Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Dibalik Hubungan
Selama ini, seluruh kampus menganggap Sky Remington adalah penakluk yang akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Anastasia Romanov karena kecantikan gadis itu. Namun, kenyataannya jauh dari kata romantis.
Ibu Sky dan Ibu Anastasia telah bersahabat sejak mereka masih duduk di bangku SMA elit di Moskow. Mereka adalah dua wanita yang mengatur kasta sosial dengan ujung jari mereka. Baginya, menyatukan keluarga Remington dan Romanov adalah puncak dari segala pencapaian sosial.
"Cobalah selama enam bulan, Sky," itu adalah perintah ibunya empat bulan lalu.
"Anastasia Gadis yang sangat cantik, terhormat, dan ibunya adalah teman baikku. Jika kalian cocok, kita akan umumkan pertunangan kalian di pesta ulang tahun perusahaan musim depan."
Sky, yang selama ini selalu menjadi putra yang penurut demi menjaga stabilitas bisnis keluarga, akhirnya setuju. Baginya, Anastasia hanyalah tugas lain yang harus ia jalani dengan sempurna, sampai ia mulai sering memperhatikan Ozora di meja sirkel mereka.
Malam itu, setelah sesi tugas kelompok yang panjang di apartemennya, Sky berdiri di balkon bersama Ozora. Udara dingin Moskow mulai menusuk kulit.
"Kenapa kamu tidak pernah terlihat bahagia saat bersamanya, Sky?" tanya Ozora hati-hati. Ia sedang membicarakan Anastasia yang baru saja mengunggah foto mesra mereka di media sosial, padahal saat itu Sky sedang belajar bersamanya.
Sky menatap kosong ke arah lampu-lampu kota. "Karena hubungan kami adalah kontrak yang tidak tertulis, Ozora. Ibuku dan ibunya... mereka sudah merencanakan masa depan kami sejak kami bahkan belum tahu cara mengeja kata pertunangan."
Ozora tertegun. Ia tidak menyangka pria sekuat Sky juga merasa terjebak. "Jadi, kamu akan bertunangan dengannya?"
Sky menoleh, menatap Ozora dengan tatapan yang sangat dalam. "Itu rencananya. Tapi selama empat bulan ini, aku baru menyadari bahwa aku hanya menjalankan peran. Menjalani hidup dengan seseorang yang hanya peduli pada merk tasku dan statusku itu melelahkan."
Ia melangkah mendekat pada Ozora, memecah jarak yang tersisa. "Dan anehnya, di tengah semua skenario sempurna ini, aku justru tertarik pada seseorang yang tidak pernah mencoba menarik perhatianku. Seseorang yang ibuku bahkan tidak tahu ada di dalam sirkel kami."
Jam digital di dasbor mobil Mercedes-Benz milik Sky menunjukkan pukul 22.30. Salju turun lebih lebat, membungkus jalanan Moskow dengan selimut putih yang sunyi. Di dalam mobil, hanya ada suara musik klasik yang diputar sangat pelan dan aroma parfum wood and leather yang maskulin.
Ozora duduk kaku di kursi penumpang. Ini pertama kalinya dia berada di ruang yang begitu sempit dan privat bersama Sky.
"Kamu tidak perlu mengantarku sampai ke depan gerbang, Sky. Turunkan saja aku di persimpangan depan," ucap Ozora memecah kesunyian. Dia masih memegang teguh prinsipnya untuk tidak memamerkan siapa dirinya.
Sky tidak menjawab. Dia justru membelokkan setir dengan tenang, melewati persimpangan yang dimaksud Ozora. "Jalanan sedang licin dan suhu di luar minus sepuluh derajat. Aku tidak akan membiarkan teman satu timku membeku hanya karena dia ingin menjaga rahasianya."
Mobil terus melaju memasuki kawasan elit, tempat di mana rumah-rumah tidak lagi disebut rumah, melainkan istana. Sky melambatkan kecepatannya saat mereka mendekati sebuah gerbang besi hitam yang menjulang tinggi dengan inisial B yang terukir emas di tengahnya.
Penjaga keamanan langsung berdiri tegak dan membukakan gerbang tanpa bertanya. Sky memarkir mobilnya tepat di depan undakan marmer mansion Bellvania yang megah namun artistik.
Sky mematikan mesin. Dia tidak segera keluar, melainkan menatap bangunan di depannya, lalu beralih menatap Ozora.
"Mansion yang indah," gumam Sky. "Sangat tenang, tapi sangat kuat. Persis seperti pemiliknya."
Ozora menunduk, memainkan jemarinya. "Ini hanya rumah, Sky. Aku lebih suka perpustakaan kampus yang berdebu daripada kemegahan yang sunyi ini."
Sky keluar dan membukakan pintu untuk Ozora, sebuah gestur yang selalu dia lakukan untuk Anastasia karena kewajiban, tapi kali ini terasa berbeda. Saat Ozora turun, langkahnya sedikit goyah karena lantai yang licin. Dengan sigap, tangan Sky menangkap pinggang Ozora, menahannya agar tidak jatuh.
Sentuhan itu berlangsung beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya.
Di bawah lampu taman yang temaram, wajah mereka begitu dekat hingga hembusan napas mereka membentuk uap di udara dingin.
"Terima kasih, Sky," bisik Ozora, jantungnya berdegup kencang. Dia segera melepaskan diri dengan sopan.
Sky memasukkan tangannya ke dalam saku mantel. "Ozora, soal proyek itu... kita akan sering bertemu. Dan soal ibuku atau Anastasia, kamu tidak perlu memikirkannya. Biarkan semuanya mengalir sebagaimana mestinya."
Sky tidak menyatakan cinta. Dia tidak memberi janji. Dia hanya memberikan sebuah kepastian bahwa dia akan tetap ada di sana, di dekatnya.
Tepat saat Ozora hendak berbalik masuk, lampu teras mansion menyala terang. Seorang wanita paruh baya dengan gaun tidur sutra yang dilapisi jubah bulu keluar. Itu adalah Ibu Ozora, seorang wanita dengan aura bangsawan yang sangat kuat.
"Ozora? Kamu baru pulang?" tanya ibunya, lalu matanya beralih pada sosok pria jangkung di samping mobil. "Dan siapa pria muda yang tampan ini?"
Ozora membeku. Dia belum siap memperkenalkan sirkel kampusnya pada keluarganya. Namun, Sky justru melangkah maju dengan sangat sopan, membungkuk kecil memberikan hormat khas pria terhormat Rusia.
"Selamat malam, Nyonya Bellvania. Saya Sky Remington, teman kuliah Ozora. Saya hanya memastikan dia sampai di rumah dengan aman karena cuaca sedang buruk."
Ibu Ozora memicingkan mata, lalu senyum tipis muncul di wajahnya. "Remington? Putra dari Elena Remington?"
Sky mengangguk tenang. "Benar, Nyonya."
🌷🌷🌷🌷
Happy reading 🥰🥰