NovelToon NovelToon
Lopeyou My Teacher

Lopeyou My Teacher

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Gadis nakal / Romantis / Cintamanis / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

⚠️Area yang khusus orang besar. ^_^ nak kecil hus hus...

Kisah cinta slow-burn antara siswi petakilan dengan guru muda PJOK yang terlalu cool untuk jadi nyata. Isinya 30% latihan fisik, 70% adu mekanik perasaan.

Mulai dari drama salah kirim stiker WhatsApp ke grup kelas, sampai momen panas di gudang sekolah yang hampir bikin profesionalitas Pak Radit runtuh.

Ini cerita tentang masa transisi jadi dewasa, di mana batas antara guru dan murid cuma sebatas "status" yang siap dihapus setelah hari kelulusan.

"Pak, lari keliling lapangan saya sanggup. Asal finish-nya di pelaminan kita." — Gia, 18 tahun, pejuang remedial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 (Part 2)

Mereka sampai di depan ruang UKS. Pak Radit menurunkan Gia dengan sangat hati-hati di atas ranjang periksa yang beralaskan seprai putih bersih. Ruangan itu sunyi, cuma ada suara kipas angin kecil yang berputar di pojokan. Aroma obat merah dan kayu putih langsung menyambut mereka.

Pak Radit menuju kulkas kecil di pojok ruangan, mengambil beberapa bongkah es batu dan membungkusnya dengan handuk kecil. Dia kembali ke arah Gia, lalu tanpa ragu, dia mengangkat kaki Gia dan menaruhnya di atas pangkuannya.

Deg.

Jantung Gia berasa mau lompat ke tenggorokan.

"Tahan ya, agak dingin," kata Pak Radit. Dia mulai mengompres mata kaki Gia.

Gia hanya bisa diam membeku. Dia memperhatikan Pak Radit yang begitu telaten. Guru olahraganya itu menunduk, fokus pada kaki Gia seolah-olah itu adalah hal paling penting di dunia saat itu. Sinar matahari yang mulai meredup masuk lewat celah jendela, menerangi sisi wajah Pak Radit, menciptakan bayangan bulu mata yang lentik di pipinya.

Gia merasa suasana ini terlalu... privat. Terlalu intimate untuk ukuran guru dan murid.

"Pak..." bisik Gia.

"Hm?" Pak Radit menyahut tanpa mendongak.

"Bapak udah punya pacar ya?"

Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Gia. Benar-benar nggak ada filter. Gia langsung pengen gigit lidahnya sendiri begitu sadar apa yang dia tanyain.

Pak Radit menghentikan gerakannya. Dia mendongak, menatap Gia dengan tatapan yang sulit dibaca. Ada jeda sekitar lima detik yang terasa seperti lima tahun bagi Gia.

"Kenapa? Kamu mau daftar?" tanya Pak Radit balik, nada suaranya berubah jadi sedikit... menggoda? Atau cuma perasaan Gia aja?

"Ya... ya kalau Bapak lagi buka lowongan, apa salahnya saya kirim CV?" jawab Gia, berusaha menutupi kegugupannya dengan gaya slay andalannya.

Pak Radit tersenyum kecil—kali ini senyum beneran. Dia meletakkan handuk es itu di atas kaki Gia, lalu berdiri. Dia berjalan menuju meja petugas UKS, mengambil minyak kayu putih.

"CV kamu bakal saya tolak di tahap administrasi, Gia," kata Pak Radit sambil berjalan kembali.

"Lho, kenapa?! Kurang apa coba saya? Saya pinter (dikit), kreatif, jago TikTok, terus saya juga... manis kan?"

Pak Radit berdiri tepat di samping ranjang Gia, melipat tangan di depan dadanya. Dia menatap Gia dari atas ke bawah, lalu balik lagi ke mata Gia. "Kurang satu hal yang paling penting."

"Apa?"

"Kurang dewasa."

Gia terdiam. Kata-kata itu rasanya lebih dingin dari kompres es di kakinya. "Dewasa itu kan proses, Pak. Lagian saya udah 18 tahun, udah punya KTP, udah bisa ikut pemilu!"

"Dewasa itu bukan soal umur, Gia. Tapi soal gimana kamu bersikap. Kamu masih sering main-main, masih sering nganggep semuanya itu konten, masih sering... ceroboh kayak gini," kata Pak Radit, suaranya kembali serius. "Sekarang, diem. Saya mau balurin minyak kayu putih biar otot kamu lemes."

Pak Radit kembali memegang kaki Gia. Tapi kali ini, gerakannya lebih lambat. Dia memijat jempol kaki Gia, naik ke arah pergelangan. Setiap sentuhannya terasa seperti sengatan listrik bagi Gia.

Tiba-tiba, lampu UKS berkedip sebentar lalu mati. Ruangan itu mendadak jadi gelap, cuma menyisakan sedikit cahaya bulan yang mulai muncul dari luar.

"Yah, Pak! Lampunya mati! Saya takut gelap!" seru Gia refleks, tangannya langsung mencari-cari pegangan dan berakhir mencengkeram lengan Pak Radit.

Pak Radit tidak menjauhkan tangan Gia. "Tenang, mungkin cuma korslet atau emang sengaja dimatiin pusat karena udah jam pulang. Jangan teriak-teriak, nanti dikira ada apa-apa."

Dalam kegelapan itu, Gia bisa merasakan deru napas Pak Radit yang dekat banget. Keheningan itu justru membuat pendengaran Gia jadi lebih tajam. Dia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berpacu kencang. Dan entah kenapa, dia merasa detak jantung Pak Radit juga nggak sekonstan biasanya.

"Gia," panggil Pak Radit pelan. Suaranya terdengar sangat berbeda di kegelapan ini. Lebih lembut lebih... dalam.

"I-iya, Pak?"

"Tangan kamu... bisa dilepas? Saya nggak bisa ambil HP buat senter kalau kamu pegangin terus."

"Eh, maaf, Pak!" Gia buru-buru melepas pegangannya. Dia merasa wajahnya makin panas. Untung gelap, pikirnya, jadi Pak Radit nggak liat muka gue yang udah kayak kepiting rebus.

Pak Radit menyalakan flashlight dari HP-nya. Cahaya putih itu menyinari ruangan, membuat bayangan mereka jadi besar di dinding. Pak Radit berdiri, membereskan perlengkapan UKS.

"Gimana kakinya? Udah mendingan?"

"Udah agak enakan sih, Pak. Udah nggak senyut-nyutan banget," jawab Gia, mencoba menggerakkan kakinya.

"Bagus. Sekarang saya antar kamu pulang. Saya nggak mau ambil risiko kamu pingsan di jalan karena kaki kamu kumat."

"Bapak anterin pakai apa? Motor?"

"Pakai mobil. Motor saya lagi diservis," jawab Pak Radit singkat. "Ayo, pelan-pelan jalannya. Sini, pegangan bahu saya."

Gia turun dari ranjang dengan bantuan Pak Radit. Dia merangkul bahu pria itu, berjalan tertatih-tatih keluar dari UKS yang gelap. Saat mereka berjalan di koridor sekolah yang sunyi, Gia merasa malam ini adalah awal dari sesuatu yang nggak akan pernah dia lupakan.

Di tempat parkir, mobil Honda Civic hitam milik Pak Radit sudah terparkir rapi. Pak Radit membukakan pintu depan untuk Gia.

"Masuk."

Gia duduk di kursi penumpang. Interior mobilnya wangi banget—sama kayak wangi Pak Radit. Ada gantungan kunci kecil di spion tengah, sebuah dreamcatcher kecil.

Pak Radit masuk ke kursi pengemudi, menyalakan mesin. Suara mesin mobil yang halus mengisi kesunyian di antara mereka. Sebelum menjalankan mobil, Pak Radit menoleh ke arah Gia.

"Gia, satu hal."

"Apa, Pak?"

"Soal pertanyaan kamu tadi... tentang pacar."

Gia menahan napas. "Iya?"

"Saya nggak punya pacar," kata Pak Radit datar, matanya lurus menatap ke depan, ke arah gerbang sekolah yang mulai dibuka oleh Pak Satpam. "Tapi itu bukan berarti kamu bisa seenaknya kirim stiker 'Daddy' lagi ke saya. Ngerti?"

Gia tersenyum lebar. Senyum paling lebar yang pernah dia punya. "Ngerti, Pak Radit! Clear banget!"

Mobil mulai melaju membelah jalanan Jakarta yang mulai macet. Gia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, melihat lampu-lampu kota yang mulai menyala satu per satu. Dia merasa, remedial ini mungkin adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya yang selama ini cuma berisi scrolling TikTok.

Tapi satu hal yang Gia nggak tahu, di balik kemudi, Pak Radit diam-diam melirik ke arah Gia lewat spion tengah. Dan untuk pertama kalinya sejak dia mengajar di sekolah ini, Pak Radit merasakan sesuatu yang seharusnya nggak dia rasakan sebagai seorang guru.

Sesuatu yang... complicated.

...

1
Qaisaa Nazarudin
Astaga Gia ini OON benar ya,Heran deh aku..🤦
Qaisaa Nazarudin
Ngapain juga nyari Gia kesini nya?
Qaisaa Nazarudin
Gitu dong,Aku suka CEWEK YG TEGAS,JUTEK,CUEK,DINGIN DAN BAR-BAR,Bukan cewek yg MELEMPEM..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu dia,Jangan kayak murahan banget,Di umpan dikit udah meleleh 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Cuekin aja ah..kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Nah benar kan dia nganggap kamu anak kecil dong Gia..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan halau sendiri...sok soan gengsi..
Thor bikin Gia jangan ngejar2 nih guru lagi,Bikin gia cuekin nih guru biar tau rasa dia..
Qaisaa Nazarudin
Waah ngasih kode tuh minta di chat..
Qaisaa Nazarudin
Bagus tuh Gia.. SKAKMATT buat si MANTAN...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Nah kan.. Ini pasti si MANTAN yg Gamon..
Qaisaa Nazarudin
maknyos kenak di jantung,Pasti pernah ditinggal Nikah ama pacarnya tuh,Makanya sekarang dia jomblo..
Qaisaa Nazarudin
Apakah perasaan itu adalah CINTA?? Waahh pak Radit diem.diem.bae udah kencatol duluan tapi sok gengsi..awas pak ketikung pak ntar nyesel lho..😅😅
Qaisaa Nazarudin
Bukan udah bisa ikut Pemilu dong Gia,Tapi udah bisa dibawa ke KUA 😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Duh kata kata mu menusuk jantungku pak..🥹🥹🥹😄😄
Qaisaa Nazarudin
Waahh Gia orang pertama yang bisa digendong oleh gurunya..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Alasannya langsung oon kayak gitu,siapa juga gak bakalan percaya Gia..😂😂
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!