Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Kendal terluka
Harimau yang jadi lawan Dewa iblis sudah habis tanpa sisa karena telah di bantai oleh mereka semua dan sekarang hanya tinggal mereka yang telah mendapat kemenangan di sini, walau Kendal terluka cukup parah namun dia masih merasa senang telah berhasil membantu mereka semua yang berusaha untuk mengalahkan para harimau itu.
Yasmin segera memapah Kendal karena mereka akan membawa kucing putih tersebut menemui Gun agar segera mendapat obat dan tidak sampai celaka, memang Kendal agak lemah namun walau dia seperti itu tidak pernah dia menyerah dalam pertempuran dan selalu ingin ikut serta agar merasa di gunakan oleh ratu ular dan juga yang lain.
Kiblat Kendal adalah Nana karena dia berusaha keras agar bisa menumpuk ilmu seperti kucing hitam itu, sebab Nana memang lebih gacor bila di bandingkan dengan Kendal yang masih pemula atau memang karena kekuatan mereka dari dalam tubuh sudah berbeda sesuai dengan ras yang terlihat selama ini di hadapan semua orang.
Yasmin sudah takut bila nanti kucing putih ini akan celaka karena dia mendapat banyak goresan dari cakar harimau itu, tapi Yasmin melupakan satu hal bahwa kucing yang ada di hadapan dia ini memiliki sembilan nyawa kalau dia telah menjadi arwah gentayangan namun tetap saja nyawa itu tetap ada sembilan di dalam tubuh.
Begitu juga dengan Nana karena itu telah di takdirkan untuk mereka bahwa setelah menjadi arwah gentayangan maka mereka akan memiliki sembilan nyawa yang bisa di pakai secara bergantian, jadi mau mati lagi sekarang ini pun tidak masalah karena nanti mereka pasti akan bisa untuk segera bangkit kembali.
Kendal sebenarnya sudah menahan rasa sakit namun dia tetap terlihat biasa saja dan ingin di pandang kuat oleh mereka semua, Xavier juga mengalami luka karena tadi dia sempat menghadapi cakaran harimau ketika sedang menghadapi harimau yang lain sehingga bagian punggung terlihat luka yang begitu memanjang seperti akan tembus pada bagian depan.
"Ayo cepat kita menemui Gun agar segera di obati oleh dia." Yasmin sudah tidak sabar lagi.
"Kau bisa membantu Dewa iblis aja karena dia akan jauh lebih mengerikan nanti." Kendal menyuruh Yasmin memapah Dewa iblis.
"Tidak, aku bisa sendiri kok." Xavier masih kasihan kepada Kendal karena keadaan kucing putih itu jauh lebih parah.
"Sudah lah kita tidak perlu debat sekarang karena kau harus segera selamat." bentak Yasmin karena mereka justru berdebat di tempat ini.
"Astaga kau galak sekali sih, aku hanya tidak mau bila nanti kekasih mu itu sampai terluka dan akan mendapat masalah." Kendal berkata liris kepada Yasmin.
"Tidak usah pikirkan aku karena aku ini adalah seorang Dewa." Xavier sudah kumat kembali menjadi sombong.
"Kau tidak perlu cemas soal Dewa iblis karena dia mampu mengatasi luka itu." ujar Yasmin.
"Ya sudah terserah kalian saja, tambah pusing aku kalau debat dengan kalian berdua." Kendal akhirnya menyerah karena dia malas untuk berdebat.
Dari pada debat dengan mereka maka lebih baik bila segera pergi dari tempat ini untuk menemui Gun dan mendapat pengobatan nanti saat ada di agensi, kalau hanya menuruti hawa nafsu untuk berdebat maka itu tidak akan ada henti dan kemudian mereka justru akan celaka saja di kuburan ini.
"Kau terluka, Kendal?" Suketi yang ada di agensi menjerit keras ketika melihat keadaan kucing putih itu.
"Di mana Gun sekarang?" Yasmin bertanya kepada Suketi.
"Ada di dalam ruangan nya, ayo temui dia sekarang." Suketi juga sigap membantu.
"Semoga saja Gun tahu pengobatan tentang cakar harimau ini karena bila tidak ini akan menambah masalah." Yasmin bingung sendiri sekarang.
Maka mereka segera membawa Kendal masuk ke dalam ruangan milik Gun agar segera di obati oleh tabib satu itu, agensi milik Purnama sudah sangat lengkap sehingga mereka tidak perlu susah untuk mencari tabib yang bisa mengobati keadaan para member saat sedang terluka parah.
"Kena cakar lawan?" Gun sudah bisa menebak.
"Yah, tolong kau segera obati dia karena cakar harimau itu mengandung racun yang begitu berbisa." jelas Yasmin dengan suara panik
"Kau gunakan dulu kekuatan yang kau miliki untuk membuat beku luka dia." suruh Gun pada Yasmin.
"Baik lah, tadi juga sudah aku lakukan itu ketika sedang bertempur." ujar Yasmin.
"Bagus lah, itu tidak akan lama karena luka yang dialami tidak cukup parah kok." Gun berkata dengan nada santai.
"Dari mana pula ini tidak parah, Gun!" Suketi yang berteriak heboh karena dia takut juga melihat keadaan Kendal.
"Kau saja yang tidak tahu sehingga di landa rasa panik seperti itu." tetap saja Gun berkata santai.
Gun mengambil jarum yang sudah dia panaskan menggunakan api dari batu berwarna biru dan tentu saja itu bukan api biasa karena berasal dari dunia gaib juga, Kendal sudah meringis kesakitan karena tadi terkena es yang di buat oleh Dewi salju ini.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.