Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuan Muda yang terbuang
Di ruang bawah tanah, di dalam penjara yang gelap, lampu-lampu minyak yang tergantung di sudut dinding penjara memberikan sedikit pencahayaan, apinya kecil berukuran seperti kacang polong.
Di dalam penjara, seorang pria muda tengah duduk bersandar pada tembok batu bata yang kumuh. Dia nampak sangat lemas, berpakaian lusuh, jubah abu-abu nya dipenuhi oleh noda kotoran. Namun, di bawah lampu minyak yang hampir redup, matanya tetap bersinar.
Dia adalah Yan Jian— 13 tahun. Dulunya, Yan Jian adalah seorang Tuan Muda Keluarga Yan. Namun, kini ia hanyalah seorang pria muda yang sangat begitu menyedihkan. Di jadikan sebagai budak tambang oleh keluarganya sendiri. Awalnya, Yan Jian hidup dengan sejahtera dan bergelimang harta. Walaupun Yan Jian terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri, tetapi dengan identitas nya sebagai Tuan Muda Keluarga Yan, membuat semua orang yang sebaya bahkan yang lebih tua, sangat menghormatinya. Namun, kekacauan tiba-tiba terjadi di internal keluarga Yan saat itu.
Saat itu, paman keduanya yang bernama Yan Hong, bekerja sama dengan paman ketiganya yang bernama Yan Chen, untuk mencelakakan kepala keluarga Yan, yang di mana saat itu ayah Yan Jian menjabat sebagai Kepala Keluarga.
Yan Hong bersama Yan Chen bersikap keji, dia tega meracuni sosok yang penuh dengan jasa selama puluhan tahun. Bahkan mirisnya, ayah Yan Jian yang bernama Yan Wei, adalah kakak mereka sendiri. Bahkan tidak hanya Yan Wei yang menjadi korban kekejaman mereka, ibu Yan Jian pun turut serta menjadi korban. Mereka berdua di bunuh, menyisakan Yan Jian, tetapi berakhir menjadi budak tambang.
Keluarga Yan adalah keluarga besar di Kabupaten Tian Nan, tepatnya di Kota Api. Mereka memiliki ribuan hektar tanah subur dan ratusan tambang. Mereka sangat terkenal di Kabupaten Tian Nan. Namun, ada lebih dari seribu kabupaten di seluruh Wilayah Timur, Benua Awan Biru. Di antara mereka, terdapat banyak sekali Keluarga Bangsawan. Keluarga Yan tidak memiliki peringkat tinggi di seluruh Wilayah Timur, bahkan terbilang biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan Keluarga Bangsawan lainnya.
Kunci ruang bawah tanah terbuka, dan beberapa langkah kaki terdengar dari kejauhan. Orang yang memimpin kelompok itu melangkah maju dan tiba di depan ruang tahanan Yan Jian. Ia berteriak dengan suara tajam; "Kamu masih tidur? Bangun! Apa kau masih berpikir bahwa kau masih tuan muda keluarga Yan?"
Orang itu adalah Instruktur keluarga Yan, Yan Gui. Dia memiliki mulut yang tajam dan pipi seperti monyet, serta tumor di dahinya. Sekilas, dia membuat orang merasa jijik.
Yan Jian di dalam penjara tidak berbicara sepatah katapun. Dia hanya perlahan mengangkat wajahnya yang getir, menatap Yan Gui dengan tatapan yang penuh dengan dendam dan kebencian yang begitu mendalam. Bocah sekecil itu telah benar-benar menyimpan bara dendam yang membakar dada, bagaimana jika kelak ia tumbuh besar?
Instruktur Yan Gui memutar matanya dan berkata, "Dasar sampah! Bawa dia." Kemudian ia melambaikan tangannya, dan beberapa pelayan di belakangnya segera membuka kunci jeruji besi. Mereka mengenakan baju besi kulit tebal, borgol, dan belenggu di tangan dan kaki Yan Jian.
Setelah menyelesaikan ini, Yan Jian berjalan keluar dari ruang bawah tanah di bawah bimbingan seorang instruktur dan menuju ke Halaman Depan kediaman Keluarga Yan.
Di halaman Kediaman Keluarga Yan, ada lebih dari lima ratus orang, dari anak muda hingga yang tua. Mereka semua adalah budak Keluarga Yan. Budak-budak itu awalnya adalah narapidana yang menerima hukuman mati. Namun, keluarga Yan membeli mereka dan menjadikan mereka sebagai budak untuk memperkejakan mereka dalam menambang batu spiritual.
Entah berapa ribu orang yang telah mati di tambang batu spiritual itu, mereka bekerja sampai semua target pendapatan batu spiritual terpenuhi. Namun, disaat Yan Wei masih menjabat sebagai Kepala Keluarga, budak-budak itu sangat begitu penuh semangat dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya.
Tentu saja! Di penjara, mereka hanya mendekam dan menunggu hari di mana hari hukuman mati mereka tiba. Namun, di saat menjadi budak tambang di keluarga Yan, tempat itu seolah-olah menjadi surga, menjadi kehidupan kedua mereka yang berarti. Yan Wei memperlakukan mereka sebagai anggota keluarga, walaupun setiap harinya mereka harus bekerja, tetapi Yan Wei selalu mencukupi apa yang menjadi kebutuhan mereka.
Berbeda untuk saat ini, saat Yan Hong mengambil alih posisi Kepala Keluarga. Budak-budak itu disiksa, bahkan kerap tidak memberikan mereka makanan.
Dan hari ini, fajar belum menyingsing. Hari masih gelap, tetapi semua budak telah dikumpulkan. Termasuk Yan Jian, anak sekecil itu harus melakukan pekerjaan berat dan kasar, mengangkat bebatuan dan palu besar yang berat.
Di koridor, seorang pria berdiri menatap para budak dari kejauhan. Dia adalah Yan Hong. Tubuhnya besar, otot-otot nya yang kuat tersembunyi dibalik pakaian berkulit besi hitam yang tebal.
Seorang Pelayan menghampiri Yan Hong, dia menundukkan kepalanya memberi hormat lalu berbicara, "Semuanya telah siap, Tuan!" katanya dengan nada yang ramah.
Yan Hong mengangguk, tetapi pandangannya tertuju kepada Yan Jian yang berada di belakang kerumunan para budak.
"Pastikan bocah itu bekerja dengan baik, dan jangan biarkan dia melarikan diri!" kata Yan Hong, memperingati Pelayan itu.
Pelayan itu pun mengangguk, "Tenang saja, Tuan! Aku pasti akan selalu mengawasi bocah tak berguna itu," jawabnya, dengan anda yang sinis.
Ledakan!
Sebuah ledakan tiba-tiba menghancurkan pintu gerbang kediaman Keluarga Yan. Asap tiba-tiba menyebar luas, membutakan pandangan selama beberapa saat.
Yan Hong pun membelalakkan matanya, melihat tabir asap yang perlahan menghilang diterpa angin. Namun, Yan Hong nampak tetap tenang, dia tahu tidak ada yang bisa mengancamnya di kabupaten Tian Nan ini.
Tetapi, di saat sosok berjubah putih muncul dari balik tabir asap, Yan Hong tidak bisa untuk tidak terkejut, bahkan saat ini kedua matanya membola bulat, pandangannya terus tertuju kepada sosok berjubah putih itu, dengan tubuh Yan Hong yang bergetar hebat.
Sembari menatap sosok berjubah putih itu, Yan Hong berkata; "Xi— Xiao Lang ...."
seorang Xiao Lang kaisar tempur masa kalah sama raja tempur.
sudah jekas tingktan nya lebih tinggi Kaisar tempur dri raja tempur.!!
Raja tempur itu kan di bawah Kaisar tempur,masa menghadapi 2 orang raja tempur kalah si Xiao kang yg tingktan nta Kaisar tempur yg lebih tinggi.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor