NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti CEO Arogan

Pengantin Pengganti CEO Arogan

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:29.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Kusuma Pawening, gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA itu tiba-tiba harus menjadi seorang istri pria dewasa yang dingin dan arogan. Seno Ardiguna.

Semua itu terjadi lantaran harus menggantikan kakanya yang gagal menikah akibat sudah berbadan dua.

"Om, yakin tidak tertarik padaku?"

"Jangan coba-coba menggodaku, dasar bocah!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Seno menyorot bringas gadis belia di bawah kungkungannya. Pria itu tersenyum miring bersiap memainkan perannya. Seakan penuh hasrat dan minat untuk mengeksekusi istrinya yang banyak polah itu.

"Eh, tunggu-tunggu kenapa ini bocah senyum-senyum sambil merem. Pasrah atau gimana?" batin pria itu menatap aneh. Ia yang benar-benar hampir menyentuhnya mendadak ragu sendiri.

Wening yang tadinya meronta mendadak diam menerima tanpa perlawanan. Seno pun menautkan alisnya galau, merasa tertantang tapi juga penasaran. Sesungguhnya ia hanya ingin menguji, tapi sepertinya akan menarik juga mempunyai mainan baru di rumah.

"Ya Tuhan ... please jangan cium, ini tidak aman untuk kesehatan jantungku, rasanya kaya apa ya? Apakah cukup memabukan atau mampu membuat kecanduan. Ah, aku jadi penasaran. Pasrah aja kali ya, lagian nggak mungkin juga suaminya terabas, kan lagi palang. Hahaha," batin Wening sungguh deg degan. Cukup nekat dan resikonya biarkan pikir nanti saja.

Gadis itu sedikit mengintip lewat kelopak matanya. Apa yang sebenarnya suaminya lakukan, kenapa terkesan lama sekali. Sungguh gadis itu penasaran, seberani apa pria itu mendominasi. Apakah pria itu ragu, atau mungkin saja tidak tertarik padanya.

"Sial, kecil-kecil bikin gerah juga!" umpat Seno ketika merasakan tubuhnya merespon dengan apik. Bahkan sesuatu miliknya mulai bereaksi terbangun meronta.

Sejenak pria itu terbuai dengan raut wajahnya yang ayu. Gadis di bawahnya itu terlihat masih polos, cantik alami tanpa riasan. Sangat mirip dengan kakaknya. Sayang, masih terlalu kecil untuk menjadikan partner di ranjang. Ya kali mau bikin anak sama bocah, sungguh malangnya nasib Seno.

Ptak!

"Aww ....!" desis gadis itu mengaduh. Merasakan jidatnya tersentil dengan petikan jarinya.

"Sakit ya? Hahaha ... itu balasan lantaran kamu tadi ngerjain aku di depan mama. Kalau tidak bisa bikin kopi nggak usah sok pakai acara perhatian segala. Cari muka kan pastinya, jangan harap aku bakalan simpati, dasar bocah!"

"Hih ... muka nggak usah dicari, udah nongol juga. Lagian ngapain cari perhatian dari kamu, kurang kerjaan amad. Minggir, tubuhmu berat!" omel gadis itu menggerutu. Mengusap keningnya yang terasa panas.

"Apa kamu sungguh ingin menjadi istri yang baik?"

"Hais ... aku belum mau jadi istri lah, tapi terpaksa jadi istri, paham!" Wening mendorong dada bidang suaminya yang masih setia dengan keberadaannya.

"Kalau Om merasa keberatan ceraikan saja aku, terus pulangkan diriku ke rumah ibu. Aku masih ingin belajar, bermain, dan menikmati masa mudaku," ucap Wening serius. Berjalan mendekati ranjang lalu merebah dengan tenang.

"Tadinya aku ingin begitu, kenapa tidak kau saja yang menggugat. Atau ... jangan-jangan kamu tertarik padaku."

"Jangan terlalu percaya diri Om, muka pas-pasan aja sombong amad!"

Seno mendelik tak percaya, bisa-bisanya istrinya ngatain dirinya. Sungguh harga dirinya terkoyak. Pria itu menyusul ke ranjang lalu mendekati istrinya yang bermuka santai.

"Kamu rabun ya, lihat dengan benar wajahku. Amati dengan jelas," kata pria itu tak terima. Menarik gadis itu hingga terduduk kembali. Menangkup pipinya agar menatap dirinya.

"Om, aku ngantuk, bisa nggak tatap-tapannya besok aja. Aku nggak fokus, tidur Om jangan berisik!" ucap gadis itu begitu saja.

Seno ingin protes tetapi sepertinya percuma saja. Karena merasa lelah juga, akhirnya pria itu ikut merebah di samping gadis itu dengan posisi telentang. Netranya nyalang menatap langit-langit kamar.

Wening sendiri cukup bebal enggan peduli. Sebenarnya ada kecemasan dalam hatinya kala berhadapan dengan pria asing itu. Terlebih kadang wataknya yang keras jelas membuatnya takut. Nalurinya memberontak meminta perlindungan. Di sini ia tak punya siapa-siapa, jauh dari keluarga, rasanya nyesek tak berkesudahan. Ia mulai memejamkan matanya, melupakan sejenak keriwehan hidupnya. Gadis itu butuh tubuh yang prima untuk memulai esok hari yang lebih strong.

"Ning, kamu sudah tidur?" tanya pria itu dengan posisi yang sama. Jelas saja gadis itu tidak menyahut, ia sudah diantara alam mimpinya.

Seno kembali menarik diri, duduk gelisah di tepian ranjang. Pria itu tidak bisa menemukan kantuknya, padahal tubuhnya lelah. Keluar kamar menuju balkon, menyalahkan rokok untuk sekedar meredam perasannya yang sedikit kacau.

Menatap langit yang gelap tanpa bintang. Seperti kelam hatinya saat ini, kembali merasa sesak mengingat kegagalannya menikah dengan Rara. Merasa begitu terkhianati, hingga timbul kebencian pada diri adiknya dan merasa dendam.

Cukup larut pria itu merenung diri, kembali ke kamar setelah bisa menguasai hati.

"Astaga! Ujian apa lagi ini!" umpat Seno kesal saat mendapati pemandangan yang tak biasa di depan matanya.

Rupanya gadis itu tidur dengan posisi yang buruk. Baju tidur bagia atasnya tersingkap membuat belahan perutnya yang mulus terpampang jelas oleh matanya.

1
Mazree Gati
masih sekolah di nikahkan,,,end, ga lanjut baca
Hediana Br Hutagalung
jgn terlalu dikekang Seno,nanti ngamuk LG istrimu
Hediana Br Hutagalung
jgn LG km macam2 ya Seno,Wening udah banyak berkorban buat km
Hediana Br Hutagalung
memang susah buat keputusan Wening tp kt perempuan yg harus mengalah,q pernah diposisi ini demi suami tinggalkan pekerjaan
Hediana Br Hutagalung
mantap Wening,udah berkorban banyak malah ngak dihargai Seno,LBH baik menjauh
Hediana Br Hutagalung
rata2 laki2 memang gitu,klu dah pergi baru kaya orang sakit jiwa nyarinya
Hediana Br Hutagalung
jgn gampang luluh Wening,kerjain dl baru kasih kesempatan
Hediana Br Hutagalung
kasihan Wening,giliran dekat dgn laki2 lain dilarang tp Seno bisa suka2nya
Hediana Br Hutagalung
senonya LBH dewasa dr PD istrinya,tp kok harus istrinya yg harus mengerti buat hubungan mereka,itu namanya egois Seno,klu memang masih ragu lepaskan aja Wening itu,karena dr awal dia udah minta cerai
Hediana Br Hutagalung
kopi hitam aja bikin jgn pake gula biar makin hitam asap yg keluar dr mulut seno🤣
mom syam
kakak atay mba manggilnya nih🤭
Herlina Anggana
kepikiran orang kalo udah skit kritis gitu drop naik turun kalo keluarganya religius dan penyayang pas waktu sholat pasti di tuntun sholat kan ya... Rara sudah menebus kesalahannya dengan sakit berbulan2 pasca melahirkan smoga gak lagi menjalani siksaan di alam kubur... aku kok baper mikirnya jauh bgt
Herlina Anggana
Halah ngomong apaan sih gak jelas... panjang lebar asli gak jlas laki2 labil emang gak tegas
Herlina Anggana
dah males denger gombalan kuno.. prettt
Herlina Anggana
terlalu rindu gimana waktu di rumah senggang ja di cuwekin malah mikirin omongan Afnan emang knapa KLO Rara masih cinta sama kamu sen,... yg jadi istri kamu kan Wening bukan Rara
Herlina Anggana
gamon ya sen
Herlina Anggana
interaksi mereka tu lucu
Herlina Anggana
dapet daun muda bucin akut
Heryta Herman
klo sdh di tinggal begini baru terasa kau seno..makanya jadi laki" jngn suka seenaknya..semua hal yg kamu buat harus memaksa..klo masih terpaku pada masa lalu,jngn coba"untuk memulai hubungan yg baru...kasihan wening..
Anonymous
Ceritanya muter2 di tempat, rara hamil gk mau jasih tau siapa, seni sama istrinya gk bs akur capek bacanya, maaf ya thour gk di lanjuti bacanya🙏🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!