Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.
“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”
“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”
“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”
Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.
Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta
=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Mungkinkah Bertemu Kembali
Bab 9
Rama memarkir motornya, di carport. Sejajar dengan dua motor lain miliknya. Ada pula mobil di garasi. Kehidupan keluarga memang lebih dari cukup karena usaha orang tuanya dan sekarang ia yang meneruskan.
Mendengar deru motor miliknya, Ibu pun keluar menyambut kedatangan anak satu-satunya itu.
“Udah makan?” tanya Ibu saat Rama mencium tangannya.
“Belum, tapi udah ngopi.”
Ibu mengekor langkah putranya itu. “Terus calon mantu ibu gimana, kapan ibu bisa lamar?”
Rama malah terkekeh. “Sabar bu, lagi usaha.” Menghempaskan tubuhnya di sofa ruang keluarga. “Cing Ihsan ngapain kemari?”
“Silaturahmi Ram,” seru ibu setelah memanggil bibi untuk ambilkan air minum.
“Waktu bapak masih ada nggak pernah tuh dia kemari.”
“Nggak boleh gitu, biarkan aja orang punya niat apa. Yang penting kita jangan gitu. Ah iya, yang ngontrak di kampung sebelah, Ibu siapa ya tadi ... lupa. Suaminya kan udah nggak ada dari bulan lalu. Bayar kontrakannya kasih diskon aja ya, kasihan.”
Rama menoleh ke samping tepat ke ibunya, meski dengan tubuh bersandar pada sofa. Tidak berubah, orangtuanya selalu mengajarkan agar selalu berbaik hati.
“Hm. Nanti aku atur.” Meraih tangan Ibu dan mengusapnya. “Sabar ya bu, nanti aku bawa pulang menantu ibu dan buat rumah ini ramai lagi.”
“Iya, ibu tunggu.” Mira mengambil gelas berisi air yang dibawakan bibi lalu menyodorkan pada Rama. “Makan dulu ya, udah siang.”
Rama menggeleng setelah meneguk hampir habis isi gelas. “Aku mau tidur dulu, nanti siang mau cek ruko di pasar inpres.”
“Ya udah. Eh iya, Cing Ihsan juga nanyain kamu udah nikah atau belum. Beliau sempat usul ta’aruf kamu sama Ida. Ada hubungi kamu?”
Rama mengangguk dan menceritakan isi pesan dari perempuan bernama Ida.
“Ngaco kamu Rama,” seru Ibu sambil memukul bahu putranya itu.
“Lagian, ujug-ujug ngajak ketemu. Udah kayak sales aja. Kalau mereka kemari lagi terus bahas masalah ta'aruf atau perjodohan, nggak usah diladenin. Anak Ibu yang ganteng ini masih bisa cari jodoh. Malah udah ada hilalnya, tinggal tunggu eksekusi. Ida mah lewat, bu.”
“Jadi penasaran, anak gadis mana yang bikin anak ibu rada 0leng begini.”
“Adalah pokoknya.”
Beranjak dari sofa menuju kamarnya sambil bersiul, meninggalkan jaket dan ransel berisi pakaian kotor dari lokernya sembarangan. Ibu mengambil alih ransel itu mengeluarkan pakaian kotornya.
“Jatuh cinta berjuta rasanya, Neng Gita punya Abang Rama,” senandung Rama yang asal, entah lagu apa.
Mira tersenyum dan menggeleng menanggapi putranya yang kadang kurang se ons.
***
“Kamu yakin? Bukan karena Gita memang sibuk sebentar lagi dia ujian semester,” seru Arya.
Setelah beberapa hari dalam perawatan di rumah sakit, akhirnya Sarah bisa menikmati kamarnya lagi. Baru kemarin ia pulang dan Arya belum beraktivitas ke kantor, masih mengawasi dan memimpin bisnisnya dari rumah.
Semenjak Sarah kolaps pertama kali lalu bolak-balik rawat jalan dan berakhir dengan tindakan operasi, Arya fokus pada kesehatan istrinya itu. Meski Gita tidak berulah, tapi laporan dari supir merangkap bodyguard gadis itu cukup membuat Arya khawatir.
“Yakin, pak. Meski yang mereka lakukan hanya kumpul biasa, ngobrol, bercanda, keliling mall,” tutur Iwan. Beberapa kali Gita mengatakan ada tugas dengan kelompoknya atau di perpustakaan mengerjakan tugas mandiri. Nyatanya gadis itu kumpul di cafe atau ikut ke kosan temannya.
Arya menarik nafasnya, ia paham kalau Gita butuh teman atau sahabat dan ada masanya seorang pria akan datang untuk memintanya menjadi pendamping hidup.
“Awasi terus dan laporkan, selama masih aman biarkan saja. Life is never flat, masih kenakalan remaja,” seru Arya lalu terkekeh. Ternyata Gita yang polos dan kerap manja bisa berbohong juga.
Terdengar ketukan pintu, ternyata asisten rumah tangga. Menyampaikan makan malam sudah siap. Saat ini Arya dan Iwan berdiskusi di ruang kerjanya.
“Ya sudah, kamu boleh pulang.”
Akan menyambangi istrinya di kamar, nyatanya wanita itu sudah menunggu di meja makan. Menuang air minum untuk Arya dan menuang nasi.
“Hei, sayang, aku bisa sendiri.”
Sarah tersenyum. “Please, jangan perlakukan aku seperti pasien terus.”
“Oke, nyonya Bimantara. Jangan banyak-banyak, aku malas nge-gym kalau perutku buncit.”
Sarah mencibir. “Bik, panggilkan Gita ya.”
“Non Gita sudah tidur Bu, tadi saya udah ke kamarnya.”
“Hah, mas ….”
“Sudah, biarkan dia istirahat. Mungkin lelah,” seru Arya.
“Tapi dia belum makan, kalau sakit gimana?”
“Sayang, Gita sudah besar. Kalau lapar juga bangun, terus ke dapur cari makanan. Udah, tenang aja. Kita makan ya, sudah waktunya kamu minum obat juga.”
“Tadi pulang sore, padahal jadwal kuliahnya hari ini nggak full. Udah mulai sibuk sama tugas,” keluh Sarah.
Arya hanya mengangguk. “Tugas ngelayap,” batinnya. Tidak mungkin dia bicarakan kenakalan Gita pada istrinya itu. Selain masih masa penyembuhan, Sarah akan berubah dari ibu peri menjadi nenek sihir dalam satu waktu untuk menangani Gita. Untuk sementara akan ditangani sendiri dan dengan caranya.
Hampir tengah malam, Gita akhirnya terjaga. Beruntung langsung mandi saat pulang tadi. Ia ketiduran bahkan melewatkan makan malam. Menghidupkan lampu di atas nakas dan mencari ponselnya. Ada beberapa notifikasi pesan, baik pesan grup ataupun pesan pribadi.
...Pretty Angels...
Rani : Besok ngumpul di mana lagi?
Sesil : Kosan Bela aja ya
Leni : Oke. Gimana kalau bolos kuliah. Langsung ke tempatnya Bela, gue males sama jadwal matkul besok 🥴
Rani : Matkul apaan?
Leni : Semua mata kuliah bisnis, bikin gue puyeng
Sesil : Lah, ngapain ambil jurusan manajemen bisnis. Dasar pe4
Leni : Gabut. Bisnis yang gue tahu, cari calon suami pewaris tunggal. Udah paling bener itu
Bela : Girls, tadi Arlan hubungi gue
Rani : Nembak lo?
Sesil : Demi apa? Berhasil dong rencana lo tampil all out di club kemarin itu. Akhirnya ternotice juga kalau Bela ternyata bin4l 🤭🤣
Leni : Iya, bener itu
Bela : Ah rese lo pada. Gue pikir juga begitu. Gue udah sok-sokan jawab telpon dia pake nada malas dan ogah-ogahan. Plot twist-nya dia malah nanyain Gita. Temen lo itu udah punya pacar belum ya, minta kontaknya dong. Sorry Git, gue udah kasih kontak lo. Gue dibilang cemburu karena nggak kasih kontak lo
Leni : 🤣 kasihan banget temen gue
Sesil : Bela dan Gita pecah kongsi memperebutkan si bangs4t Arlan
Bela : Arlan lewat, Bang Rama sikat. Besok, kumpul di tempat gue cuy
“Arlan,” ucap Gita membaca percakapan beberapa jam yang lalu. Ternyata pria itu gercep juga. sudah ada pesan masuk dari nomor baru.
...0812415xxx...
Hai Gita, gue Arlan
Besok kuliah gak? Gue ke kelas lo ya
Bukan tidak tahu maksud Arlan menghubunginya. Tidak mungkin pinjem duit atau nanya tugas. Selain mereka tidak satu kelas, berbeda jurusan pula. Tentu saja karena Arlan tertarik dengannya, untuk menjalin hubungan lawan jenis. Mungkin sosok Arlan yang pernah menjadi ketua BEM juga salah satu pria most wanted di kampus menjadi nilai lebih. Ditambah latar belakang keluarga pebisnis, membuatnya semakin digandrungi oleh para perempuan di kampus. Termasuk Bela yang kecewa karena diabaikan.
Nyatanya Gita tidak tertarik. Mengacuhkan begitu saja pesan dari Arlan yang track recordnya agak buruk. Kalau saja yang menghubunginya itu nakes ganteng pujaan hati, mungkin akan beda cerita.
“Dia … siapa namanya sih. Mungkin nggak ya, kita ketemu lagi.”
dah tau pake nanya 🤭
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....