NovelToon NovelToon
Sang Legenda: Naga Langit

Sang Legenda: Naga Langit

Status: tamat
Genre:Misteri / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:7.7M
Nilai: 4.5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Xiao Chen selalu dianggap murid terlemah di Klan Xiao.

Tidak punya bakat, selalu gagal dalam ujian, dan menjadi bahan ejekan seluruh murid.
Namun tidak ada yang tahu kebenaran sesungguhnya bahwa tubuhnya menyembunyikan darah naga purba yang tersegel sejak lahir.

Segalanya berubah saat Ritual Penerimaan Roh Penjaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Cakar yang Terhunus

Waktu seakan melambat.

Bagi mata orang biasa, serangan kedua pengikut Xiao Long terlihat cepat dan mematikan. Pedang besi mereka menyayat udara, mengarah ke bahu dan paha Xiao Chen.

Namun bagi Xiao Chen, yang indranya telah dipertajam oleh darah naga, gerakan mereka penuh celah.

"Kiri, turunkan bahu tiga inci. Kanan, geser kakimu setengah langkah," instruksi Yao Huang terdengar bosan di kepalanya.

Xiao Chen tidak berpikir, tubuhnya bergerak secara insting mengikuti arahan itu.

Wush! Wush!

Dua bilah pedang itu menebas ruang kosong, hanya menyentuh ujung baju Xiao Chen. Kedua penyerang itu terbelalak kaget karena serangan mereka meleset. Keseimbangan mereka goyah karena momentum yang tertahan.

"Sekarang. Hancurkan rusuknya," perintah Yao Huang.

Mata Xiao Chen berkilat dingin. Dia tidak mundur, melainkan maju ke dalam jangkauan serangan lawan. Bahunya menghantam dada pengikut di sebelah kiri seperti seekor banteng yang mengamuk.

DUGH!

"Ugh!"

Pengikut itu terlempar mundur, dadanya serasa dihantam palu godam. Tulang rusuknya retak seketika, dan dia jatuh berguling di tanah, memuntahkan darah segar.

Pengikut yang satu lagi panik. "Kau—!" Dia mencoba menarik kembali pedangnya untuk menebas leher Xiao Chen.

Tapi Xiao Chen lebih cepat. Tangannya bergerak seperti kilat, mencengkeram pergelangan tangan si penyerang.

"Lepas!" desis Xiao Chen.

Dengan satu putaran kasar, dia memelintir tangan itu.

KRAK!

"ARGGHHH!"

Jeritan kesakitan kembali terdengar. Pedang besi itu jatuh ke tanah. Sebelum pria itu sempat memulihkan diri, Xiao Chen mendaratkan tendangan keras tepat di perutnya. Pria itu terlipat seperti udang dan terlempar menabrak pohon di belakangnya, pingsan seketika.

Hening.

Hanya butuh tiga detik. Dua kultivator Tingkat 5 Pengumpulan Qi telah dilumpuhkan oleh seorang "sampah" Tingkat 3.

Xiao Chen berdiri tegak, napasnya sedikit memburu, tapi matanya tenang. Dia menoleh ke arah Xiao Long yang kini berdiri kaku, kipas lipatnya berhenti berputar di tangannya.

"Giliranmu, Sepupu," ucap Xiao Chen datar.

Wajah Xiao Long berubah dari kaget menjadi merah padam karena amarah dan penghinaan. Dua bawahannya dikalahkan dalam sekejap mata di hadapannya? Ini tamparan keras!

"Sampah sialan... Rupanya kau belajar sedikit trik bela diri jalanan," geram Xiao Long. Dia membuang kipasnya dan memasang kuda-kuda.

Aura biru muda meledak dari tubuhnya, jauh lebih padat dan tajam daripada dua pengikutnya tadi. Angin di sekitarnya berputar, mengangkat daun-daun kering.

"Jangan samakan aku dengan dua budak tidak berguna itu. Aku berada di Puncak Tingkat 9! Satu langkah lagi menuju Pembentukan Fondasi!" teriak Xiao Long.

"Teknik Telapak Angin Puyuh," gumam Xiao Long.

Dia menerjang maju. Kecepatannya dua kali lipat lebih cepat dari pengikutnya. Telapak tangannya diselimuti pusaran angin tajam yang bisa menyayat kulit.

Xiao Chen menyipitkan mata. "Guru?"

"Dia lebih cepat darimu," kata Yao Huang tenang. "Tapi fondasinya rapuh. Jangan hindari. Terima serangannya, dan tukar dengan pukulan fatal. Kulitmu sekarang cukup keras untuk menahan goresan angin tingkat rendah itu."

Gila. Menerima serangan Tingkat 9 secara langsung?

Tapi Xiao Chen percaya pada Yao Huang. Dia tidak menghindar. Dia justru membuka dadanya, membiarkan Xiao Long memukulnya.

Xiao Long menyeringai melihat kebodohan itu. "Mati kau!"

BAM!

Telapak tangan Xiao Long menghantam dada kiri Xiao Chen dengan telak. Energi angin meledak, merobek baju Xiao Chen dan meninggalkan luka sayatan merah di kulit dadanya. Darah merembes keluar.

Xiao Chen terbatuk, rasa sakit menyengat dadanya. Tapi... dia tidak terlempar. Kakinya menancap kuat di tanah seperti akar pohon tua.

Senyum Xiao Long lenyap. "A-Apa? Bagaimana kau masih berdiri?"

Kekuatan serangannya seharusnya cukup untuk menghancurkan tulang dada Xiao Chen!

Xiao Chen mengangkat wajahnya. Matanya menyala buas, pupil vertikalnya kembali muncul sesaat. Dia menyeringai, menampilkan gigi yang berdarah.

"Giliranku."

Tangan kanan Xiao Chen, yang sudah terkepal sejak tadi, melesat lurus ke wajah Xiao Long. Tidak ada teknik cantik. Hanya kekuatan brutal murni dari otot yang telah ditempa oleh darah naga.

Xiao Long panik. Dia mencoba mengangkat kedua tangannya untuk memblokir.

DUARR!

Pukulan Xiao Chen menghantam pertahanan Xiao Long. Kekuatan ledakannya begitu besar hingga lengan Xiao Long terhempas menghantam wajahnya sendiri.

"Uakh!"

Xiao Long terhuyung mundur lima langkah, darah mengucur dari hidungnya yang patah. Matanya berkunang-kunang.

Sebelum dia bisa menyeimbangkan diri, Xiao Chen sudah ada di depannya lagi. Xiao Chen menyapu kaki Xiao Long, membuatnya jatuh terlentang, lalu segera menindih tubuh sepupunya itu.

Tangan Xiao Chen mencengkeram leher Xiao Long, menekannya ke tanah lembap hutan.

"Le... pas..." Xiao Long meronta, wajahnya pucat pasi karena tercekik. Qi-nya berantakan, tidak bisa dikumpulkan karena panik.

Xiao Chen menatapnya dingin. Niat membunuh yang nyata terpancar dari tubuhnya. Untuk sesaat, Xiao Chen benar-benar ingin meremukkan leher ini.

"Ingat rasa takut ini, Xiao Long," bisik Xiao Chen di telinga sepupunya. "Ingat saat kau berbaring di tanah, tak berdaya di bawah tangan 'sampah' yang kau hina."

Cengkeraman Xiao Chen menguat sedikit lagi, membuat Xiao Long membelalak ketakutan, air mata mulai keluar dari sudut matanya.

"Kau beruntung kita masih satu klan. Dan kau beruntung aku tidak ingin mengotori tanganku sebelum masuk hutan," lanjut Xiao Chen.

Dia melepaskan cengkeramannya, lalu berdiri. Dia mengambil kantong uang yang terikat di pinggang Xiao Long.

"Anggap ini biaya pengobatan untuk dadaku."

Xiao Chen menimbang kantong itu cukup berat, mungkin ada 50 koin emas. Lumayan untuk modal awal.

Tanpa menoleh lagi, Xiao Chen berbalik dan berlari masuk ke dalam kegelapan Hutan Kabut Hitam, meninggalkan Xiao Long yang terbatuk-batuk di tanah, dikelilingi oleh dua pengikutnya yang masih pingsan.

Di dalam hutan, cahaya matahari sulit menembus kanopi pohon yang rapat. Kabut tipis yang berbau lumut dan bahaya melayang di udara.

Xiao Chen melambat, lalu bersandar pada batang pohon besar. Dia meringis, memegang dadanya yang terluka.

"Ssshh..."

Luka akibat Telapak Angin Puyuh itu tidak dalam, tapi rasa sakitnya menyengat.

"Jangan cengeng," suara Yao Huang muncul. "Itu hanya goresan. Darah nagamu akan menyembuhkannya dalam satu jam."

"Kau bilang kulitku keras," protes Xiao Chen sambil mengoleskan sedikit bubuk obat murah yang dia bawa.

"Memang. Kalau kau manusia biasa, serangan tadi sudah membuat jantungmu berhenti berdetak," jawab Yao Huang santai. "Tapi pertarungan tadi membuktikan satu hal. Kau punya naluri pembunuh, tapi teknikmu nol besar. Kau bertarung seperti preman pasar."

Xiao Chen tersenyum kecut. "Aku menang."

"Kau menang karena lawanmu idiot yang tidak pernah melihat darah sungguhan. Di dunia luar, musuh tidak akan memberimu kesempatan untuk memukul balik."

Kabut hitam dari manik itu keluar lagi, kali ini membentuk jari yang menunjuk ke arah kedalaman hutan.

"Sekarang, latihan yang sebenarnya dimulai. Ada aura binatang buas tingkat rendah di depan sana. Serigala Angin. Cepat dan lincah. Target yang sempurna untuk melatih refleksmu."

"Dan satu lagi, Xiao Chen..."

Bayangan Yao Huang menatap muridnya serius.

"Di dalam hutan ini, lupakan kau adalah manusia. Jadilah predator. Makan atau dimakan. Itulah satu-satunya hukum naga."

Xiao Chen mengangguk. Dia menyimpan belatinya dan mengepalkan tinjunya. Rasa sakit di dadanya perlahan mereda, digantikan oleh sensasi panas yang menjalar darahnya bersemangat menyambut tantangan.

Dia melangkah lebih dalam ke dalam kabut, di mana auman binatang buas mulai terdengar bersahutan.

1
Mas Uan
tidak masuk akalllll
apit fadilah
babnya acak-acakan
apit fadilah
di bab yang lalu udah jadi guru ya sekarang jadi senior lagi.
Ahmad Gatot
tingkatkan kekuatan mcnya thooorr......
Ahmad Gatot
orang segitu banyak,dng tingkatan yg sama masih juga kuwalahan menghadapi joan li.....kalo gitu jian li lebih strong dong.
Ahmad Gatot
jian li bisa masuk dng mudah napac dan teman"nya mengalami kesulitan untuk masuk,apa kekuatan mereka semua masih di bawah jian li..,😄
Halik M
awal yang bagus ,mantap thor,lanjut👍👍👍
Halik M
lanjuut
Ahmad Gatot
heeeeemmmmmm.......mlayu meneh ki piye thoo kiiiii.......pateni jo nganti mlayu kuwi si jian li,la kok gere perang mlayu ndelik,perang maneh,mlayu maneh.....bosen aku....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ahmad Gatot
hajar,bantae semua prajurit istana matahari ungu biar tidak selalu bikin masalah.
Ahmad Gatot
gimana dng nasib pengkhianatnya thooorrr...dah di bunuh atau belom....kok ga ada ceritanya.....harusnya kan di tangani dulu,biar nanti tdk membocorkan rahasia lagi.
Ahmad Gatot
si jian li dah lolos ke tiga kalinya,apa ga ada antisipasi gitu,kok ampe bisa lolos lagi,setiap kali bertempur.
Ahmad Gatot
ending akhirnya selalu bisa melarikan diri si jian li,dng cara yg licik.
Ahmad Gatot
mantap nih,bom jiwanya jian li.....dah kaya nuklir kali ya....
Ahmad Gatot
lagi" pengkhiatan dlm keluarga,karena kalah bersaing maka mereka memilih berpihak pd lawan,sungguh ironis memang,tdk di dunia nyata atau fiksi hal" seperti ini selalu ada,ujungnya hanya kekuasaan dan harta.
Ahmad Gatot
kalo masalah ......bau makanan xiao zi jagonya......bukannya di lautan kesadaran xiao chen bersemayam kekuatan dr naga iblis hitam yg dahsyat,kenapa tdk pernah di gunakan oleh xiao chen.
Ahmad Gatot
namanya juga naga,pasti nafsu makannya diatas rata" manusia,biar pun dia berujud manusia,tetap saja sifat naganya ga akan hilang semua
Ahmad Gatot
ni nanti mcnya kalah sama xiao zi.....nih....lebih spektakuler....
Ahmad Gatot
/Smile//Smile//Smile//Shy/
Ahmad Gatot
🌹🌹🌹🌹🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!