Ruang VIP 7!"

​Sesaat kemudian, pelayan mengantarkan fragmen itu ke ruangan Su Lang. Begitu tangan Su Lang menyentuh logam itu, fragmen yang ia bawa di sakunya langsung melompat keluar. Keduanya menempel satu sama lain, mengeluarkan cahaya hitam yang menyerap cahaya di ruangan tersebut.

​[Ding!]

[Memperoleh: Pecahan Kuali Penempa Surga (2/9).]

[Fungsi Baru Terbuka: Alkimia Otomatis Dasar.]

[Status: Efek pemurnian meningkat menjadi 15%.]

​Su Lang merasa tubuhnya dialiri energi yang lebih liar. Namun, kebahagiaannya terhenti ketika pintu ruang VIP-nya diketuk dengan keras.

​"Tuan di dalam, Tetua kami dari Balai Tujuh Bintang ingin mengajak Anda minum teh dan berdiskusi tentang logam tersebut," suara seorang murid terdengar dari luar.

​Su Lang menyimpan fragmen itu ke dalam cincin ruangnya. Ia berdiri dan merapikan jubahnya. "Katakan pada Tetuamu, aku tidak suka minum teh dengan orang yang pedangnya sudah patah."

​Su Lang membuka jendela belakang ruangan VIP dan melompat keluar sebelum para penjaga masuk. Ia tidak takut bertarung, namun ia tahu bahwa melakukan keributan di tengah kota saat membawa harta karun adalah hal yang bodoh.

​Namun, Balai Tujuh Bintang tidak sebodoh itu. Saat Su Lang mendarat di gang gelap di belakang rumah lelang, ia menemukan dirinya sudah dikepung.

​Tetua berkumis tipis itu berdiri di sana, tangannya di belakang punggung. Di sampingnya, Zhao Chong menatap Su Lang dengan kebencian murni.

​"Jadi kau adalah tikus yang mengalahkan murid-muridku di kaki gunung," kata Tetua itu. Auranya meledak—Qi Condensation Tingkat 5 Puncak. "Berikan logam itu, dan berikan rahasia di balik Puncak Qingyun, maka aku akan memberimu kematian yang cepat."

​Su Lang menarik Pedang Angin Murni. Bilahnya bersinar biru tajam di kegelapan gang.

​"Tingkat 5 Puncak, ya?" Su Lang tersenyum, aura Naga dari nadinya mulai membungkus tubuhnya. "Mari kita lihat apakah kumis tipismu itu bisa menahan satu tebasanku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!