NovelToon NovelToon
Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pelakor jahat / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 3 LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Sharmila, seorang wanita cantik, sedang bersiap untuk hari pernikahannya dengan Devan, bos perusahaan entertainment yang telah dipacarinya selama tiga tahun.

Namun, tiba-tiba Sharmila menerima serangkaian pesan foto dari Vivian, adik sepupunya. Foto kebersamaan Vivian dengan Devan. Hati Sharmila hancur menyadari pengkhianatan itu.

Di tengah kekalutan itu, Devan menghubungi Sharmila, meminta pernikahan diundur keesokan harinya.

Dengan tegas meskipun hatinya hancur, Sharmila membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka.

Tak ingin Vivian merasa menang, dan untuk menjaga kesehatan kakeknya, Sharmila mencari seorang pria untuk menjadi pengantin pengganti.

Lantas, bagaimana perjalanan pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan karena kesepakatan itu akan berakhir bahagia? Ataukah justru sebaliknya?

Ikuti kisah selengkapnya dalam

KETIKA MUSUH MENJADI PENGANTIN PENGGANTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09. Bertemu Kakek Julian

.

Mobil yang dikendarai oleh sopir Zayden telah sampai di rumah kakek Julian. Zayden turun dari mobil, Melangkah perlahan sambil menyimpan dua tangannya di dalam saku celana, menatap sekeliling dengan pandangan kagum. Rumah itu begitu asri sejuk dengan banyaknya pepohonan. Teriknya matahari di musim kemarau sama sekali tidak berpengaruh.

Sharmila menggerutu kesal karena Zayden bahkan sama sekali tidak mau berbasa-basi untuk membuka pintu mobil baginya. “Apa pria itu benar-benar tidak tahu cara bersikap romantis?” gerutu Sharmila.

Pernikahan mereka memang hanya sebatas perjanjian. Tapi seharusnya Zayden bisa berpura-pura romantis. Menghembuskan nafas kesal, wanita itu pun segera turun setelah sopir membuka pintu di sampingnya.

Seorang pria paruh baya dengan setelan berwarna hitam yang rapi mendekat dan menunduk hormat. “Nona Sharmila sudah datang? Tuan besar sudah menunggu sejak tadi. Tuan besar bener-bener senang mendengar hari ini Nona datang bersama suami,” Ucap pria itu sambil tersenyum ramah, menundukkan kepala hormat lalu mengarahkan telapak tangannya memberi jalan untuk Sharmila dan Zayden.

“Terima kasih Paman,” jawab Sharmila. Zayden yang ada di sampingnya hanya mengikuti langkah gadis itu dengan wajah datar. Membuat Sharmila berusaha menahan kesabaran, benar-benar menahan agar tidak memaki pria itu.

"Apa pria ini bahkan tidak bisa sedikit berbasa-basi pada orang yang lebih tua? Benar-benar menyebalkan."

Sesampai mereka di depan pintu dengan ukiran indah, Sharmila mengurungkan niatnya untuk membuka pintu. Wanita itu menatap ke arah Zayden. Meraih jemari tangan Zayden yang masih tersimpan di dalam saku celana dan menggenggamnya, membuat pria itu sedikit terkejut.

“Dengar! Kita harus pura-pura lebih mesra di depan Kakek!” tekan Sharmila sebelum ia mengetuk pintu.

“Pura-pura?” Zayden membalas menggenggam tangan Sharmila. “Kamu mau aku bersikap bagaimana?” tanya Zayden sambil mengedipkan mata jail.

“Zayden jangan pura-pura tidak tahu. Walaupun susah tapi kita tetap harus akting dengan benar. Kamu tenang saja aku bakal ganti rugi akting ini. Aku hanya tidak mau sakit kakekku kembali kambuh gara-gara sikapmu yang bodoh. Lagi pula Kemarin saat di pernikahan Kamu kan juga…?” Sharmila menghentikan ucapannya. Malu rasanya mengatakan bahwa Zayden menciumnya di sana.

“Di pernikahan apa? Apa yang aku lakukan?” Zayden tersenyum menggoda, membuatnya mendapat hadiah pukulan di dada. Namun bukan mengaduh, pria itu tertawa makin lebar.

“Tapi, ini memang susah. Jadi aku benar-benar menunggu ganti rugi darimu,” ucap Zayden kemudian menggandeng tangan Sharmila.

Tidak tahu saja Sharmila, jika memang itulah yang sebenarnya diinginkan oleh Zayden. Pria itu menggenggam tangan Sharmila sepenuh hati, bukan pura-pura seperti yang diminta oleh Sharmila.

Dua penjaga yang berdiri di kejauhan, saling pandang dan tersenyum geli melihat perdebatan yang menurut mereka romantis.

“Akhirnya Nona Sharmila datang.” Seorang wanita paruh baya sudah menunggu, menyambut mereka dengan senyum bahagia.

“Selamat siang, Bibi,” sapa Sharmila.

“Tuan besar sudah menunggu di kamar.” Bibi pelayan mengarahkan telapak tangannya ke sebuah pintu yang tertutup rapat.

“Aku dan suamiku akan ke sana,” jawab Sharmila. Sikunya mendarat keras ke pinggang Zayden, namun, pria itu hanya mengangkat dua alisnya tak paham.

“Saya turut bahagia Nona Sharmila akhirnya menikah. Semoga Nona dikaruniai kebahagiaan.”

Sharmila mengangguk dan tersenyum kemudian membawa Zayden untuk segera menemui kakeknya.

“Kakek!” seru Sharmila begitu mereka memasuki kamar kakeknya. Wanita itu segera menghambur ke arah kakeknya dan memeluk pria tua itu erat.

“Mila, kamu sudah datang?” tanya kakek dengan suaranya yang terdengar lemah.

“Aku senang Kakek sudah baik-baik saja,” ucap Sharmila tanpa melepas pelukan.

Zayden berdiri di samping Sharmila dengan sikap santun.

Kakek Julian tersenyum bahagia mendapat pelukan dari cucunya. Lebih bahagia lagi saat melihat kedatangan cucunya bersama suami. Pria yang seluruh rambutnya sudah memutih itu merasa bersedih karena tidak bisa hadir di pernikahan cucu satu-satunya.

Sharmila melepas pelukan lalu berdiri di samping Zayden. “Kakek ini Zayden suamiku. Aku sedih kakek tidak bisa datang kemarin. Sekarang aku sudah menikah kakek harus cepat sehat, ya.”

Raut sedih Sharmila tak mampu wanita itu sembunyikan. Karena memang hanya kakeknya satu-satunya keluarga yang ia miliki.

“Salam kakek.” Zayden menundukkan sedikit kepalanya lalu berdiri tegak dengan menyatukan dua tangan di depan perut.

Kakek Julian memandang Zayden dengan tatapan bingung. “Mila, bukankah kamu setuju menikah dengan Devan? Kenapa…?”

“Kakek!” Sharmila memotong ucapan kakek Julian. “Sebenarnya aku menerima pernikahan dengan Devan adalah karena perjanjian. Tapi sebenarnya yang aku cintai adalah Zayden,” Sharmila memasang raut sedih dan bersalah.

“Hanya saja waktu itu aku tidak mau mengecewakan Kakek Julian dan kakek Tommy, makanya aku terpaksa diam. Tapi sebenarnya aku sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Devan. Aku tidak mencintainya. Yang benar-benar aku cintai hanyalah Zayden.”

Zayden menoleh dan begitu terpukau dengan kemampuan akting Sharmila. Lihatlah, wanita itu bahkan dengan mudah mengeluarkan air mata.

Untuk melengkapi sandiwaranya Sharmila bergelayut manja di lengan Zayden.

Zayden tersenyum licik. Ia mengambil kesempatan untuk merengkuh pinggang Sharmila. Tak peduli meski lagi-lagi siku Sharmila mendarat di pinggangnya. Dalam hatinya dia bersumpah.

“Setelah ini aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Apa yang sudah menjadi milikku takkan kubiarkan direbut oleh pria lain.”

“Apa benar seperti itu?” tanya kakek Julian. “Apa ini bukan karena Vivian? Aku dengar…?”

“Yang kakek dengar itu tidak benar.” Sharmila mencoba meyakinkan kakeknya.

"Aku dan Zayden benar-benar saling mencintai. Tolong restui kami, ya. Lagi pula Vivian juga adikku. Aku senang akhirnya ia bahagia dengan Devan. Dengan begitu Aku tidak terikat perjanjian antara kakek dengan kakek Tommy.”

“Baiklah, baiklah.” Akhirnya kakek Julian mengerti. Pria itu segera mengalihkan pandangannya kepada Zayden.

“Kamu Zayden ya?” tanyanya.

“Iya. Kakek, aku Zayden suami Sharmila,” jawab Zayden sopan.

“Kenapa sepertinya wajah kamu ini agak familiar ya?” Kakek Julian Mengerutkan kening mencoba mengingat-ingat.

“Salam kakek Julian. Ayahku adalah William Pratama. Mungkin saja Kakek pernah mendengar nama itu.”

“Wah, Ternyata kamu adalah putra William?” Dalam sekejap wajah kakek berbinar senang. “Benar-benar tidak menyangka. Akhirnya aku berbesan dengan manusia batu itu.”

Sharmila dan Zayden saling pandang. Apakah itu artinya kakek Julian dan tuan Wiliam saling kenal?

“Oh iya, Mila.” Kakek Julian menatap ke arah cucunya. “Coba kamu lihat apakah makanannya sudah siap apa belum.”

“Baiklah, Kakek,” jawab Sharmila. Ia merasa kakeknya sedang mengusirnya, tapi ia juga tak bisa membantah.

“Nanti kalau sudah siap suruh pelayan panggil kami ya.”

“Baik kakek.” Sharmila melirik ke arah Zayden mengisyaratkan agar pria itu menjaga sikap lalu keluar dari kamar.

Zayden duduk di tepi ranjang kakek Julian setelah Sharmila pergi.

“Ada yang ingin Kakek bicarakan padamu,” ucap kakek Julian.

“Aku akan mendengarnya dengan baik kakek,” jawab Zayden. Pria itu mengambil tangan keriput Kakek Julian dan mengusapnya lembut.

“Begini…”

1
Ari Sawitri
gimana sih sdh menikah kok tinggal dirumah masing-masing ya?? walaupun menikah krn kesepakatan harusnya ya tetap 1 rumah ya .. 🤔
Ari Sawitri
harusnya David jg didepak dr keluarga Natakusuma..toh bibinya Sarmila sdh meninggal. apalagi Vivian yg hanya orang luar. 😒😤
v_cupid
wahhh
Zakaria Nasution
kebanyakan masalalu
v_cupid
mulai deh
v_cupid
sip cerita nya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih kak
total 1 replies
Marina Tarigan
kedua veo oni bodoh soal perasaan pintar dlm minpin perusahaan mknya keterbukaan perlu dlm pernikahan
Marina Tarigan
katanya impoten sarmila juga pernah menhangka begitu
Marina Tarigan
hantam saja Karina semoga kamu bisa kalau kau berhasil terima kasih hancurpun lenya dari muka bumi ini emang kami pikori kami tdk makan dari perusahaan itu mampus pun kamu semua ke naraka sana apa urusan kami
Marina Tarigan
jgn binatang yg serakah itu menang thour sdh cukup korban ayahnya Aria yg korban dan mati sdh cukup aria yg susah payah membesarkan perusahannya itu berkembang buat Karina dan Tristan sepeperti Devan yg salah yg hancur bukan yg kerja keras
Marina Tarigan
hancurkan Tristan biadap sm kek ibunya serakah kurang ajar biadap mau merebut punys orang yg sdh kamu plototi uang ayahnya Rian sampai dipenjara dan meninggal ulah Karina biadap itu tak selamanya kamu bisa moroti orang niadap
v_cupid
waahh musuh baru muncul
v_cupid
lucu
Marina Tarigan
semoga otong Devan tifur selamanya karena niatnya mau meniduri Sarmila gak jadi deh
Marina Tarigan
hancur bagi orang yg menganggap sepele pd hal yg sangat pentimg masa pernikahan yg tgl beberapa memit lagi ditunda besok dimana letak otaknya sdh salah berulah terus nilmati daja nak
Marina Tarigan
terima ksh penyelamat semoga Devan tgl nama saja ya upah orang gila
Marina Tarigan
dlm situasi imi sedikit aku rasa Sarmila kurang peka pd hal sdh ber kali2 Devan selalu mengusiknya aturannya kantor itu kantor besar kgm lawan dgn kata2 membangkitkan kemarahan tpi dhn kelembutan supaya bisa terhinfar dr orang yg sdh lepas kendali tapi karena imo verita halu boleh2 saja harus pake taktik bukan marah2
Marina Tarigan
good Devan baru Devan namanys bagus sekali tdk bisa secara baik kekerasan ya semoga berhasil dan akibatnya Sarmila akan makin benci padamu dan keselamatanmu mkn terancam beserta perusahaanmu bodat
Marina Tarigan
orang gila mau merampas istri orang aneh
Marina Tarigan
tak ada itu seberaninya menilai orang presiden istrinya saja tak berani bertindak begitu ini artis ya 1 triliun honornya sekali manggung ya. ada2 saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!