Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17 Bercerai
Nuri menginap di sini Sampai selesai tujuh harinya ibu dan dia telah memberikan alamat kepeda Ku tekat ku sudah bulat sebelum mas Adit datang menjemputku aku menghadap mama
" Assalamualaikum" ucapku ketika masuk rumah mama
" Eh walaikum salam Ara masuk yuk" kata mama
" Ada apa kamu mau ke kamar Adit ya mungkin nanti mau menginap di sini" kata mama dan aku pun duduk dekat mama yang lagi minum teh
" Maaf ma ada yang mau Ara bicarakan" jawabku
" Serius banget ada apa" tanya mama
" ma maafkan Ara. Ara mau mengugat cerai mas Adit bukan karena ara nggak cinta tapi mas Adit telah menduakan Ara" kata ku lirih
" Apa kamu jangan mengada ada" kata mama
" ini buktinya ada foto mereka berdua" kata ku sambil memperlihatkan kan foto di folder hp ku dan mama melihat dengan jelas foto Sarah dan mas Adit
" Jadi selama ini mereka tinggal sama kamu dan kamu mau saja di madu" tanya mama dengan emosi
" Maaf ma Ara nggak ada kekuatan untuk melawan dan Ara mencintai mas Adit Ara nggak bisa menolak pesona mas Adit dan setelah berfikir sekarang Ara putuskan biar Ara mencoba melupakan mas Adit" jawabku jujur
" Emang kan anak laki laki mama itu ganteng buat rebutan cewek cewek cantik sekarang kamu makan sana mama akan telephon papa membicarakan masalah ini" kata mama
Aku beranjak ke dapur menemui pembantu yang sedang memasak dan membantu memetik sayuran kan aku terkenal nggak bisa masak di lingkungan sini jadi hanya membantu saja
" Ara sini mama mau bicara" kata mama. Aku meningalkan dapur dan duduk di sebelah mama
"Mama sudah telephon papa dan papa sudah tahu ketua RT perumahan yang kalian tempati laporan sama papa karena lihat kamu masih mesra sama Adit ya papa belum bertindak di kira kamu sudah terima di madu teryata kamu nggak terima dan mau gugat cerai" kata mama dengan intonasi agak ketus
" Maaf kan Ara ma Ara sudah berfikir keras sebelum memutuskan akan cerai" jawabku
" Kata papa kamu di suruh berfikir lagi dan kalau kami masih dengan keputusan mu biar pengacara papa yng mengurusi semua tapi kami hanya dapat nafkah idah dan mut'ah saja ya karena juga kamu berumah tangga cuma tiga bulan" kata mama
" Iya ma tetap Ara dengan keputusan. Ara biarkan Ara saja yang mundur" jawabku
" Ara pamit ya ma" kata ku sambil mencium punggung tangan mama
Aku pun pulang dan bi endang sudah menunggu di rumah
" Gimana ra mamanya Adit nggak marah" tanya bi endang
" Sebenarnya aku di suruh bertahan bi tapi aku takut sama ancaman Sarah dia orang nya nekat takutnya menyerang dari belakang" jawabku
" Iya sudah kalau gitu kita tunggu gimana keputusan papamu kalau sudah dapat surat cerai kita meningalkan kampung ini dan kalau kamu nggak keberatan rumah ini kita jual saja" kata bi endang
" Iya bi kita jual di juragan Dadang saja secara diam diam" jawabku
" Kamu bikin surat pengunduran diri saja sama pak Bayu" kata bi endang
"iya bi saya sudah buat surat pengunduran diri dan aku kirim via email belum di balas" jawabku
" bi Rencana nya aku mau ke rumah Nuri lihat keadaan di sana" kata ku
" Iya Ra jadi kita bisa pergi diam diam setelah surat cerai di tangan" kata bibi
" Aku setuju bi" kata ku sambil menunggu keputusan papa
Dua hari kemudian mas Adit datang dia membawa pakaian ku yang tersisa di sana dan dia masuk rumah katanya menungu pengacara papa
" Kamu tega dek sama mas dan mas di marahi papa juga mama sekarang mas mau cari kerja di tempat lain karena papa memecat mas padahal mas sayang sama kamu dan ingin punya anak dengan kamu" kata mas Adit
" Ya sudah lah mas itu kan pilihan mas dan aku nggak mau mas bertengkar dengan Sarah gara gara orang ke tiga dan nggak enak sebagai orang ke tiga di kira aku merebut mas dari tangan Sarah" jawabku
" Izinkan mas memeluk mu sebelum mas mengucapkan talak dan mas hanya bisa memberi kamu dua puluh juta sebagai nafkah idah dan mut'ah " kata dia menjelaskan
" Iya sudah mas aku setuju dengan keputusan mu" jawabku
" Kalau kamu hamil bilang sama mas ya mas akan bertanggung jawab" iya kemudian mas Adit memeluk dan mencium ku dan akhirnya dia mengucapkan kata talak.Aku menunduk sekarang akhirnya aku sudah janda dan tak lupa aku serahkan cincin kawin dan perhiasan pemberian mama dan mas Adit hanya menerima cincin saja perhiasan yang lain suruh aku menyimpannya
Pengacara nya datang dan siap mengurus semua nya nanti jadi
" Mbak Tiara tinggal nunggu surat cerai nya mas Adit memberikan kompensasi dua puluh juta dan pak Wijaya menambahkan tiga puluh juta jadi semua lima puluh juta" kata pengacara papa dan teryata surat cerai datang dengan cepat
Aku setuju dan tidak banyak drama hari ini aku ke rumah nuri mau survey tempat ini dan ternyata cocok dan aku rencana menjual rumah dan bi endang menawarkan rumah ke juragan Dadang dan tanpa kesulitan jurangan Dadang membeli rumah ku seharga seratus delapan puluh juta dan di bayar seratus dulu nanti kurangan nya di bayar kalau selesai surat menyurat dan bi endang merahasiakan semua dari tetangga ku
Malam aku berangkat sama bi endang hanya membawa barang yang penting saja seperti baju dan beberapa alat dapur yang perlukan kalau barang yang lain sama jurangan Dadang di bayar tiga juta rupiah nanti sama beliau di jual ke yang memerlukan aku juga minat surat pindah ke pak RT secara diam diam Sampai di rumah kontrakan aku memulai usaha ku dengan membeli sepeda motor second dan juga mobil yang terjangkau dengan uangku yang ada aku putar modal yang aku punya. Sampai aku tahu teryata aku hamil tiga bulan ternyata firasat ibu benar dan aku di suruh menjaganya sampai enam bulan kemudian aku melahirkan di sini bersama bi endang dan untuk menambah penghasilan bi endang jualan kopi dan mie instan karena di rumah sering ada tamu atau tempat berkumpulnya para makelar kendaraan aku tetap pakai hijab untuk menjaga karena pergaulan Ku lebih banyak kaum lelaki jadi aku harus jaga sikap seperti yang di ajarkan pak Bayu dulu boleh bekerja dengan lelaki asal bisa jaga diri dan jaga sikap terutama kepada para lelaki yang punya istri aku melahirkan di sini dan pak RT di sini sudah tahu tanpa aku bercerita dan semua yang menjelaskan adalah Nuri jadi aku bukan hamil tanpa suami dan sampai akhirnya
" Tiara kamu tidak tidur melamun terus nanti takutnya sakit sana tidur sudah jam dua belas malam" kata bi endang menegurku
Flashback of
Bersambung ........