NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:189.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Madu pernikahan yang terlambat

Mereka bergantian, bahkan Yahya sudah ikut-ikutan bernyanyi sekarang bersama Anye dan Lendra disana.

Namun Ganesha tetap bertahan di tempatnya, mata kelamnya itu tak pernah sedetik pun melepaskan Anye dari pandangan.

Melihat kondisi Anye, Angel, Lana dan Desti yang cukup riskan berkendara menembus jalanan pulang, akhirnya Ganesha memberikan kamar untuk mereka istirahat semalam.

Ia beranjak berdiri, niat menghampiri Yahya untuk mempersilahkan tamunya itu istirahat, Anye yang ada di sampingnya justru menariknya untuk ikut bernyanyi, " ikutan nyanyi bang?!" Ia menyodorkan mic di depan mulut Ganesha mencoba menuntun lelaki itu untuk masuk ke dalam lirik.

"Aishiteru bukti cinta untukmu. Namun yang kuberi tak pernah kau hargai, demi cinta kita kukorbankan segalanya..." lirih Anye bernyanyi tepat menatap kedua bola matanya.

Sorotnya itu teduh, menghayati lagu seolah ada perasaan yang ingin tersampaikan untuk Ganesha, "semua yang kita lewati slalu ada dalam ingatan...." apa Anye menganggapnya Dewa?

"Ayo bang, nyanyi...yaahhh, ngga hafal ya, padahal liriknya ada di depan loh..." Keluh Anye lucu sekali, ia nampak menggemaskan merengek nan menggerutu layaknya bocah.

Ganesha menggeleng, "istirahat Nye....saya antar ke kamar. Yang lain juga biar istirahat, kalian ngga mungkin pulang dalam kondisi begini."

Anye sadar jika orang yang ia ajak bernyanyi itu bukan Dewa, tapi apa peduli otaknya yang telah dipengaruhi minuman sialan tapi nikmat itu.

Bukannya menjauh dari Ganesha, ia justru menggeleng, "masih mau nyanyi...abang temenin aku nyanyi, ya..." pintanya merengek. Anye tetap menggeleng, saat tak dapat respon baik dari Ganesha membuat lelaki itu akhirnya nekat menarik dan menggendong Anye dengan mudahnya layaknya karung beras.

"Heyyy cowok breng sek! Turunin gueee! Woyyy, gue masih mau nyanyi, badji ngan!" jeritnya memukul-mukul punggung Ganesha dengan mic tapi Yahya mengambilnya, ia dibawa Ganesha keluar dari private room.

Bukan hanya Yahya yang mendadak melongo, melainkan Lendra, Desti, Lana dan Angel turut menjadi saksi mata Ganesha menggendong Anyelir seperti barang ungsian banjir.

"Itu Bu Anye mau dibawa kemana..." tunjuk Desti ingin menyusul tapi Lana dan Yahya sudah menahannya, "biarin aja, mereka masih punya urusan yang harus diselesain kayanya Des....emang mesti di selesain juga sih kayanya..." angguk Lana dengan kepala yang juga sudah kleyengan.

Lendra beranjak, "ahhh, cape gue, ngadepin drama janda sama duda! Punya sifat sama-sama nyusahin orang lain." Ia meraih ponselnya dan ikut undur diri dari sana. Bersamaan dengan hari yang mulai beranjak ke malam, Yahya memberikan fasilitas dua kamar gratis untuk ketiga karyawan Imaginary ini.

Lendra menempelkan ponselnya di telinga, lalu...."Xel, kamar suite buat gue, buruan." Ucapnya berlalu.

Anye tak lagi melawan, ia pasrah berada di gendongan lelaki yang ia juluki kurang ajar, breng sek dan baji ngan hari ini. Terserah Ganesha akan membawanya kemana ia tak lagi peduli, selain dari berat di kepalanya yang ikut andil membuatnya pasrah.

Anye melipat kedua tangannya di dada dan sedikit menaikan kepalanya agar tak terjuntai bikin rasa pusing itu berkumpul di puncak kepala, melihat jalanan koridor yang telah dilewatinya dan Ganesha seolah menjauh.

Lalu...

*Klik*!

"Abang bawa aku kemana?" tanya nya ketika terdengar di telinganya bunyi pintu terbuka, ingin menoleh ke belakang. Namun, Ganesha tak menjawab pertanyaan Anye itu dan memilih masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu.

*Blugh*. Kakinya menendang pintu sehingga tertutup kembali.

Tidak menjatuhkan, melainkan Ganesha berangsur menaruhnya lembut di tepian ranjang.

Ia juga beranjak dan mengambil sebotol air mineral di mini fridge yang tersedia disana, dalam sekali gerakan cepat, krekk!

Segel tutup botol terbuka, "minum. Kamu mabok..." ia telah duduk di samping Anye dan menyerahkan air mineral itu untuknya, "aku ngga mabok, Abang yang mabok kecubung." Anye tertawa sendiri membayangkan Afiqah yang ia sebut kecubung. Alis Ganesha mengernyit.

Sempat ragu, tapi akhirnya Anye menerima dan meneguknya. Dalam diam, Ganesha menghadapkan dirinya pada Anye dan menatap sang mantan istri tanpa bicara apapun.

Oke, salahkan ia yang menciptakan suasana nyaman, posisi riskan dan menggiring vibes *gerah* diantara mereka. Antara rindu dan haz ratt yang sudah terlalu lama dipendam itu kini menyatu dengan otak yang tercemari efek nikmatnya minuman sialan itu.

Mereka sadar, sesadar-sadarnya. Namun rasa itu, rasa yang pernah bahkan sering mereka rengkuh bersama di suasana yang sama seperti sekarang itu mendadak datang menghampiri.

Tangan Ganesha terulur menangkup sebelah rahang Anye tak sopan, tapi anehnya Anye tak melakukan perlawanan, meski awalnya ia cukup terhenyak kaget, "kamu emang sengaja kan? Pake baju begini, merubah *look* kamu cuma buat saya, buat dapet perhatian saya?Ngaku Nye, bilang kalau kamu cemburu...bilang kalau kamu jengkel." Ganesha menelan salivanya sulit. Ia lebih seperti sedang meyakinkan dirinya sendiri.

Anye tak mau menjawab, ia diam sebab ucapan Ganesha itu....yeah! Tepat sekali, ia akui itu, hatinya mengakui itu seratus persen.

Namun kemudian Anye menggeleng, ia mendengus pas rah, seolah ada sesuatu yang menyakitkan di dalam dada dan membuatnya kecewa nan merana sekarang, tapi ia tak mau bicara apapun tentang itu. Yang ditatapnya adalah botol air mineral dengan embun-embun dinginnya.

Jarak mereka semakin dekat, bahkan terpantau tak lagi berjarak.

Anye, ia segera menyadarkan dirinya sebelum kembali hanyut dalam buaian jerat mantan. Ia beranjak mencoba bangkit diantara pikiran yang setengah sadar, setengah kuat dan setengah berpikir.

"Aku istirahat di kamar lain, kalau abang mau disini..." ucapnya sembari berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja.

Grep!

Ganesha kembali menangkap Anye disana, ia berdiri...menarik dan mendekap pinggang ramping itu, "kamu bisa terus berusaha lari, tapi kamu ngga bisa bohong, Anyelir..."

Tangannya menahan dada Ganesha, tapi itu sama sekali tak berarti apapun sebab dorongan Anye lebih seperti pijatan kecil disana, ia hanya perlu melirik kecil ke atas dan sudah ia dapati sergapan tatapan Ganesha untuknya, "apa artinya sekarang bang? Sudah ada Afiqah...sudah ada----" tenggorokannya tercekat, "mas Ibas. Kita sudah sepakat berpisah, sejak awal abang yang menawarkan perjanjian pernikahan itu, kita sudah memilih hidup di jalan masing-masing....abang juga ngga mencegah aku pergi."

"Jangan bilang abang nyesel...hidup kita udah beda sekarang." Anye memberikan tenaga untuk mendorong Ganesha, tapi Ganesha semakin kuat menahan dan mendekap Anye, "sekarang biarin aku pergi."

Pandangannya sudah gelap sekarang, hanya ada Anye dan dirinya saja. Bibir merah natural Anye yang tak lagi tertutupi lipstik itu memang selalu menggoda saat Anye menggigitnya karena gugup, tak ada yang memberikan komando sebab kini kedua bibir sepasang manusia ini sudah menempel saling mencum bu.

Anye menikmati setiap sentuhan yang diberikan Ganesha, *always*....memabukkan. Ganesha selalu tau dimana titik-titik sensitifnya, dan Anye selalu puas untuk itu. Begitupun Ganesha.

Penolakan tak berarti itu berubah jadi sentuhan menggoda Anye, tangannya merambat ke atas lalu bertengger di tengkuk Ganesha yang memperdalam ciuman keduanya. Meraup manisnya Anyelir.

Rema san tangan Anye di rambut belakang Ganesha, membuat lelaki itu semakin menyesap kuat.

Tanpa berbicara tanpa berkata, keduanya sama-sama tau jika satu sama lain, saling merindu. Merindukan sentuhan, merindukan aroma, merindukan kebersamaan yang terlambat mereka sadari itu.

Mereka terlalu sibuk memilah kesalahan masing-masing, menjabarkan kekurangan hingga lupa jika nyatanya saling membutuhkan.

Malam itu, tangan besar Ganesha melucuti seluruhnya....melupakan sesuatu yang penting, jika Anye bukan lagi miliknya, jika Anye telah haram untuk ia sentuh.

Ia menarik Anye, menuntunnya kembali melambung dan mengayun di udara. Nafas mereka beradu, tapi tak ada yang berniat menghentikan itu atau sekedar mengingatkan satu sama lain jika mereka bukan lagi pasangan halal.

Seperti yang biasa mereka lakukan, bahkan runtutan posisi yang biasa dilakukan, ritual fore---play masih mereka ingat. Ada thesahan nikmat dan lolongan syahdu mengisi setiap inci kamar suite ini.

"Ab--bangg..." lirihnya membuat Ganesha semakin menggila membawa Anyelir meledak di udara. Memutar arah haluan, posisi Anye dan Ganesha sudah berulang kali berubah, hanya saja...memang Ganesha lebih mendominasi sekarang.

Meski tanpa bunyi deritan ranjang. Mereka mampu menciptakan suara indah tersendiri yang membuat keduanya semakin larut dalam permainan.

.

.

.

.

1
Tysa Nuarista
AQ sih udah nebak dari awal Klo pelakunya ibas. waktu ditolak Anye kn diasakit hati bngt kn sampai pulang gk pamitan....
Siska melisa Melisa
Ibas Yudhoyono 😱
Mamayayaica Acafayeq
Ibas? wah ternyata oh ternyata, tp kt blm tau ya, teteh ngegantung lg ini, aku kan jadi penasaran 😄
Kh2103💙
waaah....mas ibas pelakunya? eehmm..... gak nyangka bgt...🥹🥹🥹 dia kan keliatan baik bgt ya, sabar... gitu waktu anye nolak jg nerima" aja... ternyata dibalik muka baik dan ramah, menyimpan dendam yg begitu besar....tega kamu mas ibas...ckckck..
Eleanor
siap
Eleanor
🥰🥰❤️
Farani Masykur
lho diluar prediksi bmkg ya ibas kelihatannya coolman bgt nyatanya seba dji ngan itu sampe nyebar fitnah yg gak tanggung tanggung yg imbasnya ngenapd seluruh kryawan imaginary
Denok 82
Ibas kah...
Bunda Idza
sebegitu ngebet dia sama Anye sampai pke cara begitu???
Ita Rcwt
masa sih ibas begitu,ga nyangka dibalik wajah kalemnya bisa berbuat seperti itu, gara2 di tolak anye
Bunda Idza
eh si Ibas????
Eleanor
bang ganesh anaknya icot 😂
Tysa Nuarista
kapok ngak kamu nesh ditinggal ngumpet dulu wkwkwkwkkk.... biar kelimpungan dulu lah... biar tau rasa
little boyy
gmn kl kita ikat d pohon mangga yg ada semut nya biar kapok si ibas 😤😤😤
Trituwani
bagaskara kah??😯
diam diam menenggelamkan ternyata
Kh2103💙
Aku setuju sm momy ica...ganesh hrs dikasih pelajaran dulu....enak aja mau ketemu anye dgn mudahnya, setelah menyakitinya bertubi"....
Eleanor
dari awal niatnya udh ga bener ni bang ganesh
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
plot twist dooong ternyata... ibas pelaku nyaa🤭😁😁😁... setelah kmrnan su'udzon ama neng afikah.., 🤭😄
Tuty Ismail
😭😭😭😭😭😭😭😭🤲
Miko Celsy exs mika saja
byk yg iri sm km nye,km pinter,cantik,pnya pendirian dan sukses,mknya byk yg iri ingin sprtimu🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!