Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oliver Dirgantara
Saat ini Alessia duduk di kursi taman belakang, tempat nya menghabiskan waktu selama tiga hari terakhir setelah kepulangannya dari rumah sakit.
Jika biasanya Sejak pagi Ia selalu on time dengan pakaian rapi dan glamor,dengan full make up yang super duper cantik bak model papan atas.Berbeda dengan tiga hari ini,Ia seperti bukan dirinya lagi.
Pakaian sederhana yang entah sejak kapan di miliki nya,wajah polos tanpa polesan make up sedikit pun.Rambut yang biasanya di tata sekalipun hanya di rumah kini hanya di gerai dan di sisir tanpa permak Catok atau hal lainnya.
Mata yang selalu berbinar kini kehilangan cahayanya, sementara wajah yang cantik nan indah tidak bisa menutupi kesuraman dan kekosongan dimatanya dan kehampaan di wajahnya.
Penampilan nya benar-benar berubah delapan puluh derajat.
Ia juga lebih banyak diam,dan berdiri bak patung seolah Ia kehilangan raganya dan semangat hidup nya.
"Nyonya,Tuan sudah pulang...,tuan sudah pulang!"
Dalam keheningan,seorang pelayan tiba-tiba datang berlari dengan nafas tersengal-sengal dan senang ke arahnya dan mengatakan hal itu.
Tapi responnya tidak seperti yang di harapkan,Ia tidak menunjukkan reaksi apapun namun sebaliknya Ia tersenyum aneh dan menitikkan air mata.
"Nyonya apa anda baik-baik saja?"
"Mmm...,aku baik-baik saja,aku akan segera datang.Tolong siapkan makan malam untuk Tuan ya"
"Ooh...,baik nyonya,saya permisi"
Sampai 1 jam...
2 jam...
3 jam...
hingga 5 jam Ia tidak benar-benar beranjak dari duduknya.
Ia kemudian menelisik menatap ke ke arah pintu hingga tersenyum mengejek.5 jam sudah Ia menunggu seseorang menghampiri nya untuk menanyakan keadaan nya dan mengkhawatirkan nya,tapi selama itu tak ada satupun yang datang.
"Apa yang ku harapkan?"
"Dia tidak akan datang,Oh astaga betapa bodoh nya kau Alessia," ucapnya menertawakan dirinya sendiri.
Namun meski tertawa,air mata yang hangat justru mengalir di wajahnya, tapi dengan cepat Ia menghapusnya dengan kasar hingga membuat wajahnya yang putih langsung memerah.
Karna lelah,Ia akhirnya masuk ke dalam rumah tempat nya selama tiga tahun yang penuh dengan kebohongan.
...
Ia masuk ke kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya,namun baru saja masuk ke dalam kamar,Pria dengan tubuh atletis tinggi besar,tegap dengan fitur wajah tampan baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit di pinggang nya,memperlihatkan betapa sempurnanya pria itu dari ujung kepala hingga kaki.
Oliver Dirgantara,pria sempurna yang memiliki segalanya di usia 29 tahun,pewaris satu-satunya keluarga Dirgantara dengan kekayaan triliunan, CEO perusahaan raksasa dengan banyak bisnis dan usaha yang bercabang di banyak kota dan mancanegara, properti yang ada di berbagai negara dan dimana-mana.
Dia adalah pria yang membuat Alessia tergila-gila,pria yang sangat di cintai nya dan membuat nya posesif karna begitu takut kehilangan nya dan melirik wanita lain selain dirinya.
Namun sekarang melihat wajah pria itu membuat nya mengingat kembali pembicaraannya dengan seseorang di kafe saat itu,hingga membuat dadanya seketika sesak dan sakit rasanya seluruh tubuhnya mati karna rasa sakit itu.
"Kamu darimana saja?"
Suara bariton yang selalu membuat Alessia jatuh cinta itu,kini justru menggores luka di hatinya."Mencari angin", jawabnya singkat dan naik ke atas tempat tidur.
"Maaf,aku tidak menjemput mu.Ada begitu banyak pekerjaan yang harus ku urus di negara A",Oliver menjelaskan dan mengurung kan niat nya untuk memakai pakaian nya terlebih dahulu,mendengar jawaban singkat Alessia yang Ia tau pasti merajuk.
"Mmm,tidak apa-apa aku tidak menyalahkan mu",balas Alessia tersenyum.
Oliver mengangguk dan membalas senyuman itu dengan senyum khasnya yang tipis."Istirahat lah", ucapnya mengusap lembut rambut wanita yang berstatus sebagai istrinya itu tanpa curiga atau menyadari perubahan sikapnya.
Dia memang bersikap dingin dan cuek,dan tidak peka.
"Aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan lagi,kau istirahat lah lebih dulu".Ucapnya dan beranjak masuk ke walk in closed untuk memakai pakaian nya.
Saat Ia keluar lengkap dengan pakaian nya,Ia sedikit heran karna Alessia sudah tertidur dengan tenang,padahal biasanya wanita itu tidak akan tertidur jika tidak di bujuk olehnya agar Ia bisa bekerja,hingga Ia harus menunggu nya tertidur agar bisa pergi ke ruang kerjanya.Namun Ia berfikir Alessia sekarang mudah tidur mungkin karena baru keluar dari rumah sakit.
Terdengar helaan kecil di bibir nya, kemudian berbalik keluar dari kamar itu untuk pergi ke ruang kerja nya.
Mendengar pintu tertutup, Alessia membuka matanya dan menangis dalam diam,menutup mulutnya agar tidak terdengar,namun air mata itu tak berhenti mengalir dari pelupuk matanya hingga membasahi wajahnya.
Tangisan diam itu berubah menjadi terisak-isak, yang terdengar begitu menyesakkan dan lelah yang tiada batas.
Berulang kali Ia menghapus air matanya,namun air mata itu tidak bisa berhenti mengalir hingga terus menerus.
Ia sampai koma di rumah sakit dalam waktu lama,tapi sepertinya itu hal biasa bagi pria itu bahkan tidak ada rasa khawatir di wajahnya sedikitpun,seolah-olah tidak ada yang terjadi padanya.
Bahkan di saat Ia baru saja keluar dari rumah sakit,pria itu sama sekali tidak peduli dan masih bersikap seperti biasa padanya.
Jika pria itu benar-benar mencintai nya,mungkin dia akan lebih khawatir dengan keadaan nya dan lebih mempedulikan dirinya nya daripada pekerjaan nya,tapi sayang dia bukanlah wanita yang di cintai nya.
Jika itu dulu, mungkin Ia akan merengek untuk di perhatikan dan lebih di utamakan oleh suaminya,tapi sekarang tidak karna Ia tau alasan dari sikap dingin dan cuek itu.
Ia memukul-mukul dadanya dengan kuat, berharap rasa sakit itu hilang saja."Kenapa semua ini harus terjadi pada ku?",Ia tertawa namun terus menangis menanyakan hal itu pada udara yang tidak terlihat.
"Sakit...,hiks ini terlalu sakit"
Dia masih tidak berhenti memukul-mukul dadanya sendiri,masih berharap rasa sakit itu akan hilang jika Ia terus memukul nya.
***
Sementara di ruangan yang tidak jauh dari kamar utama,pria dengan kaca mata emas tanpa bingkai dan dengan piyama hitam masih setia di kursi kerjanya,matanya yang tajam di balik kaca mata tanpa bingkai itu begitu fokus tak teralihkan dari pekerjaan nya.
Namun sesaat Ia terdiam dan memegang dadanya dengan ekspresi kesakitan sekaligus bingung,karna sebelumnya Ia tidak pernah mengalami hal seperti itu.Ia juga tidak memiliki riwayat penyakit apapun.
"Sepertinya aku perlu memeriksa kesehatan".Ucapnya dan begitu saja kemudian melupakan rasa sakit itu.
Oliver Dirgantara memang terkenal sangat mencintai pekerjaan nya,Ia sering dapat julukan sebagai penggila kerja oleh orang-orang yang bekerja dengannya.Bagaiaman tidak,di saat pulang dari kantor Ia selalu mempunyai kebiasaan yang tak pernah Ia tinggalkan sejak dulu,yaitu tetap bekerja sampai larut malam sakit pun Ia tidak pernah meninggalkan atau melupakan pekerjaan nya,seperti sekarang pun Ia akan lebih mementingkan pekerjaan nya daripada rasa sakit yang baginya hanya sebentar.
***
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA,MAAF KALAU ADA KESALAHAN PENULISAN😊💖
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain