NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Cintapertama
Popularitas:4.3M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberimu 2 pilihan

Ethan mengendurkan genggamannya sedikit, tapi masih erat menyangga pergelangan tangan Dira. Matanya yang sebelumnya penuh amarah kini sedikit mereda, digantikan oleh nada tegas yang tidak bisa ditolak.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi ia menarik Dira perlahan menuju arah pintu keluar. Petugas keamanan berdiri diam, masih tercengang oleh kata-kata Ethan tadi. Beberapa karyawan yang menyaksikan mulai berbisik-bisik, membicarakan siapa pria tampan itu. Kenapa bisa kenal dengan Dira Ananta yang biasa-biasa saja. Bahkan ada yang iri pada Dira.

Setelah sampai di luar gedung, Ethan berjalan ke arah mobilnya yang masih menyala. Dira mengikuti dengan langkah tergesa-gesa, hatinya terus berdebar kencang. Ia tidak berani melihat wajah Ethan, hanya fokus pada jalan di depannya.

"Masuk," kata Ethan saat membuka pintu. Dira masuk dengan ragu, tubuhnya masih gemetar sedikit. Belum masuk, ia ragu.

"Aku bilang masuk, Dira."

Akhirnya wanita itu masuk. Ethan menutup pintu lalu berjalan berputar memasuki jok pengemudi dan mematikan mesin, suasana di dalam mobil menjadi sangat sunyi. Hanya terdengar bunyi napas mereka yang tidak teratur.

Tanpa berkata apa-apa, Ethan mengambil amplop putih tebal dari tempatnya di sebelah jok dan mengulurkam ke Dira.

"Bukalah."

Dira menatap amplop itu dengan tatapan bingung.

"Apa ini?"

"Buka saja!" nada Ethan kembali meningkat, membuat Dira segera meraih amplop dan membukanya dengan jari yang gemetar. Ketika matanya membaca isi kertas putih di dalamnya, wajahnya langsung memucat. Tulisan

"KECOCOKAN GENETIK 99,9%"

Seperti menusuk langsung ke dalam hatinya. Ethan tahu, laki-laki itu akhirnya tahu. Secepat itu? Tetapi Ethan memang laki-laki pintar, ia juga pernah bertemu dengan Arel, pernah makan bersama, tidak mungkin dia tidak curiga sama sekali. Hanya saja Dira tidak menyangka akan secepat itu. Ia berusaha tenang.

"Kau punya anak," Ethan kembali  bersuara tanpa menatap Dira.  Rendah, pelan, dingin.

"Ya, bukan anakmu." 

Kata-kata itu kembali memancing amarah Ethan. Ia memiringkan kepala menatap wanita yang duduk di sampingnya itu.

"Bukan anakku? Coba bilang sekali lagi,"

Dira menegakkan kepalanya dan memberanikan diri menatap Ethan.

"Dia keluar dari rahimku, jadi dia bukan anakmu."

"KAU BUTA? TIDAK BISA MEMBACA?! APA KAU BISA MELAHIRKAN ANAK TANPA PERLU LAKI-LAKI MENANAM BENIH KE RAHIMMU?!"

Bentakan Ethan menggema di dalam mobil, membuat Dira refleks meringis. Air matanya hampir jatuh, tapi ia menahannya mati-matian.

"IA AKU BUTA, TIDAK BISA MEMBACA, KAU PUASSS?!" Ia balas  berteriak. Tak kalah kencang. Ketakutannya kepada Ethan berubah menjadi keberanian yang menantang. Dia sampai heran sendiri.

Keduanya sama-sama tidak bisa lagi mengontrol emosi mereka.

"Dia putraku, darah dagingku, aku berhak tahu tentang dia. Kenapa kau menyembunyikannya dariku?!"

"Kita sudah putus, saat aku tahu aku hamil."

"Kau bisa bilang,"

"Memangnya kau akan percaya kalau aku bilang aku hamil anakmu? Kau melihatku bercinta dengan Jeremy."

"APA AKU SEBODOH ITU HINGGA TIDAK TAHU SEPERTI APA RUPA ANAK KANDUNGKU SENDIRI?!"

Ethan marah besar, ia masih marah, dan Dira malah menambah luka di hatinya dengan membahas luka lama, alasan hubungan keduanya kandas. Hening sebentar, dua-duanya terdiam.

Lelaki itu lalu memukul stir berulang kali, penuh emosi sampai buku-buku jarinya berdarah. Dira hanya bisa menutup mata dan telinganya tidak mau melihat amarah Ethan yang ia lampiaskan di stir.

Ethan sendiri, semarah apapun dia pada Dira, dia tidak bisa mengasari wanita itu dengan memukul. Yang dia bisa hanyalah menyakitinya dengan kata-kata menohoknya.

Darah tipis mulai merembes dari buku-buku jari Ethan yang memerah. Napasnya memburu, dadanya naik turun tidak teratur. Ia berhenti memukul setir, tapi tangannya masih bergetar. Dira perlahan membuka matanya. Melihat darah itu, hatinya justru ikut teriris. Tapi ia tidak bisa mengatakan sepatah katapun.

"Enam tahun," pria itu bicara lagi.  Suaranya pelan kali ini.

"Enam tahun kau menyembunyikan keberadaan putraku dariku."

"Sudah kubilang dia putraku." Dira tetap kekeuh.

"Aku yang melahirkannya sendiri, aku yang membesarkan dia, aku yang mendidiknya, aku.."

Rahang Ethan mengeras. Tangannya kembali memukul stir.

"KAU PIKIR AKU TIDAK BISA MEREBUT DIA DARIMU!"

Awalnya dia berniat bicara baik-baik dengan Dira, menyesali tahun-tahun yang terlewat dan wanita itu yang membesarkan anak mereka seorang diri, tapi kata-kata Dira sungguh membuatnya tidak bisa menahan diri untuk meluapkan semua emosi yang dia tahan sejak tadi.

Dira langsung terdiam. Nafasnya tercekat. Jantungnya seolah akan berhenti. Ini adalah salah satu alasan yang dia takutkan kalau Ethan tahu. Pertama, laki-laki itu tidak akan percaya anak itu adalah anaknya, kedua, pria itu akan merampas anak itu darinya.

Dira tertawa. Bukan tawa bahagia. Ia menatap Ethan. Keduanya berhadap-hadapan.

"Bukti DNA sudah jelas. Memang kau yang melahirkannya, tapi dengan keadaan ekonomimu sekarang, aku bisa menang di pengadilan." kata Ethan tanpa ragu.

Ucapan itu seperti pisau yang ditancapkan pelan ke dada Dira. Ia menatap Ethan tanpa berkedip. Air matanya jatuh. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

"Apa kau harus sekejam ini padaku?" Suaranya bergetar hebat. Dia jelas tahu, kalau dia tidak bisa melawan pria itu jika itu sudah berhubungan dengan kekuasaan.

"Kau juga bisa sekejam itu padaku. Menurutmu menyembunyikan darah dagingku sendiri selama enam tahun, itu tidak kejam?"

Dira terdiam, tidak bisa menemukan kata-kata untuk membantah. Setiap kalimat Ethan menusuk lebih dalam dari sebelumnya. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, menangis sambil berusaha menahan suara tangisnya.

Ethan meremas stir. Dia tahu dia sangat kejam. Tapi kekecewaannya kepada wanita itu masih sangat besar. Pria itu menutup matanya kuat-kuat, membukanya lagi, lalu menghembuskan nafas kasar. Dalam perjalanannya ke tempat ini untuk menemui Dira, dia sudah memutuskan dua hal.

"Aku akan memberimu dua pilihan." katanya.

Dira perlahan menurunkan kedua tangannya dari wajahnya. Matanya merah, napasnya masih tersengal. Ia tidak bicara, hanya menatap, menunggu apa yang akan dikatakan oleh pria itu.

Ethan menatap lurus ke depan beberapa detik sebelum akhirnya menoleh. Wajahnya tidak lagi meledak-ledak, tapi keras. Tegas. Seperti pria yang sudah mengambil keputusan.

"Pertama," ucapnya pelan,

"Kau tetap menyembunyikanku dari Arel. Dan aku akan membawa ini ke pengadilan. Kita selesaikan secara hukum. Hak asuh, tes tambahan, semuanya."

Tubuh Dira langsung menegang.

"Kedua," lanjut Ethan.

"Beritahukan pada Arel tentangku, dan menikah denganku. Aku akan memenuhi semua kebutuhan kalian."

Dira kaget. Tapi kalimat Ethan selanjutnya membuat rasa kagetnya pudar.

"Pernikahan itu hanya untuk membuat Arel memiliki keluarga yang utuh. Aku tidak ingin putraku tumbuh tanpa orangtua. Kau mengerti maksudku kan?"

Dira menatap Ethan lama, menertawakan ide itu dalam hati. Karena lagi-lagi ia tahu, Ethan belum memaafkannya atas kejadian masa lalu. Di saat yang sama, kata-kata pria itu benar. Arel membutuhkan keluarga yang utuh.

"Aku akan memberimu waktu untuk berpikir. Kau pasti tahu mana yang terbaik untuk anak kita kan?"

Dira tidak menjawab. Pikirannya sedang penuh sekarang.

1
mang tri
mimpi mu ketinggian nur😡
Atik Marwati
bosan hidup kamuu nur😤😤😤
Atik Marwati
makin ga tahu diri ..
Atik Marwati
amang jauh... ga sadar diri banget sih.....
Atik Marwati
nur harus diawasi nich mencurigakan jangan jangan mau jadi perusak rumah tangga nya dira🧐🧐🧐🧐
Valent Theashef
dira ni kepolosan n kebaikan banget emang ya pdhl jd istri mafia,kyakny dira hamil bnyak drama dr nur ni ,oh nur nur,cherry ny mna 🤣
Sh
bukan orang kaya sombong tapi ga semua orang yang baik ke kita bisa dijadikan teman. Thalia ga ada temen cewek. Hazel hanya dengan Kara.
Fitri Nurhidayat
nyari mati lu nur nur
martabak rujak rasa kari
wahh ngelunjak nih, si Dira si mudah percaya orang
mama
ojok ngimpi terlalu tinggi Nur nanti klu jatuh sakit tau..apalagi niat busuk mu smpe ketahuan ethan,bakal di taruh ruang bawah tanah km🤣..sok2 n mau gantiin posisinya dira,besar juga nyali km Nur🤭..gk ada kata ampun buat km klu udh bikin ulah Nur,dengan mafia macam ethan km bisa lenyap dlm sekejap
Alby Raziq
nur sama aja antar nyawa k Ethan,berani usik istri tercintanya
Alby Raziq
nur..jgn cari masalah Ama mafia kejam,salah lawankm
Ita rahmawati
bahaya nih musuh dlm selimut 😂
memei
nur adalah bahaya yg mengancam
kiya
wahhh ini mah bukan cari kerja tapi cari mati 😂
j4v4n3s w0m3n
oalahhhhh ternyata nur kamu musuh dalam rumah🤣🤣🤣🤣🤣 wah nur.blm tau gimana ethan klwm keluarganya di usik bisa bisa kamu end nurrrr🤭🤭🤭🤭
Etty Sumaryanti
d lg gangguan y nih rmh tangga dira 😇😇
semoga gk goyang lg mlh Ethan bisa singkirin tuh ulet bulu 🤭😇😇
Aida Kamil
dira bego trllu baij dan prcya org. bbit plakor dbwa krumh
Diana_Restu
wah udah ada calon korban buat mati nih kayanya😅😅
Ita rahmawati
lah blm juga tidur kok udh mimpi toh nur nur 🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!