Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. Tersesat
Niko turun dari mobil untuk memperhatikan keadaan sekitar karena mereka memang seolah sedang di sesatkan oleh sesuatu yang tidak tampak oleh mata biasa, Farel melihat arloji di tangan dia dan seketika dia menyadari bahwa perjalanan untuk menuju rumah sakit ini sudah sekitar satu jam yang lalu namun belum juga mencapai rumah sakit itu.
Semua terasa aneh begitu saja karena dia merasa tadi pun hanya sebentar namun ternyata sudah satu jam berlalu mereka keliling perjalanan ini, Tina yang ada di dalam mobil masih terus memeluk Yudith karena dia merasa ada yang tidak beres dan rasa takut mulai merambat di dalam hati.
Entah siapa yang sebenarnya telah terjadi karena mereka juga tidak memahami akan hal itu, tapi yang jelas memang ada sesuatu yang tidak beres dalam perjalanan kali ini sehingga Farel juga memutuskan untuk segera turun dari mobil untuk menemani Niko yang melihat perjalanan mereka di luar sana agar pria itu tidak merasa takut lagi.
Walau tidak bohong saat ini Farel juga merasa gugup dan ketakutan karena merasa keadaan di luar mobil begitu mencekam, di lihat nya sekarang jam tiga pagi sehingga sudah pasti kegelapan masih menyelimuti bumi ini dan mereka sama sekali tidak membawa senter atau hal lain karena tadi tujuan hanyalah rumah sakit dan pengobatan Yuli.
Tapi sekarang justru tersesat di tempat yang sama sekali mereka tidak ketahui dan Farel serta Niko menatap asing tempat tersebut, selama ini mereka sering keluar atau masuk lewat jalan ini namun tidak pernah tersesat di dalam hutan yang sama sekali tidak mereka kenali karena tadi Farel juga sama sekali tidak ada mengambil jalan pintas.
Mobil melaju di jalan yang seperti biasa dan Niko juga menyadari hal itu sehingga dia memutuskan untuk tetap diam sambil mengobrol apa yang telah terjadi kepada Yuli, kalau sekarang malah mendadak saja ada di tempat yang terasa begitu asing untuk mereka semua.
Niko semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres telah terjadi kepada Yuli ini sehingga mereka yang akan pergi mengobatkan mulai mendapat gangguan juga, dia sudah semakin yakin untuk mendatangi teman Farel yang memiliki pengetahuan hal gaib sehingga nanti bisa mengobati keadaan Yuli yang semakin hari justru semakin bertambah parah.
"Mama bergerak, Tante!" Yudith menunjuk tangan Yuli yang mulai bergerak pelan.
"Hah, ya Allah dia pasti sedang menahan rasa sakit tapi kita malah tersesat di tempat seperti ini." Tina rasa ingin menangis menghadapi situasi yang begitu rumit.
Kraaaaak.
Kraaaaak.
"Yu...yuli?!" Tina gugup karena pergerakan tubuh Yuli terlihat tidak biasa.
"Mama kenapa?" Yudith juga kebingungan sambil menoleh ke belakang karena tadi Yuli memang di pangku oleh Niko pada jok belakang.
Wuuuuuttt.
"YULI!"
Tina mendelik tidak percaya karena mendadak saja Yuli tersentak bangun dan dia langsung duduk dengan pandangan kosong, sedangkan pada bagian kepala masih mengucurkan darah segar sehingga keadaan dia terlihat begitu menyeramkan sekali untuk di pandang mata.
"Yuli kamu kenapa?" Tina gemetar dan ingin menyentuh tubuh Yuli.
"Heheheeeee...." Yuli menyeringai sambil menatap Tina.
"Mama? Mama kenapa sekarang!" Yudith juga ketakutan.
"Massssss! Mas ini Yuli kenapa?" Tina berteriak memanggil Niko yang ada di luar.
"Kenapa dengan Yuli?" Niko bergegas mendatangi mobil untuk melihat keadaan yang ada di dalam.
Braaaaaak.
Pintu mobil justru terbuka dengan sangat kasar sehingga Niko yang baru mau membuka langsung kena hantam, bahkan pria itu jatuh terjengkang karena sangking kuat nya hantaman itu barusan, hidung Niko juga berdarah sehingga dia agak syok juga dengan keadaan ini.
"Mbak Yuli mau kemana?!" Farel berusaha menahan tubuh Yuli yang mau keluar.
"Yul kamu bisa berdiri? kamu kenapa sekarang, Yul!" Niko juga sampai gelagapan.
"Yuli?!" Tina pun tak habis pikir dengan keadaan Yuli ini sekarang.
"Kalian semua tidak usah ikut campur dalam urusan ku, kecuali kalian semua mau menderita!" ancam Yuli menunjuk wajah mereka semua.
"Apa yang kau bicarakan ini, Yuli?" Niko mulai menangkap ada sesuatu di tubuh Yuli.
"Heheheeeeee....wanita ini akan terus menderita, selama nya dia akan menderita!" seringai Yuli yang sudah kerasukan.
"Tinggal kan tubuh tidak berdosa ini, apa salah dia sehingga kamu ingin menyiksa nya!" bentak Farel.
Yuli hanya menyeringai dan membuat gerakan yang begitu lincah, hanya dalam hitungan detik saja dia sudah terbang menuju pohon yang ada di dalam hutan, mereka juga masih bingung kenapa bisa kesasar di hutan yang ini, padahal tadi perjalanan Oke saja tanpa ada mengambil jalan pintas sama sekali ketika berangkat.
"Mas kenapa Yuli bisa terbang?!" Tina sampai terheran heran melihat Yuli.
Semua masih terdiam karena mereka juga bingung ingin menjawab apa setelah melihat keadaan yang tidak mereka ketahui sama sekali, sebagai orang kota tentu saja mereka tidak pernah menanggapi hal seperti itu dalam hidup nya sehingga ketika baru melihat langsung tidak bisa berkata-kata lagi.
Orang yang sebelumnya menderita rasa sakit luar biasa dan bahkan untuk duduk saja begitu sulit sekali karena keadaan dia memang begitu parah, namun sekarang malah mendadak bisa loncat ke sana kemari dan namanya pohon tinggi sehingga tentu saja mereka semua sangat syok dan juga kebingungan.
"Kita harus bagaimana sekarang, itu Yuli menghilang kemana!" Tina panik sendiri.
"Mamaaaaaaa....jangan tinggal kan Yudith, Ma!" Yudith berteriak histeris karena ketakutan.
"Ya Allah ini bagaimana? ayo kita cari dia sekarang!" pekik Tina terus saja histeris.
"A...aku, Ya Allah ini bagaimana jadi nya?!" Niko juga sangat gugup bukan main.
"Mau tidak mau kita harus masuk kedalam hutan." lirih Farel.
"Tapi kita juga tidak mengetahui tentang hutan ini sehingga bila masuk ke dalam akan sangat berbahaya." Niko masih mempertimbangkan untuk mengambil keputusan itu.
"Kamu gila, Mas! kita harus masuk ke dalam untuk menemukan Yuli di dalam sana, ini masih malam dan dia hanya sendirian." teriak Tina.
"Aku tahu kalau dia hanya sendirian di dalam hutan itu, tapi kita juga membawa anak kecil sehingga sulit sekali untuk masuk ke dalam hutan." jelas Niko.
"Mbak Tiba pulang saja dulu untuk memberi kabar yang lain dan membawa Yudith ke tempat aman, biar kita berdua yang mencari keberadaan Yuli." Farel memberikan usul atas masalah ini.
Tina tampak berpikir sesaat walau dalam hati dia sangat ingin mencari keberadaan Yuli juga, namun dia harus mempertimbangkan hal itu karena masih ada bocah kecil yang ikut bersama dengan mereka dan tidak mungkin juga membawa Yudith masuk ke dalam hutan ini.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...