Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selir Itu Hanya Pelayan
Gelar Hua begitu mulia, bahkan kaisar saat ini pun harus menekan amarah saat tak bisa berbuat apa apa seorang gadis, tapi di kediaman Zhang ini, pelayan pun berani menganggu, tak mendapat dukungan ayah dan hidup dengan ibu tiri yang kejam.
Gadis ini tak bisa menjaga diri dan tak pandai menunjukan status, Bai Xioshang sudah di sini, rumah Mentri Zhang?, mereka hanya mainan kecil di tanganya.
"Kau anak yang tidak berbakti, menganiaya saudara dan kejam, yang mulia kaisar menghormati mu, tapi kau tak menghargai berkah yang mulia, malah menyalahkan status untuk menindas orang lain " ia tak suka dengan kenyataan ini.
Sebagai seorang pria, ia sudah mengorbankan banyak hal untuk pencapaian saat ini, namun Liu Yan?, gadis ini mendapatkan semuanya dengan begitu mudah, apakah dia layak?.
"Sebagai seorang pria kemampuan mengarang mu memang cukup hebat, pantas saja kau bisa duduk kokoh di kursi perdana Mentri mu" Liu Yan menatap pria yang di dua kehidupan menjadi ayahnya
"Anak tak tau diri, saudara mu sudah seperti ini, kau masih mengelak"
"Saudara?, siapa?" Zhang Liu menatap ke sekeliling seolah sedang mencari siapakah gerangan yang di sebut saudaranya
"Ayah, kakak, auh" ucapan Zhang Lin bahkan belum selesai, tubuhnya sudah terhuyung ke lantai
"Zhang Liu kau, kau benar benar sangat tak masuk akal" Zhang lan tak percaya dengan kesombongan ini, selama bertahun tahun, Liu Yan hanya menganggap dirinya sebagai nona muda dari kediaman Zhang, hari ini ia mengungkit statusnya yang merupakan keturunan putri agung, ini terlalu sombong ia sudah berada di pengadilan selama bertahun tahun, ia bahkan tak pernah di rendahkan seperti ini
"Mentri Zhang yang tidak tau aturan, bagai mana mungkin kau membiarkan anak selir memanggil putri ini sebagai kakak, baik status di kediaman atau kerajaan dia tak layak memanggil nama ku, apakah nenek ku sudah mati di mata mu?" ia duduk di hadapan Zhang Lan dengan tatapan datar, Ayah ini bukan ayah yang baik, selama bertahun tahun di hasut dan ia seolah betah berada dalam kehidupan penuh kepalsuan ini
"Kau, tuan, saya memang seorang selir akan tetapi juga tak bisa di rendahkan seperti ini, kasihan sekali Zhi er kami di aniaya seperti ini, selir ini bahkan sudah mengabdikan diri selama bertahun tahun pada tuan bagaimana bisa di aniaya di depan wajah anda" Selir Ming terisak
bajingan ini, selama bertahun tahun begitu patuh, hari ini malah melawan secara membabi buta,
"Siapa yang membiarkan pelayan ikut bicara?, ctar" Sebuah cambuk langsung melesat ke pinggang selir Ming, ia seorang putri sah dan memiliki garis keluarga bangsawan apakah benar benar bisa di tindas oleh pelayan rendahan seperti ini.
"Zhang Liu, kau menggila karena tenggelam di danau" Teriak Zhang Lan tak habis fikir, baru kemarin putri ini begitu lemah, tapi kali ini, berani mencambuk selir di hadapannya?, bukankah itu sama saja dengan merendahkan dirinya yang merupakan seorang kepala keluarga
"Lancang" Liu Yan tersenyum menyeramkan, dan dalam sekejap cambuk kembali melesat ke tubuh Lin Zhi, ibu dan anak sedang menahan perih dan amarah
Sedangkan Mentri Zhang?, ia merasa harga dirinya telah di injak injak oleh seorang putri yang selama ini ia anggap lemah,
"Anak durhaka, benar benar anak durhaka"
"Tuan Zhang, aku sudah menjadi anak berbakti selama 16 tahun akan tetapi apa yang ku dapat?, aku putri Hua, apapun yang ku inginkan bisa ku dapatkan, namun karena bakti aku berdiam diri selama ini, tapi apakah kau pernah mendengar kalimat, bahkan semut akan mengigit jika terus di injak" Ia menatap Zhang Lan dengan tatapan tajam, ia memiliki emosi untuk Liu Yan
Menjadi anak berbakti, lebih baik tidak, untuk apa menjadi anak berbakti jika akhirnya juga hanya sebatas di manfaatkan, lebih baik tak berhubungan baik dari awal, dengan demikian bukankah tak akan ada harapan dan kebodohan ini?.
"Kau kau"
"Hanya menghukum putri pelayan, sebagai kepala keluarga ku harap tuan Zhang jangan terlalu berlebihan, jika di dengar orang luar apakah Mentri Zhang tidak takut menjadi bahan tertawakan?, memanjakan selir dan menganggu putri sah, apakah sudah tak menginginkan posisi perdana Mentri ini?" Memanjakan selir dan menganggu istri sah merupakan pelanggaran besar di masa ini,
Dosa ini bisa mendapat hukuman, terberat penurunan pangkat dan peringatan keras, seringan ringan nya potong gaji selama 1 tahun, kejahatan terhadap istri sah memiliki hukum jelas di dinasti Yuan ini terlebih istri itu adalah keluarga kekaisaran secara langsung
Apakah Zhang lan akan mengorbankan reputasi baik yang ia bangun sudah payah hanya untuk putri yang tak sah ini?
"Kau?, Zhi Er satu satunya harapan keluarga Zhang untuk memberi wajah baik pada keluarga ini " Selir Ming menatap dengan tatapan tajam,
Putrinya yang baik di aniaya seperti ini, sebagai seorang ibu jelas saja ia tak bisa terima, terlebih ia terbiasa hidup semana mena di kediaman ini
"Selir Ming kau sudah lama menjadi selir akan tetapi malah berangan tinggi, sejak kapan putri seorang selir menjadi wajah dan harapan suatu keluarga, putri selir hanya akan menjadi putri haram, dulu demikian dan sampai kapanpun akan tetap demikian, lagi pula kakak ku masih hidup, wajah keluarga Zhang ini biarkan kakak ku yang menjaganya, putri selir mu itu?, jangan bermimpi terlalu jauh, takutnya kau akan menyesal nantinya" Ia berucap ringan, selain dirinya masih ada kakak laki laki yang merupakan keturunan sah
Saat ini kakak laki lakinya sedang berada di perbatasan untuk membangun reputasi di militer, semua orang segan dengannya dan Mentri Zhang semakin di hormati oleh prestasi yang di miliki oleh Zhang Zhichen.
"Jika sudah selesai kau bisa pergi, aku tak ingin berdebat, Mentri Zhang kau sudah berada di luar selama bertahun tahun, saat ini kau hanya perlu menjaga para pelayan mu dengan baik, jika tidak jangan salahkan aku yang kejam, ibu ku bisa memberi kehormatan untuk mu, tetapi aku juga bisa mengambil kembali apa yang ibu ku berikan pada mu, darah pelayan, meski di pakaian mahkota Phoenix maka akan tetap seperti seorang pelayan rendahan, anak ayam bermimpi menjadi angsa, maka teruslah bermimpi" Ia berucap dan setelahnya segera melangkah meninggalkan taman dan masuk ke kamar
Ayah ini sangat tak berguna, pria yang mengandalkan wanita untuk membangun selir adalah perbuatan yang sangat tak tau malu, namun di akui atau tidak posisi Mentri Zhang, sampai titik ini juga karena campur tangan sang istri