Tiara seorang anak pembantu yang menyamar sebagai gadis buruk rupa tak menyangka akan berakhir di satu ranjang dengan majikan nya yang di kenal impoten dan benci dengan wanita
Kelvin seorang CEO tampan sekaligus Majikan Tiara di kenal suka tidur dengan wanita untuk menyembuhkan penyakitnya namun salah satu wanita yang pernah tidur dengan nya tak ada satupun yang membuat nya sembuh dari penyakitnya.
Namun pada saat ia mabuk dan tak sadarkan diri tanpa sengaja ia berpasangan dengan Tiara yang hanya memakai handuk saja entah kenapa membuat gairah di tubuhnya bangkit kembali dan membuat nya gelap mata lalu memperkosa Tiara dan membuat gadis itu hamil di luar nikah tanpa sepengetahuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
99.9 % Dia Anak Ku
Kelvin masuk ke dalam klub dengan langkah yang tegas.wajahnya tampak lelah dan penuh beban pikiran. Cahaya warna-warni yang berkelap-kelip menerangi ruangan, disertai musik elektronik yang cukup keras. Dia langsung menuju meja bar dan duduk di salah satu kursi tinggi.
"Segelas whiskey saja," ucapnya pada bartender dengan suara yang sedikit samar.
Setelah mendapatkan minumannya, Kelvin menghisapnya perlahan sambil menatap jauh-jauh. Pikirannya terus terbang ke Tiara dan hasil tes DNA yang akan mereka dapatkan sebentar lagi. Rasa penantian yang menyiksa membuatnya ingin mencari cara untuk sedikit melupakan beban pundaknya.
Tak lama kemudian, seorang wanita mengenakan gaun panjang berwarna merah mendekatinya dengan senyum manis. "Hay, kamu pasti Kelvin kan?" tanya wanita itu dengan ramah.“Oh iya tentang perjodohan itu aku tidak tau kenapa kamu mau menolaknya, padahal Aku sangat setuju dengan perjodohan itu."wanita yang bernama Farah itu mulai membelai pundak Kelvin dengan tangan nya.
Kelvin menatap Farah dengan tatapan sinis lalu segera menepis tangan Tiara yang bermain di pundaknya.“Sialan! siapa yang memberi tahu kamu jika saya ada di sini!"
Untuk yang pertama kalinya Farah mendapatkan penolakan dari seorang pria. sehingga saat ini tangan berhenti ke udara.Wanita itu hanya tertawa sambil duduk di kursi sebelah Kelvin.
“Maaf aku melacak kamu melalui nomor telepon yang telah mama mu berikan padaku"
Kelvin mengerutkan kening dengan tatapan semakin dingin, tangannya menekan erat pada gelas whiskey di tangannya. "Mama..." gumamnya dengan nada sinis, lalu menatap Farah dengan pandangan penuh kemarahan.
"Kamu tidak punya hak untuk melacak saya seperti ini,! Apakah kamu tidak mengerti arti dari privasi!?" ucapnya dengan suara yang cukup keras.
Farah tidak terganggu sama sekali, malahan tertawa pelan dan menyandarkan wajahnya pada telapak tangannya. "Privasi? bagi ku tidak ada yang namanya privasi kalau menyangkut calon suami aku sendiri yaitu kamu vin.
Kelvin menghela napas dalam-dalam, coba menekan emosi yang hampir meledak. "Jangan panggil saya dengan sebutan itu jika kau masih ingin hidup!" serunya dengan nada yang mengerikan. "Saya sudah bilang berkali-kali, saya tidak akan pernah mau denganmu!"
Farah hanya tersenyum sinis balik padanya, "Sudah pasti aku akan menjadi istri mu kelak Vin, kamu tunggu saja nanti kamu akan merindukan aku."
Tanpa menghiraukan kata-katanya lagi, Kelvin langsung berjalan meninggalkan klub dengan langkah cepat. Dia keluar dari pintu klub dan langsung menuju arah parkir mobilnya. Udara malam yang sejuk membuatnya sedikit tenang setelah suasana di dalam klub yang membuatnya kesal.
Saat hendak masuk ke dalam mobil, ponselnya tiba-tiba berbunyi dering. Tanpa melihat siapa yang menelepon, ia langsung menjawabnya dengan nada yang masih penuh kemarahan.
"Halo?! Siapa?!"
"Saya Dito Pak Kelvin," suara Dito terdengar sedikit samar dari ujung telepon. "Maaf Pak, saya mau memberi tahukan jika hasil tes DNA nya sudah mulai di ambil besok.
Kelvin menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. "Bilang pada dokter Anugrah kalau saya tidak bisa ke klinik besok, saya hanya akan menyuruh kamu untuk mengambil hasil tesnya.
“Baik pak,"
Setelah panggilan telepon terputus Kelvin masuk kembali ke dalam mobilnya.dengan napas dalam, dia menginjak pedal gas perlahan. Mobil meluncur pelan keluar dari area parkir clubbing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hueeeeekk....Hueeeek.....Hueeekkk......
Tiara yang hendak menyupkan ibunya makan seketika ia mual-mual setelah mencium aroma bau dari telur rebus plus ikan bumbu kuning dari makanan dari rumah sakit yang ia dapatkan dari pihak ahli gizi.
“Tiara kamu seperti nya masuk angin..”Ucap Bu Sri yang terlihat Khawatir.
Tiara hanya menggeleng sambil menutup wadah makanannya dengan tangan tergesa-gesa, namun bau sudah menyebar di seluruh ruangan kamar rawat inap. Dia mencoba menahan diri, ia segera pergi ke toilet untuk menuntaskan rasa mual-mual nya.
Setelah beberapa saat di toilet, pintu kamar terbuka perlahan dan Tiara keluar dengan wajah pucat. Dia langsung menuju sofa yang tak jauh dari ranjang tempat ibu nya masih di rawat.
“Tiara kamu kenapa sih nak, kok dari kemarin ibu perhatian kamu suka mual-mual,terus wajah kamu pucat...?"
Tiara terdiam, sebenarnya iya tak ingin ibunya tau tentang kehamilan nya. karena jika sampai ibu tau, itu akan memperparah kesehatan ibu nya yang baru saja pulih.
“Entah lah Bu, mungkin asam lambung ku naik makanya sering mual-mual"
Bu Sri menatap wajah Tiara yang duduk jauh darinya dengan intens seolah merasakan bahwa anak perempuannya menyembunyikan sesuatu. Dia menarik napas perlahan dan mengangguk pelan.
“Kamj yakin hanya asam lambung, siapa tau ada sakit lain."
“Iya buu, aku cuma terkena asam lambung tidak ada sakit yang lain!"Jawab Tiara menuntut.
“Ibu hanya khawatir tiara, ibu takut kamu mengalami sakit seperti ibu. dulu ini sering mengira jika ibu hanya pusing biasa, tapi nyatanya ibu terkena tumor otak."
“Iya Bu, nanti aku akan coba periksa ke dokter.."
“Bagus kalau begitu."
“Maaf yah Bu, aku mual-mual karena aku tidak tahan sama bau ikan itu.”
“Yasudah tidak apa-apa lagi pula makanan di rumah sakit ada yang bau nya enak, ada yang bau nya tidak enak."
Setelah itu tak ada lagi percakapan Antara ibunya dan Tiara di kamar rawat inap itu.yang ada hanya Bunyi mesin medis yang bekerja secara teratur menjadi satu-satunya suara yang terdengar. Bu Sri kembali fokus pada makanan yang sudah dingin yang ada di atas lemari kecil di samping nya nya, tapi dia tidak bisa benar-benar menikmati makanan itu, pikirannya terus terpaku pada kondisi Tiara yang jelas-jelas tidak seperti biasanya.
Tiara sendiri duduk tak bergerak di sofa, matanya menatap lantai. Dia tahu kebohongannya tidak akan bisa bertahan lama, terutama kalau kehamilannya semakin besar. Tapi bagaimana caranya memberitahu ibu yang baru saja pulih dari sakit.
...****************...
Kelvin memejamkan matanya sejenak sebelum pada akhirnya ia membuka hasil dari tes DNA yang ia tunggu selama 3 hari.
Kertas putih itu terasa berat di genggaman tangannya. Kelvin menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan denyut jantung yang semakin cepat. Setelah tiga hari menunggu dengan pikiran penuh kekhawatiran, saatnya akhirnya tiba.
Dia mulai membaca setiap baris tulisan cetak dengan seksama. Mata nya perlahan melaju dari atas ke bawah, ekspresi wajahnya makin mengerut seiring dengan setiap kata yang terbaca. Ketika sampai pada bagian hasil akhir, dia menyegel bibirnya dengan erat.
"Kesimpulan: Korelasi genetik sebesar 99,9% antara sampel Kelvin Pratama dengan sampel Tiara..."
Kelvin menjatuhkan kertas ke mejanya dengan tangannya yang terasa gemetar. Matanya tetap menatap kalimat itu seperti tidak percaya apa yang dilihatnya.
“Ja-jadi dia anak ku.."
masih penasaran dengan kelanjutan selanjutnya 👍🤩
soalnya si Kelvin selain dia yg gak bisa menghargai seorang wanita bagaimana pun penampilan nya, ibunya pun adalah orang yg melihat orang hanya dari kasta nya saja 😤