NovelToon NovelToon
Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Xiao, seorang Supreme Alchemist dan petarung tingkat Dewa di "Alam Kayangan", dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya demi merebut "Kitab Keabadian". Ia meledakkan jiwanya sendiri, tetapi bukannya musnah, ia bereinkarnasi 500 tahun kemudian ke tubuh seorang tuan muda yang dianggap sampah di sebuah kota kecil di Benua Bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik Terakhir dan Kedatangan Sang Raja

Dua hari kemudian.

Alun-alun Kota Batu Hijau telah berubah menjadi lautan manusia. Bendera warna-warni berkibar di bawah langit biru yang cerah, namun suasana di bawahnya panas membara—bukan hanya karena matahari, tetapi karena antusiasme penduduk yang menantikan acara terbesar tahun ini: Turnamen Berburu Tahunan.

Tiga panggung batu raksasa telah didirikan di tengah alun-alun. Di sekelilingnya, tribun-tribun kehormatan diisi oleh para petinggi kota.

Di sisi timur, Keluarga Wang duduk dengan angkuh. Patriark Wang Tian mengenakan jubah sutra emas, tertawa keras sambil berbincang dengan Tuan Kota. Di sebelahnya, Wang Lei duduk dengan mata terpejam, memancarkan aura Tingkat 5 yang stabil dan menekan, membuat gadis-gadis muda di tribun penonton mencuri pandang kagum.

Di sisi barat, suasana di tribun Keluarga Lin jauh lebih suram.

Patriark Lin Hai duduk dengan wajah kaku. Tangannya meremas sandaran kursi batu hingga retak halus. Di belakangnya, para tetua duduk dengan ekspresi beragam. Tetua Agung Lin Zhen tampak tenang—terlalu tenang, bahkan ada seulas senyum licik di sudut bibirnya.

"Patriark," bisik Lin Zhen dengan nada pura-pura prihatin yang menyebalkan. "Matahari sudah hampir di atas kepala. Undian peserta akan segera dimulai. Di mana Pewaris Muda kebanggaan Anda? Jangan bilang dia tersesat di hutan?"

Lin Hai menoleh tajam. "Dia akan datang."

"Benarkah?" Lin Zhen terkekeh pelan. "Hutan Kabut Hitam bukan tempat bermain. Banyak yang masuk dan tidak pernah kembali, apalagi seseorang yang baru saja sembuh dari kelumpuhan. Mungkin... dia sudah menjadi kotoran serigala?"

"Tutup mulutmu!" geram Lin Hai. Hatinya sebenarnya dipenuhi kecemasan. Sudah dua minggu putranya menghilang tanpa kabar. Dia mengirim pengintai ke pinggiran hutan, tapi tidak menemukan jejak apa pun.

Xiao'er... kau di mana? batin Lin Hai menjerit.

Di tengah arena, seorang wasit berjubah abu-abu—perwakilan dari Kantor Tuan Kota—naik ke panggung utama. Dia memukul gong besar.

TENG!

Suara gong meredam kebisingan penonton.

"Selamat datang di Turnamen Berburu Kota Batu Hijau!" seru wasit itu, suaranya diperkuat dengan Qi. "Aturan tahun ini sedikit berbeda. Sebelum kita masuk ke sesi perburuan di hutan besok, hari ini kita akan mengadakan Babak Eliminasi Duel untuk menyaring 16 besar!"

Penonton bersorak riuh. Duel satu lawan satu selalu lebih menarik daripada melihat peserta masuk hutan.

"Sekarang, saya panggil perwakilan dari tiga keluarga besar untuk maju dan mengambil undian!"

Satu per satu nama dipanggil.

"Dari Keluarga Wang: Wang Lei, Wang Feng, Wang Maza..." "Dari Keluarga Su: Su Mei, Su Jian..."

Sorakan membahana saat Su Mei, putri cantik Keluarga Su, naik ke panggung dengan anggun.

"Dan dari Keluarga Lin..." Wasit melihat gulungan kertas di tangannya. "Lin Hong!"

Hening sejenak. Lin Hong naik ke panggung dengan wajah pucat dan langkah tertatih. Dia belum pulih sepenuhnya dari hantamam sarung pedang Lin Xiao dua minggu lalu. Dia menunduk, menghindari tatapan penonton.

"Lin Yan... Lin Wu..."

Nama-nama terus dipanggil. Hingga akhirnya, tersisa satu nama di daftar Keluarga Lin.

Wasit itu mengerutkan kening, melihat sekeliling.

"Lin Xiao!"

Hening. Tidak ada jawaban.

Ribuan pasang mata tertuju pada tribun Keluarga Lin. Bisik-bisik mulai terdengar seperti dengungan lebah.

"Dia tidak ada?" "Si Sampah itu pasti kabur!" "Hahaha, aku sudah menduga! Dia pasti takut mati di tangan Tuan Muda Wang Lei!"

Wang Lei di atas panggung membuka matanya. Dia tersenyum sinis, lalu menatap Lin Hai di tribun.

"Paman Lin," seru Wang Lei, suaranya lantang dan penuh ejekan. "Sepertinya putramu lebih pintar dari dugaanku. Dia tahu kapan harus menjadi kura-kura dan menyembunyikan kepalanya. Sayang sekali, padahal aku sudah menyiapkan hadiah khusus untuknya."

Wajah Lin Hai memerah padam menahan malu dan amarah.

Wasit berdehem. "Lin Xiao! Panggilan kedua!"

Masih hening.

Lin Zhen berdiri, membungkuk pada Tuan Kota dan Patriark Wang. "Maafkan ketidaksopan ini. Sepertinya pewaris keluarga kami sadar diri akan ketidakmampuannya. Saya usulkan untuk mencoret namanya dan..."

"Tunggu!" potong Lin Hai. "Beri dia waktu sampai dupa ini habis!"

Lin Hai menunjuk batang dupa penunjuk waktu di meja wasit yang tinggal seperempat batang.

Wasit tampak ragu, lalu menatap Tuan Kota. Tuan Kota mengangguk pelan. "Baiklah. Kita tunggu sampai dupa habis. Jika dia belum muncul, dia didiskualifikasi dan Keluarga Lin akan dianggap menyerah pada satu kursi peserta."

Waktu berjalan lambat. Sangat lambat.

Dupa itu terus terbakar. Abu demi abu jatuh. Tinggal satu ruas jari. Setengah ruas jari.

Harapan di mata Lin Hai perlahan padam. Xiao'er... apa kau benar-benar...

Lin Zhen sudah tersenyum lebar. Kemenangan di tangan. Sesuai taruhan, jika Lin Xiao gagal (bahkan jika gagal hadir), posisi Pewaris Muda akan jatuh ke tangan cucunya, dan Lin Xiao akan diusir.

"Habis," kata wasit melihat asap dupa terakhir mengepul hilang.

"Dengan ini, peserta atas nama Lin Xiao dinyatakan..."

"DISKUALIFIKASI!" teriak Wang Lei penuh kemenangan.

Wasit membuka mulutnya untuk mengonfirmasi. "Dinya..."

WUUUUUSSS!

Tiba-tiba, suara siulan angin tajam terdengar dari langit. Sesuatu yang besar melesat dari arah gerbang kota menuju alun-alun dengan kecepatan mengerikan.

Benda itu melayang melewati kepala ribuan penonton, melewati tribun VIP, dan menukik tajam ke arah panggung utama.

BRAAAK!

Benda itu menghantam lantai batu arena, tepat di antara Wang Lei dan Wasit. Debu tebal mengepul, lantai batu retak berhamburan.

Semua orang terlonjak kaget. Para pengawal kota mencabut senjata.

Saat debu menipis, benda itu terungkap.

Itu adalah sebuah karung kulit besar yang berlumuran darah kering. Baunya anyir dan liar.

Dan di atas karung itu, berdiri seorang pemuda.

Rambut panjangnya yang hitam diikat asal-asalan, berkibar liar ditiup angin. Pakaiannya compang-camping, nyaris seperti pengemis, memperlihatkan lengan dan dada yang penuh bekas luka goresan baru. Di punggungnya, terikat sebuah pedang hitam besar yang tampak mengintimidasi.

Meski penampilannya berantakan, matanya... matanya bersinar tajam dan buas, seperti mata predator puncak yang baru saja keluar dari sarangnya.

Aura membunuh yang pekat menyebar darinya, membuat suhu di sekitar arena turun drastis. Wang Lei yang berdiri paling dekat tanpa sadar mundur selangkah, jantungnya berdegup kencang karena kaget.

Pemuda itu mengangkat kepalanya, menatap langsung ke arah wasit yang bengong.

"Maaf terlambat," suaranya serak dan tenang. "Ada sedikit sampah di jalan yang harus kubersihkan dulu."

"L-Lin Xiao?!" seru Lin Hai dari tribun, berdiri saking kagetnya. Wajahnya berseri-seri seketika.

"Itu Lin Xiao?" "Astaga, dia terlihat seperti orang biadab!" "Aura macam apa itu? Kenapa bulu kudukku meremang?"

Lin Zhen di tribun melotot tak percaya. "Bagaimana mungkin? Pembunuh bayaran Keluarga Wang gagal?"

Lin Xiao menendang karung di bawah kakinya hingga terbuka.

Gelundung...

1
jamanku
ga sabar nunggu
Op L
lanjutkan tor
Yuu Li
gas
Yuu Li
oke
Yuu Li
makinnnn seruuuu👍
Lucy Sandy
makin seru👍👍👍
Lucy Sandy
lanjutkan sampai tamat
Roy Kkk
ceritanya menarik
Roy Kkk
bagus👍👍👍👍👍
Roy Kkk
matap bangat karyamu
King Salman
bagus
Jinan 2
cepat update
Raikuu 1
bagus
Rayhan Purwanto
lanjutkan
Lamia Dante
semangat namatin
Lamia Dante
bagus ceritanya👍👍👍
Jake King
luar biasa ceritanya
Jake King
makin sery👍
Op L
ceritannya seru
Op L
makin seru lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!