NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:754.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan Keluarga

"Asal kalian tahu, rumah yang kalian tinggali atas nama mama Indah Wijaya. Kalian yang bilang merawat ku, toh nyatanya kalian biarkan aku mengais rejeki sendiri. Makan minum yang kalian berikan sudah aku ganti sebagai babu gratisan. Balas budi apalagi? Bukankah sudah kubayar lunas?" tegas Berlian.

"Dan sekarang! Dengan tak tahu malu nya kalian anggap aku sebagai keluarga. Semut aja ketawa terbahak melihat ini," Berlian meluapkan emosi.

"Aku bukan dewi kebaikan, aku hanya manusia yang punya ambang batas. Mulai sekarang aku tak ingin melihat kalian lagi," tandas Berlian.

"Cih, belagu banget sih kak," tanggap Intan.

"Emang kenapa? Toh tak merugikan kamu," imbuh Berlian.

"Berlian sombong karena ada yang disombongin. Daripada kalian. Kere tapi sombongnya selangit," kata Dom sinis.

Intan hendak menjambak Berlian, tapi telah diantisipasi Dom.

Berlian langsung ditarik ke pelukan Dom, sehingga Intan hanya mengenai tempat kosong.

Intan limbung akibat salah langkah.

"Awh, perutku," keluh Intan meringis.

Berlian memutar bola mata nya malas untuk melihat drama kesekian kali.

Kedipan Intan tak luput dari pandangan Dom.

"Pah, perutku sakit," Intan mengulangi.

"Berlian, tuan Dom. Jika sampai terjadi apa-apa dengan bayi yang dikandung Intan, awas saja kalian," nyonya Adrian menatap tajam ke arah Berlian dan Dom bergantian.

"Sudah lah Mah, kakak tak akan mengerti hal seperti ini. Karena kakak mandul," mulai lah Intan memprovokasi.

"Awh... perutku Mah, nyeri banget di sini," Intan menunjuk perut bagian bawah.

"Kita ke rumah sakit," nyonya Adrian mendekati Intan.

"Siapa yang mengijinkan kalian pergi?" Dominic berdiri dan memberi isyarat anak buahnya mendekat.

"Kalian memang tak waras. Demi wanita mandul di sana, kalian menganiaya janin tak berdosa," teriak nyonya Adrian histeris.

Berlian mencoba menahan Dominic. Kilatan mata marah Dominic terpampang nyata.

"Seret mereka ke gudang!" perintah Dom, amarahnya meluap.

"Tuan Dom, anda memang tak punya hati," kata Intan dengan ekspresi kesakitan.

"Cih, melihat drama keluarga kalian membuatku muak,"

Para pengawal menarik paksa ketiganya.

Intan pura-pura pingsan.

Pria yang memegang Intan sigap memeriksa denyut jantung dan ritme nafas. Dia mendongak dan menatap sang bos. Dan Dominic menangkap sinyal itu.

"Tendang saja perutnya!" perintah Dominic.

"Kalian semua kumpulan orang stresss," nyonya Adrian berteriak.

Intan terbaring tenang.

"Satu..."

"Dua..." pengawal bersiap. Nyonya Adrian semakin histeris, meronta dan ingin menahan pengawal yang ingin menendang sang putri.

"Ti...," Dom menjeda ucapannya

Kaki pengawal mengayun...

Intan yang merasakan desiran angin dari sampingnya langsung bangkit, tak mau merasakan tendangan kuat dari sepatu pengawal Dom.

"Tuh kan drama," seru Dominic.

"Tolong kami Berlian, biarkan kami pergi. Kami tak akan menganggu hidupmu lagi," mohon tuan Adrian.

Setelah dipikirkan lagi, daripada berurusan dengan Dominic, lebih baik mereka menjauh dengan aman. Tuan Adrian merubah putusan awalnya.

"Papa,"

"Ayah,"

Nyonya Adrian dan Intan kompak tak setuju. Hidup miskin adalah musuh keduanya.

"Kak,"

"Berlian, plisss...," keduanya memohon ke Berlian dengan tangan bersedekap di depan dada.

Berlian tak menjawab. Dalam hati sebenarnya ogah memberi maaf, tapi alangkah berdosanya jika dia tak memberi kesempatan mereka.

Dominic mengambil langkah saat melihat Berlian mulai goyah.

"Proses mereka!" perintah Dom.

Dom mengajak pergi Berlian.

Ketiganya yang merupakan mantan keluarga, berteriak dan memohon ke arah Berlian tapi tak digubris oleh Dominic.

"Tuan, apa yang akan anda lakukan?" tanya Berlian di sela langkah mereka.

"Panggil tuan sekali lagi, aku cium kamu sepuluh kali," seru Dominic, Berlian reflek menutup mulut.

"Ingat janji kamu tadi saat di depan uncle," bisik Dominic. Hembusan nafas Dominic membuat Berlian bergidik.

"Aku nggak janji apa-apa," nyatanya tak ada bahasan tentang musti memanggil apa saat di mansion mewah tuan Wiranata.

"Kamu janji panggil aku sayang," ucap Dominic serius.

"Mana ada begitu?" Berlian tak percaya.

"Ada saksinya. Uncle Wiranata," bilang Dominic.

"Ngarang," sahut Berlian.

"Emang ngarang. Karena ini cuman novel sayang," canda Dominic.

"Issshh, nggak lucu," Berlian sewot.

Dominic mencubit gemas pipi Berlian yang merona.

Dominic mengatakan semua itu untuk mengalihkan perhatian Berlian dari ketiga orang tak penting tadi.

Mau diapakan mereka selanjutnya, biarlah menjadi urusan Dominic dan tuan Wiranata tanpa melibatkan Berlian.

.

Ponsel Dominic berdering kala mereka berdua dalam mobil.

"Siapa?" celetuk Berlian.

Dominic menunjukkan layar ponsel. Ada nama Asisten Brian di sana.

"Oh," sahut singkat Berlian.

"Halo," sapa Dominic.

Dominic mewakilkan semua urusan perusahaan ke Asisten Brian saat dirinya sibuk dengan urusan pribadinya.

"Tuan, nyonya besar datang ke perusahaan. Dan tak mau pergi sebelum anda datang ke sini," beritahu Asisten Brian.

Decak kesal terdengar di mulut Dominic.

'Nyonya besar? Itu artinya mama Dominic. Nyonya yang pernah menamparku,' ucap Berlian dalam hati.

"Bilang saja aku sibuk," tukas Dominic.

"Sudah tuan. Nyonya besar kekeuh menunggu anda," lanjut Asisten Brian.

"issssshh merepotkan," desis Dominic.

"Oke, aku ke sana," lanjut Dom.

"Harusnya bersyukur masih ada mama yang perhatian," kata Berlian saat Dominic menutup panggilan dari Asisten Brian.

Dominic menggenggam erat tangan Berlian.

"Apa kamu siap menghadapinya?" tatap Dominic menuntut jawaban.

"Maksud kamu?" tanya Berlian menanggapi.

"Keluarga Alexander," tandas Dominic.

"Selama kamu berada di sampingku dan percaya padaku, aku siap," kata Berlian yakin.

"Makasih," Dominic mengecup punggung tangan Berlian.

"Tapi sebelum melangkah jauh, aku ingin tanya sesuatu?" Berlian menatap ke arah Dominic.

"Apa?"

"Kamu sudah siap dengan segala konsekuensi mendekatiku?" tatapan Berlian semakin serius.

Dominic mengangguk.

"Dengan tak ada keturunan? Apa keluarga Alexander akan menerima nya?" Berlian ingin memastikan.

"Yang akan menikahi kamu itu aku, bukan keluarga Alexander," tegas Dominic.

"Menikah itu artinya kita harus membina hubungan baik dengan keluarganya juga," sahut Berlian.

"Benar. Itu berlaku kalau keluarga kita bersikap baik. Tapi kalau sebaliknya, kita juga bersikap sama seperti mereka sayang," tanggap Dom.

"Udah nggak usah dipikirkan. Keluarga Alexander itu menjadi urusanku," lanjut Dom.

"Aku nggak akan biarkan keluarga Alexander berbuat onar," genggaman erat Dominic menguatkan Berlian.

"Makasih,"

Trauma hubungan masa lalu Berlian menjadi fokus utama Dominic saat ini.

.

.

Thanks, buat yang masih setia menunggu up author.

Mampir ke judul lain, boleh banget.

Like, subscribe, vote, kasih bunga kopi de el el makaciiih

💖

1
Mamah Dini11
ibu berlian kan udh meninggal tuan wira udh jarah ke makam nya
Mamah Dini11
ya ampun di kuntit ternyata sm kayak. si cewe rese slalu nguntit , sekarang 3 naga yg nguntit , tpiii berlu aman ada 3 naga mh
Mamah Dini11
harus kasih pelajaran ni kayaknya ganggu terus ke berli kenapa sih orang rese seperti si kinara bisa di biarkan bebas sm kmu dom , lihat dom istrimu di ganggu terus takutnya di apa2in , eh tunggu kok selalu ngikutin tau dari mana kemari2 dom yg di ikutin sekarang kinara gk ada kerjaan ni cewe geblek selalu di pepet ke mana2 hati2 berli
Mamah Dini11
masih aja mau menggacau udh jelas laki nya gk mau masih saja di akalin dasar si kinara cewe sinting , dn si arya oon emang anak buah dominic diam aja gitu , enggaklah kmu itu arya kinara dlm pantowan anak buah dom , emang setelah jebak dom kmu bebas gitu kinara ,tentu tdk doong enak saja .
Mamah Dini11
selamat ya ber jaga baik2 kandungan nya kmu menanti nya lama loh ,nurut apa kata suami semoga lancar lahiran nya , udh gk sabar nunggu si kembar💪💪💪
Mamah Dini11
semoga benar2 hamil kmu berli
Mamah Dini11
bau2 nya berlian ngidam deh , semoga saja benar jadi sebutan mandul nya tdk benar, dan kapan sih berlian di umumin anak tuan wira nya kok lama ,pasti tuan alex malu nanti kalau tau berli anak sahabatny
Mamah Dini11
iya setuju kak kita berdoa bareng2 🤭🤭
Mamah Dini11
menantu vs mertua ini barang langka harus di abadikan😄😄😄
Mamah Dini11
moga lancar acaranya dom ,
Mamah Dini11
untung berlian datang walaupun tetep itu melakukan kesalahan tpi mau gimana lgi daripada si ular kinara ,rasain tuh kinara kmu yg menjebaknya gigit jari
Mamah Dini11
ah gfk seru thor kalau dominic melakuan itu dgn si ular kirana , beneran kan kehawtiran berlian , dn tuan wira gk akan merestui berli sm si dom kalau si dom anu2 sm si ular itu, walaupun di jebak tetep aja si om salah
Mamah Dini11
aduhhh moga aja dominic dn asisten brian bisa mengatasinya. knu kurang hati2 dom kan tau si kinara ada di sana main minum aja kmu ,ayo beri pelajaran tuh si ulet bulu kinara pengacau dasar
Mamah Dini11
gk punya harga diri banget si kinara mengemis cinta walau di tolak dasar muka tembok
Mamah Dini11
mending nikahkan saja tuan wira putrimu segera pasti dominic gk akan nolak biar berli ada yg jaga
Mamah Dini11
mulutmu kayaknya mau di sumpal tuh dari tong sampah, apa gitu artis terkenal lulusan LN gk punya etika si kinara ini , kalau udh tau kebenaran nya berlian anak siapa pasti dia malu
Mamah Dini11
kmu juga harus hati2 berli mulai sekarang , jgn jln sendirian takutnya kluarga santoso mencari jln lain
Mamah Dini11
dikira ada tanyangan di layar lebar , melihatkan kelakuan jelek nya si kinara eeeeehhhh tau nya cuman sambutan sedikit dari dominic
Mamah Dini11
bikin acara sendiri ni tuan domonic gimana dgn acara kluarga nya , biarkan aja dehhh ,moga aja seuai harapan dominic , semoga lancar acaramu tuan tak terganggu dgn kluargamu , nanti juga kalau ibumu tau berlian anak siapa sebenarnya pasti ibu dom malu sendiri , di tunggu hari iti thor
Mamah Dini11
hidup berlian ribet juga ya , semoga stelah terbongkar smuanya masalalumu ber hidupmu ada kedamaian betubah segalanya , dan terima lamaran dominic berlian tunggu apalagi moga aja ortu dom merestui setelah tau kmu anak tuan wiranata ,kmu berhak bahagia ber ,dan tinggalkan penderitaanmu,, kluaga adrian yg slalu ganggu kmu , biar dia jadi urusan domonic
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!