Zhou Xin adalah pemuda desa berusia 10 tahun.
dia hidup bersama kakeknya yang miskin.
saat dia mencari kayu bakar di sebuah twins forest dia bertemu monster LV menengah battle bear dan mengalami cidera yang hampir merenggut nyawanya, tiba-tiba liontin peninggalan orang tua nya menyala saat terkena tetesan darah miliknya dan merubah hidupnya
setelah mendapatkan kekuatan dari liontin tersebut Zhou Xin mulai berlatih bela diri.
di usianya yang 10 tahun dia telah mencapai tingkat Pemula.
Tingkatan kekuatan dalam perfect world adalah :
- benih kelahiran
- Dasar
awal,tengah,akhir
- Pemula
awal,tengah,akhir
- kebangkitan inti
awal, menengah,akhir
- inti Raja
awal, menengah,akhir
- inti kaisar
awal, menengah,akhir
- Dewa Neraka atau langit
awal,menengah,puncak, kebangkitan
- Abadi
hingga suatu saat kakek nya meninggal dan dia meninggalkan desa di usia 15 tahun dan telah mencapai tingkat pemula tengah.
Ikuti kisahnya dalam perjalanannya mencari jati diri dan mencapai keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAGODA 9 LANTAI - WUJUD YANG BERBEDA
Melihat Yue Mei terluka karena serangan kegelapan, amarah Zhou Xin meledak. Hatinya hancur menyaksikan penderitaan orang yang sangat dicintainya. Kekuatan yang selama ini terpendam, yang hampir tertelan kegelapan, bangkit kembali dengan dahsyat.
...("TIDAAAAAAK!" )...
Teriak Zhou Xin, suaranya menggema di seluruh alam kesadarannya.
Kekuatan tubuh Vajra-nya melonjak tak terkendali. Rantai-rantai hukuman pagoda yang tadinya mencengkram nya dengan kuat kini bergetar hebat, tak mampu menahan kekuatan Zhou Xin yang bangkit.
Dengan sekali hentakan, Zhou Xin memecahkan belenggu yang mengikatnya. Energi kegelapan yang tadinya menggerogoti jiwanya kini berbalik menjadi senjatanya. Ia memanggil kegelapan itu, membiarkannya mengalir melalui dirinya, tetapi kali ini, ia mengendalikannya.
("Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Yue Mei!") geram Zhou Xin.Ia menatap bayangan kegelapan dengan tatapan penuh amarah dan tekad.
("Kau akan membayar atas perbuatanmu!")
Zhou Xin memfokuskan seluruh energinya. Ia memanfaatkan kegelapan yang mengalir di dalam dirinya, memadukannya dengan kekuatan tubuh Vajra-nya. Ia menciptakan sebuah pusaran energi yang mengerikan, sebuah lubang yang memancarkan aura kegelapan yang sangat pekat.
("Aku akan menelan mu dalam kehampaan") kata Zhou Xin dengan suara dingin.
("Teknik yang akan melahap mu sepenuhnya. Teknik Pintu Dimensi!")
Sesuai dengan namanya, lubang itu bukan sekadar pusaran energi. Ia adalah pintu menuju dimensi lain, dimensi yang kosong dan tak berujung. Pintu itu melanggar hukum alam semesta, mengendalikan ruang dan waktu sesuka hati Zhou Xin.
Bayangan kegelapan meraung ketakutan. Ia merasakan bahaya yang mengancamnya, dan ia mencoba untuk melarikan diri. Namun, Zhou Xin terlalu cepat untuknya. Ia menarik bayangan itu dengan paksa, menyeretnya menuju Pintu Dimensi.
("Tidak!")teriak bayangan kegelapan.
("Aku tidak akan membiarkanmu menelanku!")
Namun, usahanya sia-sia. Zhou Xin terlalu kuat. Dengan kekuatan yang luar biasa, ia melemparkan bayangan kegelapan ke dalam Pintu Dimensi. Lubang itu melahap bayangan itu sepenuhnya, menyisakan kehampaan di tempatnya.
Setelah pertempuran berakhir, energi murni milik liontin yang berwujud Yue Mei mulai berangsur-angsur sirna. Ia mendekati Zhou Xin, tersenyum lembut, dan mengelus pipinya.
("Zhou Xin,")kata Yue Mei dengan suara yang semakin melemah.
"Aku bangga padamu. Kau telah mengalahkan kegelapan dan membuktikan bahwa kau adalah orang yang kuat."
("Yue Mei, jangan pergi!")seru Zhou Xin dengan panik.
("Aku membutuhkanmu!")
Yue Mei tersenyum sedih.
("Aku akan selalu bersamamu, Zhou Xin,") katanya.
("Aku akan selalu berada di hatimu.")
Dengan kata-kata terakhir itu, energi murni Yue Mei menghilang sepenuhnya, kembali ke liontin naga perak. Zhou Xin merasakan hatinya hancur. Ia telah kehilangan Yue Mei lagi, dan ia tidak tahu apakah ia akan pernah melihatnya lagi.
("Yue Mei...") bisik Zhou Xin dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Namun, di tengah kesedihan itu, Zhou Xin merasakan tekad yang baru muncul di dalam dirinya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjadi lebih kuat, bahwa ia akan melindungi orang-orang yang ia sayangi.
Perlahan, kesadaran Zhou Xin kembali. Ia terhuyung bangun, merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Namun, rasa sakit itu tertutup oleh kekuatan yang luar biasa yang mengalir di dalam dirinya. Ia menatap sekelilingnya dengan bingung, menyadari bahwa ia berada di tengah reruntuhan yang berserakan.
Ia merasakan energi yang meledak-ledak di sekelilingnya, energi yang liar dan tak terkendali. Ia merasakan pancaran aura mengerikan yang keluar dari tubuhnya, membuat serpihan puing-puing di sekitarnya melayang di udara, mengelilingi dirinya seperti orbit sebuah planet.
Zhou Xin menatap tangannya. Kulitnya tampak lebih pucat dari sebelumnya, dan urat-urat berwarna hitam tampak menonjol dengan jelas. Ia merasakan kekuatan yang luar biasa terkandung di dalam tangannya, kekuatan yang mampu menghancurkan gunung dan membelah lautan.
Ia melihat ke cermin yang pecah di dekatnya, dan ia terkejut dengan penampilannya. Ia melihat perubahan fisik yang drastis telah terjadi pada dirinya. Rambutnya yang dulu hitam legam kini berwarna kebiruan gelap, berkilauan seperti langit malam yang bertaburan bintang. Bola mata kirinya berubah menjadi merah darah, memancarkan aura yang menakutkan. Tubuhnya menjadi lebih tinggi dan kekar, otot-ototnya menonjol dengan jelas, menunjukkan kekuatan yang luar biasa.
Ia membalikkan badannya, dan ia melihat sebuah tanda berbentuk naga muncul di punggungnya. Tanda itu berwarna perak, sama seperti liontin yang selalu ia kenakan, dan memancarkan cahaya yang lembut dan menenangkan.
"Apa yang terjadi padaku?" tanya Zhou Xin dengan suara yang serak.
Mei You, yang telah lama terdiam, akhirnya menjawab dengan telepati nya.
"Kau telah mengalami perubahan yang luar biasa, Zhou Xin," (katanya dengan nada kagum).
("Kau telah menyerap kekuatan kegelapan dan memadukannya dengan kekuatan tubuh Vajra-mu. Kau telah menjadi sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih kuat dari sebelumnya.")
Zhou Xin memejamkan matanya dan mencoba untuk memahami apa yang telah terjadi padanya. Ia mengingat kembali pertarungannya melawan bayangan kegelapan, pengorbanan Yue Mei, di dalam alam kesadaran nya dan ledakan energi yang telah mengubah dirinya.
("Aku telah kehilangan Yue Mei,")kata Zhou Xin dalam pikirannya dengan suara sedih.
("Tapi aku tidak akan membiarkan pengorbanannya sia-sia. Aku akan menjadi lebih kuat, dan aku akan melindungi orang-orang yang aku sayangi.")
Zhou Xin membuka matanya, dan ia menatap ke arah langit. Ia merasakan kekuatan yang luar biasa mengalir melalui tubuhnya, dan ia tahu bahwa ia siap untuk menghadapi tantangan apa pun yang akan datang.
"Aku akan terus maju," kata Zhou Xin dengan suara yang penuh dengan tekad.
"Aku akan mencapai puncak kekuatan, dan aku akan melindungi dunia dari kegelapan."
Dengan tekad yang membara di dalam hatinya, Zhou Xin melangkah maju, meninggalkan reruntuhan Pagoda 9 Lantai dan memulai perjalanannya yang baru. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi ia tahu bahwa ia siap menghadapinya. Ia adalah Zhou Xin, dan ia adalah kekuatan yang harus di perhitungkan.
"Tunggu"ucap arwah Petapa abadi
"Apa kau tidak menyadari sesuatu?"
Zhao Xin menutup matanya merasakan energi di sekitar nya.
"Seseorang mendekat kemari dengan jumlah banyak." jawab Zhou Xin.
Zhao Xin menatap ke arah langit dengan tatapan tajam,dengan mata batinnya dia mampu melihat dengan jarak ratusan kilometer dan merasakan setiap inci energi Qi makhluk hidup dalam jangkauan mata batinnya.
Desiran angin menggerakkan rambut panjangnya,dengan tubuh yang tak tertutup lagi akhirnya memperlihatkan otot-otot kerasnya dan tanda di punggung nya menghiasi desiran angin di hutan cahaya yang terlihat porak-poranda akibat ledakan energi Qi milik Zhou Xin sebelum nya.
"Kemana kau akan pergi."ucap arwah Petapa abadi dengan raut wajah penasaran.
...*BERSAMBUNG*...
Sangat Recomend 👍