NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Gerobak Soto

Cinta Di Balik Gerobak Soto

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Berondong
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Setelah diselamatkan dari penculikan maut oleh Pratama, seorang penjual soto sederhana, Luna justru terjebak fitnah warga yang memaksa mereka menikah. Situasi kian pelik karena Pratama masih terikat pernikahan dengan Juwita, istri materialistis yang tanpa ragu "menjual" suaminya seharga Rp50 juta sebagai syarat cerai.
​Demi menolong pria yang telah menyelamatkan nyawanya, Luna membayar mahar tersebut dan memilih menyembunyikan identitas aslinya sebagai putri tunggal seorang CEO kaya raya. Ia rela hidup dalam kesederhanaan dan mengaku hanya sebagai guru TK biasa. Di tengah rasa bersalah Pratama yang berjanji akan bekerja keras membalas kebaikannya, ia tidak menyadari bahwa istri barunya memiliki kuasa untuk membalikkan nasib mereka dalam sekejap mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Suasana di ruang tamu sempit itu terasa makin menyesakkan.

Pak Wandi, dengan tangan bersedekap dan senyum sinis, terus memprovokasi warga yang berkerumun di depan pintu.

"Sudah, tidak usah banyak alasan! Pak RT, cepat nikahkan saja mereka malam ini. Daripada kampung kita kena sial karena ulah tukang soto mesum ini!" seru Pak Wandi lantang.

Pratama menunduk dalam, tangannya terkepal di atas lutut yang gemetar.

Ia menoleh ke arah Luna dengan tatapan penuh rasa bersalah.

"Mbak, saya minta maaf. Gara-gara menolong saya, Mbak jadi terseret masalah ini. Saya janji, saya akan mencicil dan membayar kembali uang lima puluh juta tadi sampai lunas."

Mendengar itu, Pak Wandi tertawa terbahak-bahak hingga suaranya memenuhi ruangan.

"Membayar? Pakai apa, Pratama? Pakai kuah soto? Hey, uang segitu itu tidak akan terkumpul walau kamu jualan sampai jenggotan! Ini nih, sudah miskin, belagu pula!"

"Cukup, Pak Wandi! Jaga bicara Anda!" tegur Pak RT tegas, membuat Pak Wandi bungkam meski wajahnya masih menunjukkan raut meremehkan.

Pak RW kemudian berdehem, menatap Luna dengan selidik.

"Mbak Luna, kami tidak ingin main hakim sendiri, tapi prosedur di kampung ini harus dijalankan agar tidak ada fitnah. Apa Mbak bisa meminta orang tua Mbak datang ke sini sekarang? Dan kalau boleh tahu, Mbak ini bekerja di mana?"

Luna menarik napas panjang, mencoba menetralkan degup jantungnya.

"Saya, guru TK, Pak," jawab Luna yang terpaksa berbohong demi menutupi identitas aslinya sebagai pimpinan Jati Grup.

"Oh, guru TK. Pantas saja punya tabungan," gumam Pak RW manggut-manggut.

"Kalau begitu, hubungi orang tua Mbak. Kami tunggu di sini."

"Permisi, Pak. Saya ijin ke kamar mandi sebentar untuk menghubungi Ayah saya."

Dengan langkah sedikit pincang, Luna menuju ke bagian belakang rumah.

Di dalam kamar mandi yang hanya berukuran satu kali satu meter dengan dinding semen yang lembap, Luna segera mengeluarkan ponselnya.

Ia menekan sebuah nomor dengan nama kontak 'Papa'.

Begitu sambungan terangkat, Luna langsung berbisik panik.

"Pa, tolong aku! Papa sekarang harus ke alamat yang aku kirimkan lewat pesan singkat. Tolong, ini darurat!"

"Luna? Kamu di mana? Kenapa suaramu seperti itu?" tanya Papa Jati yang panik karena putrinya belum sampai rumah.

"Ceritanya panjang, Pa. Intinya aku terjebak fitnah warga. Tapi Papa dengarkan aku baik-baik, ya. Tolong, jangan bilang kalau aku CEO atau anak Papa yang kaya. Bilang saja aku ini cuma guru TK sederhana. Papa harus menyamar jadi rakyat biasa."

Papa Jati terdiam sejenak, terdengar helaan napas panjang yang berat.

"Guru TK? Luna, apa yang sebenarnya—"

"Tolong, Pa! Satu lagi, Pa. Papa jangan ke sini naik mobil sport atau dikawal ajudan. Pinjam sepeda motor butut milik Pak Ardi, tukang kebun kita. Pakai jaket biasa saja. Aku mohon, Pa!"

Setelah memastikan Papanya setuju meski dengan nada bingung, Luna mematikan ponselnya.

Ia membasuh wajahnya dengan air dingin dari bak mandi, mencoba mengumpulkan keberanian.

'Maafkan aku, Pratama. Aku harus menyembunyikan ini semua. Aku ingin tahu, apa ada orang yang benar-benar tulus mencintaiku tanpa melihat embel-embel Jati Grup di belakang namaku,' batin Luna.

Ia keluar dari kamar mandi dan kembali ke ruang tamu.

Pratama menatapnya dengan pandangan layu, seolah dunianya baru saja runtuh.

Luna duduk kembali di kursi kayu tua itu, menunggu kedatangan sang ayah yang akan menentukan nasibnya malam ini.

Dua puluh menit berlalu dalam ketegangan yang mencekam.

Suara deru mesin motor yang tersengal-sengal terdengar berhenti di depan teras rumah Pratama.

Seorang pria paruh baya turun sambil menuntun motor bebek tua yang tampak tidak terawat kontras dengan wibawa yang biasanya ia pancarkan.

"Assalamualaikum," suara itu berat dan berwibawa, meski pakaian yang dikenakannya hanyalah jaket kain kusam.

"Waalaikumsalam. Papa..." Luna segera berdiri, menyambut ayahnya dengan tatapan penuh kode agar tetap pada skenario.

Pak RT dan Pak RW berdiri menghormati kedatangan orang tua tersebut.

"Mari, Pak, silakan duduk," ucap Pak RT sopan.

Papa Jati duduk di kursi kayu yang keras, matanya sempat melirik sejenak ke arah kaki Luna yang diperban, lalu ke arah Pratama yang terus menunduk.

"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa putri saya diminta menikah mendadak seperti ini?"

"Halah! Ada apa lagi? Mereka ini berzina, Pak! Memalukan kampung saja!" sela Pak Wandi dengan nada kasar dan telunjuk yang menuding-nuding.

Pak RT yang sudah kehilangan kesabaran akhirnya menggebrak meja.

"Pak Wandi, diam!! Keluar dari sini kalau Anda tidak bisa menjaga mulut! Ini urusan keluarga dan pengurus desa!"

Wajah Pak Wandi memerah padam dan dengan gerutu kesal, ia terpaksa keluar meski tetap mengintip dari balik jendela bersama warga lainnya.

Pak RT menghela napas dan menjelaskan kronologi kejadian dari awal.

Mulai dari Pak Wandi mendengar suara desahan dari rumah Pratama sampai Juwita yang meminta cerai kepada Pratama.

Papa Jati mendengarkan dengan seksama dan sebagai seorang pemimpin perusahaan besar, ia tahu kapan harus bertindak tegas, namun demi permintaan putrinya, ia menahan diri.

Ia menghela napas panjang, tampak berat hati namun tak punya pilihan demi harga diri Luna.

"Baiklah kalau begitu, jika memang ini jalannya," ucap Papa Jati pelan.

Pak RW yang bertindak sebagai saksi sekaligus penghulu bertanya, "Maaf sebelumnya, Pak. Bapak sendiri bekerja di mana?"

Papa Jati melirik Luna sejenak, lalu menjawab dengan suara rendah, "Saya, cuma tukang bangunan, Pak."

Tidak ada yang menyangka bahwa pria yang mengaku tukang bangunan itu sebenarnya adalah seorang insinyur hebat yang rancangan gedungnya telah menjulang di seantero dunia.

"Oh, pantesan tangannya kasar ya, Pak," gumam Pak RW merasa maklum.

"Ya sudah, karena wali nikah sudah ada, mahar sudah siap, mari kita laksanakan."

Pratama menjabat tangan Papa Jati dengan telapak tangan yang basah oleh keringat dingin.

Di hadapan beberapa saksi dan di bawah temaram lampu bohlam yang mulai meredup, suasana mendadak hening.

"Saudara Pratama bin Abdullah, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya, Luna Meisya binti Jati Rahmawan, dengan mas kawin lima ratus ribu rupiah dibayar tunai."

Pratama menarik napas dalam, memantapkan hatinya. "Saya terima nikah dan kawinnya Luna Meisya binti Jati Rahmawan dengan mas kawin lima ratus ribu rupiah dibayar tunai!"

"Sah?"

"Sah!"

Ketukan tangan Pak Rw yang menandakan babak baru dalam hidup Luna.

Luna yang terbiasa tidur di atas sutra, malam ini resmi menjadi istri seorang penjual soto di sebuah gang sempit, tanpa ada yang tahu bahwa sang 'tukang bangunan' yang baru saja menikahkannya memiliki kekayaan yang cukup untuk membeli seluruh perkampungan itu.

1
tiara
itu pingsan kaget apa karena hamil ya🤭🤭🤭
awesome moment
pratama tu org dgn banyak potensi tp tersembunyi dalam kekisminan
Nabila Nabil
itu pingsan karna papa jati mau dipanggil opa dan arini dipanggil oma.... 🤣🤣
awesome moment
kpm tertangkap tu mokondo 2 ekor
awesome moment
lambe turah g punya obyek julid lg n
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
tiara
semoga Dirga dan Noah lekas tertangkap ya,agar papa Jati cepat menikah
my name is pho: iya kak
total 1 replies
tiara
pa Wandi ga bisa lagi gangguin Pratama tuh, hilang juga pemasukan ya kasian deh tukang nyinyir
my name is pho: 🤭🤭 hehe
total 1 replies
awesome moment
smg luna g kaget klo arini dan papa jati jujur.
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Setiawan
kog aneh yah ?? bukannya td pratama lg di jln pulang br bs nolongin luna ?? itu kesian amat mtr bebek tua nya di tggl di jln 🤭🤭🤭
awesome moment
whoah...sama2 virgin ternyata
awesome moment
smg pratam slain kejujuran punya kecerdasan bisnis yg keyen. biar g njomplang bgts sm luna
awesome moment
udh terhura dluan
awesome moment
dih...juwita tu perempuan model p c
awesome moment
👍👍👍luna panggil arini, mama dunk😄😄😄
tiara
wah ternyata Arini menjalin hubungan dengan papa Jati toh, seru nih nantinya
Nabila Nabil
ini nanti ceritanya Luna yg gantian manggil bu ke arini🤣🤣🤣🤣🤣 kocak sih... 🤣🤣🤣
deepey
saling support ya kk. 💪💪
deepey
paginya gulingnya sdh pindah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!