NovelToon NovelToon
SURAT HATI

SURAT HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit California yang selalu cerah, keluarga Storm adalah simbol kesempurnaan. Namun, di dalam kediaman megah mereka, dua badai yang berbeda sedang bergolak.
Luna Storm adalah anak emas. Cantik, lembut, dan selalu menempati peringkat tiga besar dalam daftar pesona konglomerat kota. Hidupnya adalah rangkaian jadwal ketat antara balet dan piano, sebuah pertunjukan tanpa henti untuk memuaskan ambisi sang ayah. Di balik senyum porselennya, Luna menyimpan rahasia patah hati dari masa SMA dengan Zayn Karl Graciano, satu-satunya lelaki yang pernah membuatnya merasa hidup, namun pergi karena Luna lebih memilih tuntutan keluarga daripada cinta.
Di sisi lain, ada Hera Storm. Kembaran tidak identik Luna yang mewarisi fitur wajah tajam ibunya dan jiwa pemberontak sejati. Hera adalah antitesis dari Luna, ia jomblo sejati, penunggang motor sport, dan lebih suka bergaul di bengkel daripada di aula dansa. Ia bebas, sesuatu yang sangat dicemburui oleh Luna.
.
.
SELAMAT BACA DEAR 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#5

Langkah Zayn terhenti. Punggungnya yang tegap tampak menegang saat mendengar suara Luna yang mulai serak menahan tangis. Udara di belakang gedung olahraga itu mendadak terasa begitu berat, seolah oksigen di sana ikut terbakar oleh ketegangan mereka.

​Luna melangkah maju, tangannya perlahan terangkat, jemarinya yang lentik gemetar saat menunjuk ke arah pergelangan tangan Zayn yang menyembul dari balik jaket kulitnya. Di sana, garis-garis hitam itu tampak seperti labirin yang kacau, menjalar dengan liar hingga ke sela-sela urat tangannya yang menonjol.

​"Tato apa itu, Zayn?" tanya Luna lirih. Matanya mencoba menelusuri setiap inci pola abstrak tersebut, mencari celah di mana rahasia Zayn bersembunyi.

​Zayn menarik tangannya dengan kasar, lalu memasukkannya kembali ke saku jaket. Ia tidak menoleh. Wajahnya yang putih bersih itu tetap menghadap ke depan, dingin dan tak terjangkau.

​"Hanya tato biasa," jawabnya pendek. Suaranya datar, tanpa emosi, seolah ia sedang membicarakan cuaca di California yang membosankan. "Bukan urusanmu lagi, Nona."

​"Bohong," bisik Luna. Ia memberanikan diri berjalan memutar, berdiri tepat di hadapan Zayn agar pria itu terpaksa menatapnya. "Kau yang dulu paling benci jarum. Kau yang bilang kulitmu tidak boleh kotor oleh apa pun karena kau ingin selalu terlihat bersih untukku. Dan sekarang..."

​Luna menelan ludah, dadanya sesak. Jarak mereka begitu dekat hingga ia bisa merasakan panas yang memancar dari tubuh Zayn. "Apa kau melakukan itu untuk menyakiti dirimu sendiri? Atau untuk menghapus ku?"

​Zayn tetap bungkam. Matanya yang kelabu menatap lurus ke arah mata Luna, namun tidak ada lagi pantulan cinta di sana, hanya ada kekosongan yang membekukan.

​"Zayn..." Luna akhirnya menyerah pada egonya. Air mata yang sejak tadi menggenang kini meluncur jatuh di pipinya yang mulus. "Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu."

​Zayn sedikit tersentak, rahangnya mengeras hingga otot-otot di wajahnya menegang. Namun, ia masih tidak mengeluarkan suara.

​"Aku tahu aku salah. Aku tahu aku pengecut karena tidak bisa melawan Ayah saat itu," lanjut Luna dengan suara yang hancur. Ia mendongak, menatap pria setinggi 188 cm itu dengan tatapan memohon. "Tapi apa benar kita tidak bisa kembali? Apa benar tiga tahun itu bisa kau buang begitu saja hanya karena jaket kulit dan motor itu?"

​Zayn menunduk. Jarak wajah mereka kini hanya terpaut beberapa inci. Luna bisa merasakan hembusan napas Zayn yang sedikit memburu. Untuk sedetik, Luna mengira Zayn akan menariknya ke dalam pelukan, menciumnya seperti di belakang tribun SMA dulu.

​Namun, Zayn justru menyeringai pahit. Senyuman yang terlihat begitu asing di wajahnya yang tampan.

​"Kembali ke mana, Luna?" tanya Zayn rendah, suaranya seperti geraman. "Kembali ke masa di mana aku harus menunggumu di pintu belakang seperti pencuri? Kembali ke masa di mana kau selalu malu mengenalkan ku pada dunia karena aku tidak punya nama besar seperti Storm?"

​"Zayn, bukan begitu..."

​"Dunia kita sudah berbeda," potong Zayn tajam. Ia mencondongkan tubuhnya, menatap Luna tepat di mata dengan sorot yang menghunus. "Kau masih Putri Porselen yang manis dan sempurna. Dan aku? Aku hanyalah debu aspal yang kau benci. Tato ini..." Zayn mengeluarkan tangannya sebentar, membiarkan Luna melihat kerumitan tinta hitam itu sekali lagi. "...adalah cara agar aku tidak pernah lupa betapa sakitnya mencintaimu."

​Zayn kemudian berbalik, berjalan pergi tanpa menoleh lagi.

​Luna terpaku di tempatnya, menatap punggung Zayn yang semakin menjauh. Ia tidak tahu bahwa saat Zayn berjalan pergi, tangan pria itu bergetar hebat di dalam saku jaketnya. Zayn berbohong. Tato itu bukan sekadar gambar biasa. Jika Luna menelitinya lebih dekat, di balik tumpukan garis hitam yang tumpang tindih itu, ada sebuah nama yang terukir permanen di atas daging dan darah Zayn.

​Nama yang merupakan satu-satunya alasan kenapa Zayn masih bernapas hingga hari ini.

​"Zayn..." bisik Luna pelan, suaranya hilang ditelan angin California.

​Tanpa Luna sadari, di kejauhan, Hera sedang berdiri bersandar pada pilar gedung, memperhatikan adegan itu dengan mata tajamnya. Hera memutar kunci motornya, lalu tersenyum miring. Ia tahu sesuatu yang tidak diketahui Luna. Ia telah melihat tato di betis Zayn saat pria itu sedang memperbaiki motornya di parkiran tadi pagi. Dan Hera tahu, badai di antara kembarannya dan Zayn baru saja dimulai.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
durrotul aimmsh
i just can say...wow
shabiru Al
apa yang akan terjadi ya jika ayahnya luna tau kehamilan ini
shabiru Al
mampir ya thor,, kayaknya menarik nih ceritanya
ros 🍂: Happy Reading 🥰
total 1 replies
Nurhasanah
ini fl nya luna apa hera ?? lebih suka hera sih badas nggak menye2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!