Seorang perempuan bernama Olivia Al Farish, ia adalah seorang ibu dari putri bernama Yasmin Putri Permana.
Olive sudah berpisah dengan mantan suaminya, sejak delapan bulan yang lalu.
Banyak orang yang mempermasalahkan dengan status "Janda" memang apa yang salah dengan status seperti itu.
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya hancur, dan mendapatkan status seperti itu.
Olive atau pun orang lain tidak ada yang menginginkannya sekali pun.
Seberat dan sepahit apa pun, hidup ini harus terus berjalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Perkenalan
Jam 07.30.
Dibutik.
Olive sudah kembali pergi bekerja. Ia menggunakan ojek online untuk sampai kebutik.
"Assalamualikum, selamat pagi!" Sapa Olive pada semuanya. Olive mulai melakukan pekerjaannya dengan membereskan baju-baju dibutik.
Mba Elsa datang pagi sekali, disapanya Olive..."Kamu sudah masuk, saya kira kamu akan seterusnya tidak masuk."
"Ya mba, saya sudah lebih baik." Olive pun tersenyum kearah Elsa.
Tatapan wajah Elsa sinis sekali. Ia bersikap acuh kepada Olive.
Lena datang mendekati Olive, dipegang pundak Olive. "Udah jangan dipikirin, mba Elsa emang gitu orangnya. Tapi dia sebenarnya baik. Mendingan sekarang fokus kerja aja. Jangan dengerin apa kata setan."
"Setan... makdsunya?"
"Iya.. gitu aja masa ga tau. Itu setan yang sering nyebarin berita hoax." Kesal Lena karena setan yang dimaksud adalah teman-teman kerja Olive dan Lena yang suka bergosip.
Olive hanya tersenyum mendengar perkataan Lena. Ia kembali bekerja karena siang ini pengunjung luar biasa.
Banyak pengunjung yang datang kebutik membuat para pegawai tidak sempat beristirahat.
Olive merasakan cacing-cacing didalam perutnya mulai bernyanyi. Pagi tadi ga sarapan sekarang makan siang juga udah telat. Batin Olive.
Dilihatnya jam tiga waktunya sudah pulang, tapi dibutik semakin ramai. Ia jadi mengurungkan niatnya untuk pulang.
Mba Elsa terus memperhatikan Olive dari kejauhan. Sebenarnya mba Elsa juga merasakan sendiri, semenjak Olive masuk kerja bersama dirinya. Butik terus terlihat sangat ramai dengan pengunjung. Memang dirinya mengakui Olive pembawa hoki, tetapi ada sedikit kecerobohan saja kemarin membuat mba Elsa sedikit kecewa.
"Olive, ikut keruangan saya." Panggil mba Elsa pada Olivia. Elsa berjalan keruangannya duluan sedangkan Olive membututinya dari belakang.
"Ada apa mba Elsa panggil saya." Olive bertanya pada Elsa yang tiba-tiba memanggilnya.
Elsa menarik napas dalam-dalam dan berkata. "Sudah jam berapa kamu belum pulang?"
"Oh ya mba tadi saya sudah liat jam. Pas jam tiga tadi, tapi pengunjung ramai sekali jadi saya tidak buru-buru langsung pulang. Sekarang malah sudah jam lima." Jawab Olive
yang baru mengetahui sekarang sudah jam lima sore.
"Ini buat kamu...ambilah." Menyerahkan sebuah amplop kepada Olive.
Olive heran apa maksud mba Elsa memberikan sebuah amplop. Ia pun memberanikan dirinya untuk bertanya. "Mba Elsa mau pecat saya. Saya mohon mba jangan pecat saya. biar gaji saya kecil, tapi saya butuh kerjaan ini. Saya minta maaf atas kelalaian saya. Saya akan berusaha untuk ga mengulangi lagi mba."
Haha... haha haha... haha. Elsa tertawa terbahak-bahak mendengar Olive yang mengira akan dipecat. "Siapa yang akan mau pecat kamu Liv, saya panggil kamu kesini untuk kasih ini."
"Ya mba kasih saya amplop ini. Isinya duit pesangon saya kan, mba. Terus mba akan bilang ga usah diterusin kerja disini." Ucap Olive yang sedikit agak binggung.
"Saya ga pecat kamu, ini saya kasih amplop berisi bonus buat kamu. Karena kamu udah kerja baik hari ini."
Mata Olive membelalak, ia binggung pasalnya terakhir kali mba Elsa bilang ga akan kasih bonus untuknya.
"Mba serius kan, ga akan pecat saya. soalnya mba bilang sendiri ga akan kasih saya bonus lagi bulan ini "
"Ya itu kan kemarin, saya lagi senang butik saya ramai jadi semuanya dapat dan kamu juga. Setelah ini kamu boleh pulang. Elsa tersenyum kepada Olive dan jarinya memberikan jempol untuk Olive sebagai tanda hasil kerja yang bagus.
"Terima kasih mba Elsa, saya akan ambil ini." Olive pun meninggalkan ruangan Elsa dan bersiap-siap akan pulang.
"Lena .." Panggil Olive pada Lena dengan tersenyum kegirangan.
"Ada angin apa nih, girang banget. Padahal tadi pagi sedih." Ledek Lena pada Olive.
"Ada deh..aku pulang dulu ya. Mau langsung kontrol kerumah sakit mau lihat jahitannya."
"Siapa yang sakit Olive.. " Ternyata Elsa menguping pembicaraan Lena dan Olive. Ia pun berjalan mendekati mereka.
"Saya mba Elsa, hari ini saya mau lihat jahitan dikepala saya."
Elsa terkejut mendengar itu... " Apa maksud kamu jahitan dikepala, emang kamu kenapa?"
Olive pun hanya menjelaskan bahwa dirinya. terluka dikepala. "Saya luka dikepala dan mendapat sepuluh jahitan kemarin. Sekarang saya mau periksa jahitan dikepala saya."
"Kalau begitu kamu ditemanin sama Lena saja. Lena, kamu bisa pulang cepat." Perintah Elsa pada bawahannya.
"Baik mba, perintah mba saya laksanakan." Lena menjawab perintah mba Elsa dengan senyum.
"Terima kasih mba Elsa."
Olive dan Lena pergi kerumah sakit. Mereka kesana naik angkot.
Baru turun dari angkot, tas Lena dicopet.
Yang sudah dari tadi mengikuti mereka didalam angkot. Pencopet itu ada dua orang.
Lena dan Olive tidak tinggal diam saja.. Mereka berdua berteriak-teriak. "Copet tolong...tolong!"
Ada empat orang pemuda yang datang mendekati mereka berdua dengan menaiki motornya.
"Mas tolong.. tas teman saya kecopetan. Copetnya lari kearah sana mas. Cepat mas." Teriak Olive yang seluruh tubuhnya gemetar.
Sedangkan Lena hanya duduk menangis..
Empat pemuda tadi mengejar pencopet dengan motornya.
Olive coba menenangkan Lena. "Lena, sabar ya.. semoga aja mereka berhasil menangkap penjahatnya."
Lena berusaha tenang..
Ia sungguh takut sekali karena pencopet tadi memegang pisau dan menarik paksa tasnya.
Ia kemudian sadar ... disaat itu Olive juga hampir dicopet hanya saja, ia melawan.
"Liv.. kamu tidak apa-apa. Ga ada yang luka kan."
Olive yang menyadari hal itu, berkata "aku tidak apa-apa. cuma tergores sedikit."
Berusaha menenangkan Lena, padahal ia merasakan sakit ditangannya terkena pisau ketika melawan pencopet tadi.
Empat pemuda tadi datang membawa tas Lena.
"Ini tasnya, lain kali kalian berdua harus hati-hati." Ucap salah seorang pemuda itu.
"Terima kasih, kalau tidak ada kalian entah apa yang terjadi. Mungkin tas ku sudah tidak bisa kembali." Ucap Lena...
Olive juga ikut berterima kasih kepada mereka semua. "Terima kasih kalian sudah membantu kami. Kami tidak bisa membalasnya."
"Tidak apa-apa, kita menolong kalian iklas kok. Oh ya kalian mau kemana." Tanya seorang pemuda yang bernama Arjuna.
"Aku mau kerumah sakit yang ada didepan itu. "Tangannya menunjuk kearah rumah sakit.
Arjuna baru sadar bahwa Olive terluka, ia pun meraih tangan Olive. Dilihatnya Tangan perempuan itu terluka.
"Ini kenapa bisa sampai seperti ini... Boy ada perban ga."
"Ga ada." Jawab pemuda yang bernama Boy.
Arjuna merobek bajunya..untuk menghentikan darah yang keluar dari tangan Olive. "Ini untuk sementara saja."
Kenapa merobek bajunya. Apa ga malu pulang dengan baju sobek. Apa lagi dengan tampang keren gitu. Batin Olive.
"Terima kasih ya.. maaf bajunya jadi robek."
"Oh ini, ga apa-apa. Tinggal ditutup jaket, ga kelihatan deh. Aku Arjuna, ini Boy, Reza, dan Kevin.
Tangannya menunjuk kearah teman-temannya.
Olive dan Lena ikut melambaikan tangan. Mereka berdua akhirnya berpamitan untuk pergi kerumah sakit
harus nya itu olive yang di bela bukan nya Wina,
harus nunggu di suruh bapaknya baru berangkat,jd greget saya Thor 😂
heeeee warbinasahhhh bengalnya andah pak!!!!