NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:134.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

“Besok mama bawa Luca ke dokter.”

“Mama punya uang?” tanya Luca khawatir. Pasalnya untuk menghidupi mereka berdua apalagi pola makan Lily, membuat Ava kualahan.

Entah Lily meniru siapa. Makannya cukup banyak berbeda dengan Luca. Namun, itu tak membuat Ava marah atau menyerah.

Justru Ava bahagia dikaruniai bocah kembar cerdas seperti mereka yang selalu menemani hari-harinya.

“Tentu saja mama punya,” jawab Ava dengan cepat menggendong Luca yang lunglai, berjalan menuju kamar tidur mereka.

“Terserah mama saja.”

Luca, yang biasanya pendiam, kini tampak lemas dan menggigil.

Lily mengikuti mereka dari belakang, tak henti-hentinya mengoceh. Bocah perempuan berusia enam tahun itu memiliki tubuh agak chubby, pipinya bulat kemerahan yang kontras dengan sikapnya yang cerewet dan cerdas.

Lily melipat kedua tangan di dada, persis seperti seorang ibu yang mengomel.

“Kau seharusnya tidak boleh bilang begitu, Luca! Papa belum meninggal! Mama tidak pernah bilang Papa meninggal. Itu omongan anak bodoh!” seru Lily kembali membahas soal ayahnya.

Luca, yang sedang bersandar lemah di bahu Ava, mendongak sedikit ke arah kembarannya.

“Papa tidak penting. Papa sudah tiada,” bisiknya pelan, menirukan kata-kata Ava di masa lalu, meskipun kali ini ia hanya mengucapkannya untuk menyudahi perdebatan yang melelahkan.

“TIDAK BOLEH!” Lily menunjuk Luca dengan jari telunjuknya, melupakan sejenak bahwa adiknya sedang sakit. “Papa itu ada! Papa itu pasti hebat, makanya Mama melarikan diri! Kau jangan asal bicara kalau Papa sudah meninggal. Kalau Papa meninggal, kita tidak akan punya papa seperti teman-teman kita, Luca! Pikirkan sedikit!”

Ava menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Lily. Bocah itu benar-benar replika dirinya, cerewet, terlalu cerdas, dan selalu ingin mendominasi.

Sementara Luca hanya diam saja, memeluk Ava erat-erat, menikmati sensasi digendong oleh ibunya.

Dalam kondisi sakit, Luca menyerahkan perannya sebagai ‘Si Pintar’ pada Lily dan memilih bermanja-manja dengan Ava.

Sesampainya di kamar, Ava membaringkan Luca di tempat tidur, lalu menyelimuti tubuhnya.

Sementara Lily berdiri di samping tempat tidur, masih dengan raut wajah cemberut.

“Ma,” panggil Lily, nadanya kini melunak sedikit, beralih ke mode memohon.

“Ya, Lily, ada apa?”

“Kalau papa masih ada, mama tak perlu mencuri berlian lagi, kan? Lebih baik mama mencari papa saja. Papa pasti punya banyak uang dan bisa mengobati Luca.”

Pertanyaan Lily menusuk tepat ke titik terlemah Ava.

Ava telah menjual kehormatannya dan mempertaruhkan hidupnya hanya untuk mendapatkan uang demi anak-anaknya.

Keangkuhan masa lalunya kini telah dibayar mahal dengan ketakutan setiap hari bahwa ia akan tertangkap atau kankernya kembali aktif.

Wajah Ava mengeras. Ia tidak bisa lagi membiarkan si kembar menciptakan fantasi tentang seorang ayah yang ingin Ava lupakan.

“Cukup! Jangan membahas soal papa lagi!” seru Ava dengan nada sedikit tinggi. “Benar kata Luca, papa sudah tiada. Papa tidak penting. Mama yang akan mencari uang, kalian tidak perlu memikirkannya!”

Lily tersentak, mata bulatnya berkaca-kaca. Luca, di balik selimut, memejamkan mata, seolah kata-kata itu sudah ia hafal di luar kepala.

“Mama mandi dulu,” ucap Ava.

Setelah memberikan obat penurun panas pada Luca dan memastikan selimutnya terpasang rapat, Ava keluar kamar, menutup pintu perlahan.

Ava berdiri bersandar pada dinding di luar, menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya yang menggila karena amarah dan ketakutan.

Di dalam kamar, kesunyian hanya bertahan beberapa detik, Luca membuka matanya, menatap Lily yang masih cemberut di samping tempat tidurnya.

“Sudah aku bilang, papa tidak ada,” ujar Luca dengan suara sedikit lemah. “Mama sudah marah. Lihat, kau kena omel mama lagi kan?”

Lily mendengus, wajahnya semakin masam. “Ya, ya. Kau selalu benar kalau mama marah. Tapi aku tidak suka kalau kau bilang papa mati!” seru Lily memukul lengan Luca pelan.

“Tapi mama bilang papa sudah tiada. Bukankah itu sama dengan mati,” balas Luca, kali ini sambil tersenyum tipis. Ia merasa menang.

Lily cemberut, lalu duduk di tepi tempat tidur, memeluk lututnya.

“Kau tidak mengerti, Luca. Kalau papa mati, berarti kita tidak punya harapan lagi untuk mama berhenti mencuri. Kita harus menemukan papa. Aku yakin, papa kita itu hebat, makanya mama takut dan lari,” ucap Lily.

Luca menatap wajah saudara kembarannya yang serius. Lily adalah otak di balik perencanaan harian mereka, dan ia selalu punya ide gila.

Meskipun sakit, Luca tetap mengangguk setuju.

“Baiklah, kita temukan papa. Tapi jangan tanya mama lagi. Mama galak kalau soal papa,” bisik Luca.

Mereka berdua saling tatap, si sakit dan si cerewet, mengukuhkan aliansi rahasia baru mereka. Mereka tidak tahu bahwa Papa yang mereka cari sedang terperangkap dalam pernikahan tanpa cinta.

“Kalau begitu, sekarang kau temui mama dan minta maaf,” ucap Luca.

Lily melotot. “Sekarang?”

“Bukan tahun depan!” jawab Luca.

“Aku kan baru saja dimarahi karena papa. Kau saja sana yang minta maaf!”

“Sekarang, Lily! Kau tidak lihat aku sedang sakit?” balas Luca lalu bersembunyi di balik selimut tebalnya.

Lily mendengus, wajahnya semakin cemberut. Ia tahu Luca menggunakan penyakitnya sebagai perisai.

“Baiklah! Tapi nanti kau harus membelikanku permen satu bungkus dari uang tabunganmu!” Lily bergegas keluar kamar, meninggalkan Luca yang cekikikan tanpa suara.

1
Jj^
semangat update nya thor 🤗
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
partini
kata orang darah lebih kental dari pada air and then buah tidak jauh jatuh dari pohonnya so kita lihat apa Cleopatra ini jadi baik atau iblis
Sri Rahayu
bener kata Edward dan Ava....Cleo masih anak2 masih bisa dibimbing ke jln yg baik...tdk seperti yg diajarkan ibu dan nenek nya yg menjadikan Cleo anak egois, menipulatif, licik...kasihan Cleo hrs ada yg bimbing dan menyayangi nya...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
Lily dan Luca bener2 anak jenius yg menggemaskan....pantas Edward minta Edgar memberi nya lagi cucu kembar jenius 🤩🤩🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Marya Dina
semangat edg pasti bisa
pelan2 aja
Leny Wijaya
smoga cleo bisa sadar dan menjadi ank seperti luca dan lily bukn ank kecil manipulatif😃
Leny Wijaya: semoga ja kita lihat end nya🤣🤣🤣
total 2 replies
Retno Palupi
semoga usaha mu berhasil Ed, Cleo benar benar jadi baik
Wulan Sari
semoga Cleo sadar dan mau menerima keadaannya dan bisa berbaur dengan kelg semangat ayo Edgar bisa merubah semuanya ..
lanjut Thor semangat 💪 salam sehat selalu ya ❤️🙂🙏
Syarifah
kasih teguran halus gpp kan luca
Marya Dina
hebat si luca,
semangat kak senja.
up lagi😃😁😁
Leny Wijaya
wah hebat luca, kau tau klo cleo menghubungi org mistrius buat selamatin ibunya atau menghancurkan kluarga mu💪💪jgn lengah luca terus pantau cleo yg licik dan manipulatif🤣
Marya Dina
kok kok belum up lagi
Karsa Sanjaya
koq GK bisa d like ya beberapa kali coba gagal terus
Senjakala: Iya suka eror kak skrg😭
total 1 replies
Karsa Sanjaya
harusnya kasihin aja sama neneknya ibunya s maxim
Karsa Sanjaya
Thor s ava ini anak mafia udah tau siapa keluarganya dn jg tau siapa Edgar bahkan selama 7thn dia bekerja sebagai pencuri tpi kenapa dia syok mengetahui semuanya harusnya dia biasa saja krna dh terbiasa dengan dunia mafia beda lagi ceritanya kalo dia orang biasa GK tau apa apa
Karsa Sanjaya
s Daniel kemana ya
Karsa Sanjaya
udah tau anaknya sakit masih mikirin gengsi harusnya minta bantuan orang tua nya seorang ibu pasti melakukan apa saja demi anak nya
Andriyati
aku rasa cleo anak jeremy,,, dasar penghianat kau jeremy
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!