NovelToon NovelToon
Lupa Bahwa Kau Milikku

Lupa Bahwa Kau Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:44.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Menikah tanpa kehadiran suami bukanlah impian Sheena. Ia terpaksa menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil hanya didampingi oleh ibu mertuanya, sementara Matthias—sang suami—lebih memilih merayakan kelulusan S2-nya di The Spire Of Wisdom tanpa sedikit pun memberi kabar.

Tiga bulan penuh pengabaian membuat hati Sheena mendingin. Saat Matthias pulang dengan aura black flag yang kaku dan dingin, Sheena dipaksa pindah ke mansion pribadi pria itu. Matthias bersikap seolah Sheena hanyalah orang asing yang menumpang hidup, karena hatinya masih tertahan pada sosok gadis kecil di halte bus bertahun-tahun lalu—satu-satunya orang yang membolehkannya menangis.

Matthias tidak sadar, sapu tangan yang ia simpan bagai nyawa adalah milik wanita yang kini ia abaikan di rumahnya sendiri. Saat kebenaran terungkap, apakah Sheena masih mau menunggu pria yang sudah membuang waktunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahasa Tanpa Suara

Pagi itu, Sheena terbangun dengan perasaan yang aneh. Bibirnya terasa masih menyisakan sisa kehangatan semalam. Ia sengaja berlama-lama di dalam kamar, mengintip dari celah pintu untuk memastikan Matthias sudah berangkat ke kantor. Ia belum siap mental untuk bertatapan langsung setelah kejadian di ruang musik itu.

Begitu merasa aman, Sheena turun ke lantai bawah. Namun, langkahnya terhenti di meja makan. Matthias memang sudah tidak ada, tapi ada sesuatu yang berbeda di sana.

Biasanya, sarapan disiapkan secara prasmanan oleh pelayan. Namun pagi ini, di tempat duduk biasa Sheena, sudah tersedia sepiring pancake blueberry—kesukaannya—dengan tatanan yang sangat presisi. Di sampingnya, ada segelas susu hangat dan sebuah catatan kecil di atas kertas kaku berlogo SM Corp.

"Jangan melewatkan sarapan. Aku tahu kau tidak tidur nyenyak semalam karena terlalu banyak berpikir. Makanlah, dan jangan sampai telat ke kampus." — M

Sheena tersenyum kecil, jantungnya mencelos. "Bagaimana dia bisa tahu aku suka tatanan yang rapi seperti ini?" Gumamnya sambil menatap buah blueberry yang tersusun melingkar sempurna di atas pancake.

Tiba-tiba, kepala pelayan menghampirinya sambil membawa sebuah paper bag kecil.

"Nyonya, Tuan Matthias tadi berpesan sebelum berangkat. Beliau bilang, semalam Anda terlihat kedinginan di ruang kerjanya. Beliau meninggalkan ini untuk Anda pakai di kampus," ucap pelayan itu ramah.

Sheena membukanya. Di dalamnya ada sebuah cardigan rajut berwarna krem yang sangat lembut. Saat Sheena menyentuhnya, aroma parfum kayu cendana dan citrus khas Matthias langsung tercium—seolah pria itu sedang memeluknya secara tidak langsung.

Di Kampus...

Sepanjang jam kuliah, Sheena sama sekali tidak bisa fokus. Ia memakai cardigan itu, mengeratkannya ke tubuhnya setiap kali merasa gugup. Namun, kejutan Matthias tidak berhenti di situ.

Saat jam makan siang, ponsel Sheena bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor yang tidak ia simpan, tapi ia tahu siapa pemiliknya.

[Nomor Tak Dikenal]: Ada kurir yang mengirimkan makan siang di lobi. Jangan makan di kantin hari ini, di sana terlalu ramai dan pengap. Kau benci keramaian, bukan?

Sheena terpaku. Benar saja, di lobi sudah ada kurir yang membawakan kotak bento premium. Begitu dibuka, isinya disusun sangat cantik dan simetris, benar-benar memanjakan matanya yang perfeksionis.

"Dia... kenapa jadi sangat perhatian begini?" Bisik Sheena, pipinya memanas lagi.

Tiba-tiba, sebuah mobil Maybach hitam berhenti tepat di depan lobi—mobil yang berbeda lagi dari kemarin. Kacanya turun perlahan, memperlihatkan Matthias yang tampak sedang berbicara di telepon melalui handsfree.

Matthias menoleh ke arah Sheena yang berdiri mematung di lobi dengan cardigan krem miliknya. Ia tidak turun, hanya memberikan isyarat dengan kepalanya agar Sheena mendekat.

Begitu Sheena sampai di depan pintu mobil, Matthias mematikan sambungan teleponnya. Ia menatap Sheena dengan tatapan yang jauh lebih lembut dari biasanya.

"Kenapa kau di sini? Bukankah kau harus ke kantor?" Tanya Sheena salah tingkah.

"Aku ada pertemuan di dekat sini, jadi aku pikir... aku bisa melihat apakah istriku memakai pemberianku atau tidak," jawab Matthias datar, tapi sudut bibirnya sedikit terangkat.

Ia mengulurkan tangannya dari dalam jendela, bukan untuk menarik Sheena, tapi hanya untuk merapikan kerah cardigan yang Sheena pakai. Jarinya sempat menyentuh kulit leher Sheena, membuat gadis itu merinding seketika.

"Warnanya cocok untukmu," ucap Matthias pendek. "Masuklah lagi, jangan berdiri di panas matahari. Aku akan menjemputmu tepat jam empat sore. Jangan menghilang."

Mobil itu melesat pergi sebelum Sheena sempat membalas. Sheena berdiri di sana, memegangi kerah cardigannya, merasa seperti sedang diterbangkan ke awan. Perhatian-perhatian kecil Matthias justru jauh lebih mematikan daripada ciuman semalam. Pria itu tidak lagi memakai kekerasan atau kata-kata tajam, ia mulai menyerang Sheena dengan ketulusan yang tak terduga.

1
Ira Nadira
astga nagaaaaaaaa bagus bgt thorrrr😍😍😍 aku padamu pokoknya mah😍
Bae •: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
baper bgt kalo punya laki model gini nih🤭, kira2 ada g yah di dunia nyata😁
Ira Nadira
mampus lu rasain😒
Ira Nadira
tp di awal td ada kata2 kalo si mathiass tau Senna pemilik sapu tangan itu kan??
Ira Nadira
yahhh pecah perawan dah😁
Ira Nadira
duh thorrrr🤣kan gw yg salting ihhh malu ahh🤭
bagus, ceritanya ringan dan manis. gak ada konflik. tapi panjangkan lah lain kali ceritanya hahah🤣
Ira Nadira
wahhh salut sama si othorrr keren bgt penulisannya😍😍 hampir g ada typo samsek😍😍
Ira Nadira
astaga astagaaaaaaaa😍😍😍 manis bgt sih akhhh🤣🤣
Ira Nadira
dari awal bab g pernah komen karna saking serunya😍😍
Bae •: makasih ya kak😍
total 1 replies
Naufal hanifah
keren /Good//Good//Good/
Sari Purnama
Hmm..saya suka saya suka saya sukaaaaaaaa
Sari Purnama
ahay deuy..🤭🤭
YuWie
seru sih..tapi klo salah sangkanya dipanjang2 in jadi malz jg ya
YuWie
berubah kah wajah mereka shg tak saling mengenali?
LEECHAGYN
wihh terpanaa juga😭
Anonymous
ceritanya bagus bgttttt...,. sayang terlalu pendekkkkk....
mili
suka cerita nya
falea sezi
keren
Mirda Julianti
karya yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!