Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Miranda sangat kesal dengan sikap bi Marni yang sudah seperti pemilik rumah saja, dia pun terpaksa membereskan meja makan sambil menggerutu tidak jelas. Ingin sekali dia menghajar wanita tua itu, tapi ancaman dari Vira membuat nua takut. Miranda saat ini tidak memiliki apapun, jadi dia tidak mau menjadi gembel di luar sana.
Setelah selesai merapikan meja makan, Miranda baru di berikan makanan oleh bi Marni. Mereka makan malam di belakang, bukan di meja makan tempat Vira dan keluarga nya makan. Miranda tidak berselera untuk makan, karena saat ini mood nya sedang tidak baik.
Selepas makan dan mencuci semua piring kotor, Miranda segera masuk ke dalam kamar nya. Dia menangis di atas kasur lantai yang tipis, Miranda memandang di sekeliling nya dengan wajah sedih. Kenyataan yang harus dia hadapi jauh dari yang dia bayang kan selama ini.
"Aku tidak akan mau menggoda mas Bayu, jika saja aku tahu bahwa dia tidak memiliki apapun. Ku pikir dia adalah pemilik perusahaan, tapi rupanya itu milik istri nya. Aku menyesal menikah dengan mas Bayu!" Guman Miranda dengan lirih.
Nasi sudah terlanjur menjadi bubur, Miranda tidak mungkin keluar sari tempat ini. Saat ini dia sudah kehilangan pekerjaan, dan dia tidak memiliki uang sepeser pun. Semua barang- barang nya dan juga ponsel nya sudah di sita oleh Vira.
Bayu masuk ke dalam kamar nya Miranda ketika dia sedang menangis, Vira tidak mengizin kan Bayu untuk tidur di kamar mereka sehingga Bayu memilih untuk pergi ke kamar nya Miranda.
"Miranda, maaf kan mas ya. Mas janji setelah semua nya membaik, mas akan memberikan segala nya untuk mu!" Bayu menggenggam tangan Miranda dengan erat.
"Mas, aku tidak mau tinggal di kamar ini mas, aku tidak mau!" Miranda merengek pada Bayu.
"Miranda, saat ini kita tidak bisa melakukan apapun. Kita harus menuruti semua ucapan Vira karena jika tidak dia akan mengusir Kita keluar dari rumah ini. Kita harus tetap bertahan di sini, sebelum kita mendapat kan apa yang kita mau!" Ujar Bayu pada Miranda.
"Mas, tapi aku tidak bisa jika harus tidur di kasur lantai yang tipis seperti ini mas. Aku bisa sakit!" Miranda berkata dengan nada manja pada Bayu.
"Ya udah, nanti kamu ikut mas ke kamar tamu. Tapi tunggu setelah semua orang di rumah ini tidur, dan besok pagi sebelum semuanya bangun kau sudah harus kembali ke kamar ini!" Bayu berbisik pada Miranda.
"Baik mas, aku setuju dengan apa yang mas katakan!" Miranda sangat senang mendengar usulan suami nya.
Kedua nya saling berpelukan satu sama lain, senyum bahagia terpancar dari wajah Bayu.
'Senang sekali punya istri 2, istri pertama bisa di nikmati harta nya dan kedua bisa di nikmati tubuh nya!' Batin Bayu di dalam hati.
Kedua nya kembali melakukan rutinitas yang tertunda saat bulan madu beberapa waktu yang lalu, Bayu senang sekali. Walaupun Vira sudah tidak mau lagi di sentuh oleh nya, tapi Bayu masih memiliki Miranda yang bisa melayani nya di atas ranjang.
Tengah malam, setelah selesai melakukan aktivitas olahraga malam nya. Kedua nya berjalan mengendap - endap menuju kamar tamu yang di tempati oleh Bayu, mereka tersenyum puas ketika tiba di sana.
"Istri kamu itu bodoh sekali mas, dia tidak mengizin kan mu untuk tidur bersama diri nya di dalam kamar nya. Tapi lupa bahwa di rumah ini ada banyak kamar yang bisa kita tempati bersama!" Miranda mengejek kebodohan Vira.
Karena merasa lelah, kedua nya pun tertidur dengan lelap. Rencana mereka agar Miranda bisa kembali ke kamar nya sebelum semua orang bangun juga tidak berjalan dengan lancar, mereka berdua tetap tertidur dengan nyenyak hingga pagi pun tiba.
Bi Marni yang berniat membangun kan Miranda agar membantu nya membuat sarapan, sangat terkejut karena dia tidak menemukan Miranda di dalam kamar nya.
"Kemana tu orang, tidak mungkin kalau dia sudah bangun di pagi buta seperti ini?" Bi Marni bertanya pada diri nya sendiri.
Bi Marni segera pergi ke dapur, dia menyiap kan sarapan untuk majikan nya sendirian.
"Awas saja kau Miranda, aku akan mengadukan mu pada nyonya Vira. Kau akan mendapat kan hukuman!" dengus bi Marni dengan kesal.
Vira yang sudah bangun bergegas pergi ke kamar anak - anak nya, dia membangun kan kedua nya dan mengajak nya untuk sholat subuh berjamaah. Setelah itu dia langsung mengarah kan kedua nya untuk mandi, di kamar mandi nya masing - masing.
Vira membantu kedua anak nya bersiap, setelah itu dia kembali ke kamar nya dan mempersiapkan diri nya sendiri. Setelah semuanya selesai, Vira segera mengajak kedua anak nya untuk sarapan. Sekaligus menyiap kan bekal untuk kedua buah hati nya.
"Mas Bayu dan Miranda nya mana bi?" Tanya Vira pada bi Marni sambil berbisik.
"Tidak tahu nya, Miranda juga tidak ada di kamar nya!" Jawab Bi Marni sambil berbisik takut di dengan oleh Dimas dan juga Queen.
"Kalian makan saja duluan ya, di temani sama bi Marni. Mama mau menemui bibi Mira dulu!" Miranda berkata pada kedua anak nya sambil tersenyum manis.
"Iya ma!" Jawab kedua nya serentak sambil mengangguk kan kepala nya.
Dengan geram Vira berjalan ke kamar tamu yang saat ini di tempati oleh Bayu, dia memutar gagang pintu dan pintu nya langsung terbuka. Vira langsung masuk ke dalam kamar dan di saan dia melihat pemandangan yang membuat hati nya semakin perih.
Bayu dan Miranda sedang tidur berpelukan di bawah satu selimut, hanya kepala mereka saja yang terlihat. Miranda bergegas masuk ke kamar mandi, dan di sana dia mengambil air dengan menggunakan ember. Di bawa nya air itu keluar dan dia pun menyiram kan seember air itu tepat di wajah kedua nya.
"Banjir, banjir tolong!" Bayu yang sangat terkejut langsung bangun dan berlari turun dari tempat tidur.
Begitu pun dengan Miranda, kedua nya terkejut dan tidak menyadari kehadiran Vira di sana. Bira berdiri menyaksikan kedua nya sambil melipat tangan di dada, mereka turun dari tempat tidur tanpa menggunakan pakaian mereka.
Setelah beberpa saat baru lah kesadaran mereka terkumpul sepenuh nya, Bayi melihat Vira berdiri di seberang tempat tidur mereka sambil melipat tangan di dada.
"Vir,,,, Vira, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Bayu dengan gugup.
"Membangun kan kalian yang tidak tahu malu nya tidur di kamar ini!" Jawab Vira dengan geram.
Miranda tersenyum tanpa ada wajah takut sama sekali, dia ingin menunjuk kan pada Vira bahwa dia juga berhak atas suami dan juga rumah ini. Miranda tersenyum penuh ejekan pada Vira yang masih berdiri tidak jauh dari mereka.
tinggal usir mereka... ato jual rmhmu....
kadang cerai bukan buat anak trauma tp mntelamat kan mental. semakin berbohong nnti kl anak tau mlh tambah bikin anak gk sehat secara psikis.
🤣🤣🤣.
makane di selingkuh I krn nyatanya gk berani cerai Dr bayu kan. anak anak cm alesan bagi wanita bucin.