NovelToon NovelToon
Diamonds & Deception

Diamonds & Deception

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."

Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.

Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arena Intelektual

Aleena tidak bisa lagi menahan rasa muaknya. Ia ingin menghancurkan imej "si jenius urakan" itu di depan seluruh siswa. Maka, melalui pengumuman klub sains, sebuah tantangan resmi dikeluarkan,

Debat Terbuka — Logika vs. Intuisi.

Aula sekolah penuh sesak. Berita bahwa sang "Tuan Putri Paris" akan berhadapan langsung dengan "Pangeran Skandal" dari Tiongkok telah menyebar seperti virus.

Nicholas dan Serena tampak duduk di barisan belakang dengan menyamar menggunakan topi dan kacamata hitam. Nicholas tersenyum tipis. "Lihat itu, Serena. Rein sedang berada di kandang singa."

Di atas panggung, Aleena berdiri dengan sangat formal, setelan blazer berwarna gading, rambut diikat rapi, dan tumpukan data di tabletnya. Sementara Rein? Ia naik ke panggung dengan tangan di saku celana, kemeja seragam yang tidak dimasukkan, dan tentu saja tato kupu-kupu itu terpampang nyata karena ia sengaja mengenakan earpiece hanya di satu telinga.

"Kau siap untuk dipermalukan, Rein?" tanya Aleena dingin tanpa mikrofon.

Rein mengedipkan sebelah matanya. "Aku selalu siap untuk apa pun yang kau berikan padaku, Rebecca."

Debat dimulai dengan topik rumit mengenai Etika Kecerdasan Buatan dalam Ekonomi Global. Aleena memulainya dengan data yang sangat presisi, argumen yang terstruktur, dan retorika yang sempurna. Ia tampak tak terkalahkan. Tepuk tangan riuh menyertainya.

Namun, saat giliran Rein, suasana berubah. Ia tidak membaca data. Ia berdiri, berjalan ke pinggir panggung, dan mulai berbicara tentang bagaimana algoritma justru mematikan insting manusia, insting yang ia gunakan saat balap motor atau saat membaca pergerakan pasar saham yang ia pelajari dari ayahnya.

"Data yang kau banggakan itu hanya masa lalu, Aleena," ujar Rein, suaranya menggema di aula. "Dunia ini digerakkan oleh risiko dan kekacauan. Sesuatu yang sangat kau takuti karena kau terlalu sibuk menjadi 'sempurna'."

Rein melangkah mendekati podium Aleena, mengabaikan moderator. Ia mencondongkan tubuhnya, membuat Aleena terpaksa menatap tato kupu-kupu di balik telinganya.

"Kau bilang aku murahan karena aku memberikan perhatianku pada banyak orang," bisik Rein, namun mikrofon di kerahnya menangkap suaranya. "Tapi kau sendiri... kau begitu mahal sampai-sampai kau tidak punya nilai karena tidak ada yang bisa menyentuhmu. Apa gunanya otak cerdas jika kau hidup dalam penjara emasmu sendiri?"

Aleena terdiam. Wajahnya memerah, bukan hanya karena marah, tapi karena argumen Rein menghantam sisi terdalam dari rasa kesepiannya. Penonton tertegun. Rein tidak hanya mendebat teorinya, ia mendebat cara hidup Aleena.

"Nilaimu memang sempurna, Aleena," lanjut Rein, kembali ke suaranya yang santai namun tajam. "Tapi dalam ujian kehidupan yang penuh ketidakpastian, kau akan gagal karena kau tidak tahu cara... melanggar aturan."

Moderator menyatakan debat berakhir. Secara teknis, Aleena menang dalam hal struktur data, namun secara publik, Rein-lah pemenangnya karena ia berhasil mengguncang emosi sang Tuan Putri.

Setelah acara selesai, Aleena bergegas ke ruang ganti di belakang panggung untuk mengambil tasnya. Tangannya gemetar. Saat ia berbalik, Rein sudah berdiri di ambang pintu, menghalangi jalan keluar.

"Minggir, Rein," desis Aleena.

"Kau sangat cantik saat sedang kalah, kau tahu?" Rein tidak bergerak. Ia justru mendekat, aroma maskulinnya memenuhi ruangan sempit itu.

Aleena menatap tato kupu-kupu itu lagi dari jarak dekat. Kali ini, ia tidak tahan untuk tidak bertanya. "Kenapa kupu-kupu? Pria sepertimu... kenapa memilih tato yang begitu lembut?"

Rein terdiam sejenak, tatapannya melembut, sebuah ekspresi yang jarang ia tunjukkan. Ia menyentuh tato itu dengan jarinya sendiri. "Karena ibuku selalu bilang, kupu-kupu itu bebas, tapi mereka selalu tahu cara pulang ke bunga yang tepat. Dan sejauh ini, aku belum menemukan bunga yang pantas... sampai aku tiba di Paris."

Rein meraih tangan Aleena, meletakkan jemari gadis itu tepat di atas tatonya. "Kau mau mencobanya, Rebecca? Menjadi bunga untuk kupu-kupu murahan ini?"

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Guys 😍😍😍

1
Fbian Danish
ceritanya bagus bgt. aku suka.... satset tanpa banyak drama, tapi alurnya enak untuk diikuti... suka..suka..suka..
Fbian Danish
baguuuuussss bgt ceritanya kak. cerita sat set tanpa banyak drama tapi alurnya enak dan konflik yg tidak terlalu pelik. aku suka bgt asli.....
Fbian Danish
bapaknya memberi jaminan kancing, anaknya gantungan kristal... like father like son😄
Salsabiell Jannah
sukaaaaa bangetttt sama novel ini 😍😍😍😍
Ros_10: Makasih 😍
total 1 replies
Fbian Danish
bagus bgt karyamu Thor... 🔥🔥🔥🔥
Fbian Danish
happy bgt kak❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!