NovelToon NovelToon
Duren Sawit

Duren Sawit

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Cintamanis / Patahhati / Trauma masa lalu / Healing
Popularitas:68.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Anindiya Dianka Putri
Gadis cantik yang harus rela menelan pil pahit di hari pernikahan nya. Sang calon suami membatalkan pernikahan mereka tepat di hari pernikahan mereka karena dia harus menikahi gadis lain setelah empat tahun mereka menjalin asmara namun semua nya hancur dalam sekejap

Sekuat apakah hati Anin menghadapi semua ini, akan kah kebahagian datang menghampiri serta bisa mengobati luka hati yang sedang dia derita dan apakan Anin mau membuka hati nya kembali setelah pengkhianatan itu.

Hingga datang seseorang di hidupnya, mengacaukan kinerja otak nya, mengenalkan diri dengan status yang berbeda dengan diri Anin.

Bagaimana kelanjutan nya apa mereka bisa menerima status satu sama lain



Cerita hasil karya sendiri....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gembok Hati Yang Berkarat

"Aaaww ssssttt...".

Damar mendesis saat Anin menekan sedikit luka yang ada di pelipis matanya, saat bergulat dengan Tirta tadi Damar terkena satu pukulan balasan dari Tirta.

Anin terlihat hanya mengehela nafas nya melihat wajah Damar yang lebam"Kayak anak kecil aja tau gak ngapain sih kakak tanggepin, jadinya begini kan berantem di tempat umum."

Saat ini Anin dan Damar tengah berada di dalam mobil Damar yang terparkir tidak jauh dari sebuah apotek di mana Anin membeli obat merah dan kawan kawan nya.

"Si brengsek itu ngehina kamu Nin, dia ngerendahin harga diri kamu sebagai wanita dengan menyebut kalau kamu sudah memberikan tubuh kamu sama kakak. Ya kakak gak terimalah."

Tangan Anin yang hendak mengoleskan salep di pelipis Damar seketika terhenti saat mendengar ucapan Damar yang begitu penuh emosi serta amarah di dalam nya.

"Harga diri Aku memang sudah rendah di mata dia kak. Kalau memang dia ngehargain aku dia gak mungkin nginjek nginjek harga diri aku dan kedua orang tua aku dulu. Aku juga bukan wanita seperti itu kan, jadi untuk apa aku marah. Seharus nya kata kata yang dia ucapkan itu lebih cocok untuk wanita yang menjadi istrinya sekarang bukan."

Anin kembali mengoles kan salep di pelipis Damar sembari tersenyum tipis namun mengandung perasaan miris di senyumnya,air muka nya terkesan datar serta dingin saat sedang membahas tentang Tirta. Damar hanya terdiam mendengar ucapan Anin yang pelan namun terkesan sarkas dan menusuk hati.

"Ayo pulang."

Anin membereskan obat serta yang lain nya kedalam kantong kresek setelah dia mengobati semua luka Damar yang ada di wajah nya.

🛍

🛍

🛍

Bruukkk...

Pintu mobil tertutup dengan kencang, Tirta terus saja memegangi pipi nya yang sakit dan mungkin saja sedikit geser akibat jotosan yang di layangkan oleh Damar tadi. Jangan di tanya kondisi wajah nya sekarang, kondisinya lebih parah dari pada Damar. Bukan hanya lebam lebam namun bibir sisi nya pun pecah dua duanya karena jotosan yang di berikan oleh Damar.

Sebenarnya Tirta bertemu dengan Anin dan Damar di sana bukan lah hal yang di sengaja. Tirta ada janji untuk makan siang bersama klien nya sembari membicarakan kerjasama mereka di restoran seafood di mana kejadian memalukan itu terjadi.

Tirta mendesah kasar sembari menahan rasa sakit perih linu di bagian wajah nya. Rasa nya hampir sama saat mantan calon adik ipar nya menghajar nya waktu itu. Disaat dia membatalkan sepihak pernikahan nya dengan Anin, Arlan menghajar nya tanpa ampun saat dia menjemput Anin di rumah nya. Bahkan keluarga nya tidak ada yang berniat menolong nya, kalau saja Utari tidak bersujud dan memohon mohon pada Arlan saat itu entah apa yang akan terjadi pada hidup nya sekarang.

Tirta memasuki rumah mewah nya yang terasa sangat sepi bagi nya. Walaupun di sana banyak pelayan namun bagi Tirta seakan tidak ada kehidupan di rumah mewah ini kecuali saat Tirta tengah bersama Tiara putri kecil nya. Sebenarnya Tirta sempat ragu kalau Tiara adalah darah daging nya, akhir nya diam diam Tirta melakukan tes DNA tanpa di ketahui oleh siapa pun saat Tiara lahir dengan menggunakan rambut nya.

Dan hasil nya 99% tiara adalah darah daging nya, sedangkan 1% nya itu mungkin dia dapat dari Utari sebagai mama nya.

"Mas, ya ampun muka kamu kenapa. Ini kenapa lebam lebam gini, kamu habis ngapain sih."

Tirta mendengus saat mendengar Utari terus saja mencecar nya tanpa henti bukan segara mengobati luka nya.

"Obati dulu luka aku baru kamu ngomong."

Utari sedikit meringis mendengar nada ketus yang di lontarkan oleh suami nya itu" Mboooookkkk, bawain air es sama obat merah cepetaaann."

Utari berseru kencang pada salah satu pelayan di rumah itu. Dia menuntun Tirta untuk duduk di kursi dengan nyaman.Utari sedikit meringis melihat wajah Tirta yang lebam dan terluka apalagi di dua sudut bibir nya bukan hanya sobek namun juga biru lebam.

"Tiara mana."

Utari yang tengah fokus memandangi wajah Tirta langsung tersentak saat Tirta bertanya tentang putri kecil mereka itu.

"Eemm Tiara lagi tidur siang mas, tadi dia habis minum susu."

Tirta terdiam tidak memanggapi Utari, tidak lama kemudian Mbok Nem datang dengan membawa mangkok berisi air es serta obat merah dan kain kasa nya untuk mengobati luka yang ada di wajah Tirta.

" Rawat Tiara dengan baik Tari, jangan selalu melimpahkan tugas mu sebagai ibu kepada para baby sister terus menerus. Mama nya Tiara itu kamu bukan baby sitternya, kalau memang kamu tidak sanggup untuk mengurus Tiara bilang saja pada ku, biar aku mencarikan ibu baru untuk Tiara yang mau merawat anaku dengan baik."

Tangan Utari melayang di udara ketika mendengar ucapan Tirta yang santai namun terkesan penuh ancaman. Utari dengan susah payah menelan air ludah nya yang terasa pahit di tenggorokan nya. Tidak Utari tidak akan membiarkan Tirta meninggalkan nya apa lagi ada wanita yang akan menggantikan nya sebagai ibu nya Tiara, Utari tidak akan membiarkan itu terjadi.

"Wow pertunjukan yang bagus bukan" Seseorang yang menguping pembicaraan mereka berdua dari balik pintu hanya tersenyum penuh misteri.

👠

👠

👠

Anin dan Damar kini sudah tiba di butik, Anin segera keluar dari mobil begitu juga dengan Damar. Damar berjalan tepat di samping Anin yang terlihat membawa dua asoi besar berisi martabak serta bobba dan beberapa makanan ringan untuk camilan untuk para karyawan nya serta untuk Anin sendiri.

"Hai guys ,ada bobba nih buat kalian bagiin ya. Ini juga martabak nya abisin ya."

Para karyawan Anin yang terlihat masih bersantai karena waktu istirahat mereka masih ada terlihat berbinar saat boss cantik mereka itu membawakan makanan untuk mereka. Sebenarnya Anin sering membelikan para karyawan nya makanan seperti ini, alasan nya agar para karyawan nya selalu semangat dalam bekerja.

"Wooaahhh makasih mbak Anin kita yang cantik, baik hati tidak sombong, rajin menabung, soleha serta sek..."

"Yang beliin itu bukan saya, tapi kak Damar."

Ucapan Indri terhenti saat Anin memotong ucapan nya sebelum Indri menyelesaikan nya.

"MAKASIH MAS GANTENG NYA MERRY, UUHHH MERRY MAKIN SUKA DEH SAMA MAS GANTENG NYA. UDAH GANTENG MURAH HATI LAGI LAIN KALI AJAK MERRY NGEDATE JUGA YA MAS BIAR KITA BISA DEKET LEBIH DEKET LAGI."

Suara mengelegar milik Merry membuat Damar tersentak kaget, Damar lupa kalau ada siluman bunglon di butik nya Anin soalnya dia tidak melihat Merry dari tadi, Damar kira tuh siluman sudah tidak ada di sini.

"Sama sama Merry yang cantik, gimana tugas nya sudah selesai."

Merry mengacungkan kedua jempol nya pada Anin membuat Anin tersenyum puas sembari mengacungkan jempol nya juga ke arah nya.

"Ya sudah guys nikmati makanan nya ya."

Anin melangkah meninggalkan para karyawan nya yang tengah memakan martabak yang di bawa oleh nya, tapi sekarang Damar yang membelikan semua makanan itu tadi bukan Anin yang seperti biasanya.

"Eh tadi liat gak, bibir nya mas ganteng merah merah gituh kayak bengkak."

"Ah masa sih aku gak merhatiin tuh."

"Ihh you mah gimana sih, mata udah ditarok di depan masa gak liat. Eh tapi kenapa ya...... jangan jangan mas ganteng abis silaturahmi bibir sama seseorang, oohhh nooooo Merry gak rela gak terimaaaaaaa."

Indri menutup kedua telinga nya saat Merry menjerit dengan alay nya,namun jeritan nya seketika terhenti saat Airin berbicara .

"Bukan sama seseorang, tapi kemungkinan samaaaa......."

Mereka saling pandang kemudian terkikik bersama. Sedangkan di dalam ruangan kerja Anin Damar terlihat merebahkan dirinya di sofa. Pelipis nya terasa berdenyut sekarang.

"Kakak kalau mau tidur, ya tidur aja nanti aku bangunin kalau udah waktu nya pulang.

Damar terlihat mengangguk lalu tidak lama dia memejamkan kedua netra hitam legam nya. Sedangkan Anin terlihat mengeluarkan buku serta kertas dari dalam laci meja kerjanya.

Tiga puluh menit berlalu, Anin sudah menyelesaikan desain nya yang tadi belum selesai. Anin menutup buku nya, lalu mata yang tadi nya mengarah pada buku kini tengah mengarah pada sosok yang tengah tertidur pulas di sofa.

Anin bangkit dari kursinya melangkah mendekat pada sosok itu, Anin berjongkok di samping sosok yang tengah tertidur pulas dengan tenang nya. Tangan Anin tiba tiba terulur menyentuh luka di pelipis nya, kemudian sedikit menyibak rambut yang ada di kening nya .

"Semoga Aku bisa membuka hati yang sudah terkunci ini ya kak, dan semoga kamu adalah kunci dari gembok karat yang terus saja membelenggunya selama ini, Anin sayang kak Damar."

Suara Anin begitu pelan dan lembut namun tanpa sadar su suara itu mampu menembus alam bawah sadar nya Damar.

**DOUBEL UP....

NOVELTOON LAGI EROR GUYS,DARI TADI SUBUH UP TADI BELUM LOLOS LOLOS JUGA. GIMANA ATUH YA PUSING NENG OTHOR JADINYA

YANG PENTING JANGAN LUPA GOYANGAN JEMPOL NYA BUAT NGELIKE NGEVOTE DAN NGOMEN YANG SERU

SEE YOU NEXT PART

BABAYYYYY....MUUUAAAACCCHHH**...

1
Maryana Fiqa
ditengah suasana panas author sempat2 nyanyi balonku 😄😄😄😄😄
Aniko Juke Chrystina
Luar biasa
bhunshin
cobain aja sebotol kalo ampuh bagi donk buat suami aku/Joyful/
bhunshin
saya suka🥰🥰
bhunshin
aku baru nyadar ternyata namanya si urie dari tadi aku selalu nyebutnya urin😅
Maria Magdalena
Damar dan Anin sudah bahagia para mantan sudah dapat karmanya Tirta lumpuh dan si Urien dipenjara,selamat ya damar anin sudah menjadi orang tua baru.
Maria Magdalena
Akhirnya si berkah ramadhan menikah juga jodohnya nggak jsuh karyawannya anin he he semoga bahagia deh nggsk jadi bujang lapuk 😁😁
Maria Magdalena
ha ternyata indri jodohnya ramadhan berkah sahabatnya damar😁
Maria Magdalena
ini pasti sigila rindu dan si jalang uriena
Maria Magdalena
damar bucin pada anin.
Maria Magdalena
tenang mas damar aku akun menjaga matahariku seumur hidupku he he
Titik Martiyah
Luar biasa
Titik Martiyah
wuihhh...irung é mak.....
Maria Magdalena
untung anin nggak nikah sama tirta ya mmg jodphnya anin damar si duren sawit
Maria Magdalena
eh lu mantan mantu yg sialan dadar model murahan.
Lina Athaya
ceritanya gentala anak kedua dari ADAM kok gak ada ya kak
Ismalinda
Luar biasa
Ratna Fika Ajah
Semangat thor
Little Angel
Luar biasa
✨️ɛ.
Thankyou, thor..
Ceritanya seru, mengalir dengan lancar dan teratur.. 🫰🏻
Semangat terus dlm berkarya, ya! 💖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!